1/10/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 26 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 26 BAGIAN 1


#26 – Dia Menutupi Kasus Narkoba


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 25 Part 2

Tim Kejahatan Tersembunyi membuat analisis mengenai kasus pembunuhan Ketua Jin. Sersan Kwon lalu datang dan mengabarkan bahwa para atasan sedang bingung karena kasus Ketua Polisi yang melakukan kejahatan.


Sersan Kwon juga mengatakan bahwa para atasan meminta mereka tutup mulut hingga kasusnya jelas. Ia lalu menanyakan perkembangan kasus mereka.


Il Seung menjelaskan bahwa Ketua Gook dan Pak Kwak sudah mengganti nomor sejak ponsel Ketua Jang ditemukan. Ia melacak kedua nomor baru itu dan tidak menemukan hal yang mencurigakan sampai kemarin sore, tetapi ada yang aneh pada kemarin malam.


Inspektur Park mendengarkan penjelasan mereka dengan seksama.


Il Seung: “Titik merah adalah Ketua Gook dan titik biru adalah Pak Kwak.”
Jin Young: “Sekitar pukul 7,30 kemarin malam, Ketua Gook menghubungi Pak Kwak, lalu kira-kira satu jam kemudian Pak Kwak menghubungi Ketuga Gook dari sebuah restoran Korea mewah di Seongbuk-dong dan berbicara selama sekitar satu menit. Setelah itu, Ketua Gook meneleponnya dua kali dalam perjalanan kesana. Dan saat sampai disana, Ketua Gook menghubunginya lagi sebanyak tiga kali.”
Flashback..


Saat itu Pak Kwak menelepon Ketua Gook untuk memberitahu apa yang terjadi pada Young Min.


Il Seung menduga ada sesuatu yang penting terjadi di restoran itu. Jin Young menambahkan bahwa dua jam setelah itu, Pak Kwak menelepon Ketua Gook dari luar kota. “Tempatnya agak aneh. Dia menelepon dari sebuah gunung di Siheung yang berada di Provinsi Gyeonggi-do,” lanjut Jin Young.


Sersan Kwon datang dan membawa hasil forensik dari dokumen yang terbakar. “Kertas itu diduga merupakan sesuatu yang berkaitan dengan kasus narkoba  yang menunjukkan hasil tes positif,” kata Sersan Kwon.


Ins. Park: “Hasil tes siapa itu?”
Sersan Kwon: “Sulit bagi mereka untuk mengetahuinya. Mereka bilang orangnya memiliki golongan darah AB.”
Ins. Park: “Kerja bagus. Fakta bahwa Pak Kwak hanya membakar kertas itu menunjukkan bahwa ada hubungannya antara Ketua Gook dan Manajer Lee.”


Inspektur Park lalu memberi perintah agar Sersan Kwon dan Kim pergi ke Seongbuk-dong dan mengecek apa yang terjadi kemarin malam. Sedangkan Il Seung dan Jin Young diberi tugas bahwa pada jam yang sama apakah ada panggilan darurat ke nomor 911 atau 112.


Seorang polisi mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang menghubungi dari Seongbuk-dong, tapi panggilan terputus. Jin Young lalu meminta nomor orang tersebut. Il Seung lalu pamit keluar karena ia mendapat pesan.


Il Seung menemui Chul Gi yang langsung memberinya segelas kopi. Chul Gi datang untuk bergabung dalam interogasi Ketua Jang. “Sebelum itu, apakah ada orang di sekitar Lee Kwang Ho yang menjadi pecandu narkoba?” tanya Il Seung.


Chul Gi: “Aku tidak yakin. Aku tidak pernah dengar tentang itu.”
Il Seung: “Astaga. Jang Pil Sung mencoba menutupi sebuah kasus narkoba dan Pak Kwak berusaha mengambil buktinya. Itu berarti berhubungan dengan Lee Kwang Ho.”
Chul Gi: ”Teruskan, kau punya informasi apa lagi?”


Il Seung lalu menceritakan hubungan telepon yang intens antara Ketua Gook dan Pak Kwak kemarin malam. Menurut Chul Gi, jika Ketua Gook terlibat langsung, kemungkinan ada kaitannya dengan putra Manajer Lee, Lee Young Min.


Chul Gi tidak pernah mendengar kalau Young Min terlibat narkoba, dan kalaupun itu terjadi Ketua Gook pasti menyembunyikannya dari Manajer Lee.


“Lalu bagaiamana aku memastikannya?” tanya Il Seung. Chul Gi menyuruh Il Seung menanyakan saja langsung ke Ketua Jang, karena dia yang berusaha menutupinya.


Il Seung mulai memprovokasi Ketua Jang dengan menyebutkan nama Young Min. “Ah, apakah Lee Kwang Ho akan menghukummu atau membalas dendam?” Il Seung berakting.


Ketua Jang meminum kopinya dengan tangan terborgol dan mengatakan bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang itu. 


Il Seung akan pergi, tapi kemudian tidak jadi berdiri. “Ah, sebelum aku pergi, aku ingin mengatakan agar kau memikirkan tentang tawaranku dengan baik.” Setelah mengatakan itu, barulah Il Seung meninggalkan ruang interogasi.


Ketua Jang menatap gelasnya yang sudah kosong, lalu meremasnya.


Inspektur Park ternyata ada di ruang kontrol dan mendengar pembicaraan Il Seung dan Ketua Jang. Il Seung berkata bahwa ia menduga kalau yang terlibat narkoba adalah putra Lee Kwang Ho.


Ins. Park: “Bukan itu. Apa kau membuat penawaran atau semacamnya?”
Il Seung: “Haha tidak, aku hanya menyindirnya.”
Ins. Park: “Jangan berbuat bodoh.”


Jin Young lalu menghampiri mereka sambil berlari dan mengatakan bahwa orang yang melakukan panggilan darurat menggunakan ponsel ganda, sehingga tidak diketahui siapa pemiliknya. “Tapi orang itu juga menghubungi putra Grup Kangsung tepat sebelum ia melakukan panggilan darurat,” kata Jin Young.


Il Seung: “Apa itu putra Lee Kwang Ho?”
Jin Young: “Mungkin saja. Jadi aku mengecek media sosial putra Grup Kangsung dan aku menemukan bahwa mereka berteman dekat.”

26
Jin Young menunjukkan postingan instagram putra Grup Kangsung dengan caption ‘Bersama Young Min di cafe’. Dan lokasi ponsel Young Min adalah di Seongbuk-dong.


Inspektur Park meminta Jin Young mengirimkan foto itu kepada Sersan Kwon dan Kim dan menanyakan tentang mereka kepada orang yang ada Seongbuk-dong. Sedangkan Il Seung dan Jin Young diminta untuk menemui putra Grup Kangsung.


Sersan Kwon dan Kim baru saja bertemu dengan pegawai di restoran itu. Tapi Sersan Kwon merasa para pegawai disana memperlakukan mereka dengan terlalu baik dan itu bukan tanda yang baik.


Karena sama-sama curiga, Sersan Kwon dengan sengaja menjatuhkan kartu namanya agar jika ada orang yang berniat memberi informasi dapat menghubunginya. Sersan Kwon mengacungkan jempol untuknya.


Benar dugaan Sersan Kim, ada yang mengintai mereka. Itu adalah orang yang sebelumnya membawakan narkoba untuk Young Min.


“Ya, tolong katakan pada Bbak Gu agar menghubungiku balik atau datang ke Tim Kejahatan Tersembunyi. Jika tidak, kau akan diinterogasi juga. Baiklah, terima kasih atas kerjasamamu,” kata Jin Young pada seseorang di telepon.


Il Seung menceritakan kepada Sersan Kwon dan kim bahwa mereka menemukan nomor telepon orang yang diduga sebagai bandar narkoba bernama Bbak Gu. Jadi yang ditelepon oleh Jin Young adalah para pembelinya yang pasti merasa terkejut karena menerima telepon dari Polisi.


Sersan Kwon mengatakan bahwa restoran itu aneh. Sersan Kim mengatakan bahwa harusnya tempat ekslusif seperti restoran itu merahasiakan tentang pelanggannya, namun mereka malah menceritakannya dengan lancar. Itu malah emmbuat mereka curiga.


Sersan Kim menirukan ucapan para pegawai disana, “Mereka datang kesini kemarin. Mereka minum dengan tenang, lalu pergi.”


Jin Young mengakui itu aneh, ditambah dengan putra Grup Kangsung yang semalam ikut minum bersama Young Min sudah pergi ke luar negeri pagi tadi.


Jaksa Kim lalu datang menyapa mereka. “Aku dengar kalian sedang menangani kasus yang menarik. Dimana Inspektur Park?” tanya Jaksa Kim. Jin Young menjawab bahwa inspektur sedang melakukan pemeriksaan silang.


Jaksa Kim menduga bahwa Ketua Jang akan menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan padanya dan mengatakan bahwa dia tidak ingat. “Jadi, apa kau menemukan sesuatu dari putra Lee Kwang Ho?”


Sersan Kim bertanya apakah Jaksa Kim menyadap tempat itu. “Ya,” jawab Jaksa Kim. Jawaban itu membuat semua orang terdiam. “Aku hanya bercanda.” Ia tertawa dan mengatakan bahwa sebelumnya inspektur sudah memberikan laporan sebelumnya. 


“Kalian tahu aku adalah fans berat Lee Kwang Ho.. Dan anaknya akan jadi tangakapan yang besar,” kata Jaksa Kim sambil tertawa. Kemudian Bbak Gu dengan wajah babak datang dan bertanya apakah itu ruang Tim Kejahatan Tersembunyi.


Sersan Kim: “Ya, kami petugasnya.”
Bbak Gu: “Berhenti menghubungiku. Aku bisa dipukuli sampai mati.”
Jin Young: “Apa Bbak Gu?”
Bbak Gu: “Ya, aku Bbak Gu. Kau menyuruhku kesini.”


Jin Young menghampirinya dan menunjukkan foto Young dan bertanya apakah Bbak Gu mengenalnya. “Dimana dia sekarang?” tanya Bbak Gu.


Young Min berada dalam keadaan terikat dan wajah yang sangat pucat.


Ia berada di ruangan Ketua Gook yang terlihat berjalan lalu membetulkan posisi lampu meja yang terjatuh. Ia menghela napasnya yang terdengar menanggung beban berat.


Ketua Gook membuka figura foto yang berisikan sebuah foto anak kecil, dan yang satunya lagi foto anak kecil itu berada dalam gendongan Lee Kwang Ho muda bersama seorang wanita.
Flashback..


Ketua Gook muda tampak gelisah di depan sebuah panti asuhan bernama Myungin.


Ia membawa seorang bayi di tangannya.


Ia lalu meletakkan bayi itu di teras panti asuhan dan meninggalkan sebuah catatan yang berbunyi ‘Aku akan pergi ke luar negeri untuk menjalankan program beasiswa nasional. Tolong jaga dia selama tiga tahun. Aku akan kembali untuknya’.


Kemudian, tampak para reporter berkumpul dan memotret Lee Kwang Ho muda yang menggendong bayi itu dan istrinya, Nyonya Lee, pun ada di sampingnya.


Foto itu kemudian terpajang di suatu tempat. Dan tiga tahun kemudian, Ketua Gook tampak marah pada Nyonya Lee.


Ketua Gook marah, “Aku sudah bilang akan kembali dalam tiga tahun. Lalu kenapa kau mengambilnya untuk diadopsi?”


Nyonya Lee tidak bisa berkata apa-apa.


Ketua Gook lalu pergi sambil membawa kopornya.
-flashback end-


Ketua Gook menangis mengingat kejadian itu. Ia lalu meletakkan kembali foto itu dan berjalan mendekati Young Min yang masih belum sadarkan diri.


Ketua Gook merapatkan selimut Young Min dan mengelus kepalanya. “Kaulah alasanku melakukan semua ini. Kenapa kau jadi seperti ini?”kata Ketua Gook sedih.


Young Min tiba-tiba membuka matanya. Ia lalu mengamuk, tapi untungnya tangan dan  kakinya masih terikat. Ia meronta sampai jatuh dari sofa. Ketua Gook ketakutan dan memanggil Pak Kwak. Ia juga meminta Young Min agar mengendalikan dirinya.


Young Min mulai bisa menguasai dirinya. Ketua Gook terduduk lemas. Ia semakin sedih.


Bbak Gu melemparkan foto Young Min dan berteriak bahwa ia tidak tahu apa-apa. Jin Young mengancam akan membuat panggilan telepon semakin banyak kepada para pelanggan narkoba Bbak Gu.


Jaksa Kim kemudian mengatakan bahwa ia akan mengurangi hukuman Bbak Gu jika ia bersedia memberikan informasi dan bekerja sama.


Bbak Gu: “Kau serius? Kau janji?”
Jaksa Kim: “Tentu saja. Aku serius.”


Jin Young berdeham dan bertanya jenis narkoba apa itu. “Itu disebut bath salt, jenis baru. Itu sangat kuat. Mereka bilang jika kau menggunakannya terlalu banyak maka kau bisa menyerang orang seperti zombie. Orang itu overdosis. Aku menebak dia masih dalam pengaruh obat itu,” jawab Bbak Gu.


Jin Young: “Kenapa saat itu kau menelepon Polisi?”
Bbak Gu: “Aku sudah pergi lebih dulu. Tapi ada yang tertinggal. Ketika aku kembali, semuanya berantkan.”
Il Seung: “Itukah alasanmu mengambil gambar?”


Il Seung yang baru datang menunjukkan foto dari ponsel Bbak Gu. Foto itu memperlihatkan Young Min sedang memeluk seseorang wanita dan keduanya sama-sama tidak sadarkan diri, dan ada juga foto yang memperlihatkan si wanita seperti menahan rasa sakit.
Flashback..


Saat kembali ke restoran, Bbak Gu mengambil foto Young Min yang sedang dalam pengaruh bath salt dan tengah mencekik Yu Ra.


Sersan Kim menunjuk foto itu dan bertanya apa yang terjadi pada wanita itu. Bbak Gu bilang ia tidak tahu karena ada seorang wanita yang datang, jadi dia melarikan diri.


Jaksa Kim memberi instruksi kepada Sersan Kwon dan Kim untuk menginvestigasi ruang kejadian, sedangkan Il Seung dan Jin Young diminta untuk menangkap Young Min.


“Aku sangat penasaran. Orang ini anak siapa?” tanya Bbak Gu polos.


“Young Min kenapa?!” teriak Manajer Lee, ayah Young Min. Pengacara An memberitahunya kalau Young Min memakai narkoba. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon