12/10/2017

SINOPSIS My Golden Life Episode 29 PART 2

SINOPSIS My Golden Life Episode 29 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 29 Part 1
Ji An: “Apa kau akan terus datang kapanpun kau merindukanku?”
Do Kyung: “Ya.”
Ji An: “Tapi aku tidak menyukaimu.”
Do Kyung: “Tidak sekarang, tapi perlahan kau akan senang melihatku.”
Ji An: “Kau mengkhayal.”


Do Kyung: “Aku tidak berkhayal. Aku berharap.”
Ji An: “Aku tidak ingin terlibat dalam permainan cintamu.”
Do Kyung: “Permainan cinta?”


Ji An berkata dia tahu seperti apa keluarga Do Kyung, dan berkata bahwa Do Kyung keliru. Tapi Do Kyung bilang dia tidak terlalu bodoh sampai tidak mengerti perasaannya sendiri. Menurut Ji An, Do mencarinya pekerjaan hanya karena merasa dia adalah adiknya.


“Kau melakukan ini bukan untukku, kau hanya ingin membuat dirimu merasa lebih baik. Kau berbuat baik hanya agar kau tidak kehilangan sesuatu. Perlakuanmu terakhir kali dulu, membuktikan itu semua,” kata Ji An. Dia juga berkata bahwa mereka berasal dari dunia yang berbeda, begitu pula perasaan Do Kyung, yang bisa berubah kapanpun.


Do Kyung terlihat sedih saat Ji An tidak mempercayainya.”Kita sudah berakhir. Aku mengatakannya berulang kali, tapi kau pikir aku tidak serius. Betapa sombongnya dirimu. Kau pikir aku akan meraih tanganmu kapanpun kau mengulurkannya untukku. Itulah dirimu,” kata Ji An.


Tapi kemudian Do Kyung tersenyum. Dia bilang dia menyukainya, bahwa Ji An sudah kembali. Ji An yang penuh semangat hampir kembali seutuhnya. DO Kyung bahkan tertawa. Dia lalu pergi karena Ji An juga harus bekerja.


Ibu No menelepon Nyonya Son. Ibunya So Ra tersebut memberi tahu bahwa So Ra sedang pergi makan dengan pak Choi. Nyonya Son juga akan berbelanja pakaian untuk So Ra kenakan di acara ulang tahun Haesung.


Ibu No merasa heran dengan sikap suaminya yang tidak seperti biasa.


Ji An kembali ke workshop. Hyuk bertanya kenapa makan siangnya lama, Ji An berkata bahwa dia hanya butuh waktu untuk sendiri. Hyuk lalu memberi tahu bahwa ia dan Bos sedang memilih perabot untuk sudut interior.


Hyuk menunjukkan perabot yang harus Ji An buat. Ji An sempat ragu karena sudah lama tidak membuat yang semacam itu. Tapi kemudian dia setuju untuk membuat sampelnya terlebih dulu dan Hyuk dapat mengeceknya nanti.


Ji Soo mengingat perkaaan Pak Choi bahwa mereka merindukannya selama ini, kakek yang meminta agar tidak dipermalukan, dan ayah yang telah mengucapkan selamat tinggalnya. Ia kemudian mengirim pesan pada Bu Min untuk mengikuti pelatihan tata krama sesuai perintah Ibu No sebelumnya.


Ji Soo datang ke sebuah tempat dan bertemu seorang wanita bernama Ibu Yang yang menyapa dan membungkukkan badannya, dan Ji Soo membalasnya. Tapi kemudian Ibu Yang memberi pelajaran pertama bahwa Ji Soo tidak boleh membungkukkan badan kepada karyawannya dan cukup menganggukkan kepalanya saja.


Kemudian Ji Soo belajar berjalan. Ia harus menegakkan punggun dna bahunya, serta berpandangan lurus ke depan.


Ji Soo belajar duduk dan cara melatakkan tangan yang benar ketika duduk.


Tidak mudah bagi Ji Soo saat berlatih salam resmi, yakni membungkuk 45 derajat. Ia harus melakukannya berulang-ulang.


Bu Min juga turun tangan melatih Ji Soo membawakan sambutan saat memperkenalkan dirinya sebagai Choi Eun Seok.


Ayah berada di kamar Ji An sambil memegang sebuah kotak musik kayu.
Flashback..


Keluarga mereka baru saja menghadiri pernikahan. Ji Soo kecil bertanya apa itu pernikahan. Ji An berkata itu berarti menikahi pria yang dicintai. Mereka berdua lalu berebut untuk menikahi ayah. JI Soo sampai rela memberikan maianannya untuk Ji An, tapi Ji An tidak membutuhkannya, ia hanya mau menikah dengan ayah. Ji Soo menangis dan menyuruh Ji An menikah saja dengan Ji Tae. Kedua putrinya menangis memperebutkan dirinya dan ayah sangat bahagia saat itu.


Ji Tae dan Soo A pulang bekerja, dan mengira ayah belum pulang. Mereka lalu memasak makan malam. Saat makanan siap, ayah turun dari lantai atas. Soo A bertanya apakah ayah sudah makan, tapi ayah bilang lanjutkan saja.


Ayah bilang ia akan memasan ramen saja dan menyuruh mereka naik ke kamar lalu makan, dan tidak perlu mengkhawatirkan dirinya.


Ji Tae lalu mengajak Soo A makan di luar dan menyuruh ayah memakan nasi omelet yang mereka buat.


Mereka bertemu ibu di depan rumah. Ibu berkata ia pulang lebih awal karena khawatir melihat ayah yang seperti tidak bersemangat, jadi ibu inin menanyakan apakah Ji An baik-baik saja. Ji Tae lalu memberi tahu kalau Ji Ho sudah bertemu Ji An dan dia baik-baik saja. “Ayah yang bertingkah aneh,” kata Ji Tae.


Ibu masuk dan bertanya kenapa ayah makan ramen padahal Ji Tae dan Soo A sudah memasakkan makan malam. Ayah juga tidak mempedulikan ibu. Tiba-tiba ayah memuntahkan kembali ramennya. Perutnya masih dalam kondisi buruk, karena ia sering kali tidak makan.


Setelahnya, ibu meminta ayah memakan masakan Soo A atau ia akan membuatkannya bubur. Tapi ayah meminta ibu agar tidak melakukan apapun untuknya.


Ji Tae dan Soo A makan malam di kedai tenda.


Ayah mencuci peralatan makannya sendiri. 


Sementara itu, ibu di kamar mengecek ponsel ayah dan mencari kontak Ji An. Tapi tidak ada. “Apa dia seperti ini karena Ji An marah padanya?” Tapi ketika dia membuka kotak pesan, masih ada pesan dari Ji An disana. “Kenapa dia tidak menyimpan nomor Ji An,?”


Do Kyung membawakan makanan untuk Gi Jae. Gi Jae curiga bahwa Do Kyung sedang terkena masalah.
Gi Jae: “Tidak, jangan katakan apapun. Aku tidak mau tahu.”
Do Kyung: “Aku sudah mengatakan pada orang tuaku bahwa aku tidak akan menikahi Jang So Ra.”


Gi Jae: “Kau sudah kehilangan akal. Apa mereka mengusirmu?”
Do Kyung: “Belum. Mereka tidak percaya.”
Gi Jae: “Apa kau sudah mengakui cintamu pada Ji An?”


Do Kyung: “Belum.”
Gi Jae: “Kau harus berkencan dulu baru kemudian mengatakan kepada mereka. Walaupun itu juga tidak akan berhasil.”


Do Kyung berkata bahwa melihatnya saja Ji An tidak mau. Gi Jae tidak heran, karena Do Kyung adalah pewaris Haesung. Do Kyung berencana untuk pergi saat kehidupan Ji An sudah stabil, ternyata dia tidak bisa melakukannya. Gi Jae lalu menyarankan agar Do Kyung berkencan dengan Ji An secara sembunyi-sembunyi. Do Kyung berkata Ji An sudah tahu bahwa ia akan menikahi Jang So Ra, jadi walaupun ia mengakhiri hubungannya dengan So Ra, ia tetap tidak bisa berhubungan dengan Ji An.


“Choi Do Kyung, seberapa kuat tekadmu?” tanya Gi Jae.


Di workshop, Ji An meminta bantuan Hyuk karena ada bagian perabotnya yang tersangkit. Hyuk bertanya apakah Ji An ingin menyelesaikannya hari itu juga, karena sudah larut sekarang. Lalu Ji An menyadari sesuatu. 
Flashback..


Perabot yang dibuatnya itu ternyata dia sendiri yang mendesainnya saat masih sekolah dulu. Dulu dia mengeluarkan sketsa-sketsanya di depan teman-temannya dan berkata akan membuat salah satunya. Hyuk melihat gambarnya dan memilihkan desain dudukan lampu yang saat ini tengah dibuat Ji An.


Ji An kemudian mengambil paksa buku sketsa Hyuk dan melihat desain kotak musik Hyuk. Kemudian mereka berjanji akan saling membuatkan produk untuk satu sama lain.


Ji An: “Aku masih punya kotak musik yang kau buatkan untukku. Tapi aku belum membuatkanmu dudukan lampu itu.”
Hyuk: “Di hari pertama kelas dua, aku sangat terkejut ketika mengetahui kau pindah.”


Ji An sadar bahwa Hyuk terus saja mengembalikan kenangannya yang hilang. Lalu Hyuk mengecek jam tangannya dan berkata bahwa ia harus menemui kakaknya.


Hyuk melihat Bos Kang masuk ke cafe Woo Hee, jadi dia pergi dan tidak jadi masuk.


Bos Kang langsung saja bertanya dimana bangau kertas yang selama ini dibuatnya. Woo Hee berkata bahwa ia sudah membuangnya. Bos Kang tidak percaya.


“Bagaimana jika aku menemukannya?” tanya Bos Kang sambil berjalan ke arah dapur Woo Hee. Dan Bos Kang berhasil menemukan bangau-bangau kertas itu tepat di bawah meja kasir Woo Hee.


Bos Kang: “Hey, hentikanlah semua ini dan tinggallah denganku. Aku mohon, tidak bisakah kau hidup saja bersamaku? Aku mohon Sun Woo Hee. Aku tidak mempermasalahkan apapun. Aku akan menghadapi segalanya. Yang aku butuhkan hanya dirimu.”


BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Jugglers
|| Wednesday 3:30 PM
|| Novoland
|| Secret Seven
|| Oppa is Missing
|| Borg Mom

Woo Hee tidak bisa berkata apa-apa, dia lalu berlari pergi meninggalkan Bos Kang di cafe.


Ji An hampir sampai rumah dan melihat Do Kyung sedang berdiri kedinginan, tapi ia tidak peduli. DO Kyung bertanya, “Hey, aku seperti penguntit ya? Aku sungguh-sungguh penasaran, bagaimana kau tahu tentang pertemuanku dengan Jang So Ra.”


Ji An: “Kau bilang kau akan menemuinya saat dia berkunjung musim dingin ini. Kau juga bilang kalau kau akan menikahinya, jadi aku berasumsi bahwa kau sudah bertemu dengannya sekarang.”
Do Kyung: “Itu saja?”
Ji An: “Haruskah aku mengatakan agar kau tidak datang lagi?”
Do Kyung: “Jangan! Karena aku akan tetap datang.”


Ji An lalu mengancam akan memberitahu Ibu No agar menghentikan Do Kyung, lalu masuk ke rumah. Do Kyung berteriak, “Kalau kau melakukan itu, mereka akan mengusirku. Sampai jumpa lagi.” Do Kyung kembali tersenyum.


Saat dia berbalik, dia dikejutkan dengan Hyuk yang sudah berdiri di belakangnya. Hyuk lalu mengajak Do Kyung bicara.


Hyuk bertanya kenapa Do Kyung datang lagi padahal Ji An tidak mau bertemu dengannya. Do Kyung merasa ia tidak perlu menjelaskan apapun pada Hyuk. Hyuk lalu meminta Do Kyung meninggalkan Ji An, jika Do Kyung memang peduli padanya.
Do Kyung: “Aku tahu apa yang cemaskan. Aku mengerti.”


Sambil memasak ramen, Ji An memikirkan Do Kyung. “Jadi mereka sudah bertemu. Lalu kenapa dia terus datang menemuiku?”


Woo Hee sampai di rumah ia  tampak sangat lemas. Ia meminta Ji An untuk mengambilkannya air. Ji An sangat khawatir dan membawanya ke kamar.


Ji An membawakan obat flu untuk Woo Hee.


Ji Soo dan Bu Min sudah pulang. Ibu No menyambut mereka dan menyadari pasti Ji Soo lelah. Ji Soo mengiyakan dan ingin beristirahat. Ibu No setuju dan menyuruhnya naik ke atas.


Do Kyung pulang dan langsung menyusul Ji Soo dan bertanya apakah dia baik-baik saja jika harus diperkenalkan sebagai Eun Seouk tapi bertingkah seperti Ji An. Ji Soo bilang ia hanya berbuat semampunya agar kakek tidak menegur Pak Choi dan Ibu No.


Ji Soo masuk kamar dan langsung merebahkan dirinya karena merasa sangat lelah. Ia bahkan langsung tidur tanpa berganti pakaian.


Keesokan harinya, Ji Soo diberi tahu bagaimana susunan duduk di panggung nanti. Ji Soo bertanya bagaimana ia bisa mengecoh paman dan bibi, karena sebelumnya mereka pernah bertemu Ji An.


Saat kakek memperkenalkannya nanti, Ji Soo akan masuk bersama Bu Min, Dan Bu Min memastikan agar wajah Ji Soo tidak akan terlihat dari sudut duduk paman dan bibi.


Ji Soo berlatih sambutannya, tapi Bu Min merasa masih ada yang kurang. Bu Min lalu memperlihatkan video saat Ji An memperkenalkan dirinya.sebagai Seo Ji An, Tim Marketing Haesung.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Black Knight
|| I'm Not a Robot
|| Two Cops
|| Doubtful Victory
|| Nothing to Lose
|| My Golden Life


Bibi merasa ada yang salah dengan ayahnya dan menduga ayahnya merahasiakan sesuatu darinya. Paman menenangkannya, tapi bibi tetap berkeras. Paman tahu ada yang aneh, tapi ia tidak tahu apa yang dipikirkan Ketua No, ayah mertuanya.


Bibi menduga bahwa ayahnya akan mewariskan perusahaan pada Pak Choi, tapi paman bilang bahwa kemungkinan Ketua No akan langsung mewariskannya pada Do Kyung. “Apa kau bilang?” tanya bibi terkejut.


Bu Min menemani Ji Soo bersiap-siap.


Para tamu undangan terlihat memasuki ruang acara.


Ibu No menyapa keluarga So Ra, dan memujnya sangat elegan dan berkelas. Do Kyung juga datang untuk menyapa mereka.


“Dia sangat senang bertemu calon besannya. Tapi, di mana Eun Seok?’ tanya bibi.


Seorang karyawan datang membawakan sebuah wig.


Ji Soo: “Haruskah aku memakai wig juga?”
Bu Min: “Agar terlihat mirip.”
Ji Soo: “Apa ada cermin? Aku ingin melihat bagaimana penampilanku.”
Bu Min: “Waktu kita terbatas.”


Acara ulang tahun ke-40 Haesung dimulai dan para undangan bertepuk tangan.


Bu Min menyuruh Ji Soo berjalan lebih cepat. Tapi langkah Ji Soo terhenti saat wajahnya terpantul di kaca sebuah jendela. Bu Min bilang Ji Soo memang akan menjadi Ji An, dan hanya sebentar saja karena itu sangat penting bagi calon besan mereka. “Lalu bagaimana saat Do Kyung menikah? Pernikahan Seo Hyun?” Ji Soo menjadi gugup. Bu Min lalu bilang bahwa Ketua No yang akan mengurus itu semua.


Kakek memulai pidatonya dan menceritakan perjalanan bisnisnya dari yang hanya menjual pakaian di pasar sampai sekarang Haesung punya perusahaan pakaian dan juga hotel. “Aku punya seseorang yang akan kuperkenalkan. Orang itu adalah...”


Ji Soo mengepalkan tangannya, lalu melangkah dengan ragu. Kemudian dia berlari ke arah sebaliknya! [crstl]

3 komentar

  1. Sptnya Ji Soo tdk mau ada di bwh bayang2 Ji An? Atau dia merasa tdk mampu?


    Hmmm.. Knpa Do Kyung gk brterus terang pd Ji An bhw dia tdk akan menikahi So Ra? Dia msh trlihat plin plan disini.

    Btw thank you untuk sinopsisnya. Saking penasaran ma part 2, daritdi bolak balik ngeceknya.. Dan tadaaaaa akhirnya muncul jg. Bacanya smbil mkn siang, satu tgn pgang sendok, satu tangan lgi scroll layar hpšŸ˜‚šŸ˜‚

    BalasHapus
  2. Waduhhh makin deg degan .. Tambah deg degan kerna jisoo šŸ˜†šŸ˜† semangat !!!

    BalasHapus
  3. Cerita y makin seru..d tunggu kelanjuatan y, makasih sinopsis y šŸ˜ŠšŸ˜Š

    BalasHapus


EmoticonEmoticon