12/11/2017

SINOPSIS My Golden Life Episode 30 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 30 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 29 Part 2
Bu Min membuka pintu untuk Ji Soo. Kakek sudah memanggil orang yang akan diperkenalkannya, jadi Bu Min pun masuk mendahului Ji Soo.


Karena terlalu gugup dan merasa tidak bisa menghadapi itu semua, Ji Soo berlari pergi meninggalkan tempat acara.


Bu Min yang menyadari bahwa Ji Soo tidak ada di belakangnya, lalu kembali keluar.


Kakek mengernyitkan dahinya. Do Kyung yang menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres langsung mengikuti Bu Min ditemani Sekretaris Yoo.


Kakek terbatuk dan meminum air yang sudah tersedia di dekatnya. Para tamu undangan pun bingung atas apa yang sedang terjadi, tetapi mereka masih menunggu.


Kakek berusaha menguasai keadaan dengan mengatakan kondisi paru-parunya yang lemah.


Ibu No yang mengira acara akan berjalan lancar, menjadi khawatir sangat khawatir sekarang.


Do Kyung keluar dan melihat Bu Min yang sudah jatuh terduduk saking lemasnya saat mengetahui Ji Soo melarikan diri. Sekretaris Yoo datang dan membantu Bu Min berdiri, kemudian Do Kyung meminta Sekretaris Yoo untuk menyusul Ji Soo. Tapi Bu Min bilang ia juga akan mencari Ji Soo.


Paman dan bibi pun sama bingungnya dengan undangan lain.


Kakek berkata, “Orang yang ingin kuperkenalkan adalah kalian semua. Kalian, para eksekutif dan karyawan Grup Haesung yang duduk di sini. Mari berikan tepuk tangan yang meriah untuk kita semua,” kata kakek dan para penonton bertepuk tangan.


Ibu No menerima pesan dari Bu Min bahwa Ji Soo melarikan driri. ia kemudian memberi tahu suaminya.


Penonton bertepuk tangan setelah kakek menutup pidatonya. Namun, saat sudah turun podium, senyum kakek berubah menjadi ekspresi kemarahan.


Giliran Pak Choi yang memberikan sambutannya. Ia menyampaikan bahwa ia sangat bahagia bisa merayakan ulang tahun Haesung yang ke-40.


Dari panggung, Ibu No melihat Do Kyung menghampiri So Ra dan keluarganya. Do Kyung ternyata meminta maaf karena membuat mereka terkejut, ia berbohong jika adiknya harus ke rumah sakit karena terkena radang usus akut. 


Ji Soo sudah ada di jalan raya, tapi dia masih terus berlari dan menabrak beberapa orang yang berjalan di sekitarnya.


Lampu yang dibuat Ji An berhasil menyala, dan Ji An merasa senang sekali. Ia mengajak Hyuk tos. Hyuk mengucapkan selamat karena Ji An berhasil menemukan kemampuannya kembali. Ji An mengucapkan teima kasih pada Hyuk karena membiarkannya membuat lampu itu dan akan mentraktir Hyuk bir nanti. Hyuk bilang itu hanya sampel, jadi lain kali Ji An harus membuatnya lebih bagus sehingga bisa dijual.


Ji An bertanya apakah ia bisa menaruh lampunya di cafe Woo Hee, dan Hyuk setuju. Hyuk bilang bahwa lampu itu bagus untuk dijadikan hadiah natal. Ji An lalu bicara dalam hati, “Ya sekarang sudah Desember, dan hari ini pelaksanaan ulang tahun perusahaan.”
Flashback..


Ji So: “Aku tidak pergi ke rumah mereka untuk uang seperti yang kau lakukan.”


“Seo Ji Soo, apa kau baik-baik saja?” gumam Ji An. Hyuk bertanya apa yang Ji An gumamkan. Ji An berkata jujur bahwa dia memikirkan adiknya yang sekarang ada di Haesung. Hyuk menyuruhnya untuk menghubungi adiknya, tapi Ji An belum mau melakukannya.


Ji Soo tidak bisa menemukan ponselnya, lalu kembali melanjutkan pelariannya.


Bibi terkejut saat Do Kyung memberi tahu kalau Eun Seok terkena radang usus. Do Kyung berkata, “Aku khawatir pada kakek karena ini tidak berjalan sesuai rencana.”


“Sepertinya ibumu lebih khawatir lagi,” kata bibi sambil memperhatikan Ibu No yang sedang ngobrol dengan calon besannya. Do Kyung lalu pamit pada mereka.


So Ra memanggil Do Kyung yang melintas tak jauh di depannya. So Ra bertanya bagaimana keadaan Eun Seok dan Do Kyung bilang ia akan baik-baik saja.”


So Ra: “Aku kecewa. Ibu sangat memujinya, jadi aku sangat ingin bertemu dengannya. Dia hidup di keluarga menengah selama 25 tahun, tapi aku dengar dia sangat hebat, sayang aku tidak bisa menunggunya.”

Do Kyung: “Apa maksudmu kau tidak bisa menunggu untuk bertemu dengannya?”
So Ra: “Kau akan ada di bandara dan melihatku take off kan? Kau akan tahu nanti.”


Sekretaris Yoo melapor bahwa dia tidak bisa menemukan Ji Soo. Do Kyung bertanya apakah Sekretaris Yoo sudah menghubungi Ibu Min. “Ya, tapi Bu Min akan mengikuti perintah Ketua No,” kata Sekretaris Yoo.


Ji Soo datang ke rumah ayah Ji An. Ia sedang meminta supir taksi untuk menunggu karena ia akan mengambil uangnya, namun tiba-tiba beberapa orang berpakaian hitam datang, termasuk Bu Min.


Bu Min menyuruh anak buahnya membawa Ji Soo masuk ke mobil, sementara ia membayar ongkos taksinya. Ji Soo berusaha melepaskan dirinya, namun tidak berhasil.


Ibu terlihat sedang berada di luar gerbang rumah keluarga Do Kyung.


Kakek marah karena mereka tidak bisa mengontrol putrinya sendiri. Pak Choi dan Ibu No hanya bisa meminta maaf. Do Kyung berkata bahwa dia menggunakan alasan Ji Soo sakit radang usus pada keluarga So Ra.


Tapi kakek bilang keluarga mereka mengajak untuk pertemuan keluarga. “Apa kau akan membuat alasan bahwa dia terkena radang selaput perut? Andai saja dia datang hari ini, selanjutnya kita bisa beralasan jika dia sedang sekolah di luar negeri. Tapi sekarang, dia membuat keadaan menjadi lebih buruk.” Kakek lalu menyuruh agar mereka segera melaksanakan pertunangan Do Kyung dan mengirim Ji Soo belajar ke luar negeri. 


Ibu tidak jadi masuk, tapi ia berpapasan dengan mobil Ji Soo. Sayangnya Ji Soo tidak melihat ibu karena ia sedang menangis sambil menundukkan kepalanya.


Sementara itu, Seo Hyun sedang memainkan cello di konser kelulusannya, tetapi ia sedih karena tak satupun anggota keluarganya yang datang.


Bu Min masuk dan mengabarkan jika Ji Soo sudah datang.
Pak Choi: “Ji Soo, apa yang terjadi padamu?”
Kakek: “Duduk!”


Ji Soo duduk dalam ketakutan. 


Kakek marah karena Ji Soo sudah mempermalukannya. Pak Choi meminta kakek untuk mendengarkan penjelasan Ji Soo terlebih dulu, tapi kakek meminta pak Choi menutup mulutnya.


Ji Soo berkata bahwa dia melarikan diri karena sangat ketakutan. “Setelah melihat video Ji An, aku harus berbicara sepertinya, dan jika aku harus terlihat seperti Ji An juga, aku jadi takut jika aku harus hidup sebagai Ji An.”


Kakek berkata bahwa dia tidak ingin melihat Ji Soo lagi sampai ia memahami posisinya. Kakek lalu pergi.


Do Kyung mengantar Ji Soo ke lantai atas, dan berkata bahwa harusnya Ji Soo meneleponnya sebelum memutuskan untuk melarikan diri. Tapi Ji Soo bilang ia tidak bisa memikirkan apapun.
Do Kyung: “Setiap keputusan memiliki tanggung jawab dan konsekuensinya. Saat ini akan terasa berat, jadi kuatkanlah dirimu.”
Ji Soo: “Kalau begitu, aku bisa meninggalkan rumah ini.”


Ji Soo masuk ke kamar. Ia menangis, “Eomma..”


Pak Choi dan Ibu No kembali bertengkar. Pak Choi kesal karena Ibu No membuat Ji Soo menjadi seperti Ji An. Tapi Ibu No bilang itu untuk mengelabui bibi dan paman, karena mereka selalu mencari-cari kesalahan.


Seo Hyun sudah selesai tampil dan kembali ke belakang panggung. Ia mengambil ponselnya. “Katanya mereka akan datang terlambat, tapi tidak ada satu pun yang datang,” guamam Seo Hyun.


Ia hanya menerima pesan dari Ji Ho yang bertanya mengapa Seo Hyun tidak mengangkat teleponnya. Seo Hyun lalu menelepon balik Ji Ho.


Ji Ho mengajaknya piknik di pinggir Sungai Han, karena tahu kalau Seo Hyun pasti belum pernah melakukannya.


Seorang petugas pengantar makanan datang dan Ji Ho sudah membayar pesanannya. Seo Hyun bilang seharusnya ia yang membayarnya karena ia sudah berjanji akan menanggung semua pengeluaran.


Ji Ho membukakan sekaleng bir untuk Seo Hyun sambil berkata bahwa kali ini gratis karena Ji Ho kasihan pada Seo Hyun yang tidak dipedulikan keluarganya saat konser kelulusan.


Ji Soo hampir tersedak karena minum bir dengan terburu-buru.


Ji Ho lalu bercanda kalau posisi Seo Hyun mungkin akan digantikan Ji Soo, tapi Seo Hyun menganggapnya serius dan langsung menenggak birnya.


Pak Choi mengetuk pintu kamar Ji Soo tapi tidak ada jawaban. Pak Choi ingin membuka pintunya, namun Ji Soo sudah menguncinya dari dalam.


Ji Soo kembali menangis di balik selimut, sama seperti yang dilakukannya saat mengetahui kebohongan ibunya.


Ji Ho mengantarkan Seo Hyun yang sudah mabuk pulang ke rumah. Ji Ho bilang keluarga Seo Hyun akan membunuhnya jika melihatnya datang bersama Ji Soo. “Ya.. kau akan mati, jadi pulanglah. Aku akan menyalahkan mereka karena tidak datang tadi,” kata Seo Hyun sambil berjalan sempoyongan.


Seo Hyun masuk dan berteriak, “Aku pulang... Seo Hyun sudah pulang..” Namun keadaan tidak ada satu orang pun di sana dan keadaan sudah gelap.


Bu Min lalu keluar dan memberi kode agar Seo Hyun jangan menimbulkan suara dan langsung naik ke kamarnya. Seo Hyun sadar dan langsung naik ke atas. Bu Min tersenyum melihat tingkat Seo Hyun.


Do Kyung pergi ke workshop, tapi lampunya sudah padam. 


Do Kyung lalu pergi ke tempat tinggal Ji An.


Ji An dan Hyuk yang masih berada di cafe Woo Hee dan menyalakan lampu yang dibuatnya.


Ji An bercerita bahwa dia memiliki teman bernama Myung Shin dan harus menghubunginya, sayangnya dia tidak hapal nomor ponselnya dan sepertinya sudah pindah dari tempat tinggal lamanya. Ji An lalu berkata bahwa dia sudah menghubungi keluarganya.


Hyuk berkata, “ Bagus.. Ji An sudah kembali,” lalu mengelus kepala Ji An, dan Do Kyung melihatnya dari kejauhan. Ji An meminta Hyuk melepaskan tangannya dengan alasan ia tidak suka jika ada orang lain menyentuh rambutnya.
Flashback..


Tapi Ji An malah mengingat saat Do Kyung mengelus kepalanya dulu.


Hyuk lalu bercerita bahwa dulu ayah Ji An pernah mentraktir mereka snack malam enam kali, dan selalu menjemput jika Ji An pulang terlambat.


Do Kyung tidak sanggup melihat itu semua dan memutuskan untuk pergi.


Keesokan harinya, Ji Soo sudah bersiap-siap akan pergi, namun saat membuka pintu, Ibu No sudah ada di sana dan menyuruhnya kembali ke dalam.


JI Soo mundur ketakutan. Ibu No mengatakan bahwa Ji Soo dihukumdan tidak bisa keluar rumah.


Ji Soo hanya bisa diam saja.


Di tempat tinggal ada sebuah pesan ditempel di pintu yang berbunyi ‘Pesta sambutan untuk Ji An. Akan diadakan hari ini jam 7 malam. Bawa minumanmu sendiri. Hee yang akan menyiapkan makanannya’.


Bos Kang menerima pesan dari Ji Soo bahwa dia tidak bisa datang karena sakit. Bos Kang lalu menulis pesan bahwa toko tutup karena tukang rotinya sakit. “Kenapa Ji Soo dan aku merasakan hal yang sama?” gumam Bos Kang.


Woo Hee berkata bahwa ia akan pergi berjalan-jalan untuk sementara, dan akan menitipkan cafe pada seorang teman yang memiliki pengalaman menjalankan cafe.

Hyuk: “Jika ini snagat berat, kenapa kau tidak menerimanya saja? Kau menghindarinya bukan karena tidak menyukainya.”

Woo Hee: “Ketika orang itu berharga, kau harus melakukan sesuatu untuknya.”

Hyuk: “Apa maksudmu?”

Woo Hee: “Jika aku pergi, jika ia sadar bahwa kami tidak bisa bertemu lagi, apakah ia akan mencari orang lain?”


Do Kyung menemui Nyonya Son. Nyonya Son bilang bahwa So Ra pergi naik mobil dan bertanya apa yang membawa Do Kyung ke sana.


Do Kyung meminta maaf karena ia tidak bisa menikahi So Ra. “Aku rasa pernikahan yang diatur itu tidak bermakna,” kata Do Kyung.


Nyonya Son terkejut, tapi tidak bisa berkata apa-apa.

Ibu No menerima kabar dari Nyonya Son bahwa Do Kyung membatalkan perjodohan. Ibu No meminta maaf dan berjanji akan bicara pada Do Kyung untuk memperbaiki jika ada kesalahpahaman.


Pak Choi menelepon Bu Min bertanya apakah Ji Soo sudah makan, Tapi Bu Min bilang Ji Soo bahkan tidak mau membuka pintunya. “Bilang padanya bahwa dia bisa bekerja lagi besok. Buatlah dia membuka pintunya dan makan,” perintah Pak Choi.


Ibu No datang ke ruang kerja Pak Choi memberitahu kalau DO Kyung menemui Nyonya Son untuk membatalkan perjodohan. Pak Choi heran, “Dia tidak menemui So ra tapi malah menemui Nyonya Son?” Pak Choi lalu menyurh istrinya ke Yangpyeong dan akan melaksanakan perintah kakek.


Do Kyung melamun di dalam mobilnya di pinggir Sungai Han.


Seorang wanita datang ke workshop. “Hmm.. aroma kayu. Aku menyukainya,”


Jang So Ra datang menemui Seo Ji An! [crstl]

5 komentar

  1. Ceritanya semakin menarik.semangat menulis,tlg kalo bisa diteruskan sampe ep 50 y mbak,semoga g putus ditengah jalan

    BalasHapus
  2. Setuju sama komen diatas 👆👆👆 mohon jngan putus ditengah jalan 😇😇

    Semangat author 💪💪

    BalasHapus
  3. Lanjut terus semangat..👍👍

    BalasHapus
  4. ditunggu kelanjutanya... suka banget ma ceritanya...

    BalasHapus
  5. Ditunggu bgt sinopsis lanjutannya....semangaaattt ka.. 💪

    BalasHapus


EmoticonEmoticon