12/03/2017

SINOPSIS My Golden Life Episode 27 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 27 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 26 Part 2
Do Kyung: “Ji An..”
Ji An: “Choi Do Kyung, jangan pernah muncul lagi. Aku tidak mau melihat wajahmu. Apa kau akan menyuruhku pulang, jika aku tidak mau kau peduli padaku? Kau yang harus pulang. Aku benci melihatmu yang peduli padaku.”


Do Kyung: “Aku hanya ingin membantumu, karena aku khawatir padamu.”
Ji An: “Hanya itu caranya agar kau merasa lebih baik. Aku akan menjalani kehidupanku sendiri. Kau pun sebaiknya begitu.”
Do Kyung: “Kau tidak mau melihatku lagi?”
Ji An: “Aku mohon..”


Ji An sudah bisa mengontrol emosinya. Ia tidak mau melihat Do Kyung lagi, karena itu mengingatkan dirinya bahwa ia pernah membuat pilihan yang salah. Ji An lalu menyerahkan uang hadiahnya lagi, “Anggaplah sebagai cicilan atas hutangku,” kata Ji An.


Do Kyung berkata, “Baiklah aku akan berhenti. Aku telah mencoba melakukan yang terbaik.” Ji An lalu meminta maaf atas kelakuannya.  Mereka lalu mengucapkan selamat tinggal dan berpisah.


Sesampainya di rumah, JI An sempat bertemu Hyuk akan pergi ke cafe untuk membantu Woo Hee menutup kafenya. Hyuk bertanya apakah Ji An sudah makan, lalu Ji An bilang akan membuat ramen dan langsung naik ke kamarnya.


Do Kyung ternyata belum pergi dari tempat tadi. Ia masih mengingat kemarahan Ji An sebelumnya. “Baiklah. Kau benar, Seo Ji An. Kau benar tentang segalanya. Mari akhiri ini. Sekarang aku tidka peduli lagi padamu,” gumam Do Kyung sambil menahan air matanya.


Saat Ji An turun, ia melihat Hyuk masih ada di rumah. Hyuk bilang Woo Hee sudah memesankan makanan untuk Ji An. “Benarkah? Berarti aku harus memakannya, “ kata Ji An lalu menyendok nasinya. 


Ibu JI An bertanya pada ayah, kenapa ayah memarahi Ji Tae yang khawatir padanya karena sudah tidur selama tiga hari.
Ayah: “Ji An selamat.”
Ibu: “Kau bertemu Ji An? Dimana? Bagaimana keadaannya?”


Ayah meminta ibu jangan bertanya lagi, lalu ia kembali tidur.


Di kamarnya, Ji Tae mengingat betapa marah ayahnya tadi. Saat Soo A masuk, ia langsung mengajaknya mencari rumah lagi besok. “Tidak mau. Tinggal terpisah bukan berarti kau mandiri. Kau adalah putra pertama. Jika kau pindah, kau akan tetap mengkhawatirkan keluargamu.  ,” kata Soo A.


Ji Tae kesal karena ayah memarahinya. “Ini semua bukan kesalahanmu. Jadi kenapa kau harus marah? Aku tinggal sendirian selama 10 tahun, tapi aku tidak sedih. Itu tidak seperti saat aku putus denganmu” kata Soo A.


Di toko, Ji Soo sedang belajar membuat roti, lalu ia mengingat saat Ibu No mengusirnya jika ia tidak mau menyesuaikan diri. Tiba-tiba Bos Kang datang dengan wajah sedih dan menyuruhnya pulang.


Sesampainya di rumah Ketua No, langsung memanggil dan memeluknya, “Eun Seok. Sayangku. Apa kau Eun Seok? Kau persis seperti ibumu ketika muda.”


“Kau tidak pernah mau pergi dari pangkuanku. Saat aku memberimu coklat, kau tersenyum sangat lebar. Kau juga tidak pernah menangis, bahkan ketika mereka mengambil berlianmu, “ cerita Ketua Cha.
Ibu No: “Ia hanya menangis ketika lapar.” 


Ketua Cha lalu melihat roti yang dibawah Ji Soo. Saat mengetahui itu buatan Ji Soo sendiri, Ketua Cha langsung memakannya, “Ini lezat, seperti meleleh di mulut. Kau menggunakan tanganmu dengan baik.” Lalu Ketua Cha berkata pada Pak Choi dan Ibu No, “Dia memang bagian dari keluarga kita.”


Flashback..
Ketua Cha juga mengatakan hal yang sama pada Ji An dulu. Dan semua orang menyadarai itu, tetapi mereka diam saja.


Flashback..
Rencana Ketua No adalah menunda perayaan ulang tahun Haesung. Mereka tidak bisa mengumumkan tentang Eun Seok saat acara tersebut karena Keluarga Jang dari Grup New World akan hadir di acara tersebut. Ketua No meminta agar membuat pesta kecil saja bersama para karyawannya, dan hari perayaannya diganti ke hari kerja. Ketua No meminta Pak Choi untuk mengirim Eun Seok sekolah di luar negeri. Ketua No juga berkata bahwa mereka tidak akan membuat pengumuman mengenai Eun Seok, sampai Do Kyung menikah dengan  Jang So Ra dan Seo Hyun juga menikah.


Bu Min: “Mobil Anda sudah siap, Tuan.”
Ji Soo: “Anda mau kemana?”
Seo Hyun: “Pernapasan kakek lemah, jadi dia tinggal di vila di Yangpyeong.”
Ketua Cha: “Datanglah ke Yangpyeong nanti.”


Ibu No datang ke kamar Ji Soo dan meminta maaf karena terlalu memaksa Ji Soo untuk mengubah dirinya. Ibu No lalu memberikan sebuah kartu kredit pada Ji Soo.


Saat sarapan, Do Kyung bertanya bagaimana pertemuaan Ji Soo dengan kakek. Seo Hyun yang menjawab bahwa kakek sangat bahagia dan Ji Soo membenarkannya. Ibu No kemudian bercerita bahwa ia mendapat kabar bahwa Jang So Ra akan kembali ke Korea.


Ji Soo: “Siapa Jang So Ra?”
Ibu No: “Dia akan menjadi kakak iparmu.”
Ji Soo: “Oppa, kau berkencan? Kenapa Ibu yang memberitahumu tentang kekasihmu sendiri?”
Do Kyung: “Kita bicara lagi nanti.”


Setelah makan, Do Kyung mengambil patung kayu Ji An dan membungkusnya.


Di kantor, Do Kyung menerima laporan bahwa Toko Life Style akan dibuka besok. Dia memuji pekerjaan bawahannya, dan akan mengeceknya bersama nanti.


Lalu Sekretaris Yoo masuk dan membawa teh tanpa diminta karena khawatir akan kesehatan Do Kyung. “Apa kau ayah mertuaku? Kenapa kau  mengkhawatirkan aku?” tanay Do Kyung. Ia lalu meminta Sekretaris Yoo untuk mengurus tanda terima hadiah Ji An.


Setelah Sekretaris Yoo keluar, Do Kyung mengambil ponselnya, “Nona Jang So Ra, ini Choi Do Kyung.”


Hyuk datang ke workshop kayu, dan melihat produk buatan Ji An,”Ini bagus. Kau dapat menjualnya.”


Ji An bertanya, “Ngomong-ngomon kau harus menjual perabot lengkap juga. Ada berapa jenis yang kau punya?” Hyuk lalu tersenyum.


Ayah bangun dari tidurnya dan memakai bajunya. Ayah membenarkan bahwa Pak Choi sudah memaafkan mereka. Ayah bilang ia akan mandi.


Bos Kang melamun sambil menatap rotinya. Ia lalu berkata pada Ji Soo, bahwa pemilik cafe harus mencari supplier lain, karena ia tidak akan mengirim roti ke sana lagi.
Ji Soo: “Kenapa? Apa kau menyerah?”
Bos Kang: “Ucapkan selamat tinggal padanya.”


Ji Soo mengantarkan rotinya ke cafe Woo Hee.
Ji Soo: “Bos bilang ini kiriman terakhir kami, jadi kau harus mencari supplier lain.”
Woo Hee: “Terima kasih. Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini.”
Woo Hee lalu membayar rotinya, dan Ji Soo bilang akan datang lagi untuk minum kopi.


Ji Soo memberikan uangnya kepada Bos Kang dan bertanya kenapa Bos Kang menyerah padahal dia snagat menyukai Woo Hee. “Dia tidak menyukaiku,” kata Bos Kang.


Woo Hee menata rotinya di etalase. “Ini yang terbaik,” gumamnya.


Hyuk melihat buku sketsanya dan mengingat saat Ji An bertanya tentang jenis produk yang dia miliki. Dia lalu membawa buku itu ke workshop.


Hyuk menunjukkan sketsanya pada Ji An dan menyuruhnya memilih produk yang ditujukan untuk pria dan wanita. Ji An bilang saat membuat produk harus menyesuaikan dengn karakter si pemakainya. “Ah, sudah lama aku tidak melihat rosewood (kayu dengan warna kuning kemerahan),” kata Ji An. Hyuk lalu meminta Ji An menggambar sendiri desainnya.


Ayah Ji An keluar dari pemandian umum.


Seorang karyawan di restoran bertanya pada ibu, “Bos, apa ada sesuatu yang bagus terjadi? Biasanya kau terlihat sedih, tapi hari ini tampak berbeda.”


Ayah duduk di taman dan melihat para orang tua yang sedang bermain dengan anak-anaknya.  Ayah masih sedih karena Ji An tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan. 


Ji Ho sedang membawa tumpukan kotak sepatu saat ada seseorang yang meneleponnya.
Seo Hyun: “Ini Cinderella.”
Ji Hoo: “Cinderella? Aku sedang bekerja sekarang?”


Seo Hyun: “Hari ini kau bekerja dimana? Kau ingin pergi ke club tempatmu bekerja.”
Ji Ho: “Hey, kau harusnya tidak melanggar peraturan keluargamu terlalu sering. Lagipula, lakukanlah sendiri, jangan ajak aku.”
Seo Hyun: “Aku tidak punya bodyguard sekarang.”


Ji Ho bilang ia tidak bekerja malam ini. Seo Hyun malah menyuruh Ji Ho agar bekerja sebagai bodyguardnya. Ji Ho tidak mau berurusan dengan Seo Hyun lagi, jadi dia mau menutup teleponnya.
Seo Hyun: “Ini karena kakakmu, Ji Soo.”
Ji Ho: “Kakakku? Ada apa dengannya? Apa yang terjadi?”
Seo Hyun: “Aku akan memberitahu jika kau bekerja untukku!” [crstl]

3 komentar

  1. Terima kasih sinopsis part 1 nya. Lgsg ada pagi ini😘. Ditunggu lanjutannya ya

    BalasHapus
  2. Ditunggu part 2 nyaa chingu πŸ˜‡πŸ˜‡ and next up eps. 28 nya . semangat!!!

    BalasHapus
  3. Terima kasih sinopsis part 1 nya. Lgsg ada pagi ini😘. Ditunggu lanjutannya ya

    BalasHapus


EmoticonEmoticon