1/07/2018

SINOPSIS Black Knight Episode 10 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Black Knight Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 10 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 11 PART 1

Ji Hoon memberikan kemeja yang dijahit oleh Sharon. Itu adalah kemeja yang dibuat dengan kain kapas terbaik. Ji Hoon mengatakan kalau itu adalah ucapan terimakasih darinya karena Soo Ho sudah membiarkan karyawannya dilatih oleh dia.

Ji Hoon teringat akan pembicaraannya dengan Sharon. Ia bertanya, apa yang akan terjadi kalau dia memberikan kemeja itu pada Soo Ho. Sharon menjawab, “Aku berharap dia dan aku akan tinggal di bawah atap yang sama.”


Hae Ra mengabari Soo Ho kalau dia akan pulang telat. Setelah menemui penjahit, ia akan kembali ke kantor menyelesaikan pekerjaan. Jadi, dia menyuruh Soo Ho untuk tidak menunggunya.

“Baiklah. Fighting.” Balas Soo Ho.


Hae Ra menemui Sharon untuk kembali membujuknya. Namun, Sharon langsung menolak tawarannya. Hae Ra terus membujuk, ia lalu memuji gaun pengantin rancangan Sharon. Sungguh cantik. Dia berharap pada hari pernikahannya nanti, ia bisa menggunakan gaun rancangannya. Hae Ra mengenakan hiasan kepala yang ada disana.
Sharon mengambil gunting kemudian bertanya, “Siapa yang akan kau nikahi?”

“Aku tidak tahu.”

Sharon membatin, “Baek Hee, haruskah aku membunuhnya dan melarikan diri? Aku ahli hidup bersembunyi. Aku berharap kau akan ingat masa lalumu setidaknya sekali. Dia akan merasa bersalah padamu.”


Sharon berjalan menghampiri Hae Ra, “Bukan pria yang tinggal denganmu,kan?”

“Akan menyenangkan untuk menikah dengannya.”

Sharon menghunuskan guntingnya ke arah Hae Ra.


Ditempat lain, Baek Hee merasakan jantungnya berdetak kencang dan dadanya terasa sakit.


Hae Ra gemetaran saat tangannya menyentuh pipi dan ada darah di telapak tangannya. Dia mendelik ke arah Sharon, bagaimana bisa dia menggunting dengan cara seperti itu. Sharon mengatakan kalau hanya merasa penutup kepalanya terlalu heboh, dia ingin memotongnya sekarang juga.

Hae Ra mendorong Sharon sampai jatuh. Sharon marah dan balas mendorongnya. Hae Ra tidak terima, ia menuntut permintaan maaf. Keduanya pun bergulat saling tindih dan pukul-pukulan.


Asisten Sharon mengobati lukanya. Sementara Sharon masih merutuk sebal. Bon Yi dulu adalah budaknya yang membuat pakaian untuknya. Beraninya dia mencakar dan menggigitnya? Saat tengah mengobati luka Sharon, Asisten Sharon heran dengan tato baru yang ada ditangannya. Apa dia membuat tato baru?

Sharon tampak terkejut dengan tatonya itu.


Hae Ra sungguh gondok dengan perlakuan Sharon. Tapi ia mengingat kembali ucapan Soo Ho yang menyuruhnya untuk melakukan pekerjaannya dengan bekerja keras. Ia pun kemudian memutuskan kembali dan menemui Sharon.

Ia membawakan tteokbokki, sundae, dan gorengan. Ia meminta maaf dan memohon supaya Sharon mempertimbangkan penawarannya sekali lagi.


Lelah, Hae Ra kembali ke kantor. Orang kantor sedang berkumpul, mereka sangat kecewa karena lawan bisnis mereka juga menyediakan layanan sewa baju. Sepertinya ide mereka sudah bocor.


Hae Ra sungguh kecewa akan hal itu. Ia menyendiri di toilet. Ketua Tim datang menemui Hae Ra dan memintanya untuk keluar. Jangan menangis lagi. Hae Ra mengatakan kalau dia tidak menangis.

Kalau begitu, Ketua Tim memintanya untuk keluar. Mereka punya masalah baru. Pilot Eagle Airline mengalami mogok kerja. Mereka harus mencari pengganti untuk tour barunya.


Hae Ra mencoba membuat penerbangan pengganti. Sayangnya, mereka semua menolak permintaannya. Hae Ra berjalan sangat lelah saat keluar dari kantor. Namun dilobi, sudah ada Soo Ho yang menunggunya. Ia membawakan chestnut untuk Hae Ra.

Tak bisa menahan rasa kesalnya, Hae Ra langsung menghambur ke pelukan Soo Ho. Soo Ho terkejut melihatnya menangis dan menyembunyikan kepalanya didadanya. Ia mengelus kepalanya dengan lembut dan bertanya alasannya menangis.

“Aku hanya kesal.”

Soo Ho mengelus kepalanya lagi. Dia mengatakan kalau dadanya rasanya terbakar dan panas. Hae Ra tak percaya, kan dia yang sedang kesal. Hae Ra melepaskan pelukannya, Soo Ho pun mengeluarkan kentang bakar yang ia bawa. Dadanya panas karena itu.


Dia sengaja membeli kentang panggang, siapa tahu Hae Ra tak suka chesnut. Hae Ra tersenyum mendengar ucapan Soo Ho. Soo Ho kembali memeluk Hae Ra, “Kau punya aku di sisimu. Akan banyak yang kau perjuangan dalam hidupmu. Tetap saja, tidak masalah. Aku di sini di sisimu.”


Esok harinya, Soo Ho dan Hae Ra sudah mempersiapkan banyak hal untuk menyambut kedatangan seseorang. Bibi Lee bertanya, siapa yang akan datang? Soo Ho mengatakan kalau seseorang yang ia syukuri akan datang. Ia meminta Bibi Lee untuk bergabung makan malam bersama mereka.

Bibi Lee awalnya tak enak tapi Soo Ho menyuruh dia untuk tetap bergabung karena dia juga bagian dari keluarga mereka. 

Bibi Lee memperhatikan Hae Ra dan Soo Ho. Ia merasa kalau hanya dia yang kesepian seandainya mereka berdua menikah.


Bibi Lee keluar rumah dan bertemu Baek Hee. Baek Hee seketika menjitak kepalanya. Sudah dia bilang supaya Bibi Lee bisa mengurus seorang anak yang malang untuk menebus hutangnya sehingga ia tak perlu datang sebelum ia menikah.

Bibi Lee merasa kalau ia sudah melakukan hal yang cukup. Kecuali kegagalan investasi hanok, dia sudah melakukan yang terbaik sebisanya. Ia tidak pernah mengambil uang yang ia kirimkan padanya.

Baiklah, Baek Hee mengerti. Katakan saja kalau mereka tak pernah bertemu sebelumnya. Baek Hee dan Bibi Lee pun masuk ke rumah Soo Ho.


Ahn Chan Ki datang ke tempat Sharon untuk menemui Seo Rin. Sharon awalnya menolak kedatangannya mentah-mentah. Namun begitu melihat kartu namanya, ia menyadari kalau Chan Ki berasal dari perusahaan Soo Ho. Ia bertanya, ada urusan apa dia kesana?


Acara makan dimulai. Bibi Lee bertanya bagaimana awalnya Soo Ho dan Baek Hee saling mengenal. Soo Ho berkata kalau dia punya dua orang yang menjadi penyelamat hidupnya, pertama Baek Hee dan kedua adalah Hae Ra.

Hae Ra kini mengerti akan ucapan Soo Ho dahulu, dimana ia mengatakan kalau dirinya adalah penyelamat keduanya. Baek Hee menceritakan awal pertemuannya dengan Soo Ho. Ia melihatnya tengah menangis dan mengatakan ramalan kebohongan, “Tidak ada yang menghalangimu. Kau akan mencapai semua yang kau inginkan.”


Soo Ho tersenyum karena ia mempercayai kebohongan itu. Bibi Lee sinis mengatakan kalau itu hanyalah takhayul dan kebetulan. Suasana seketika menjadi canggung karena ucapan Bibi Lee. Soo Ho mencairkan suasana dengan mengajak mereka bersulang.


Soo Ho dan Baek Hee ngobrol berdua. Baek Hee kemudian memberikan cincin yang ia dapatkan dari Tuan Park. Ia menyuruh Soo Ho untuk melebur cincin itu saat membuat cincin untuk Hae Ra.


Di kantor, Hae Ra melakukan presentasi idenya. Namun Direktur Lee mengklaim kalau ide yang dituturkan oleh Hae Ra adalah ide miliknya. Hae Ra heran, dia baru mendapatkan ide tersebut setelah idenya dicuri.


Namun Direktur Lee masih kekeuh kalau ide yang dituturkan Hae Ra berasal darinya. Bertepatan saat itu pula, Soo Ho datang kesana. Direktur Lee menyambutnya dengan ramah dan memperkenalkan pada karyawannya kalau Soo Ho akan bekerjasama dengan mereka.


Seusai rapat, Hae Ra dan Soo Ho bertemu ditangga darurat. Hae Ra tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Soo Ho mengatakan kalau Direktur Lee yang menghubunginya untuk bertemu jam 6 pagi. Hae Ra sungguh malu dengan tingkah bosnya.

“Apa disini ada CCTV?” tanya Soo Ho.

Tak ada. Soo Ho pun langsung memeluk Hae Ra. Hae Ra tersenyum dan balas memeluknya.


Soo Ho kembali ke kantor. Tanpa sengaja, saat ia berjalan karyawannya menumpahkan kopinya ke baju Soo Ho. Ahn Chan Ki memintamaaf sudah menumpahkan kopi ke bajunya, namun Soo Ho sama sekali tak masalah.

Soo Ho masuk ke ruangannya dan mengganti bajunya dengan kemeja yang diberikan oleh Ji Hoon sebelumnya.


Bertepatan saat itu, Sharon juga datang kesana untuk membahas masalah tanahnya. Keduanya pun bertemu.
Advertisement

1 comments:

Makin seru aja d tunggu kelanjutan ya...😊😊


EmoticonEmoticon