12/23/2017

SINOPSIS Nothing to Lose Episode 20 PART 2

SINOPSIS Nothing to Lose Episode 20 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Nothing to Lose Episode 20 Part 1
Hakim Seo, hakim Yoon dan hakim Jung sedang memeriksa berkas kasus. Hakim Yoon membacakan berkas kasus selanjutnya yaitu permohonan sidang ulang kasus pembunuhan di pengadilan kriminal. Hakim Yoon mengatakan itu adalah permohonan sidang ulang kedua atas kasus Choi Kyung Ho.

“Benarkah?” hakim Jung tampak senang mendengarnya.
“Kamu senang?” hakim Seo tidak senang melihat reaksi hakim Jung.
“Bukan "senang", tapi...”
Hakim Seo mengatakan bahwa mereka baru saja menolak permohonan ini. 


“Karena dia mengajukannya lagi, mungkin dia menemukan bukti kuat bahwa Choi tidak bersalah, bukan? Aku yakin Hakim Lee Jung Joo mengetahui klausa kedua KUHAP, yaitu tidak bisa mengajukan permohonan untuk alasan yang sama.” Hakim Jung memberikan penjelasannya.

“Baiklah, apa alasan permohonannya kali ini?” hakim Seo bertanya pada hakim Yoon, lalu hakim Yoon membacakan berkas kasusnya.


“Dia mengklaim bahwa ponsel yang berisi rekaman panggilan Ga Young dengan ayahnya dan pernyataan dari Pak Kim Ik Chul adalah bukti untuk membebaskannya.”

“Dia menemukan ponsel korban? Apa isi rekamannya?”


“Ini melibatkan Anggota Majelis Do Jin Myung. Mari kita dengarkan.” Hakim  Yoon menunjukkan rekamannya.

“Dia mengklaim bahwa "Pak D" adalah Anggota Majelis Do Jin Myung.” Hakim Yoon menjelaskan pada hakim Seo. Hakim Seo bertanya apa bukti dari pernyataan itu.

“Lihatlah ini. Bukti ini sangat meyakinkan, tidak seperti sebelumnya. Selain itu, dia meminta Anggota Majelis Do diperiksa sebagai saksi.” Hakim Yoon menunjukkan foto Kim Ga Yong dan Senator Do yang tercetak di berkas kasus.


“Apa? Ada alasan kuat untuk memanggilnya sebagai saksi. Tapi memanggil seorang calon presiden sebagai saksi akan memberi tekanan...” hakim Seo seperti mengkhawatirkan sesuatu.

“Itu bisa terjadi. Tapi kita memanggil dia sebagai saksi, bukan terdakwa.” Hakim Jung berusaha menenangkan hakim Seo, tapi hakim Yoon mengkhawatirkan kalau saksi akan berubah menjadi terdakwa.

“Kenapa kamu bodoh sekali? Jika kita biarkan, siapa yang akan bertanggung jawab? Aku, hakim ketua, yang harus bertanggung jawab. Karena ini bisa berpengaruh pada kampanyenya, bagaimana jika menggelar sidang ulangnya secara tertutup?”


Hakim Jung mengatakan pada Hakim Seo bahwa menurut Konstitusi Pasal 27 Ayat 3 dan Ayat 1 UU Peradilan, keduanya jelas menyatakan bahwa persidangan harus diadakan secara terbuka dan akan sulit menjadikan ini sidang tertutup.

“Sidang bisa digelar secara tertutup untuk menjamin keamanan negara dan saat keamanan negara terancam.”

“Sulit menafsirkan kasus ini dapat membahayakan keamanan negara dan keamanan negara...”
“Lihat diri kalian. Pokoknya, pertimbangkan hal itu.”


Hakim Seo menelepon senator Do untuk memberitahukan tentang sidang ulang Choi Kyung Ho.

“Apa? Pemeriksaan sebagai saksi? Kamu sudah gila? Sidang tertutup atau bukan, tetap tidak masuk akal.”

“Daripada menolak hadir di pengadilan, menjalani sidangnya mungkin cara baik untuk...”
“Itu tidak masuk akal. Pihak lebih kuat yang akan menang.”


Jung Joo sedang bersiap-siap akan ke persidangan kakaknya, Eui Hyun muncul di belakangnya dan mengatakan sesuatu.

“"Aku tidak ingat."”
“Apa?” 
“"Aku tidak pernah mengatakan itu."”
“Apa?” Jung Joo makin kebingungan apa yang sebenarnya dibicarakan Eui Hyun.
“"Aku tidak tahu" Itu kalimat yang dipakai orang untuk terbebas dari hukuman. Jika ingin fokus dalam sidang dan tidak merasa bimbang, kamu harus bisa menjaga emosi dan tetap tenang.”


“Baiklah. Ini fotomu bersama korban.” Jung Joo berbicara dan memperagakan apa yang akan dilakukannya nanti, dan mereka mulai bermain peran. Eui Hyun berperan sebagai senator Do.


“Kamu tetap tidak ingat? Ini konspirasi.”
“Maka, kamu akan mendengar suara saksi.”
“Tidak, jangan marah.”
“Aku akan memutarnya untukmu sekarang.”
“Kau harus lebih tenang. Dan lihat reaksi pihak lain sebelum menyerahkan berkasnya. Pemilihan waktu itu penting.”
“Ya, pemilihan waktu. Aku segera kembali.”


Sebelum Jung Joo pergi, Eui Hyun memberikan sebuah permen karet.

“Selain itu, jangan mengunyah permen di ruang sidang. Jadi, makanlah sebelum sidang.” Jung Joo tersenyum lalu mengangguk.


Jung Joo sudah berjalan menuju ruang sidang tapi dia menghentikan langkahnya. Eui Hyun muncul di belakangnya lalu berdiri di sebelah Jung Joo, dan mengangguk pada Jung Joo. Jung Joo juga  mengangguk pada Eui Hyun.


Persidangan sudah siap tapi saksi belum juga datang.

“Dia dijadwalkan tiba di sini 20 menit lalu, tapi belum tiba. Tampaknya Do Jin Myun tidak akan hadir hari ini. Mari kita akhiri untuk hari ini.”

“Tapi Pak, dia adalah calon presiden. Dia pasti sangat sibuk. Sebaiknya kita menunggu sebentar lagi untuk menghormatinya.” Hakim Jung berusaha membujuk hakim Seo.

“Selain itu, demi Hakim Lee Jung Joo, sebaiknya kita menunggu sebentar lagi.” Hakim Yoon juga membujuknya.

“Baik, kita akan menunggu lima menit lagi. Tapi jika dia tidak datang, kita tutup sidang ini.”


Eui Hyun menunggu dengan cemas di luar ruang sidang.


Lima menit kemudian.
“Saksi tidak hadir, maka sidang ini kami akhiri...”


Senator Do datang bersama Sa Jung Do.

“Yang Mulia. Maaf saya terlambat hadir ke persidangan Anda. Mohon pengertiannya dan mohon maaf.”

“Tidak sama sekali. Anda tidak terlambat. Waktu yang diberikan untuk menanyai Anda belum habis. Sudah tugas hakim untuk menunggu saksi di persidangan.”


Senator Do mengutarakan kekecewaan palsunya karena sidang digelar secara tertutup.

“"Tugas". Terkadang, orang melupakan itu. Namun, saya mengira banyak orang ingin mendengarkan kesaksian calon presiden. Saya kecewa. Sangat kecewa.”

“Kehadiran Anda untuk bersaksi pun bisa mempengaruhi pemilu, dan karena kami merasa ini bisa mengancam keamanan negara, meski melanggar peraturan beracara pengadilan, kami memutuskan menggelar sidang tertutup. Mohon dimengerti.”

“Jika itu keputusan pengadilan, saya harus mematuhinya. Namun, karena ini kali pertama saya bersaksi di pengadilan, saya merasa takut, jadi, ada advokat yang menemani saya.”
No 72 tidak ada.


“Kami izinkan advokat dari saksi untuk memperhatikan jalannya sidang. Baiklah, mari kita mulai. "Kasus Nomor 1027GO25". Pertanyaan ini untuk saksi. Anda telah disumpah. Anda akan didakwa atas sumpah palsu jika berbohong di persidangan.”

“Saya tidak akan pernah melanggar perintah Anda, Yang Mulia. Saya pasti akan mengatakan kebenarannya.”

“Pihak pemohon, Lee Jung Joo. Silakan menanyai saksi.”

“Baik, Yang Mulia.”


“Tolong tampilkan bukti pemohon nomor satu.” Jung Joo berbicara pada operator.
(Foto-foto dari Ponsel Kim Ga Young)
“Ini. Ini foto Anda bersama korban, Kim Ga Young?”
“Ya.”
“Apa panggilan Kim Ga Young untuk Anda?”


Tiba-tiba hakim Seo memotong pertanyaan Jung Joo.

“Saya ingatkan. Jika pernyataan saksi bisa memberatkan dirinya, kenalannya, atau orang yang pernah berhubungan, atau jika itu mengungkap fakta yang bisa mengakibatkan mereka dinyatakan bersalah, maka saksi berhak menolak menjawab. Ini juga berlaku untuk setiap pertanyaan.”

“Menolak bersaksi? Tidak ada yang harus ditolak. Apa yang Anda katakan tadi? Saya tidak ingat. Saya sudah makin tua.”


“Kim Ga Young pasti sangat mengenal Anda.”
“Bagaimana seorang pria tua tahu seorang anak kecil mengenalnya atau tidak? Selain itu, banyak orang di Korea yang mengenalku.”


“Tolong putar video yang ditemukan di ponsel Kim Ga Young.”
(Bukti Nomor 2, Video dari Ponsel Kim Ga Young)
(Astaga, aku di mana? Kenapa Ayah tidak mengangkat? Tolong angkat. Pak D terus mengejarku. Ayah, aku sangat takut.)


“File video ini tidak bisa diambil, tapi kami bisa memastikan file audionya. Anda ingat itu suara siapa, bukan?”

“Tidak.”
“Benar, itu 10 tahun lalu, jadi, saya yakin itu sulit untuk diingat. Yang Mulia. Bolehkah saya menyerahkan bukti tambahan?” Jung Joo bertanya pada hakim ketua yang kemudian mengijinkannya.


Note: 
Hallo Chingu info aja yah nanti hari Minggu atau Senin di blog TABLOID SINOPSIS ada Sinopsis Drama baru Judulnya "A Korean Odyssey" yang di perankan oleh Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Oh Yeon Seo dll.. Semoga subtittle sama Filmnya lancar, Supaya bisa cepat di buatkan sinopsisnya, dan semoga juga ceritanya ringan dan seru...
Nanti kalian bisa cek sinopsis barunya langsung ke blog TABLOID SINOPSIS atau ke kumpulan link di OPPA SINOPSIS... gomawo (고마워) 😉 😘

Jung Joo menyerahkan sebuah alat perekam pada operator.


“Saya yakin Anda ingat suara ini.”
Suara Kim Ik Chul sedang berbicara sambil menangis:
“Ayah yang salah, Ga Young. Maafkan ayah, Ga Young. Ayah seharusnya melindungimu saat itu.”
Senator Do mulai menunjukkan dirinya terusik dengan suara itu.


Han Joon mendatangi Kim Ik Chul di RS.

“Pak Kim, saya mohon. Hanya Anda yang tahu kebenaran di balik kedua kasus tersebut. Anda harus mengatakan kebenarannya. Aku mohon.”
“Aku sudah menceritakan semuanya kepada dia.”


Flashback. Prof Yoo sedang merekam pernyataan Kim Ik Chul.

“Seo Gi Ho tahu Choi Kyung Ho bukanlah pembunuh yang sebenarnya. Seo Gi Ho datang menemuiku untuk memberitahukan itu kepadaku. Setelah mendengarkan dia, aku menemui Pak Do Jin Myung untuk memberitahunya. Lalu...”


Jung Joo memberi isyarat pada operator untuk menghentikan audio itu.

“Saat Kim Ik Chul memberitahu Anda bahwa Choi Kyung Ho bukanlah pembunuhnya, apa yang Anda katakan, Anggota Majelis Do Jin Myung?”
“Apa maksud Anda? Saya tidak pernah mendengar... Tidak. Sebagai anggota Majelis Nasional Korea, saya tidak begitu mengingatnya.
“Jika kita mendengarkan sisa file audio ini, kita bisa memastikan Anda berkata jujur atau tidak. Anda harus berpikir dengan hati-hati dan hanya berbicara jujur.”
Senator Do tidak menjawab pertanyaan Jung Joo.
“Kalau begitu, kita putar sisa fail audio ini? Apa yang Anda katakan setelah mendengar Choi Kyung Ho bukan pembunuhnya?”
Senator Do tetap tidak mau menjawab.


Jung Joo berjalan dan berdiri di depan Senator Do.

“Izinkan saya bertanya untuk yang kali terakhir. Apa yang Anda katakan? Apakah Anda menghasut Kim Ik Chul untuk membunuh Seo Gi Ho, yang mengklaim Choi Kyung Ho bukan pembunuh sebenarnya? Apakah Anda membunuh Kim Ga Young?”

3 komentar

  1. Arrrgghhhh... Makin tegaaaanngg... Tpi entah mengapa lihat jungjoo jadi kangen jiwon, hahahah

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Kak lanjut terus yaa
    Fighting !

    BalasHapus


EmoticonEmoticon