1/09/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 25 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 25 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 25 Part 1

Ketua Gook: “Tempat penyimpanan pribadi?”
Peng. An: “Ya. Pengadilan mengeluarkan surat perintah penyitaan, dan termasuk di dalamnya tempat penyimpanan pribadi Jang Pil Sung. Kau tahu apa yang ada di dalamnya? Coba pikirkan.”


Pengacara An mengingatkan bahwa apakah isinya berhubungan dan bisa membahayakan mereka. Ketua Gook memintanya jangan khawatir, karena ia akan mengurusnya.


Pengacara An bertanya apakah ada masalah, karena Ketua Gook terlihat tidak sehat. “Semua yang terjadi sekarang adalah masalah,” kata Ketua Gook yang kemudian menghubungi Pak Kwak dengan ponselnya.


Pak Kwak dan Asisten Ki masuk ke suatu ruangan dan memeriksa semua sudut dan barang-barangnya. Mereka tidak menemukan apapun, tapi Pak Kwak malah mengantongi jam tangan.


Asisten Ki bertanya apakah mereka bisa pergi. Pak Kwak bilang mereka tidak boleh meremehkan Ketua Jang dan terus berusaha mendapatkan sesuatu. Pak Kwak memeriksa lukisan dan menemukan ada yang lebih berat dibanding lukisan lainnya.

Pak Kwak memecahkan lukisan itu dan menemukan ada sebuah amplop coklat di dalamnya. “Pak Kwak, kau menakjubkan,” kata Asisten Ki kagum.


Pak Kwak: “Dia bodoh menyembunyikannya disini. Itu lebih berat dibanding yang lain. Dan dia berpikir bahwa tempat itu tidak mungkin ketahuan. Pasti ia membantu melepaskan banyak kasus.”
Ast. Ki: “Lee.. Lee Young Min? Apa dia benar-benar pembuat masalah?”


“Dia menyebabkan banyak masalah, tapi hanya ini yang ketahuan,” kata Pak Kwak. Itu adalah hasil pemeriksaan atas tes narkoba dengan hasil positif.


Mereka kemudian membawa dokumennya pergi, tapi di luar Tim Kejahatan Tersembunyi menghadang mereka.


Jin Young: “Kita bertemu lagi. Tampaknya kau membawa apa yang kami butuhkan. Berikan pada kami sekarang.”
Ast. Ki: “Pak Kwak kau harus pergi. Aku yang akan menangani mereka semua.”


Pak Kwak lalu melarikan diri. Dan Asisten Ki mencoba menghalangi mereka.


Sementara yang lain berkelahi dengan Asisten Ki, Il Seung berusaha mengejar Pak Kwak.


Jin Young juga berusaha mengejar dari arah yang berbeda.


Il Seung semakin dekat dengan Pak Kwak yang masih terus berlari.


Sersan Kwon dan Kim berhasil memojokkan Asisten Ki.


Jin Young menyerang Pak Kwak dari arah berlawanan dan berhasil menjatuhkannya. Tapi dengan sigap, Pak Kwak langsung bangun lagi dan bersiaga. Il Seung juga sampai di lokasi.


Mereka bertiga berkelahi. Jin Young terjatuh, karena Pak Kwak berhasil memukul perutnya yang sebelumnya terkena tusukan.


Pak Kwak: “Kau semakin bagus.”
Il Seung: “Ini hanya dasarnya saja.”


Il Seung memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil ponsel Pak Kwak. Pak Kwak kembali menyerangnya dan berhasil menjatuhkan Il Seung. Mereka kembali berkelahi.


Berkat pengalamannya mencopet, Il Seung berhasil mengambil dokumennya dari dalam jaket Pak Kwak.


Saat Jin Young dan Il Seung membaca dokumen itu, Pak Kwak membakar surat pemeriksaan narkoba Young Min yang sebelumnya sudah ia pisahkan. Mereka melihatnya dan mencoba memadamkan apinya, tapi sudah terlambat.


“Pak Kwak, aku akan menangani mereka!” kata Asisten Ki yang terus meronta ketika ditangkap oleh Sersan Kwon dan Kim. Pak Kwak menyuruh mereka melepaskan Asisten KI, jika tidak maka atasan mereka tidak akan diam saja.


Il Seung: “Haruskah aku sendiri yang menghubungi bosmu? Letnan Jin, tolong pegang dia.”
Pak Kwak: “Hey, itu ponselku!”


“Kau menemukannya?” tanya Ketua Gook.


Il Seung: “Tidak. Tapi ponsel ini tiba-tiba ada di tanganku, mantan Ketua Gook Su Ran.”


Ketua Gook melempar ponselnya.


Pak Kwak dan Asisten Ki diikat di pohon. Il Seung membawa ponselnya untuk diperiksa. “Kami memutuskan untuk melakukan hal baik dengan meninggalkan kalian disini, karena kalian adalah NIS,” kata Jin Young sambil melemparkan sebuah cutter.


Sersan Kwon mengucapkan semoga mereka beruntung. Pak Kwak berusaha meraih cutter dengan kakinya, tapi Sersan Kim malah menjauhkan cutter tersebut dari mereka. “Hey! Hey! Astaga...”


Sersan Kim apakah Il Seung yakin akan menemukan sesuatu di ponsel itu. Il Seung mengatakan bahwa Tim Forensik sedang memeriksa ponsel ganda Ketua Jang. “Jang Pil Sung, Gook Su Ran, Kwak Young Jae, jika kita melacak dan mengecek daftar panggilan mereka, kita pasti akan menemukan sesuatu,” kata Il Seung.


Il Seung juga mengatakan mereka mungkin saja menemukan bukti pembunuhan Pak Choi. Sersan Kim berharap mereka juga bisa menemukan bukti penyerangan yang dilakukan pada  Jin Young.


Sersan Kim dan bawahannya yang lain memeriksa di ruang kantor.


Sersan Kwon memeriksa mobil Ketua Jang.


Mereka mengumpulkan bukti yang didapatkan, yaitu ponsel ganda Pak Kwak, sisa dokumen yang terbakar, kunci dan dokumen lainnya yang tersimpan aman dalam amplop coklat.


Inspektur Park meminta Sersan Kim dan Kwon membawa barang bukti ke Tim Forensik.


Ins. Park: “Kunci apa ini?”
Jin Young: “Kami menemukannya di bawah vas, kami tidka tahu kunci apa itu.”
Ins. Park: “Itu berarti ada tempat penyimpanan lainnya.”


Il Seung mengatakan tentang beberapa ponsel ganda yang mereka temukan dan berharap dapat mendapatkan keterkaitan daftar panggilan, untuk menemukan bukti pembunuhan Pak Choi.


Pak Kwak meminta Ketua Gook tidak khawatir, karena dia sudah membakar dokumen tentang Young Min.


Ketua Gook: “Itu kasus tiga tahun lalu. Aku tidak percaya dia masih menyimpannya. Jang Pil Sung itu... Lalu bagaimana dengan ponsel gandanya?”
Pak Kwak: “Tidak banyak informasi di dalamnya.”
Ketua Gook: “Apa maksudmu? Aku baru saja berlaku mencurigakan kemarin.”


Ketua Gook mengatakan bahwa kepalanya sedang sangat sakit, jadi dia tidak punya kekuatan untuk memarahi Pak Kwak, tapi pada akhirnya dia tetap saja memarahi Pak Kwak. Pak Kwak diam saja. 


Ketua Gook: “Kenapa kau selalu membuat kesalahan jika bertemu dengan Kim Jong Sam? Bagaimana bisa aku percaya dan bekerja denganmu? Bagaimana jika ada yang menyadari tentang kejadian kemarin malam?”

Pak Kwak: “Tidak akan ada yang mengetahuinya.. Bahkan jika Kim Jong Sam datang ke lokasi kejadian. Tidak ada yang tahu tentang ini atau melihatnya. Semua yang ada di ruangan itu sedang teler, jadi mereka tidak melihat apapun. Aku memastikan bandar narkoba sudah pergi lebih awal, jadi dia tidak tahu apa-apa.”


“Kau bicara dengan baik. Tapi aku tidak bisa mempercayaimu, jadi ceklah lagi,” perintah Ketua Gook. “Jika perlu, hapus apapun yang diperlukan. Kau mengerti maksudku?”


Setelah Pak Kwak keluar, Ketua Gook menyandarkan kepalanya di kursi. Kali ini, ia tampak sangat depresi.


Asisten Ki bertanya apakah Ketua Gook benar-benar marah. Pak Kwak bilang Ketua Gook sedang sangat lemah, jadi tidak bisa marah-marah. “Dia sangat sensitif jika menyangkut putra Manajer Lee. Apa rumor itu benar?” gumam Asisten Ki.


Pak Kwak: “Rumor apa?”
Ast. Ki: “Mereka bilang Young Min adalah putra Manajer Lee dan Ketua Gook. Itulah kenapa dulu istri Manajer Lee meninggal karena neurasthenia.” {Neurasthenia adalah penyakit saraf yang menyangkut ketidaktenangan jiwa, kegelisahan, tekanan atau pertentangan batin)
Pak Kwak: “Tidak mungkin. Manajer Lee dan Ketua Gook pertama kali bertemu 20 tahun lalu. Sebelum mereka bertemu, Ketua Gook tinggal di luar negeri. Seluruh negeri tahu kalau Young Min diadopsi.”


Asisten Ki lalu bertanya lagi kenapa Ketua Gook sangat sensitif tentang masalah Young Min. Pak Kwak bilang itu karena masalah Young Min dapat berdampak buruk kepada ayahnya, yaitu Manajer Lee. Asisten Ki mengangguk-anggukkan kepalanya.


Pak Kwak lalu meminta Asisten Ki membelikan ponsel baru untuknya dan mengingatkan agar Asisten Ki juga membuang ponsel miliknya. Asisten Ki bilang ia sudah langsung membuangnya.


Ketua Gook masih duduk di mejanya. Ia kemudian mengeluarkan sebuah foto bayi dari buku di dalam lacinya.


Ketua Gook menatap foto itu dengan sedih. Matanya berkaca-kaca. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon