1/11/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 27 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 27 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 27 Part 1

Jaksa Kim menunjukkan foto Young Min bersama Yu Ra. “Lihat baik-baik,” kata Jaksa Kim. Young Min bilang ia tidak ingat. “Kau tidak melihatnya dengan baik. Ini,” bujuk Jaksa Kim. Young Min tetap pada jawabannya bahwa dia tidak mengenal wanita itu.


Jaksa Kim: “Jika wanita ini mendengarnya, dia pasti marah.”
Peng. An: “Dia sudah menjalani seluruh tes narkoba, dan hasil sudah keluar. Mari ikuti hukum yang berlaku.”
Jaksa Kim: “Mengikuti hukum? Kau serius?”


Jaksa Kim bercerita bahwa dia sudah mengajukan surat perintah penangkapan untuk Young Min, tapi pengadilan menolak menangani kasusnya. Dia juga ingin menggunakan kasus Young Min untuk menggeledah rumah Lee Kwang Ho, tapi hakim juga menolaknya.


Peng. An: “Jika kau melakukan kejahatan, maka kau harus dihukum. Kami menyangkal pernyataan itu, karena itu memang tidak benar.”
Jaksa Kim: “Tidak benar? Wah, hahaha... Kau punya selera humor yang bagus, haha..”


Young Min: “Apa yang aku lakukan pada wanita itu?”
Peng. An: “Jangan bicara.”


Pengacara An lalu minta izin pergi karena Jaksa Kim tidak memiliki surat penangkapan untuk Young Min. Pengacara An bilang ia akan bekerja sama dengan baik, lalu mengajak Young Min pergi.


Langkah mereka terhenti, ketika Jaksa Kim berkata, “Tentu saja, karena kau diduga melakukan pembunuhan.


Peng. An: “Pembunuhan?”
Jaksa Kim: “Apa? Kau tidak tahu? Kau pikir kenapa aku bertanya tentang wanita itu? Aku tidak mungkin memperlakukan putra Lee Kwang Ho begitu tanpa alasan.”
Young  Min:”Putra Lee Kwang Ho? Huh.”
Jaksa Kim: “Kau bilang mau pergi? Pergilah. Nanti juga aku akan memanggil kalian lagi.”


Pengacara An mendatangi Ketua Gook dan mengungkapkan kekesalannya karena Ketuga Gook tidak memberitahy apa yang sebenarnya terjadi. “Pembunuhan?!” tanya Pengacara An.


Ketua Gook: “Tarik napasmu. Apa kau pikir bisa menghentikan kasus ini?”
Peng. An: “Apa itu benar? Apa dia membunuh wanita itu?”


Pengacara An tetap bersikeras agar Young Min bertanggung jawab atas perbuatannya agar tidak merusak reputasi Manajer Lee. Ketua Gook menolak, karena ia tentu saja tidak mau merusak masa depan putranya sendiri.


Pak Kwak mengabarkan pada Ketua Gook bahwa dia sudah sampai di suatu tempat.


Asisten Ki lalu melihat seorang wanita keluar dari mini market dan Pak Kwak menyuruhnya menangkap wanita itu. Mereka buru-buru keluar dari mobil.


Mereka langsung masuk lagi ke dalam mobil, ketika melihat Sersan Kwon juga ada disana, bahkan dalam posisi yang lebih dekat dengan wanita itu.


Asisten Ki bertanya apa yang harus mereka lakukan. Pak Kwak mengatakan agar mereka menunggu saja dulu. Mereka kemudian menyembunyikan dirinya.


Dengan langkah gagah, Sersan Kwon dan Kim turun dari mobil dan menghampiri wanita itu.


Wanita itu adalah Si Ah alias Yoo Eun Jo, teman Yu Ra, yang juga berada di lokasi kejadian.


Eun Jo: “Tolong jangan tangkap aku. Aku hanya sekali melakukannya. Biasanya aku tidak pakai narkoba.”
Sersan Kwon: “Ya tentu saja. Kami tahu itu. Kau bisa menjelaskan sisanya di tempat yang lebih nyaman.”
Eun Jo: “Bagiamana kalian menemukanku?”
Sersan Kim: “Kau menggunakan kartu kreditmu. Itulah cara kami menemukanmu.”


Bukannya ikut berjalan masuk ke mobil, Eun Jo malah berjalan mundur dan hendak melarikan diri.


Pak Kwak dan Asisten Ki memanggilnya dari arah yang berbeda dengan wajah yang sangat ramah.


Kembali dengan aksi gaganya, Sersan Kwon dan Kim mengeluarkan kartu tanda pengenal polisinya dan memperkenalkan diri mereka.


Pak Kwak dan Asisten Ki juga mengambil sesuatu dari dalam jas mereka. Tapi yang mereka keluarkan malah tali pengikat. (hahaha...) Mereka terkejut sendiri dan langsung menyembunyikannya lagi.


Eun Jo yang tadinya kebingungan, akhirnya memutuskan untuk ikut bersama Sersan Kwon dan Kim.


Pak Kwak khawatir seberapa banyak yang Eun Jo ketahui. Asisten Ki hanya tahu kalau wanita itu adalah yang dikirimi pesan oleh Pak Kwak. Ia menyesal karena malah mengeluarkan tali pengikatnya. “Kenapa kau bawa banyak sekali? Apa kau ingin menangkap sapi?” tanya Pak Kwak lalu mengajaknya pergi.


Eun Jo menunjukkan pesan yang ia terima dari Yu Ra yang berbunyi ‘Si Ah, aku takut. Aku rasa Polisi ada di dekat sini’.


Eun Jo menceritakan bahwa larut malam itu Yu Ra mengirimkan pesan dan memintanya agar tidak menghubunginya karena dia akan bersembunyi. Nomor itu memang nomor alsi Yu Ra, namun sampai sekarang ponselnya mati dan tidak bisa dihubungi.


Sersan Kim meminta Sersan Kwon untuk membawa nomor itu ke Tim Forensik. Dia lalu bertanya apakah Eun Jo tahu nama asli Yu Ra.


Eun Jo: “Tentu tidak. Kami bertemu di tempat kerja. Aku belum lama mengenalnya.”
Sersan Kim: “Kapan terakhir kali kau mengucapkan selamat tinggal padanya malam itu?”
Eun Jo: “Dia sudah pergi, ketika aku membuka mataku. Singkatnya, aku kehilangan akal malam itu.”


Sersan Kim lalu bertanya tentang para pria yang bersamanya. Eun Jo mengatakan bahwa pria yang bersamanya langsung muntah saat terbangun, lalu Eun Jo langsung keluar. “Dan pria yang bersama Yu Ra sudah pergi, jadi aku pikir mereka pergi bersama.”


Inspektur Park datang dan melihat Eun Jo. Ia kemudian bertanya, “Dimana Letnan Jin dan Il Seung?”


Jin Young dan Il Seung ada di cafe Kantor Polisi. Mereka membicarakan hasil otopsi yang disembunyikan Ketua Jang dan juga orang yang menjadi saksi dan membuat pisau itu berada di lokasi pembunuhan. Il Seung menduga saksi itu sudah mati, karena Lee Kwang Ho tidak pernah membiarkan orang yang tahu rahasianya tetap hidup.


“Itulah kenapa Ddak Ji mati,” kata Il Seung. Jin Young berkata itu membuat mereka semakin harus menangkap Lee Kwang Ho.


Jin Young menyarankan agar mereka menerima tawaran Ketua Jang untuk menyelamatkannya. Il Seung menolak. “Lee Kwang Ho yang memerintahkan Jang Pil Sung untuk membunuh ayahku, itu berarti dia lebih jahat,” kata Jin Young. “Jang Pil Sung juga nantinya tetap akan dipenjara atas kasus korupsi.” Il Seung menerima pesan di ponselnya, lalu pergi.


Il Seung menemui Chul Gi di area parkir. Il Seung berkata bahwa dokter yang melakukan otopsi kepada Nona Hong dan Jaksa Joo sudah lama meninggal, dan hasil otopsinya juga belum mereka temukan.


Chul Gi: “Aku juga belum menemukan apa-apa. Tapi ada satu orang yang kucurigai, tapi aku belum terlalu yakin.”
Il Seung: “Apa? Siapa?”
Chul Gi: “Kepala pelayan pribadi Lee Kwang Ho. Dulu dia anggota geng di Mokpo. Kemudian Lee Kwang Ho membawanya. Setelah Lee Kwang Ho berhenti dari militer, dia memulai bisnis. Mungkin itulah dia mulai menjadi asisten pribadinya.”


“Aku dengar semua orang memanggilnya Pak Cha,” kata Chul Gi. “Aku yakin dia yang melakukan semua hal kotor untuk Lee Kwang Ho.” Chul Gi juga menduga dialah yang memalsukan kasus pembunuhan di Restoran Odong. “Dia adalah bodyguard dan supir pribadi Lee Kwang Ho pada masa pemilihan. Tapi setelah pemilihan berakhir, dia tiba-tiba menghilang.” 


Il Seung: “Bagaimana aku menemukannya?”
Chul Gi: “Haha.. Kau lakukan saja apa yang kau bisa. Aku hanya ingin memberitahumu. Kau harus pergi.”
Il Seung: “Hey paman, kau harus tinggal bersamaku. Kau harus tinggal bersamaku di rumah Oh Il Seung.”


Chul Gi: “Kenapa aku harus melakukannya?”
Il Seung: “Setidaknya sampai kasus Restoran Odong selesai.”
Chul Gi: “Baiklah, aku akan memikirkannya. Ngomong-ngomong, apa kau menangkap Lee Young Min?”


Inspektur Cho menemui Inspektur Park dan memberitahu bahwa dia sudah menemukan lokasi dimana terakhir kali Yu Ra menggunakan ponselnya.


“Lokasinya sangat dekat dengan posisi Pak Kwak melakukan panggilan telepon. Itu ada di gunung di Siheung,” lanjut Inspektur Cho. Inspektur Park mengerti lalu meminta Serasn Kim menghubungi para Polisi yang masih berada di Siheung untuk mulai mencari di lokasi yang akan mereka kirimkan.


Inspektur Park kembali ke kantor, tapi tidak ada orang disana. Dia melihat dokumen kasus kematian Ketua Jin lalu menghubungi seseorang. “Apakah Jang Pil Sung masih ditahan?” tanyanya.


Ketua Jang sedang bersama Jin Young di ruang interogasi. Ketua Jang terkejut karena bukan Il Seung yang menemuinya, tapi malah Jin Young.


Jin Young: “Dimana hasil otopsi kasus Restoran Odong?”
Ketua Jang: “Aku tidak tahu tentang itu.”


Jin Young lalu mengeluarkan alat perekam yang menjadi bukti kalau Ketua Jang telah membunuh Ketua Jin. “Aku tanya lagi. Dimana hasil otopsinya?”


Ketua Jang masih belum yakin kalau Jin Young sungguh-sungguh ingin membuat kesepakatan itu. Tapi ia bertanya apakah itu asli.


Jin Young: “Aku rasa lebih baik menangkap Lee Kwang Ho daripada menangkapmu. Lagipula kau tidak akan mengaku kalau Lee Kwang Ho yang menyuruhmu membunuh ayahku.”
Ketua Jang: “Benar sekali. Jadi kau akan melepaskanku dan menangkap Lee Kwang Ho.”
Jin Young: “Ya. Dimana hasil otopsinya? Aku akan menyuruh orang mengambilnya, dan saat dia mengatakan bahwa dia berhasil mendapatkannya, rekaman ini akan menjadi milikmu.”


Inspektur Park masuk ke ruang interogasi. Jin Young terkejut. “Apa yang kau lakukan?” tanya inspektur. Dia menyuruh Jin Young pergi. “Pergilah!” ulangnya saat Jin Young tidak juga pergi. “Apa kau tidak mendengarku?”


Ketua Jang. “Kau merusaknya. Padahal tadi berjalan dengan baik.”
Ins. Park: “Aku merasa malu karena kita menjalani Akademi Kepolisian bersama.”
Ketua Jang: “Kau harus pergi sebelum kau menjadi melodramatis.”


Inspektur Park mengatakan agar Ketua Jang tidak lagi merusak reputasi Kepolisian dan berhenti membuat kesepakatan dengan anggota timnya. “Ini peringatan terakhir,” kata Inspektur Park lalu keluar sambil membawa alat perekamnya. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon