12/03/2017

SINOPSIS My Golden Life Episode 27 PART 2

SINOPSIS My Golden Life Episode 27 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 27 Part 1
JI An memulai membuat desain produknya. Ia menunjukkan desainnya yang berbentuk ikan pada Hyuk.


Hyuk lalu meminta Ji An untuk langsung menggambar di atas kayu dan mulai mengerjakan produknya.


Sementara itu, Do Kyung meletakkan sebuah kotak di depan rumah Ji An dan langsung pergi.


Ji An langsung memulai memotong kayunya. Ia sangat berhati-hati, namun ia kecewa karena alat pemotongnya bergeser. Hyuk menyemangatinya dan menyuruhnya membuat yang baru.


Ji Ho: “Hey, apa maksudmu? JI Soo tidak pernah menyusahkan orang lain.”
Seo Hyun: “Bukan begitu. Kakek, ayah, ibu, dan kakakku hanya membicarakan tentang Ji Soo. Aku seperti tidak terlihat. Mereka membiarkannya melanggar aturan keluarga kami. Bagaimana aku tidak stres?”


Ji Ho lega karena kakaknya baik-baik saja, jadi dia akan membantu Seo Hyun untuk mengurangi rasa stresnya. “Kau akan membayarku 100 dollar untukku dan dan juga membayar biayanya,” kata Ji Ho.


Ji Ho mengajak Seo Hyun ke tempat bowling. Seo Hyun yang baru pertama kali kesana protes karena ia tidak mau memakai sepatu sewaan. Akhirnya dia setuju untuk memakainya saat Ji Ho mengancam akan pulang saja.


Ji Ho lalu mengajari Seo Hyun cara melempar bola bowlingnya.  Ia lalu menyuruh Seo Hyun mundur dan melihatnya bermain.


Ji Ho berhasil melakukan strike. Ia lalu menantang Seo Hyun.


Seo Hyun melempar dan bolanya tidak mengenai pin bowlingnya sama sekali. Ji Ho menyuruhnya mengulanginya lagi. Tapi lagi-lagi tidak ada satu pin pun yang terjatuh. Seo Hyun yang kelelahan, tidak mau lagi melempar bolanya. Ji Ho melarangnya berhenti sebelum Seo Hyun berhasil.


Ia mengajarkan lagi gerakannya, dan kali ini Seo Hyun berhasil. Mereka berdua berteriak  dan melompat-lompat kegirangan.


Hyuk sampai di depan rumah dan menemukan kotak dan memberikannya pada Ji An. Ji An lalu mengajak Hyuk masuk tanpa membuka kotaknya terlebih dahulu.


Lagi-lagi, ternyata Do Kyung belum pergi. Ia masih ada di mobil dan menunggu Ji An pulang. “apa? Kenapa mereka masuk bersama? Kenapa juga aku harus pergi. Dia sudah mengambil kotaknya, itu bagus.” Kali ini dia benar-benar pulang, “Selamat tinggal, Ji An.”


Di kamarnya, Ji An membuka kotaknya. Ia lalu menata patung-patung kecil itu di meja samping ranjangnya.


Setelah bermain bowling, Seo Hyun dan Ji Ho mampir ke kedai kaki lima. “Bagaimana ini bisa sangat menyenangkan? Tadi lebih menyenangkan daripada main golf? Ayo main lagi besok.” kata Seo Hyun.


Ji Ho menyuruh Seo Hyun agar pergi bersama teman-temannya, tapi Seo Hyun bilang ia tidak punya teman. Seo Hyun berbisik, “Aku punya tunangan.”
Ji Ho: “Apa ini Dinasti Joseon? Apa aku kembali ke masa lampau?”

Seo Hyun: “Itulah yang kami lakukan. Kami mengecek keluarganya, latar belakang, kompetensi, penampilan dan juga karakternya. Apa salahnya dengan itu? Oppa-ku juga punya tunangan, besok ia akan bertemu dengan tunangannya untuk pertama kali.”


Ji Ho: “Apa Ji Soo juga akan menikah dengan pria pilihan orang tuanya?”
Seo Hyun: “Seharusnya ya, tapi tidak mungkin untuk sekarang, karena dia tidak mempunyai latar belakang yang istimewa.”


Saat sadar apa yang ia makan, Seo Hyun bilang ia tidak seharusnya makan makanan kaki lama. Tapi kemudian dia memakannya lagi, “Enaak..”


Saat ayah pulang ke rumah, Ji Tae menyapanya dan mengembalikan uang ayah. Jia Tae bilang tidak akan bermigrasi ataupun pindah rumah. Tapi ayah tidak peduli, dan menyuruh Ji Tae melakukan apa yang ingin ia lakukan.


Soo A memuji perbuatan suaminya, dan mengajaknya jalan-jalan. Mereka sedang memutuskan akan pergi kemana, ketika kemudian ibu mengetuk pintu kamar mereka.


Ibu memberi tahu Ji Tae bahwa Pak Choi sudah memaafkan mereka, dan ayah juga sudah bertemu dengan Ji An. “Ayah tidur begitu lama karena merasa lega dia sudah menemukan Ji An,” jelas Ibu.


Ji An bangun tidur dan pemandangan pertamanya adalah patung-patung yang dikembalikan Do Kyung semalam.


Ia lalu mengecek kalender. “Ujian masuk kuliah Ji Ho sudah terlewat,” katanya.


Do Kyung memberi tahu ibunya bahwa dia akan bertemu So Ra. Ibu No memastikan agar Do Kyung memesan makanan yang istimewa. “Aku sudah memesan wine favorit So Ra,” kata Do Kyung.


Pagi itu, adalah pertama kalinya Ji An bertemu dengan penghuni yang lain. Ia lalu menyapa mereka dan meminta izin pada Hyuk bahwa ia akan datang terlambat ke tempat kerja. 


Hyuk mengira tangan Ji An sakit karena memotong rosewood semalam. “Tanganku tidak apa-apa. Aku ingin membeli ponsel,” jelas Ji An.


Ji An sudah memilih sebuah ponsel dan meminta nomor baru. Ia lalu menyimpan nomor ayahnya.


Ayah Ji An yang sedang duduk sendirian di taman, membaca pesan Ji An. ‘Ini Ji An. Aku baik-baik saja. Jangan khawatir.’ Ayah menyimpan kembali ponselnya dan wajahnya masih tanpa ekspresi.


Ji Ho yang masih tidur merasa terganggu dengan dering ponselnya. Ia lalu mengangkatnya dan sangat terkejut saat mengetahui bahwa Ji An-lah yang meneleponnya.


Ji Ho: “Noona.. Noona..”
Ji An: “Apa ujianmu berjalan dengan lancar?”
Ji Ho: “Itu tidak penting. Kau ada dimana?”
Ji Ho memohon agar ia dapat menemui Ji An.


Do Kyung dan Sekretaris Yoo datang ke toko untuk mengecek produk baru mereka. Saat melihat produk-produk itu, ia malah mengingat Ji An.


Setelah mengecek toko, Sekretaris Yoo menyarankan Do Kyung agar makan makanan yang hangat. “Kau makan sendiri saja. Aku haru pergi,” kata Do Kyung sambil meninggalkan Sekretaris Yoo yang kebingungan sampai memukul kepalanya sendiri.


Tidak biasanya, Ji An izin keluar makan siang lebih dulu. Ia bilang pada Bos bahwa ia akan bertemu seseorang, jadi akan pergi agak lama. Bos mengizinkannya dan menyuruhnya makan dengan baik.


Dari seberang jalan, Ji Ho melambaikan tangannya dan Ji An membalasnya. Ji Ho berlari menghampiri Ji An.


Ji An: “Ji Ho..”
Ji Ho: “Aku tahu. Keu terlihat berantakan. Sekarang aku kesal.”
Ji An: “Ini karena aku lapar. Ayo kita masuk.”


Ji Ho mengakui bahwa selama ini ia bekerja di Department Store. Ia memintaa maaf karena ia tidak memberitahu Ji An selama ini. Tapi kemudian Ji An setuju tentang jalan yang Ji Ho ambil, “Kau terlihat bahagia.”


Ji An menduga bahwa Ji Soo pergi ke rumah orang tua kandungnya, dan Ji Tae mengiyakannya.
Ji Ho: “Cinderella bilang bahwa keluarganya mengatur semuanya untuk mereka. Dia punya tunangan dan kakak laki-lakinya juga. Ini lucu sekali, mereka bahkan belum pernah bertemu. Oh, kakaknya akan bertemu tunangannya hari ini.”


Ji An terkejut saat mendengar kalimat terakhir Ji Ho.

Flashback..


Do Kyung: “Aku dijodohkan dengan Jang So Ra, dan aku akan menikahinya.”


Seo Hyun: “Satu tahun lagi di New York aku akan bertemu dengan putra kedua Ketua Grup New World yang belajar di New York University. Kami akan bertunangan. Dan setelah aku menyelesaikan gelar masterku, aku akan menikah. Itu semua sudha diputuskan.”


Ibu No: “Kau tidak boleh pergi keluar sendirian. Kau tidak bisa berbuat semaumu, keluarga kita punya aturan.”


Ji Ho bertanya-tanya apakah Ji Soo dapat bertahan di rumah itu, “Ji Soo akan sakit bila ia tidak bisa melakukan apa yang dia mau.”


Keluar dari restoran, Ji Ho meminta Ji An memeluknya. Saat Ji An memeluknya, Ji Ho berpesan, “Berat badanmu turun. Makanlah dengan baik.” 


Saat hampir sampai ke tempat workshop kayu, Ji An dikejutkan dengan kedatangan Do Kyung.


Do Kyung: “Maaf, aku kembali lagi.”
Ji An: “Ada apa lagi kali ini?”
Do Kyung: “Ada satu lagi yang belum aku katakan. Aku harus dan ingin mengatakannya. Jagalah dirimu lebih baik lagi daripada saat ini.”
Ji An: “Baiklah.”
DOo Kyung: “Terima kasih.”


Ji An memanggil Do Kyung. Do Kyung berbalik dan berharap Ji An menahannya. Tapi ternyata Ji An hanya menanyakan keadaan Ji Soo. “Jika kau tanya apa dia bahagia, aku tidak tahu. Tapi sepertinya dia baik-baik saja.”


Ji An: “Tolong jaga dia untukku. Dia pasti kesulitan untuk bertahan di rumahmu.”
Do Kyung: “Dia adikku. Kau tidak perlu khawatir.”
Ji An: “Ya benar, dia adikmu.”

Flashback..


Do Kyung: “Senang bertemu denganmu, aku Choi Do Kyung. Aku oppa-mu.”


Ji An: “Oppa,,”
Do Kyung: “Aku disini..”


Ji An: “Saat kau menjadi kakakku, itu sangat menyenangkan.”


Ji An membungkukkan badannya memohon agar Do Kyung menjaga Ji Soo, lalu ia masuk ke workshop. Do Kyung hanya bisa menatap punggung Ji An dengan sedih.


Ternyata Hyuk melihat mereka dari atap. “Kenapa dia terus datang jika ia tidak bisa mengambil resiko dan tanggung jawabnya?”


Bos dan karyawan worskhop heran melihat Ji An yang menyapa mereka dengan bersemangat, tidak seperti biasanya.


Do Kyung sudah sampai di tempat janjiannya bersama Jang So Ra. Lalu So Ra meneleponnya bahwa ada kejadian darurat jadi ia tidak bisa datang ke sana. “Bisakah kau datang ke tempatku berada sekarang,” tanya So Ra.


Do Kyung sampai di sebuah pasar, tapi ia belum melihat So Ra. “Do Kyung oppa..,” seseorang melambaikan tangannya dari atas.


“Oppa?” gumam Do Kyung.


Do Kyung lalu naik ke atas dan menghampiri So Ra.


Do Kyung dan So Ra berjabat tangan dan berkata bahwa sudah lama mereka tidak bertemu.
Do Kyung: “Bagaimana kau menemukan tempat ini?”
So Ra: “Ini tempat syuting film yang aku suka. Yang menarik adalah kita harus mengambil wortel, mentimun, dan gelas sendiri. Jadi aku pergi dan mengambilnya untuk kita.”


Do Kyung: “Lalu apa yang harus kulakukan?”
So Ra: “Oppa bisa memilih apa yang kau pesan dari buku menu dan menuliskannya di kertas pesanan.”
Do Kyung: “Ini menyenangkan.”


Do Kyung lalu melihat ke sekeliling dan melihat pengunjung yang sepertinya sedang memperhatikan mereka.


Do Kyung lalu memilih pesanannya.
So Ra: “Apa Oppa belum pernah dengar? Aku tidak makan sesuatu yang berhubungan dengan ikan?”
Do Kyung: “Kau tidak suka? Ini cukup lezat.”


Hari sudah malam, tapi Hyuk dan Ji An masih bekerja di workshop. Ji An meminta Hyuk memeriksa produknya yang berbentuk ikan.


Ji An lalu mengeluh kalau dia lapar. “Aku sudah memesan makanan untukmu,” kata Hyuk.


So Ra bertanya apakah makanan Do Kyung tidak terasa amis, Do Kyung menggelengkan kepalanya. Lalu So Ra mengajaknya minum soju. So Ra senang karena Do Kyung masih mengingat ,kejadian saat mereka masih sekolah dulu.


Do Kyung: “Nona Jang, kenapa kau memanggilku dengan namaku?”
So Ra: “Kenapa kau memanggilku Nona Jang?”
Do Kyung: “Selain adikku, aku tidak pernah memanggil wanita dengan namanya.”
So Ra: “Walaupun kau sedang berkencan?”
Do Kyung: “Aku melakukannya ketika berkencan.”


So Ra: “Kau benar, kita tidak sedang berkencan sekarang.”
Do Kyung: “Aku rasa tidak.”
So Ra: “Aku senang kau tidak suka memanggil nama wanita.”


Flashback..
Saat Do Kyung mencari Ji An di gunung, “Ji An... Seo Ji An.. Hey Seo Ji An, apa kau sudah gila?”


Hyuk memesankan ayam untuk Ji An. Hyuk bilang Ji An masih belum berubah, tidak akan berhenti sampai yang dikerjakan selesai. “Itulah kenapa aku suka mengukir, membuatku lupa waktu,” kata Ji An.


Do Kyung mengantar So Ra pulang.
So Ra: “Jadi, bagaimana kau akan memanggilku? So Ra? Atau Nona Jang?”
Do Kyung: “Kau akan mengetahuinya saat kita bertemu lagi nanti.”


So Ra memberitahu bahwa ia akan kembali ke Amerika dan menghabiskan waktu disana bersama teman-temannya. Ia akan kembali ke Korea setelah lulus. Ia bertanya kapan mereka akan bertunangan.
Do Kyung: “Apa kita harus bertunangan? Mari menikah saja.” [crstl]


3 komentar

  1. Terima kasih sinopsis nya 😇 semangat!!!

    BalasHapus
  2. Wow...semakin penasaran Ama perasaan do Kyung..
    Ditunggu part selanjutnya kak...

    BalasHapus
  3. Woaaaa do kyung lgsg ngajak nikah. Wuaahh spt pelarian saja dari cintanya thd Ji an yg msh terkatung katung.

    Terima kasih sinopsisnya. Ditunggu part berikutnya besok pagi ya😁😁😁

    BalasHapus


EmoticonEmoticon