1/03/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 22 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 22 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 22 Part 1

Inspektur Park melarang Il Seung mengatakan apa yang baru saja ia ceritakan kepada orang lain. “Ini melibatkan Min Pyo, Dae Woong, dan Letnan Jin. Ini baru hipotesis.”


Il Seung: “Tapi Ketua Jang sudah tahu.”
Ins. Kang: “Astaga.. Aku tidak akan mempercayaimu sebelum aku mendapatkan bukti yang pasti. Jangan bertindak gegabah, kau mengerti?”
Il Seung: “Ya, Pak.”


Inspektur Park lalu menerima telepon, ia melihat ke arah Il Seung, lalu ia ia pergi dan Il Seung mengikutinya.


Inspektur Cho memberikan hasil penyelidikan mengenai riwayat panggilan di ponsel ganda Ketua Jin, dan hanya ada dua nomor disana.


Semua panggilan berasal dari nomor yang diakhiri 8839 dan hanya ada dua panggilan ke 3698. Inspektur Cho mengatakan bahwa karena itu sudah 10 tahun yang lalu, maka tidak bisa menemukan pemiliknya, namun bisa menggunakannya sebagai referensi saja. Dia lalu mengatakan ada beberapa rekaman pembicaraan di ponsel tersebut.

Il Seung keluar lebih dulu dari ruangan Inspektur Cho, lalu ia menghubungi Cul Gi dan mengajaknya bertemu.


Mereka bertemu di taman yang biasa. Il Seung bertanya dimana Chul Gi tidur. Chul Gi bilang ia punya tempat sendiri dan meminta Il Seung tidak perlu khawatir, karena ia baik-baik saja.


Il Seung: “018-883-8839. Apa kau ingat? Saat kita bekerja bersama 10 tahun yang lalu, itu adalah nomor ponsel ganda yang kau gunakan.”
Chul Gi: “Ya.”
Il Seung: “Kau bicara banyak dengan Ketua Jin saat itu. Kenapa kau berbohong?”
Flashback..


Saat diinterogasi, Chul Gi mengatakan bahwa ia hanya bertemu Ketua Jin satu kali untuk penyelidikan pendanaan politik oleh perusahaan besar.


Chul Gi bertanya dimana Il Seung menemukan ponsel ganda Ketua Jin. “Jawab saja pertanyaanku,” kata Il Seung. Chul Gi lalu berkata kalau dia senang Il Seung berhasil menemukan ponsel itu. Chul Gi juga tahu kalau ada rekaman pembicaraan di ponsel itu.


“Apakah itu adalah rekaman pembicaraan Ketua Jin dengan Lee Kwang Ho?” tanya Il Seung.


Lee Kwang Ho sendiri sedang bersama Pengacara An yang meminta maaf karena Jaksa Kim mengancamnya dan meminta dikembalikan ke posisinya. Ketua Gook yang juga ada disana menolak keras karena selama ini mereka sudah berusaha keras untuk menyingkirkan Jaksa Kim.


Ketua Jang lalu datang dan mengabarkan bahwa ponsel ganda Ketua Jin sudah ditemukan. “Lalu kenapa?’ tanya Manajer Lee.


Manajer Lee sangat terkejut saat mengetahui kalau ada rekaman pembicaraan dirinya dengan Ketua Jin di ponsel itu. Pengacara An dan Ketua Gook juga sama terkejutnya. “Kau meneleponnya di hari dia meninggal. Jika kau mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak didengar masyarakat, maka kita harus membuat rencana,” kata Ketua Jang.


Ketua Gook: “Kau ingin membuat rencana disini? Kenapa kau tidak mencurinya saja?”
Ketua Jang: “Kau pikir aku tidak akan melakukan itu? Il Seung mengetahuinya. Ia mengetahui kejadian yang terjadi di atap Gedung Grup Jinsung 10 tahun lalu.”


Il Seung menanyakan apa rencana Chul Gi dengan Ketua Jin saat itu. “Kami berencana untuk mendapatkan Lee Kwang Ho. Mereka kehabisan uang tunai saat menjelang akhir kampanye. Jadi  mereka menakan Ketua Jin untuk mendonasikan dana kampanye. Sebelumnya dia sudah pernah memberikannya, tapi mereka meminta lagi. Ketua Jin menolaknya,” jawab Chul Gi.


Il Seung melaporkan hasil penyelidikannya kepada Inspektur Park, tapi ia tidak bilang kalau mendapatlan informasi itu dari Chul Gi. Ia juga memberitahu bahwa mereka menekan semua bank yang menjalin bisnis dengan Grup Jinsung untuk mendorongnya ke jurang kebangkrutan.


Il Seung: “Dua hari sebelum pelaksanaan pemilihan umum dan satu hari sebelum Grup Jinsung dinyatakan bangkrut, Ketua Jin...”
Ins. Kang: “Memutuskan untuk mengambil kesempatan. Haruskah dia memberi mereka dana untuk menghindari kebangkrutan? Atau dia menangkap kelemahan Lee Kwang Ho dan melepaskan tekanannya?”
Il Seung: “Ya. Ketua Jin memutuskan untuk menangkap kelemahan Lee Kwang Ho.”


Ternyata Inspektur Park tahu kalau informasi itu berasal dari Chul Gi. “Seberapa banyak yang dia tahu?”
Flashback..


Chul Gi menceritakan bahwa Ketua Jin memberitahunya bahwa akhirnya ia mendapatkan rekaman. “Kami berencana untuk bertemu dan mendengarkannya di atap, lalu bertemu dengan reporter untuk menyebarkan beritanya,” kata Chul Gi.


Il Seung: “Tapi Jang Pil Sung datang dan merusak rencana itu.”
Chul Gi: “Apa? Bagaimana kau tahu?”
Il Seung: “Aku tahu. Kau juga tahu. Siapa penjahat yang sebenarnya.”


Inspektur Park heran kenapa Chul Gi tidak memberitahunya tapi malah berbohong. Ia lalu menyuruh Il Seung untuk meminta Chul Gi datang karena membuat sumpah palsu.


Mereka lalu pergi ke ruangan Inspektur Cho yang menunjukkan hasil rekamannya. Ia berkata bahwa kualitas rekamannya sangat rendah, tapi tetap dapat didengar.


Ketua Jin: “Haruskah aku menemuimu di Restoran Odong Blowfish House jam 10 malam?”
?: “Jika kau akan datang dengan tangan kosong, kita dapat membatalkan pertemuannya sekarang.”
Ketua Jin: “Aku tahu kau sangat membutuhkan uangnya. Tentu saja, aku akan membawa sesuatu.”
?: “Kau yang membutuhkan uangnya.”
Fkashback.


Lawan bicara Ketua Jin adalah benar Lee Kwang Ho. Ia melanjutkan bicaranya, “Kita semua tahu kalau Grup Jinsung akan bangkrut pagi nanti. Tidakkah kau akan meminta bantuanku?”


Ketua Jin mengatakan, “Kau dan aku tahu siapa yang menyebabkan kebangkrutan itu. Datanglah tepat waktu.”


Inspektur Cho menduga bahwa mereka sedang meributkan dana kampanye dan menduga, “Si brengsek ini.. Maksudku, suara ini adalah milik orang itu kan?” Inspektur Park menjawab, “Ya, aku pikir begitu.”


Ketua Gook meminta Manajer Lee tidak perlu khawatir karena dia tidak membicarakan hal yang penting di telepon itu. Manajer Lee percaya bahwa Ketua Jang akan mengurus masalah itu. “Hidupnya bergantung pada hal itu. Dia pasti akan mengurusnya,” kata Manajer Lee.


Jin Young mendengarkan rekaman tersebut dan menangis karena sudah sangat lama tidak mendengar suara ayahnya.


Jin Young merasa rekaman itu tidak berguna, karena itu hanya membuktikan kalau dua orang itu hanya membuat perjanjian sebelum pemilihan umum. “Ini jauh berbeda dari apa yang terjadi di atap,” kata Jin Young. Il Seung juga berpikiran sama, tapi ia menyemangati Jin Young bahwa mereka bisa menyelidikinya lagi besok setelah Jin Young keluar dari rumah sakit.


Jin Young lalu menyuruh Il Seung pulang karena ia ingin tidur. Ia menutup laptopnya dan membaringkan tubuhnya.


Il Seung kembali ke kantor dan menemukan sebuah laptop dan flashdisc di mejanya. Ia mengoperasikan flashdisc itu dengan panduan yang ia print sebelumnya dari email Jin Young.


Ia sangat terkejut, karena isinya adalah rekaman CCTV di atap saat Ketua Jang menemui Ketua Jin. Kemudian Inspektur Park datang dan bertanya apa yang sedang Il Seung lakukan.


Ins. Park: “Hey, darimana kau mendapatkan ini?”
Il Seung: “Tiba-tiba ini ada di mejaku.”


“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Ketua Jang yang tiba-tiba datang, Mereka sangat terkejut. (aku juga haha..) Il Seung langsung menutup laptopnya. “Kenapa kau tiba-tiba menutupnya?” tanya Ketua Jang. “Aku tahu itu adalah rekaman CCTV dari atap Gedung Grup Jinsung. Aku yang meletakkannya disitu.”


Ketua Jang berkata ia memberikan itu sebagai hadiah karena mereka sangat ingin menangkapnya, tapi sebagai gantinya ia akan mengambil rekaman yang ada di ponsel Ketua Jin. Inspektur Park tentu menolak memberikan rekaman itu dan menyebut Ketua Jang sebagai pencuri barang bukti. “Aku tahu. Aku menunggu untuk diborgol di ruanganku,” kata Ketua Jang sambil berlalu.


Il Seung bertanya apa yang akan mereka lakukan dan inpektur berkata bahwa mereka harus mengikuti prosedur. Ia menduga kalau Manajer Lee tahu kelemahan Ketua Jang dan memanfaatkan itu untuk membuat kesepakatan. Inspektur Park lalu mengajak Il Seung untuk melanjutkan rekaman tadi.


Ketua Jang sudah ada di ruangannya dan mengingat kembali kejadian 10 tahun lalu.
Flashback..


Ketua Jin tampak gelisah dan mengecek jam tangannya.


Det. Jang: “Kenapa? Apa kau terkejut karena aku bukan Kang Chul Gi? Jangan khawatir, dia dalam perjalanan kesini. Kau akan menemui reporter bersama Detektif Kang bukan?”
Ketua Jin: “Bagaimana kau tahu? Kau menyadap teleponku? Itu juga ilegal.”


Det. Jang: “Tidak untuk detektif. Aku melakukan ini hanya untuk kebaikan negara kita.”
Ketua Jin: “Aku tidak akan mengubah pikiranku walau apapun yang kau katakan. Kau haru pergi.”


Bukannya pergi, Ketua Jang yang saat itu masih berstatus detektif malah berjalan mendekati Ketua Jin. Ia berkata bahwa ia datang bukan untuk membujuk Ketua Jin karena Lee Kwang Ho tidak membujuk orang dua kali.


Ketua Jin lalu mengatakan bahwa Lee Kwang Ho hanyalah kandidat dan akan mengundurkan diri esok pagi dan Detektif Jang juga akan mengalami hal yang sama karena selama ini menerima dana dari Lee Kwang Ho melalui rekening ibu mertuanya.


Detektif Jang lalu mengeluarkan pistolnya dan itu membuat Ketua Jin mundur sampai ke pinggir atap. Ia lalu menggeledah jaket Ketua Jin lalu mengambil ponselnya. Ia menyimpan pistolnya, lalu mendorong Ketua Jin untuk menjatuhkannya.
-flashback end-


Il Seung tidak sanggup melihat kelanjutannya, jadi ia menekan tombol pause. “Hey, ayo kita tangkap dia,” ajak Inspektur Park. Il Seung setuju, tapi ia kemudian melanjutkan lagi rekamannya.


Di rekaman itu terlihat Chul Gi datang dan meraih tangan Ketua Jin.


Di ruangannya, Ketua Jang tersenyum licik penuh kemenangan.
Flashback..


Chul Gi berusaha menarik Ketua Jin dan Detektif Jang menghalanginya.


Dan akhirnya pegangan tangan Ketua Jin terlepas! [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon