1/09/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 25 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 25 BAGIAN 1


#25 – Kami Temukan Tempat Penyimpanan Pribadimu


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 24 Part 2

Young Min tampak memasuki suatu tempat. Terlihat ada dua wanita memakai hanbok yang memberi hormat padanya. Pak Kwak dan Asisten Ki mengintai dari dalam mobil tepat di depan tempat itu. Ternyata, Young Min sering membuat masalah. Pak Kwak lalu masuk ke dalam untuk melihat bersama siapa Young Min di dalam.


Young Min masuk ke suatu ruangan dan disana sudah ada 2 pria yang menunggunya. Salah satunya mengatakan bahwa Young Min harus belajar untuk datang tepat waktu dan menyebutnya aebagai anak sekolah yang takut kepada ayahnya. “Ngomong-ngomong siapa ayahmu?” tanya pria itu. Young Min menyiram pria itu. 


Young Min: “Kau butuh uang?”
Pria 1: “Maafkan aku.”
Young Min: “Apa kau mau uang dengan bersedia aku pukul? Kau butuh uang? Kau harus memberikanmu uang kalau begitu?”


Pria pertama bilang ia tidak mau dipukuli karena uang. Ia tersenyum licik dan mengatakan bahwa dia membawa barang baru.

Pria kedua mengatakan bahwa akhirnya mereka menemukan narkoba yang terkenal. Ia meminta pria 2 segera memberikannya.


Young Min tampak senang dan mengambil narkoba itu dari tangan pria 1. Ia tanya berapa harganya. “Yang pertama selalu gratis,” jawab pria 1.  Young Min merasa ada yang kurang. Pria 1 kemudian menekan bel.


Lalu datanglah dua orang gadis. Yu Ra duduk di samping Young Min dan Si Ah duduk di samping pria 2.


Pria 1 mengingatkan agar pria 2 tidak memakainya terlalu banyak, karena narkobanya keras dan bisa menyebabkan mereka terbakar sampai mati.


“Astaga, menakjubkan. Ayo kita terbakar sampai mati,” kata Young Min sambil menelan narkobanya. Pria 1 mengatakan bahwa Young Min memakannya terlalu banyak.


“Uh...” kata Young Min sambil tertawa. Ia terdengar sangat menikmati narkobanya.


Kemudian, Yu Ra terlihat merayap sambil terisak, “Tolong aku...tolong...” Yu Ra berusaha pergi, tapi Young Min menangkapnya dan menelan narkoba lagi.


Young Min tanpa sadar menarik Yu Ra dan mencekik lehernya. Yu Ra yang sebelumnya berusia berteriak agar ditolong, kemudian tidak terdengar lagi suaranya.


Ketua Gook menerima telepon dari Pak Kwak dan sangat terkejut.


Ia kemudian terlihat mengendarai mobilnya dengan sangat khawatir.


Ketua Gook masuk ke ruangan Young Min dan mengecek napas Yu Ra. Ia jatuh terduduk sambil menatap Young Min yang masih tidak sadarkan diri.


Il Seung dalam perjalanan pulang.
Flashback..


Il Seung mengingat kembali saat ia berusaha menahan Jin Young dan sempat berpikir untuk memenuhi permintaan Jin Young agar memeluknya, tapi ia mengurungkan niatnya.


Il Seung tidak langsung pulang ke rumah, ia menemui Eun Bi di tempatnya bekerja. Il Seung bertanya apakah ia mengganggu Eun Bi. Eun Bi tersenyum dan mengatakan bahwa ia bisa beristirahat beberapa menit.


Eun Bi: “Apa yang membawamu kesini?”
Il Seung: “Aku sedang ingin makan pizza. Ah, ini banyak. Makanlah.”


Eun Bi menduga Il Seung sedang sangat merindukan kakaknya, Ddak Ji. Jadi Il Seung rela jauh-jauh datang kesana untuk menemuinya. Il Seung menganggukkan kepalanya. “Benar. Aku juga ingin tahu kabarmu,” kata Il Seung.


Eun Bi menduga kalau kasus kakaknya belum mengalami kemajuan. Il Seung meminta maaf tapi ia berjanji akan menyelesaikan kasusnya walaupun harus membutuhkan waktu yang lama.


Ibu Ji An memandang foto suaminya. Ketika Ji An pulang, ibu langsung menyimpan foto itu di dalam laci


Ibu menyuruh Jin Young memesan makan karena tidak ada apapun di rumah, tapi Jin Young menginginkan makanan rumahan. Ibunya terus bicara menduga kalau ada sesuatu yang terjadi dan mengatakan bahwa seharusnya Jin Young pergi bekerja setelah benar-benar sehat.


Jin Young lalu memeluk ibunya.


Ibu: “Apa?”
Jin Young: “Ayah tidak bunuh diri. Aku menemukan pembunuhnya.”


Ibu sangat terkejut. Jin Young melepaskan peulukannya dan mengatakan bahwa ayahnya tidak bunuh diri dan tidak bermaksud menelantarkan mereka.


“Kenapa dia dibunuh? Siapa yang membunuhnya?” tanya ibu. Jin Young bilang pembunuhnya adalah pria jahat yang sepertinya bertengkar dengan ayahnya. “Siapa orang jahat itu?” tanya ibu lagi.


Jin Young bilang ia baru bisa mengatakannya, jika kasusnya sudah selesai. “Dan wanita yang terekam di blackbox, ayah tidak berselingkuh dengannya. Ayah bertemu dengannya untuk alasan lain,” jelas Jin Young.


Ibu menangis dan menyesal telah berpikiran salah terhadap suaminya selama 10 tahun. Jin Young memeluknya lagi.


Inspektur Park sudah selesai minum bersama Chul Gi dan ia pulang duluan. Chul Gi masih melanjutkan minumnya.


Keesokan harinya, Jin Young melihat Il Seung sudah berangkat pagi-pagi sekali sambil berlari. Jin Young penasaran.


Il Seung melatih tinjunya. Kemudian ia dikejutkan dengan kedatangan Jin Young. Ia bertanya bagaimana Jin Young bisa menemukannya disana.


Jin Young berkata, “Tempat polisi tidak kompeten berolahraga, sangat mudah ditemukan. Hanya ada gym ini di lingkungan ini.” Jin Young lalu menusuk Il Seung dengan gagang pemukul lalat. “ Kau tertusuk.”


Jin Young mengajak Il Seung mempelajari dasarnya dulu. Ia melepaskan sarung tangan tinju Il Seung dan memberitahu bahwa yang bertarung bukanlah tentang memukul, melainkan menghindar.


Jin Young meminta Il Seung meluruskan tangannya seolah-olah akan memukul Jin Youn. Tapi Jin Young malah benar-benar memukul Il Seung dan membuatnya kesakitan.


Jin Young menjelaskan apa yang harus Il Seung lakukan. Ia kemudian memberikan contoh dan penjelasan, dengan menyerang Il Seung lagi.


Jin Young meminta Il Seung untuk menyerangnya. Il Seung berhasil melakukannya. “Ulangi, masih terlalu lemah,” kata Jin Young.


Il Seung masih melatih gerakan yang Jin Young ajarkan. Jin Young memujinya bahwa Il Seung berlatih dengan cepat.


Jin Young kembali membahas kasus ayahnya dan menduga saat itu Lee Kwang Ho juga ada di Restoran Odong. Il Seung juga menduga hal yang sama.


Jin Young: “Apa kau pikir Lee Kwang Ho-lah yang membunuh Jaksa Joo dan Nona Hong?”
Il Seung: “Aku sudah memikirkannya dan itu aneh. Dia tidak punya alasan untuk membunuh orang dengan tangannya sendiri. Ada orang yang akan melakukan itu untuknya. Kenapa dia melakukannya sendiri?”


Jin Young ingin melakukan penyelidikan ulang untuk kasus pembunuhan di Restoran Odong, namun akan sulit karena pasti akan dimulai dengan Kim Jong Sam dan kakak Eun Bi, dan Inspektur Park akan dengan mudah mengetahui kalau Il Seung adalah Kim Jong Sam. Jin Young menyarankan agar mereka mendapatkan kesaksian tentang kasus itu.


Yang menjadi sasaran untuk rencana mendapatkan kesaksian kasus Restoran Odong adalah Ketua Jang. Il Seung menemuinya di ruang interogasi.


Ketua Jang: “Apakah aman menginterogasiku saat yang lain belum datang ke kantor? Ada apa? Apa kau takut tentang apa yang bisa kukatakan, Petugas Oh Il Seung?”
Il Seung: “Aku tidak takut tentang itu, kau tidak punya bukti. Lagipula kalau itu ketahuan, aku tidak akan jatuh sendirian. Lee Kwang Ho akan jatuh bersamaku.”


Il Seung bertanya apakah Ketua Jang akan mengkhianati Lee Kwang Ho.Ketua Jang menolak dengan tegas, karena dia sudah melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya. “Para juri tidak akan menyukaimu, jika kau mengkhianati Lee Kwang Ho,” kata Ketua Jang.


Il Seung: “Berarti kau tidak akan pernah mengakui kalau Lee Kwang Ho adalah otak pembunuhan Ketua Jin?”
Ketua Jang: “Apa itu terjadi? Aku tidak ingat.”
Il Seung: “Tentu. Lagipula sulit menangkapnya jika hanya dari pengakuanmu saja. Lalu bagaimana dengan Restoran Odong?”


Il Seung bertanya apakah Lee Kwang Ho ada disana. Ketua Jang berkata bahwa dia tidak tahu tentang itu dan bertanya balik kenapa Il Seung menanyakan hal itu.


Il Seung: “Aku difitnah. Kau adalah polisi yang bertugas saat itu, jadi aku berpikir kau tahu sesuatu.”
Ketua Jang: “Kau dijebak? Yang aku tahu Kim Jong Sam dan Geum Byul itu bersalah atas pembunuhan.”


Il Seung menghela napasnya dan berkata bahwa jika Ketua Jang memberikannya informasi yang berguna, maka Il Seung bisa menghapus rekaman suara di atap gedung Grup Jinsung. Dan Ketua Jang harus memutuskannya sebelum Kejaksaan mengambil alih kasusnya.


Ketua Jang tampak mempertimbangkannya, tapi ia masih curiga pada Il Seung.


Jin Young memantau pembicaraan mereka dari ruang kontrol.
Flashback..


“Katakan pada Pil Sung, bahwa kau akan menyingkirkan bukti yang kau temukan di atap,” kata Jin Young pada Il Seung saat masih di sasana tinju. “Dia mungkin tetap diam, tapi ia akan memikirkannya saat dia mulai terpojok.”


Tiba-tiba Inspektur Park masuk dan bertanya kenapa Jin Young tidak merekam interogasinya. Jin Young panik dan mengatakan bahwa ia lupa menyalakannya. Tapi kemudian inspektur mengatakan bahwa mereka sudah mendapat surat perintah.


Inspektur Park masuk ke ruang interogasi dan memberitahu Ketua Jang kalau mereka sudah menerima surat perintah penyitaan dan akan melakukan pemeriksaan di kantor, rumah, dan mobilnya.


Ins. Park berkata, “Ah satu lagi. Aku menemukan bahwa kau mengirimkan 5.000 dollar setiap tahun. Lalu aku melacaknya dan itu adalah tempat penyimpanan pribadi. Dari ekspresimu terlihat memang ada sesuatu disana.”


Inspektur Park menunjukkan tulisan ‘Kotak Penyimpanan Dongrae’ di surat perintah penyitaan. “Kami akan mengeceknya,” lanjutnya kemudian dia pergi.


Comments


EmoticonEmoticon