12/22/2017

SINOPSIS Nothing to Lose Episode 19 PART 2

SINOPSIS Nothing to Lose Episode 19 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Nothing to Lose Episode 19 PART 1
Hakim Sa dan Hakim Lee sedang melakukan pertemuan denga hakim Oh. Hakim Oh bertanya apakah ini kasus yang terakhir, karena belakangan mereka mengerjakan kasus yang sulit diungkap kebenarannya. Jung Joo mengatakan ini kasus yang mudah dilihat kebenarannya tapi sulit menjatuhkan hukuman.


Hakim Lee membacakan kasusnya “Kasus penipuan. Seorang berusia 62 tahun ditahan tiga kali karena penipuan dalam dua bulan. Setelah dijatuhi hukuman, dia mencuri susu dan roti... untuk memberi makan dua cucunya dan  istrinya yang berusia 60 tahun dan menderita dimensia. Terdakwa tidak sehat dan tidak bisa bekerja. Orang tua dari cucu mereka (4 dan 5 tahun) tidak bisa dihubungi karena bisnisnya gagal. Jadi terdakwa yang merawat cucunya. Dia mengakui mencuri, dan kami punya banyak buktinya. Hanya tinggal menentukan hukumannya saja. Setiap kali menemui kasus seperti ini, jujur saja aku cukup kesulitan.”


Hakim Oh mengatakan bahwa hukuman 2 tahun untuk mencuri roti akan sulit diterima masyarakat, tapi karena terdakwa sedang menjalani masa percobaan makan terdakwa tidak bisa dibiarkan saja. Hakim Oh berharap anggota dewan bisa menangani masalah ini.

Hakim Lee juga mengatakan bahwa korban sudah tahu kondisi terdakwa dan tidak ingin dia ditahan, tapi pengadilan tetap saja tidak bisa menghindari penahannanya.

Menurut hakim Sa masa tahanan minimum adalah dua tahun, tapi menimbang pengakuan terdakwa, kondisinya, dan permohonan korban maka dengan otoritas pengadilan bisa mengurangi masa tahanannya minimal hanya satu tahun, dan itu adalah masa tahanan paling singkat yang bisa diberikan.

Hakim Oh merasa hancur hatinya tapi tidak punya pilihan lain.

Soo Yeon (tunangan hakim Jung) tidak bisa menghubunginya, lalu kakaknya mengatakan kalau seharusnya dia datang, lalu meminta adiknya ke ruangan hakim Jung dan membawanya ke ruang sidang.
“Dia harusnya datang sediri, meskipun kita tidak memintanya. Kita harus melatihnya atau kau akan menderita setelah menikah.”


Seorang wanita sedang bersaksi, dia adalah seorang pramuniaga di toko tempat tas tersebut hilang. Dia mengatakan bahwa tas itu hilang di tokonya saat terdakwa sedang mencoba make up di tokonya. Saat itu suasana sangat ramai karena sedang ada diskon. Dia ingin melaporkan pasa petugas keamanan dan melihat CCTV tapi terdakwa pikir pramuniaga tersebut bisa dimarahi oleh bosnya, jadi sebaiknya tidak usah dilakukan. Penuntut melihat kesaksiannya dengan wajah sedih.


Hakim Moon bertanya pada pelapor apakah dia punya bukti tambahan, dia mengatakan tidak punya.


Terdakwa melihat situasi ini dengan sangat senang.


Flashback.
Terdakwa mengatakan pada pramuniaga agar tidak melaporkan tas yang hilang karena tas yang hilang adalah palsu dan jangan ada yang tahu kalau seorang desainer terkenal membawa tas palsu.


Pengacara terdakwa mengatakan pada hakim Moon agar mempertimbangkan saat membuat putusan mengingat terdakwa tidak bersalah.


Soo Yeon mengatakan dirinya tidak datang ke persidangan karena kakaknya menyuruhnya menghabiskan waktu dengan hakim Jung saja. Dia juga mengatakan dirinya bahkan cemburu dengan Mong Shil karena mereka berdua jarang bertemu.


Hakim Jung melihat Sun Hwa terjatuh di depannya lalu segera menolongnya.


Sun Hwa mengatakan Na Heul dibawa ke rumah sakit dengan ambulance, hakim Jung kemudian mengatakan akan mengantarnya ke rumah sakit.


“Soo Yeon,  nanti aku akan menghubungimu.” Lalau hakim Jung pergi bersama Sun Hwa.
Kakaknya datang dan bertanya siapa gadis itu, Soo yeon berkata dia tidak tahu dan Jung Chae Sung bahkan tidak seperti itu dengannya.


Mereka berdua tidak sengaja bertemu Jin Se Ra. Mereka berdua tampak terkejut, Se Ra juga terkejut melihat mereka.


“Se Ra, kau kah itu? Sedang apa kau di sini?”
“Kita bertemu lagi. Sedang apa kalian di sini?”
“Tunangan Soo Yeon adalah hakim di sini. Hakim Jung Chae Sung.”
“Sudah lama ya, Soo Yeon.”


Flashback. Seorang gadis mencari dompet di dalam tasnya.


Ada seseorang yang sedang menyiapkan kamera untuk merekam.


Jin Se Ra bertanya pada Soo Yeon apakah dia melihat seseorang masuk keruangan, karena dari tadi Soo Yeon berada di ruangan itu.


Kakak Seo Yeon tidak terima dengan perkataan Jin Se Ra.
“Se Ra, tolong berhenti menekan Soo Yeon. Apa kau memperlakukan Soo Yeon dengan tidak adil karena dia yang paling akhir bergabung?”
“Soo Jin, kenapa kau terus menuduh? Kapan kami mengucilkan Soo Yeon? Reputasi kami menjadi seperti tidak bermoral karena kau terus berbicara seperti itu.”
“Tidak. Aku tidak pernah berbicara tentang kalian.”


Soo Jin mengeluarkan semua isi tas nya dan diikuti oleh yang lainnya, kemudia dia juga mengambil tas Se Ra dan menumpahkan isinya. Dari dalam tas Se Ra jatuh sebuah dompet yang sedang dicari.


“Se Ra.”
“Aku tidak melakukannya. Kau melakukannya kan?” Se Ra melihat kepada Myung Soo Jin.
“Apa yang kau bicarakan? Kau menuduhku? Aku tidak bersalah. Kau yang mencuri dompetnya.”
“Ku bilang aku tidak melakukannya.”
“Maafkan aku Se Ra. Ini salahku. Jangan marah padaku.”
“Pergi kau. Keluar!”
“Baiklah.”


Gadis yang kehilangan dompetnya melihat dengan sinis pada Se Ra.


“Menyenangkan sekali bisa bertemu denganmu” Myung Soo Jin berbicara dengan dibuat-buat.
“Menyenangkan?”
“Ya. Sangat menyenangkan.”
“Soo Yeon, apa kau setuju dengannya?”
“Ya, Se Ra.”
Lalu Jin Se Ra meninggalkan mereka berdua.


Eui Hyun menerima telepon di ruangannya.
“Ya, Se Ra. Apa kau menangis? Di mana kau sekarang?”


Eui Hyun segera pergi tanpa mengatakan apapun pada Jung Joo.


Se Ra sedang berbicara pada Eui Hyun sambil menangis. Eui Hyun bertanya apa yang terjadi, lalu dia menceritakan dia bertemu Soo Yeon dan Soo Jin.

“Bagaimana bisa mereka berhadapan dan berbicara padaku... seperti tidak pernah terjadi apapun. Aku sangat ketakutan hingga tidak bisa melakukan apapun. Aku... tidak bisa melakukan seperti apa yang kau katakan padaku.”


Flashback.
Jin Se Ra sedang membaca komentar pada berita tentang dirinya sambil menangis. 
“Dia membanggakan dirinya dari keluarga kaya, tapi ternyata dia seorang pencuri.”
“Se Ra tukang pamer.”
“Ku harap dia mati setelah keluar dari Bellagio.”
“Sepertinya Se Ra adalah sumber masalahnya.”


Ada yang mengetuk pintu, Se Ra melempar bantal pada orang itu.

Eui Hyun menangkap bantalnya dan mengatakan “Menurut pasal 260 hukum kriminal, orang yang secara fisik melukai orang lain bisa menghadapi hukuman maksiaml 2 tahun, atau denda 500 dollar.”
“Siapa kau?”


“Aku tutor belajarmu mulai hari ini.”
“Aku tidak perlu tutor. Keluar.”
“Aku tidak bisa. Karena aku sudah dibayar. Ayo duduk di sini.”
“Ku bilang aku tidak butuh tutor.”
“Jika kau disalahi, jangan gunakan air matamu agar mendapatkan simpati. Layangkanlah gugatan.”
“Gugatan?”
“Pelajari lah hukum.”


Se Ra mengatakan dia tidak bisa memaafkan mereka.
“Lalu apa yang akan kau lakukan?”
“Aku akan membuat mereka menderita seperti yang ku rasakan.”


Jung Joo melihat Eui Hyun dan Se Ra dari belakang. Eui Hyun sedang menepuk-nepuk punggung Se Ra.


Prof Yoo datang ke RS menemui Kim Ik Chul. Prof Yoo memperdengarkan rekaman suara Ga Yong.


Kim Ik Chul menangis mendengarnya.
“Pak Kim. Putri anda memanggil ayahnya... dengan ketakutan. Dia menelepon 11 kali. Bagaimana ketakutannya dia? Pada saat itu anda tidak bisa melakukan apapun untuknya, tapi sekarang anda bisa melakukan sesuatu untuknya. Pak Kim, tolong katankan yan sebenarnya sekarang. Anda juga tahu bahwa hidup dengan menyembunyikan kebenaran itu sangat sulit. Seperti yang aku rasakan.”
Comments


EmoticonEmoticon