1/10/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 26 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 26 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 26 Part 1

“Astaga! Apa dia sudah kehilangan akal? Kenapa dia tiba-tiba melakukan itu?” kata Manajer Lee panik dan khawatir.


Peng. An: “Ini bukan tiba-tiba. Dia pernah melakukannya, tapi Ketua Gook menutupinya.”
Man. Lee: “Apa? Apa yang dia lakukan di belakangku? Bagaimana aku menghentikannya jika sudah ada surat perintah penangkapan?”
Peng. An: “Lebih baik Anda mengakuinya kali ini. Minta maaflah atas namanya karena telah menjadi ayah buruk dan gagal mendidiknya.”


Manajer Lee tidak menyukai rencana Pengacara An. Tapi Pengacara An mengatakan bahwa Young Min bukanlah anak kandung Manajer Lee, jadi orang akan berpikir kalau Young Min tidak tahu berterima kasih dan mereka akan bersimpati pada Manajer Lee. “Baiklah. Dimana Young Min sekarang?” tanya Manajer Lee.


Pak Kwak masuk ke ruang kerja Young Min (maaf ya sebelumnya aku kira itu ruangan Ketua Gook) dan bersiap membawa Young Min pergi. Ketua Gook bertanya seberapa banyak yang Kepolisian tahu hingga mengeluarkan surat penangkapan. Pak Kwak mengatakan bahwa mereka hanya tahu tentang narkoba saja.


Pak Kwak bergegas melepaskan ikatan Young Min dan menggendongnya, karena Polisi sudah sampai di area parkir. Ketua Gook panik.


Jin Young sampai di kantor Young Min, namun pintunya sudah terkunci. Jin Young mengetuk pintunya dan menjelaskan siapa dirinya, namun tidak ada yang menjawab. Jin Young lalu meminta petugas keamanan membuka pintu dengn menggunakan kunci cadangan.


Sementara itu, Young Min disembunyikan di toilet. Pak Kwak menerima telepon, dan setelah itu meminta Ketua Gook untuk pergi lebih dulu agar tidak terlihat oleh para detektif.


Jin Young tidak menemukan siapapun di kantor Young Min. Il Seung meminta petugas keamanan untuk menunjukkan rekaman CCTV. Il Seun pergi bersama petugas dan Jin Young tetap berada di kantor.


WC terlihat pecah dan Young Min sudah tidak ada disana!


Jin Young sedang menggeledah, ketika Young Min kembali ke kantornya dalm keadaan berantakan. Pengaruh narkobat bath salt itu belum juga hilang. Young Min mengunci pintunya dari dalam.


Jin Young memperkenalkan dirinya, namun kemudian ucapannya terhenti karena melihat perilaku aneh Young Min. Ia seperti menahan sakit di kepalanya, tubuhnya bergetar dan berjalan sempoyongan.


Jin Young mendekatinya dan terus memanggil nama Young Min. Young Min melihat ke arah Jin Young dengan tatapan mengerikan lalu mencekiknya.


Jin Young berusaha melepaskan tangan Young Min dan juga menendang kakinya, namun tidak berhasil. Ia kemudian mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Il Seung.  Jin Young semakin kehilangan napasnya, lalu pnselnya terjatuh.


Il Seung: “Ya?”
Jin Young: “Oh Il Seung! Tolong aku!”
Il Seung: “Jin Jin Young? Jin Young?”


Il Seung berlari menuju kantor Young Min. Ia bertambah panik, karena ruangannya kembali terkunci.


Sementara itu di dalam, tingkah Young Min semakin brutal. Ia memojokkan Jin Young ke sofa dan terus mencekiknya tanpa ampun.


Dengan menggunakan APAR pemadam kebakaran, Il Seung merusak kunci pintu dan berhasil membukanya. Ia langsung melempar Young Min dan mengecek keadaan Jin Young.


Il Seung berhasil menyadarkan Jin Young yang langsung menanyakan keberadaan Young Min. Tubuh Young Min masih terus bergetar.


Young Min kemudian pingsan lagi.


Jin Young menarik napas lega, “Aku hampir mati.”


Ketua Gook terlihat sangat depresi. Pak Kwak menutup teleponnya dan mengabarkan kalau Polisi membawa Young Min ke rumah sakit. Pak Kwak menawarkan obat sakit kepala pada Ketua Gook. Ketua Gook tidak menjawab.


Pak Kwak:”Untungnya, ia masih dalam pengaruh obat saat menyerang Letnan Jin. Itu bisa meringankan.”
Ketua Gook: ‘Ya, karena itu bukan itu masalahnya. Wanita yang bersamanya kemarin malamlah yang menjadi masalah.”


Ketua Gook bertanya apakah Pak Kwak sudah menangani wanita itu dengan baik. Pak Kwak mengiyakan. Ketua Gook memperintahkan Pak Kwak agar menyewa orang untuk memindahkannya.


Pak Kwak mulai berpikir kalau itu semua adalah ulah Ketua Jang yang pasti merasa kesal atas apa yang terjadi. “Jang Pil Sung?” kata Ketua Gook geram.


Ketua Jang sedang diinterogasi oleh Sersan Kwon. Pengacara An lalu masuk dan memintwa waktu untuk bicara secara pribadi dengan kliennya. Sersan Kwon lalu keluar dan Pengacara An duduk di depan Ketua Jang.


Ketua Jang: “Kau sudah lama tidak muncul, kenapa? Apa kau memutuskan untuk menjadi pengacaraku?”
Peng. An: “Tidak. Aku tidak akan melakukannya. Jadi aku datang untuk mengatakan agar kau merengek.”
Ketua Jang: “Merengek? Siapa?”


Ketua Jang marah dan mengatakan bahwa Pengacara An seharusnya menguru masalahnya secara pribadi. Dia sudah berusaha keras untuk mendukung Manajer Lee.


Pengacara An mengatakan bahwa sampai detik ini kasus Ketua Jang masih dirahasiakan, tapi sebentar lagi media akan mengetahuinya, lalu seluruh masyarakat akan mengumpatnya. Pengacara An juga mengatakan bahwa Manajer Lee sudah memutuskan bahwa Pengacara An-lah yang akan mengikuti pemilihan umum di Pulau ungeum.


Ketua Jang tentu tidak menyukai perlakuan yang diterimanya.


Inspektur Park masuk ke kantor dan menanyakan keadaan Jin Young sebelumnya dicekik oleh Young Min. Jin Young bilang ia baik-baik saja. Inspektur Park menegur Il Seung yang membiarkan itu terjadi, tapi JinYoung bilang Il Seung-lah yang menyelematkannya. “Tidak diduga. Kerja bagus,” puji inspektur.


Il Seung bertanya bagaimana pemeriksaan silang antara Chul Gi dan Ketua Jang. Inspektur Park mengatakan bahwa sesuai dugaan, hal itu sangat sulit bagi Chul Gi. Sekarang Chul Gi sudah pergi, karena inspektur memintanya untuk melakukan sesuatu.


Sersan Kwon dan Kim masuk ke kantor. Sersan Kim bertanya apa rencana inspektur tentang bandar narkoba itu. Inspektur akan mengirimnya ke Tim Narkoba, karena mereka punya banyak pekerjaan.


Sersan Kwon mengingatkan kembali tentag wanita yang bersama Young Min, karena sampai sekarang mereka tidak tahu siapa dia. Inspektur menduga wanita itu adalah korban, jadi mereka akan mulai mencarinya besok.


Sersan Kim mengatakan bahwa mereka membutuhkan stempel konfirmasi atas pernyataan yang dibuat oleh Ketua Jang dan petugas yang bertanggung jawab yang harus melakukannya. Il Seung mengerti dan ia akan segera melakukannya. Inspektur mengingatkan agar Il Seung tidak macam-macam.


Inspektur menyapa istrinya, Cha Kyung, di cafe. Ia mengatakan bahwa baru bisa menyapa Cha Kyung karena sedang sibuk. Cha Kyung tahu hal itu, jadi dia heran kenapa suaminya malah minum terlalu banyak malam sebelumnya, padahal sedang sangat sibuk mengerjakan kasus.


Ins. Park tidak memberi tahu alasannya. Dia berkata. “Di cafe dekat sini, Chul Gi sedang menunggu. Kau mengatakan padaku bahwa aku harus memberitahumuhal yang harus kau tahu. Aku rasa kau harus tahu ini. Kau bisa saja menjelaskan ini, tapi lebih baik jika dia yang menjelaskannya sendiri. Itulah mengapa aku memintanya menunggu. Kau harus pergi.”


Cha Kyung mengerti. Ia setuju untuk menemui Chul Gi.


Chul Gi memulai pembicaraan dengan menasehati Cha Kyung agar memakai pakaian yang lebih hangat karena cuaca di luar sangat dingin.


Cha Kyung bertanya apakah Chul Gi ingin mengatakan tentang kejadian 10 tahun lalu. Chul Gi menganggukkan kepalanya.


“10 tahun yang lalu, aku membunuh seseorang,” ungkap Chul Gi. “Itulah kenapa aku menghilang dan tidak bisa kembali.” Pengakuan itu membuat Cha Kyung terbelalak.


Cha Kyung: “Siapa... Tidak. Kenapa kau membunuh orang itu? Kau bukan tipe orang yang akan membunuh orang lain. Jika kau melakukan itu, pasti ada alasannya. Apa karena aku?”
Chul Gi: “Tidak, bukan seperti itu.”


Jawaban Chul Gi malah membuat Cha Kyung semakin yakin kalau dugaannya benar. Matanya berkaca-kaca dan mulai menangis. “Itu karena aku.” 


Dengan tersenyum, Chul Gi mengatakan bahwa ia tidak pernah menyesali apa yang dia perbuat itu, tapi dia merasa bersalah kepada Cha Kyung. “Maafkan aku,” kata Chul Gi sambil menahan tangis.


Di Kantor Polisi, Inspektur Park melamun sendirian.


Ketua Jang memberikan stempel ibu jarinya dan menyodorkan surat pernyataan itu kepada Il Seung. Il Seung merapikan dokumennya dan bersiap pergi.


Ketua Jang: “Apa perjanjiannya masih berlaku?”
Il Seung: “Tergantung apa yang kau tawarkan.”
Ketua Jang: “Jaksa Joo Sung Woo dan Nona Hong, bagaimana mereka mati?”
Il Seung: “Mereka ditusuk.”
Flashback..


10 tahun yang lalu, Il Seung melihat Jaksa Joo dan Nona Hong yang sudah tergeletak dan terlihat ada sebuah pisau yang berlumuran darah disana.


Ketua Jang: “Seseorang menyentuh pisau itu malam itu.”
Il Seung: “Si pembunuh?”
Ketua Jang: “Bukan. Seorang saksi.”


“Jaksa Joo dan Nona Hong bukan mati karena ditusuk,” ungkap Ketua Jang.

Comments


EmoticonEmoticon