1/03/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 23 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 23 BAGIAN 1


#23 – Aku Datang untuk Menyerahkan Diri


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 22 Part 2

Tepat setelah Il Seung dan Inspektur Park selesai menyaksikan rekaman CCTV jatuhnya Ketua Jin, Ketua Jang datang kembali dan mengatakan bahwa dia sudah menunggu di kantornya, tapi belum juga ada yang datang untuk menangkapnya. “Apa kau khawatir harus menangkap Kang Chul Gi juga karena dialah yang melepaskan tangan Ketua Jin?”


Ins. Park: “Tidak. Aku akan menangkapmu. Dan aku juga akan menangkap Kang Chul Gi.”
Ketua Jang: “Tapi kau harus pikirkan juga tentang putranya, Kang. Dia akan hidup sebagai anak pembunuh.”
Ins. Park: “Tutup mulutmu!”


Inspektur Park menarik kerah Ketua Jang, tapi Ketua Jang semakin memprovokasi inspektur agar menangkapnya saja daripada hanya menarik kerahnya seperti itu. Lalu tiba-tiba Ketua Jang melihat ke jamnya dan mengatakan bahwa barang buktinya akan hilang.


Kemudian gambar lain muncul di rekaman tersebut. Il Seung dan inspektur sangat panik dan berusaha memperbaikinya. Memanfaatkan situasi itu, Ketua Jang mengambil flasdiscnya dengan santai dan pergi meninggalkan mereka.


Sersan Kim dan Kwon mengunjungi Jin Young di rumah sakit. Jin Young bertanya apakah ada hal baru yang mereka temukan, karena sebelumnya ia sudha tahu tentang ponsel ganda ayahnya. Sersan Kim llau menyebytkan tentang buku rekening bank.


Sersan Kim: “Ayahmu meninggalkan ini untukmu. Pak Choi mengambil uangnya bersama dengan ponsel ganda itu.”
Jin Young: “Ini ayahku. Apa dia mengambil...?”
Sersan Kwon: “Ya. Semuanya. Pak Choi jahat sekali. Dia menggunakan semua uangnya. Karena itu sudah terjadi lama sekali...”
Jin Young: “Uangnya tidak bisa dilacak. Ah.. Dia membuatku semakin marah. Lalu kenapa dia mengambil uang ibuku juga?”


Jin Young lalu menanyakan dimana Il Seung karena ia sudah berjanji akan datang seetlah pulang kerja.


Il Seung ternyata sudah ada di depan pintu, namun ia ragu untuk masuk karena rekaman yang sebelumnya ia lihat, apalagi inspektur melarangnya memberi tahu pada siapapun, terutama Jin Young.
Flashback..


Chul Gi melepaskan Jong Sam muda yang sebelumnya ia tangkap karena mencuri.


Chul Gi juga yang menyuruhnya menjadi detektif karena melihat kemampuannya yang bagus.


Sayangnya, Chul Gi jugalah yang melepaskan tangan Ketua Jin hingga terjatuh dari atap dan mati.


Il Seung akhirnya tidak jadi masuk ke ruang rawat Jin  Young.


Inspektur Park juga masih termenung di meja kerjanya dan matanya berkaca-kaca menatap foto keluarga yang sangat dicintainya.


Sesampainya di rumah, Il Seung kembali menghubungi Chul Gi yang tidak juga mengangkat teleponnya. Tapi kemudian Chul Gi juga masuk ke rumah. “Jangan meneleponku lagi, ponselku bisa meledak nanti,” katanya.


Chul Gi lalu melihat sarung tangan tinju di meja Il Seung. Chul Gi mengatakan itu ide yang bagus dan seharusnya Il Seung sudah memulainya sejak lama. Chul Gi llau bertanya ada apa Il Seung mencarinya. Mereka kemudian makan ramen bersama.


Il Seung: “Aku melihat semuanya. Aku melihatmu membunuh Ketua Jin. Aku melihatnya bersama Inspektur Park. Kau tertangkap kamera CCTV. Videonya sudah terhapus sekarang.”
Chul Gi: “Aku mengerti.”
Il Seung: “Kenapa? Apa itu sungguhan? Itu bukan rekayasa? Videonya asli? Kenapa kau melakukan itu? Kenapa...?”
Chul Gi: “Kita makan saja dulu. Ini terakhir kali kita makan bersama. Aku akan makan dulu, lalu ditangkap.”


Il Seung menyuruh Chul Gi tetap tinggal di rumahnya karena Inspektur Park berkata bahwa dia akan menangkap Ketua Jang dulu.Chul Gi bertanya bagaimana Il Seung akan menangkap Ketua Jang padahal rekamannya sudah hilang. “Aku tidak tahu. Sejujurnya aku berpikir untuk menyerah jika aku tidak menangkapnya,” kata Il Seung.


Sambil menahan sakit di perutnya, Jin Young berjalan perlahan keluar dari rumahnya. Il Seung berjala mendahuluinya dan bertanya apakah Jin Young baik-baik saja. Il Seung melarang Jin Young bekerja dalam kondisi seperti itu.


Jin Young; “Ini karena kau tidak melaporkan semuanya. Kau tidak melupakan tentang buku rekening bank dan kau juga tidak melapor sepulang kerja.”
Il Seung: “Tentang buku rekening, Inspektur Park..”
Jin Young: “Aku tahu, aku yakin ia menyuruhmu mengatakan padaku nanti. Tapi tetap saja kau harus memberitahuku.”


Jin Young lalu mengingatkan bahwa di antara rekan tidak boleh saling menyembunyikan sesuatu atau berbohong. “Menyembunyikan sesuatu dari rekanmu itu seperti menusuknya dari belakang dan itu lebih sakit dibanding tusukan biasa,” kata Jin Young.


Il Seung mengerti. Tapi ia tetap menyuruh Jin Young beristirahat saja. Jin Young bilang ia akan bersitirahat di kantor. Dia hanya akan duduk dan tidak melakukan apa-apa. Bagonya berada di kantor lebih baik bagi kesehatan mentalnya.


Il Seung lalu menawarkan diri untuk menyetir. Jin Young setuju tapi kemudian bertanya apakah Il Seung punya SIM. Il Seung mengiyakan dan dia berkata kalau dia sudah menyetir sejak umur 14 tahun. “Kenapa kau sudah menyetir di usia 14? Apa kau mencuri mobil?” tanya Jin Young. Il Seung lalu mengalihkan pembicaraan bahwa cuacanya snagat dingin dan mengantar Jin Young masuk ke mobil.


Cha Kyung menunggu suaminya di area parkir dan menanyakan Kang. Ia bilang sudah mengantarkannya ke sekolah bahkan sempat melihat bermain sepakbola. Ia bertanya apakah Cha Kyung menunggunya untuk bertanya tentang itu.


Cha Kyung: ‘Kenapa akhir-akhir ini kau tidak tidur dengan nyenyak?”
Ins. Park: Itu karena kasusnya sangat rumit.”
Cha Kyung: “Kasus tidak pernah membuatmu kesulitan tidur. Apa ini karena Kang Chul Gi?”
Ins. Park: “Tidak. Dia hanya datang untuk menjadi saksi. Kau bilang kau tidak mau tahu.”
Cha Kyung :”Aku tidak mau tahu. Tapi jika ada sesuatu yang perlu kutahu, tolong katakan padaku.”


Inspektur Park mengatakan bahwa tidak ada hal semacam itu. Dia hanya sangat khawatir karena sedang mengerjakan kasus ayah Jin Young yang merupakan anggota timnya. Ia lalu mengajak Cha Kyung ke dalam.


Ketua Jang menyapa Jin Young dan menyuruhnya menjaga diri. Ia lalu ingin menyentuh bahu Jin Young untuk menyemangatinya, tapi Il Seung menahannya. “Jangan melewati batas,” kata Il Seung. Jin Young yang tidak tahu kalau Ketua Jang adalah pembunuh ayahnya hanya bisa kebingungan atas sikap Il Seung.


Inspektur Park yang masuk bersama Cha Kyung dan berusah mencairkan suasana dengan memanggil nama Il Seung. “Lepaskan tanganmu. Apa yang kau lakukan? Masuk ke kantor,” perintahnya. Ia juga memberi kode kepada Cha Kyung untuk masuk ke cafe.


Ketua Jang: “Aku senang Petugas Oh mendengarkan perintah atasannya. Aku juga senang karena kau tahu posisimu. Tapi tetap saja, kau harus berhati-hati. Kau tidak mau terluka.”
Ins. Park: “Berhati-hatilah, Ketua Jang. Terutama ketika kau ada di sekitar Letnan Jin.”


Jin Young bertanya pada Il Seung apa yang baru saja ia lakukan dan juga apakah ada yang terjadi diantara mereka. Tapi Il Seung bilang tidak ada apa-apa dan menyuruh Jin Young turun ke kantornya yang memang berada di basement.


Inspektur Park menyuruh Jin Young masuk lebih dulu dan menegur Il Seung yang berani melakukan itu pada seorang Ketua Polisi, karena itu berarti sebuah perbuatan menentang yang bisa mengakibatkan pemecatan. “Apa kau mau dipecat hanya karena hal itu? Jangan bertindak gegabah.” Il Seung mengerti.


Inspektur bertanya apakah Il Seung sudah bertemu dengan Chul Gi. Il Seung menganggukkan kepalanya dan bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Inspektur berkata bahwa mereka akan tetap pada rencana, yaitu menangkap Ketua Jang dulu, baru kemudian menangkap Chul Gi.


Ins. Park: “Kalau kita menangkap Chul Gi lebih dulu, maka dia yang akan disalahkan atas semua hal.”
Il Seung: “Bagaimana dengan Letnan Jin?”
Ins. Park: “Tetap rahasiakan ini.”


Saat Il Seung dan Inspektur Park masuk ke kantor, Jaksa Kim sudah menunggu mereka. Inspektur Park bertanya apakah Jaksa Kim datang untuk mengucapkan selamat tinggal.


“Kau belum mendengarnya. Aku tidak dipecat. Aku masih penanggung jawab tim ini. Jadi aku datang untuk mengambil barang bukti rekaman pembicaraan Ketua Jin dan Lee Kwang Ho. Ada dimana itu? Tim Forensik tidak memilikinya,” kata Jaksa Kim.
Flashback..


Ketua Jang yang mengambil rekaman asli pembicaraan tersebut.


Inspektur Park bilang mereka tidak memilikinya karena ia merusaknya karena kecerobohannya sendiri. Jin Young terkejut dan merasa itu aneh. “Maafkan aku,” kata inspektur. Jaksa Kim lalu bertanya apakah inspektur diancam oleh Lee Kwang Ho.


Tiba-tiba Chul Gi datang.


“Aku datang untuk menyerahkan diri. Aku membunuh Ketua Jin Jung Gil,” kata Chul Gi. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon