1/02/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 21 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 21 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 21 Part 1

Il Seung menatap foto-foto yang sebelumnya dilihat oleh Pak Choi.


Sersan Kwon terbangun dari tidurnya dan menegur Il Seung yang harusnya datang lebih awal. Ia bercerita kalau ia menghabiskan malamnya untuk mengecek CCTV, sedangkan Inspektur Kang masih di rumah sakit mengawasi jalannya otopsi. Sersan Kwon lalu membangunkan Sersan Kim.


Sersan Kim kemudian memberikan rekaman CCTV yang belum dicek kepada Il Seung agar ia memeriksanya.


Inspektur Kang datang dan Sersan Kwon mengatakan bahwa dari CCTV mereka tidak bisa menemukan bukti penusukan Pak Choi karena banyak orang yang mengerumuninya saat itu dan tidak ada kamera di lokasi penusukan Jin Young. Sersan Kwon bilang Il Seung yang akan mengecek sisa rekamannya.


Tapi Inspektur Kang tetap menyuruh Sersan Kwon dan Kim yang melakukannya, karena ia menyuruh Il Seung untuk mengurus kasus Pak Choi langsung. Inspektur Kang menduga ini adalah ulah pembunuh profesional, karena dilakukan hanya dengan satu tusukan saja, namun sangat fatal.

Sersan Kwon: “Apa kau akan mengirimnya pergi sendiri?”
Ins. Park: “Tentu tidak. Dia avatar-nya Jin Young. Jin Young bukan tipe orang yang akan diam saja berbaring di kasur rumah sakit.”


Il Seung menemui Jin Young di rumah sakit. Jin Young senang karena Inspektur Kang sangat mengenal dirinya. Il Seung mengingatkan Jin Young untuk melakukannya secara rahasia. Ternyata Jin Young sudah menerima saksi disipliner karena ketahuan terlibat dalam kasus keluarganya.


Il Seung memberitahu Jin Young bahwa dia sudah pergi ke kantor dan peternakan jangkrik Pak Choi, tapi ternyata itu hanya disewa selama dua hari. Jin Young lalu menyarankan agar mereka menemui keluarga Pak Choi.


Di rumah duka, Il Seung bertemu dengan mantan istri Pak Choi. Mantan istrinya mengatakan bahwa ia memutuskan hubungan dengan Pak Choi setelah bercerai, jadi dia tidak tahu apapun.


“Sejujurnya, aku juga tidak mau mengadakan pemakaman untuknya. Aku melakukan ini hanya untuk anak-anak,” kata mantan istri Pak Choi.


Sesuai arahan Jin Young, Il Seung kemudian mengecek dan mendatangi tempat dimana Pak Choi menggunakan kartu kreditnya, agar bisa menemukan tempat tinggal Pak Choi.


Malam harinya, Il Seung melaporkan kepada Jin Young bahwa ia belum berhasil menemukan tempat tinggal Pak Choi karena belum ada orang yang mengenalinya. Rekaman CCTV juga tidak membuahkan hasil, ia menduga si pelaku menggunakan kereta bawah tanah.


Il Seung membuka email dan mencetak untuk pertama kalinya. Ia sampai terkejut saat mendengar printer mulai bekerja. Il Seung lalu mengucapkan terima kasih.


Jin Young berkata bahwa ia melakukan itu demi dirinya sendiri, jadi Il Seung harus melakukannya dengan baik. Jin Young lalu menutup teleponnya dengan alasan akan tidur.


Il Seung sendiri tidak langsung pulang. Ia mampir ke sasana tinju dan kembali berlatih.


Di dinding rumah Oh Il Seung, terdapat foto sasaran Il Seung, yaitu Ketua Gook, Manajer Lee, dan Pengacara An, serta di bawahnya ada note bertuliskan nama Pak Kwak, Asisten Ki, dan si pembunuh.


Il Seung membawakan kopi untuk Petugas Forensik yang sebelumnya ia minta untuk mengecek sidik jari di kursi ruang interogasi. Ternyata Petugas Forensik tidak suka kopi instan karena terlalu manis. Petugas forensik lalu memberikan hasil pemeriksaan sidik jarinya.


PF: “Sesuai dugaanku ada banyak sidik jari detektif disana.”
Il Seung: “Siapa yang menyentuhnya paling akhir?”
PF: “Aku tidak tahu, tapi biasanya dia akan meninggalkan sidik jari yang lebih jelas dibanding yang lainnya.


Il Seung: “Berarti itu pasti sidik jari Letnan Jin.”
PF: “Bukan. Coba buka lagi dokumennya.”


“Ini dia. Sidik jari Ketua Jang. Kau dapat melihatnya ini sangat jelas dibanding yang lain,” kata Petugas Forensik. Ia juga mengatakan bahwa sidik jari itu ada di atas sidik jari Jin Young. Ia malah mengagumi Ketua Jang yang pasti sibuk tapi malah menyempatkan diri untuk datang ke ruang interogasi.


Saat sedang mengecek kembali hasil pemeriksaan tersebut, Ketua Jang menyapanya dan bertanya kenapa Il Seung tidak masuk ke dalam. Il Seung lalu menutup dokumennya.


Inspektur Kang iseng membuka dokumen yang ada di meja Ketua Jang, tapi ia tidak membaca apa-apa. Ketua Jang lalu masuk ke ruangannya dan menyapanya.


Ketua Jang: “Apa yang kau lakukan di kantorku?”
Ins. Park: “Kau yang terlambat. Kau yang memintaku datang saat aku sudah sampai kantor.”
Ketua Jang: “Apa kau terbang? Kenapa kau datang awal sekali?”


Ketua Jang lalu menanyakan kabar Jin Young dan Inspektur Kang mengatakan bahwa Jin Young sudah mulai membaik. Ia juga menanyakan tentang pembunuhnya, tapi inspektur bilang ia baru memulai penyelidikannya dan belum menemukan apa-apa.


Ketua Jang berkata bahwa dia merasa stres akibat tim Inspektur Kang. Ia menyuruhnya agar melupakannya dan mengurus kasus kecil saja. “Kasus tidak bisa diukur seperti itu,” kata inspektur sambil tersenyum. Ia lalu pamit pergi.


Ketua Jang: “Bukankah kau bilang punya teman seorang produser TV?”
Ins. Park: “Apa kau ingin masuk TV? Apa kau akan ikut pemilihan umum daerah atau semacamnya?”
Ketua Jang: “Pemilihan umum daerah? Tidak, aku pikir itu bisa membantu mempromosikan Tim Kejahatan Tersembunyi.”
Ins. Park: “Tapi temanku produser acara home shopping. Apa kau mau menjual...?”
Ketua Jang: “Lupakan saja.”


Inspektur Kang sudah akan pergi, tapi ia kembali lagi. Ia bertanya apakah Ketua Jang mengatakan kepada orang lain tentang operasi penangkapan Baek Kyung. Dna Ketua Jang menjawab bahwa ia tidak menceritakannya pada siapapun.


“Maksudku kenapa aku harus berhenti, Asisten Jaksa Umum? Jaksa adalah pelayan masyarakat. Kau tidak bisa memecatku hanya karena kau tidak menyukaiku. Aku tidak mau ditransfer ke pedesaan. Jika kau melihat peraturan Kejaksaan...” kata Jaksa Kim di telepon dan kemudian lawan bicaranya menutup teleponnya.


“Dia selalu menutup teleponnya jika aku memberitahunya apa yang ada di buku,” keluh Jaksa Kim lalu menyimpan teleponnya. Ia lalu mengecek rekaman CCTV saat pak Choi ditusuk.


Sersan Kim datang Jaksa Kim menanyakan apakah ia sudah memintai keterangan para kreditur yang saat itu mengerumuni Pka Choi.  “Ya, aku sudah meminta kesaksian mereka hari itu. Ngomong-ngomong, apa kau akan terus bertanggung jawab atas Tim Kejahatan Tersembunyi?” tanya Sersan Kim.


“Secara resmi tidak. Aku menunggu ditugaskan.” Jawab Jaksa Kim yang melanjutkan pertanyaannya bagaimana para kreditor tahu bahwa Pak Choi ada disana.


“Seseorang mengatakan kepada salah satu korban,” jawab Sersan Kim. Dan ia menduga bahwa itu adalah orang Kejaksaan. Ia lalu memberikan nomor telepon orang tersebut dan menghubunginya.


“Pak Park? Pak Park, apa kau memakai ponsel  ganda?” tanya Jaksa Kim. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon