12/11/2017

SINOPSIS My Golden Life Episode 30 PART 2

SINOPSIS My Golden Life Episode 30 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 30 Part 1
Jang So Ra datang untuk memesan hadiah pertunangan, tapi Bos bilang dia salah tempat. So Ra lalu bilang dia dari Amerika dan tidak mengerti harus bagaimana.


So Ra lalu melihat lampu yang sedang dibuat Ji An dan memujinya indah.
So Ra: “Apa yang kau desainer di sini?”
Ji An; “Bukan, aku bukan desainer.”
Bos: “Kau yang mendesainnya, jadi kau desainernya.”
So Ra: “Karena aku sudah di sini, bisakah aku memintanya membuatkanku sebuah lampu?”


Ji An bilang ia belum terlatih, tapi Bos meminta So Ra memilih desainnya. Dan Bos bersedia membantu jika nanti terlalu sulit.


Ji An mengajak So Ra untuk melihat-lihat desainnya, tapi So Ra mengajaknya membahas desain sambil makan siang bersama. Ji An ragu. Tapi So Ra bilang ia tidak makan sendiri, apalagi dia belum makan dari pagi dan sudah mulai merasa pusing. Akhirnya, Ji An setuju dan meminta izin pada Bos.


Di restoran, Ji An bertanya siapa yang akan bertunangan, karena perabot harus dibuat berdasarkan selera penggunanya.


So Ra: “Untukku dan tunanganku. Kau bisa membuatnya satu untukku dan satu untuknya.”
JI An: “Jadi, aku harus membuat dua. Ukuran kecil? Kau akan meletakkanya di atas meja kan?”
So Ra: “Jenis lampu apa yang akan Ji An buat untuk orang yang kau cintai?”


So Ra bilang dia mengetahui nama Ji An ketika tadi Bos menyebut namanya. Ji An berkata bahwa selera mereka mungkin berbeda. Tapi So Ra bilang sudah tugas desainer untuk mendesain sesuatu yang bagus agar orang membelinya.


Ji An lalu mulai menggambar desainnya. So Ra terus memperhatikan Ji An sambil tersenyum.


Ji An menunjukkan gambar yang dibuatnya. Ia bilang desainnye sederhana tapi ia belum melihat yang seperti itu sebelumnya, ia juga akan membuatnya dari kay ek karena kuat dan lurus sehingga dapat memberikan suasana yang menenteramkan. “Bola lampu di atasnya menyimbolkan cahaya yang tidak bisa disembunyikan oleh kap lampu,” lanjut Ji An.


So Ra bilang sangat menyukainya dan minta dibuatkan dua, ia juga meminta agar dituliskan namanya di lampu tersebut. So Ra menyebutkan namanya dan Ji An siap mencatatnya. “Jang.. So.. Ra..” Ji An terbelalak.


So Ra: “Dan Choi.. Do.. Kyung.. Namanya terdengar seperti perempuan ya? Tolong tuliskan dalam jenis font yang sama. Font apa saja yang tersedia?”
Ji An: “Kenapa kau kemari?”
So Ra: “Aku datang untuk memesan lampu.”
Ji An: “Kau membuang waktumu. Do Kyung dan aku tidak ada apa-apa.”


So Ra bilang dia tidak menanyakan tentang itu. Ji An menjawab terkadang aksi lebih bermakna dari kata-kata. Ji An lalu melipat desain yang sudah dia buat.
So Ra: “Kenapa kau melipatnya? Apa yang kau rasakan saat bertemu denganku? Kau merasa rendah kan?”
Ji An: “Apa yang kau rasakan, Nona Jang?”
So Ra: “Aku senang.”
Ji An: “Kau merasa rendah kan, kau pasti berpikir apakah kau harus merasa buruk karena wanita sepertiku? ‘Dia tidak secantik aku, dia tidak sekaya aku, keluarganya juga tidak sebaik keluargaku,”
So Ra berkata seharusnya ia memang tidak datang, karena bagaimanapun juga Do Kyung akan menjadi miliknya, tapi tidak bisa memiliki hatinya. Ji An berkata ia tidak bisa melakukan apapun untuk itu, ia lalu menyuruh So Ra yang membayar makanannya karena dia yang mengajak. Ji An lalu pergi.


So Ra menyusul Ji An. Karena tidak mau berurusan lagi, Ji An bertanya kapan lampunya mau diantarkan. “Aku akan membuatnya? Kapan acara pertunangannya?” tanya Ji An.


“Kami sudah bertunangan,” jawab So Ra. Ji An menjatuhkan pensilnya tanpa sengaja karena snagat terkejut. Ji An lalu mengambil pensilnya dan kembali berjalan.


So Ra berkata bahwa dia sudah mentransfer uangnya dan meminta Ji An yang mengantarkan langsung lampunya nanti. Ji An bilang akan menyelesaikannya dalam tiga hari. So Ra pamit dan berkata bahwa dia senang bertemu dengan Ji An.


Ji An bicara sendiri, “Apa tadi itu menyenangkan? Apa yang membuatnya datang menemuiku?”


Ibu No menceritakan pada kakek tentang Do Kyung yang membatalkan perjodohan. Kakek menduga Ji An sudah menyukai seseorang, tapi Ibu No bilang itu tidak mungkin karena Do Kyung tidak punya waktu untuk itu. Kakek mengingatkan dulu juga Ibu No membohonginya saat berkencan dengan Pak Choi.


Kakek lalu bilang ia akan segera mengurusnya, sehingga Do Kyung tidak akan menjadi seperti Ibu No.
Kakek: “No Myung Hee! Kau terlalu sering mengecewakanku. Kau ceroboh memperkenalkan Ji An terlalu awal dan kau tidak bisa mengontrol Ji Soo. Dan sekarang D Kyung mencoba mendapatkan jakannya sendiri.


Ibu No hanya bisa menunduk dan meminta maaf. “Harusnya aku memiliki seorang putra,” kata kakek lagi.


Ji An melanjutkan gambarnya tapi perasaannya sangat sedih.


Bu Min memaksa masuk kamar dan membuat Ji Soo kesal. Tapi Ji Soo melunak, saat Bu Min memberitahu jika Pak Choi mengizinkan Ji Soo bekerja lagi besok.


Ji Soo: “Ji An tidak sepertiku kan? Dia pasti mampu beradaptasi dengan baik dan dipuji?”
Bu Min: “Kau harus menanyakannya pada dirimu sendiri.”


Ayah bertemu Seok Do yang kembali mengajaknya pergi ke Vietnam bersamanya. Ayah tidak mau karena tidak tahuharus melakukan apa disana, ia tidak mau jadi pria yang tidak berguna lagi. Seok Do bilang ia tidak bisa meninggalkan ayah dalam keadaan menyedihkan. Ayah meminta Seok Do jangan berpikir seperti itu dan ia akan pergi dari rumah. “Pergi dari rumah? Apa maksudmu?”


Sekretaris Yoo mengeluh kenapa Do Kyung mematikan ponselnya, dan Do Kyung hanya bisa bisa meminta maaf tanpa memberikan penjelasan apapun. 


Do Kyung menelepon balik ibunya. Do Kyung bertanya kemana dia harus pergi, apakah ke ruangan ibunya atau ayahnya. Ibu No menjawab bahwa mereka akan bicara nanti saja di rumah, lalu menutup teleponnya.


Pak Choi datang ke ruangan Ibu No dan bertanya apa yang Ketua No katakan saat di Yangpyeong. “Dia pikir, Do Kyung menyukai seseorang,” jawab Ibu No.


Ji An dan Hyuk sampai rumah, bersamaan dengan datangnya makanan yang dipesan Woo Hee.


Do Kyung menyambut ayah dan ibunya dan langsung minta maaf karena menemui sudah menemui Ibu So ra tanpa izin mereka. Orang tuanya tidak mau mendengar penjelasan apapun. Ibu No berpesan agar Do Kyung mengantar So Ra ke bandara nanti.


Ji An diperkenalkan dengan sesama penghuni di rumah. Woo Hee lalu menyuruh mereka mulai makan dan bersenang-senang.


Kim Hyun Soo, seorang perencana konser, bertanya pada Ji An apa yang dilakukannya di workshop Hyuk. Ji An bilang ia melakukan apapun yang Hyuk suruh, karena dia masih baru jadi banyak belajar. Cho Won Joo, pemilik toko sepeda bekas, bercerita kalau karyawan di tokonya adalah penyandang cacat, karena ayahnya adalah penyandang cacat dan sulit mendapatkan pekerjaan.


Hyun Soo juga bercerita dulu dia hampir putus asa karena tidak juga mendapatkan pekerjaan saat merantau ke Seoul selama tiga tahun. Ibunya merasa sedih karenanya, tapi melihat Hyun Soo bahagia sekarang ibunya pun turut bahagia.


Nona Yang yang sekarang bekerja sebagai tukang kayu juga bercerita bahwa dia dulu mengambil kuliah pengajaran, namun tidak pernah lulus ujian guru.


Ji An sepertinya menyadari sesuatu dari pengalaman mereka.


Ayah pulang ke rumah dan lagi-lagi dia tidak mempedulikan Soo A dan Ji Tae yang menyuruhnya makan. Ji Tae merasa kesal lagi pada ayah.

Ayah: “Ji Tae, aku membuatmu menderita selama dua tahun sampai kau lulus universitas, setelah keluar dari militer. Selain itu, aku membiarkanmu makan, pakai, dan melakukan apa yang kau mau. Aku mempekerjakan guru les pribadi untukmu. Aku membiarkanmu belajar keluar negeri saat kau kuliah.”


Ji Tae: “Kenapa kau mengungkitnya? Itu sudah lama sekali.”
Ayah: “Benar, aku membuatmu berhutang setelah kau mendapatkan pekerjaan, untuk membiayai operasi nenek. Benar, aku minta maaf. Ibu yang melahirkanku harus dioperasi. Aku tidak bisa mengatakan padanya untuk mati saja agar anak-anakku tidak menderita.”
Ji Tae: “Bukan itu maksudku.”


Ayah lalu bilang bahwa dia akan membayar Ji Tae kembali dan ayah juga akan pergi dari rumah, sehingga Ji Tae dapat hidup dengan Soo A. “Maaf, karena aku menjadi ayahmu. Aku benar-benar minta maaf padamu, Soo A.” Lalu ayah masuk ke kamarnya.


Soo A berkata bahwa sepertinya ayah sungguh-sungguh akan pergi, “Apa yang akan kau lakukan?”


Saat ibu pulang, ayah juga mengatakan padanya kalau ayah akan pindah pergi dari rumah dan membayar hutangnya pada Ji Tae. “Ji Soo pergi. Ji An tidak akan kembali. Ji Ho pun sudah hidup sendiri. Dan kita tidak perlu khawatir pada Ji Tae karena dia sudah menikah. Dan kau harus mencari rumah sewa dan tinggal di sana,” kata ayah.


Ibu: “Apa maksudmu?”
Ayah: “Aku bukan lagi pencari nafkah di keluarga ini. Kau juga harus menjalani hidupmu sendiri dengan baik. Aku tidak dilahirkan untuk mendukungmu.”
Ibu: “Apa kau begini setelah bertemu Ji An? Baiklah, kau mungkin membenciku karena membuat keluarga ini berantakan. Tapi tetap saja kau tidak boleh mengatakan itu. Kita sudah hidup bersama sepanjang hidup kita.”
Ayah: “Kau bilang sudah tidak membutuhkan uangku sejak kau bekerja di restoran. Mari kita jalani hidup kita masing-masing.”
Ibu tidak mau.


Penghuni rumah Ji An sudah mulai mabuk. Won Jo bercerita bahwa seorang temannya terkejut ia menjalankan toko barang bekas, padahal ia adalah lulusan Universitas Seoul. Nona Yang lalu berkata, “Seo Ji An, kau hidup untuk dirimu sendiri. Kau tidak hidup untuk orang lain.”
Flashback..


Ayah: “Ji An kau punya bakat. Jadi jangan menyerah walau kau tidak bisa mengikuti les privat. Kau masih bisa melanjutkan ke sekolah seni nanti.”
Ibu: “Untuk sekolah di sana, ia harus les privat dan biayanya mahak.”
Ji An: “Tidak apa-apa, aku sudah selesai menangis sekarang.”
Ayah: “Kenapa kau tidak memilih jurusan selain memahat?”


Ji An merasa tidak ada gunanya jika dia mengambil jurusan lain, karena cita-citanya adalah menjadi pemahat.


Ji An mengingat kejadian itu sambil melamun di tangga jalan di luar rumah.
Flashback..


Saat ditanya oleh gurunya, akhirnya Ji An memutuskan untuk mengambil jurusan bisnis karena menurutnya akan membuatnya lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan.


Ji An belajar sangat keras sampai hidungnya mimisan.


Dan saat sudah bekerja dulu, dia tidak mau berkumpul bersama sesama pekerja kontrak, karena mereka tidak seharusnya bersama jika ingin berttahan.


Ji An marah pada ayah, karena sekeras apapun ia berusaha, namun ia tidak juga mendapatkan pekerjaan. Sedangkan temannya yang lain mendapatkan pekerjaan karena bantuan ayahnya.


Ji An menangis mengingat itu semua.


Pak Choi berkata kenapa Ji Soo pergi lebih awal. Ji Soo menjawab karena ia sudah tidak masuk kemarin. Ibu No lalu keluar dari kamarnya, dan dia minta maaf dan  mengakui bahwa reaksinya terlalu berlebihan kemarin. “Aku pergi dulu,” kata Ji Soo tanpa mempedulikan permintaan maaf ibunya.


Di kantor, beberapa karyawan sedang mengerubungi papan pengumuman dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Saat melihat Do Kyung datang, mereka lalu bubar.


Do Kyung melihat papan dan melihat pengumuman bahwa dia ditunjuk sebagai Drektur Hotek MJ Cabang Eropa. Ia terkejut.


Bukan hanya Do Kyung yang terkejut, melainkan juga timnya di Haesung Apparel. Karena dipindahkan ke Hotel MJ Cabang Eropa itu berarti penurunan pangkat. Manajer juga menyimpulkan bahwa itu berarti Do Kyung bukan lagi pewaris perusahaan.


Do Kyung menelepon Gi Jae dari dalam mobilnya. Mereka sepertinya membuat janji temu. Lalu ia menyadarai bahwa ada mobil yang mengikutinya.


Flashback...
“Aku harus mengurusnya,” kata Ibu No.


Do Kyung lalu menghubungi Sekretaris Yoo.


Do Kyung mamarkirkan mobilnya di suatu tempat, begitu pun mobil yang mengikutinya.


Do Kyung keluar dari mobilnya, ia bertingkah seolah-olah sedang menunggu seseorang dan meregangkan tubuhnya. Lalu ia kembali ke dalam mobil dan pura-pura tidur. Si penguntit masih mengawasinya.


Sekretaris Yoo mengiriminya pesan bahwa si penguntit turun dari mobilnya untuk mengecek Do Kyung.


Setelah melihat Do Kyung yang tertidur, si penguntit berjalan kembali ke mobilnya.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Black Knight
|| I'm Not a Robot
|| Two Cops
|| Doubtful Victory
|| Nothing to Lose
|| My Golden Life

Sekretaris Yoo kembali mengirimkan pesan bahwa keadaan sudah aman. Sekretaris Yoo lalu keluar dari mobil sebelahnya, lalu mereka bertukar mobil.


Do Kyung lalu pergi dengan menggunakan mobil Sekretaris Yoo.


Ji An sedang memulai membuat pesanan So Ra. Lalu kayu pesanan mereka datang dan Ji An menawarkan diri untuk membantu membawanya.


Hyuk hanya mengantarkan kayunya saja, lalu ia kembali ke kantor. Sedangkan Ji An, Bos dan karyawan mulai mengangkut kayu-kayunya. “Wow, ini pohon kenari,” kata Ji An. Ji An juga berkata ia menyukai warna dan aroma coklatnya.


Do Kyung memperhatikan Ji An dari dalam mobil dan bicara sendiri, “Kenapa dia terlihat sangat bahagia?”


Do Kyung tersenyum dan terkejut melihat senyumnya sendiri di spion.
Flashback..


Ia mengingat saat Gi Jae berkata, “Kau mengerutkan dahi, lalu kau sedih, kemudian kau tertawa. Kau sudah kehilangan akal.”


“Ah, aku tersenyum lagi,” gumam Do Kyung.
Flashback..

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Jugglers
|| Wednesday 3:30 PM
|| Novoland
|| Secret Seven
|| Oppa is Missing
|| Borg Mom

“Aku kira kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, tapi kau sedih. Kalau tidak memiliki impian, itu berarti kau belum menemukan siapa dirimu sebenarnya. Kau akan bahagia jika memiliki impian,” kata Ji An.


Do Kyung berusaha menyembunyikan dirinya saat Ji An melihat ke arahnya. Tapi Ji An sudah melihat Do Kyung, “Kenapa dia ada sini? Padahal sudah ada Jang So Ra. Huft..” Lalu Ji An masuk ke dalam


Ibu No berkata pada Pak Choi bahwa ayahnya ahli dalam membaca orang, DO Kyung pun tidak akan bertahan. Pak Choi bertanya, “Apa kau tahu apa artinya jika dikirim ke Eropa?” Lalu terdengar pintu diketuk.


Do Kyung masuk dan memberikan salam. Ibu No bilang ia tidak mau lama-lama melihat wajah Do Kyung jadi ia menyuruhnya bicara sambil berdiri saja. Do Kyung mengerti.


Do Kyung berkata, “Aku tidak mau pergi ke Cabang Eropa. Aku akan hidup dengan caraku.” Ia lalu mengeluarkan surat pengunduran dirinya. “Aku akan meninggalkan Haesung dan hidup dengan jalanku sendiri,” lanjutnya. [crstl]


6 komentar

  1. Wowwwww 😱😱😱


    Uhhhh makasih sinopsisnya chingu 😘😘 semngat buat minggu depan 😍😍

    Sinop disini adalah yang terbaek!!! Cpat bnget updatenya 😘😘

    BalasHapus
  2. Wahhh do kyung kerennnn...trimakasih sinopsisnya 😘

    BalasHapus
  3. Wahhh do kyung kerennnn...trimakasih sinopsisnya 😘

    BalasHapus
  4. Wah..makin seru aza cerita y, d tunggu kelanjutan semangat...😊😊

    BalasHapus


EmoticonEmoticon