1/03/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 24 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 24 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 24 Part 1

Jin Young menemui Lee Kwang Ho di rumahnya. Di sana juga ada Pengacara An dan Ketua Gook. Ketua Gook bilang walaupun Jin Young seorang detektif, dia tidak bisa sembarangan pergi kemana-mana. Tapi Jin Young berkata bahwa dia bukan datang sebagai detektif.


Jin Young: “Aku datang sebagai putri Ketua Jin. Manajer Lee, bantu aku menangkap Jang Pil Sung.”
Ketua Gook: “Kenapa kau meminta bantuannya? Polisi seharusnya...”
Jin Young: “Kim Yoon Su merusak semuanya. Manajer Lee, apa Jang Pil Sung tahu kelemahanmu?”


Jin Young lalu mengeluarkan ponselnya dan memperdengarkan rekaman Jaksa Kim yang meminta bukti kejahatan Lee Kwang Ho dari Restoran Odong dan Ketua Jang dibuat seolah-olah memilikinya.


“Dan ini,” kata Jin Young sambil menunjukkan sebuah flasdisc. “Versi lengkapnya.”


Jin Young juga memberitahu kalau bukti itu akan sampai ke tangan Tim Forensik dalam dua jam. “Aku juga sudah tahu kalau kau adalah penyebab kebangkrutan Grup Jinsung, karena kau menginginkan uang dari ayahku,” kata Jin Young.


Manajer Lee mendengarkan Jin Young yang mengatakan bahwa tujuan utamanya datang adalah untuk menangkap Jang Pil Sung, orang yang mendorong ayahnya. Dia tidak mau Jang Pil Sung bebas karena bekerja sama dengan Jaksa Kim. “Bantu aku.”


Ketua Gook: “Apa itu yang kau inginkan dari kami?”
Jin Young: “Aku juga tidak tahu. Aku harap kau akan menolongku.”


Ketua Gook bertanya  apakah mereka harus mempercayai Jin Young. Manajer Lee menanyakan pendapat Pengacara An. Pengacara An yang sebelumnya bertemu Ketua Jang berpikir bahwa Ketua Jang tidak terlihat akan mengkhianati mereka.


Ketua Gook: “Bagaimana jika Jin Young benar?”
Man. Lee: “Maka kita harus menyebarkan rekaman CCTV di atap itu. Pekerjaaan orang untuk mendapatkan bukti file dari Restoran Odong.”


Il Seung bertanya pada Chul Gi apakah sebelum jatuh Ketua Jin mengatakan sesuatu. Chul Gi bilang mereka sama-sama panik sehingga tidak ada kesempatan untuk saling berkomunikasi. “Aku tahu ini sulit, tapi cobalah diingat, apa kata-kata terakhir Ketua Jin?” tanya Il Seung.
Flashback..


“Rekaman.. Disana.. rekaman..” kata Ketua Jin.


“Rekaman?” gumam Chul Gi. “Rekaman.. disana.. Aku rasa dia mengatakan seperti itu.”
Flashback..


Il Seung mengingat saat Jin Young membawanya ke atap bekas Gedung Grup Jinsung dan melihat ada kipas angin luar untuk penyejuk ruangan disana.


“Paman, aku segera kembali,” kata Il Seung sambil meninggalkan Chul Gi yang kebingungan.


Inspektur Park menyuruh Jin Young berhenti berjalan mondar-mandir. Jin Young yakin sudah mengatakan waktunya dua jam hingga barang bukti sampai di Tim Forensik. Isnpektur Park heran kenapa Jaksa Kim belum juga menghubungi mereka. Ia khawatir Lee Kwang Ho tidak mengambil umpannya.


“Ya, itu seharusnya cukup. Itu file asli rekaman di atap,” kata Jaksa Kim di telepon. “Ya. Pastikan untuk mengeceknya dengan benar, Inspektur Park.”


Ketua Jang tahu itu hanya umpan. Tapi kemudian Jaksa Kim bilang kalau Manajer Lee terkena umpannya dan mengirimkan rekaman asli kejadian dia atap sebagai ganti bukti dari Restoran Odong yang Lee Kwang Ho kira ada di tangan Ketua Jang. Lalu Pengacara An datang.


Ketua Jang: “Apa ini perbuatanmu? Aku kandidat yang lebih kuat untuk pemilihan umum. Apa karena itu kau menyingkirkan aku?”
Peng. An: “Tutup mulutmu.”
Ketua Jang: “Siapa yang kau perintah? Kau pikir siapa kau?”
Peng. An: “Pengacaramu. Jaksa Kim, kau hampir berhasil. Tampaknya Ketua Jang tidak tahu apa-apa tentang bukti itu.”


Pengacara An berkata bahwa seharusnya Jaksa Kim membuat jebakan yang lebih baik. “Bisakah Ketua jang pergi sekarang?”


Dalam keputusasaannya, Jaksa Kim menerima telepon, “Inspektur Park?”


Ketua Gook menerima telepon, lalu mengatakan kepada Manajer Lee bahwa masalahnya sudah selesai. Manajer Lee tetap belum lega sampai bukti itu ditemukan.


Ketua Jang kembali ke Kantor Polisi dan di lobi, Tim Inspektur Park sudah menunggunya.


Ketua Jang bertanya, “Apa yang kalian lakukan disana? Bukankah kalian seharusnya berlutut untuk meminta maaf? Kau ingin memborgol atasanmu. Apa kalian semua sudah siap untuk dipecat?” Kemudian Il Seung datang.


Ketua Jang bertanya kenapa Il Seung selalu datang terlambat. Ia lalu mengingatkan Jin Young agar menjaga kesehatan walaupun sebentar lagi akan dipecat.


Ketua Jang akan menyentuh bahu Jin Young lagi, tapi Jin Young mengeluarkan borgolnya dan memasangkannya ke tangan Ketua Jang.


Inspektur mengatakan bahwa mereka punya surat penangkapan untuk Ketua Jang dan Il Seung menunjukkannya. Ketua Jang membaca surat itu.


“Jang Pil Sung, kau ditangkap atas percobaan pembunuhan terhadap Jin Jung Gil,” kata Jin Young sambil memborgol tangan Ketua Jang yang satu lagi.


Di ruang interogasi, Ketua Jang diperdengarkan suara rekamannya saat akan mendorong Ketua Jin.


“Hey, lepaskan!”
“Kau mau melihat Han Cha Kyung mati?”
“Jika kau ingin kekasihmu selamat, lepaskan dia sekarang juga!”
“Lepaskan!”


Inspektur Park tersenyum.
Flashback..  


Alat perekam itu tersimpan di tempat yang sama selama 10 tahun.


Il Seung kemudian mengambilnya.


Sersan Kim mengatakan bahwa itu merekam juga ancaman Ketua Jang kepada Chul Gi. Sersan Kwon bilang dengan terbuktinya Chul Gi yang tidak bersalah pasti membuat Inspektur Park senang. Sersan Kim bertanya dimana Il Seung menemukan rekaman itu. “Di kipas angin luar untuk penyejuk udara,” jawab Il Seung.
Flashback..


Malam itu, Ketua Jin dengan sembunyi-sembunyi menyimpan alat perekam itu disana.


“Mereka merenovasi atapnya, tetapi mereka tidak pernah melakukan perbaikan pada penyejuk ruangan itu,” jelas Il Seung. Sersan Kwon menduga Il Seung punya indera keenam. Ia lalu bertanya dimana Jin Young sekarang.


Jin Young sedang bersama Ketua Jang di ruang interogasi dan Il Seung mengawasinya dari ruang kontrol.


Jin Young: “Bagaimana rasanya? Bagaimana rasanya mendorong seseorang dari ketinggian?”
Ketua Jang: “Keluar. Kau terlibat dalam kasusnya. Kau sudah memborgolku, tapi kau tidak bisa menginterogasiku juga.”


Jin Young berkata bahwa Ketua Jang tidak perlu membunuh ayahnya. Dan jika ia membunuh seseorang, seharusnya ia tidak berani memakai badge Kepolisian. “Kau tidak seharusnya menjadi atasanku!”


“Apa berkat itu kau dapat promosi lebih cepat? Bagaimana rasanya menjadi pembunuh, kau brengsek?! Katakan!Apa yang coba kau sembunyikan?” Jin Young mencengkeram  kerahKetua Jang.


Il Seung yang melihatnya dari ruang kontrol, langsung masuk dan menarik Jin Young menjauh dari Ketua Jang. “Lepaskan aku,” kata Jin Young sambil menangis. Jin Young akhirnya keluar darisana.


Ketua Jang berusaha menenangkan dirinya.


Ketua Gook dan Pengacara An sama-sama sedang sibuk dengan ponselnya.


Ketua Gook yang pertama melaporkan bahwa rekamannya tertumpuk oleh rekaman lain, sehingga sekarang bukti dari Restoran Odong sudah tidak ada.


Pengacara An lalu mengatakan bahwa ia sudah membersihkan urusannya dengan Ketua Jang. “Apapun yang dia katakan, akan ssulit untuk menghubungkannya denganmu,” kata Pengacara An.


Manajer Lee sangat marah, karena mereka diperlakukan seperti ini padahal ia punya banyak koneksi dan juga pengalaman. “Aku tidak mau melihat kalian. Keluar.”


Young Min masuk dan melihat masih ada tamu, jadi dia akan pergi lagi. Tapi Manajer Lee menyuruhnya mengatakan keperluannya.


“Tolong pikirkan kembali tentang Tunisia. Aku tidak mau pergi,” kata Young Min.


“Dan kau sebut dirimu putraku?” kata Manajer Lee yang kemudian melemparkan gelas ke lantai dekat Young Min.


Young Min sangat sedih lalu pergi meninggalkan ayahnya. Ketua Gook dan Pengacara An juga sama terkejutnya.


Ketua Gook menyusul Young Min dan bertanya ia akan pergi kemana. “Sudah larut, jangan pergi,” kata Ketua Gook. Tapi Young Min tetap pergi.


Ketua Gook lalu menelepon Pak Kwak memberitahu kalau Young Min pergi keluar dan menyuruhnya mengawasinya.


Chul Gi: “Terima kasih. Kau sudah berusaha keras.”
Ins. Park: “Kau juga? Hey, kau mau minum?”
Chul Gi: “Lain kali.”
Ins. Park: “Tidak, ayo pergi sekarang. Kau yang traktir.”


Ketua Gook menerima telepon dari Pak Kwak, “Ya, Apa?!”


Ketua Gook lalu membuka sebuah ruangan di restoran. Ia melihat Young bersama seorang pria dan dua wanita.


Ketua Gook mengecek napas wanita yang ada di pangkuan Young Min.


Ketua Gook lalu menatap Young Min sejenak lalu terduduk lemas.


Jin Young berkata bahwa rencananya dia datang ke kantor untuk beristirahat, tapi ia malah menjadi lebih lelah. Jin Young lalu mengajak Il Seung pulang. Saat akan naik tangga, ia mengeluh sakit di perutnya.


Il Seung: “Hey, apa kau baik-baik saja? Apa aku perlu menggendongmu?”
Jin Young: “Tidak. Peluk aku saja.”
Il Seung: “Apa?”
Jin Young: “Aku tahu kau akan bertingkah seperti ini. Lupakan saja.”


Jin Young naik lebih dulu ke tangga, tapi Il Seung kemudian meraih tangannya.


Kemudian, Il Seung melepaskan tangannya lagi. Jin Young terlihat agak kecewa, lalu melanjutkan menaiki tangganya. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon