1/10/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 27 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 27 BAGIAN 1


#27 – Apa Perjanjiannya Masih Berlaku?


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 26 Part 2

Setelah memberikan stempel ibu jarinya, Ketua Jang bertanya pada Il Seung, “Apa perjanjiannya masih berlaku?”


Il Seung mengatakan bahwa itu tergantung pada informasi apa yang diberikan Ketua Jang. Ketua Jang kemudian mengungkap bahwa 10 tahun yang lalu di Restoran Odong, Jaksa Joo dan Nona Hong bukan mati karena ditusuk dan ada seorang saksi yang ikut menyentuh pisau yang ada di lokasi kejadian.


Il Seung: “Dimana?”
Ketua Jang: “Kau harus menyingkirkan buktinya dulu. Kemudian, aku akan mengatakannya padamu. Sekarang giliran kau yang memutuskan.”


Il Seung dikejutkan dengan kedatangan Jin Young yang tiba-tiba ke kamarnya. Jin Young tidak peduli dan langsung masuk, melepaskan jaketnya, lalu duduk di kasur Il Seung sambil menyerahkan sebuah dokumen.


Jin Young menyerahkan dokumen kasus pembunuhan di Restoran Odong tahun 2007 dengan Kim Jong Sam dan Ddak Ji sebagai pelakunya. Il Seung berterima kasih.


Jin Young bilang tidak ada yang penting lagi di kasus itu, karena semuanya sudah diketahui Il Seung. Ia bertanya kenapa Il Seung ingin menggali kasus itu lagi. Il Seung mengakui bahwa Ketua Jang mengatakan sesuatu, tapi kemudian dia diam saja.


Jin Young: “Cepat, katakan padaku! Kau sudah berjanji tidak akan menyimpan rahasia dariku.”
Il Seung: “Tampaknya, Nona Hong dan Jaksa Joo bukan mati karena ditusuk.”
Jin Young: “Lalu bagaimana mereka mati?”
Il Seung: “Aku tidak tahu. Dia mengatakan padaku, bahwa ada hasil otopsi.”
Jin Young: “Dimana?”
Il Seung: “Jang Pil Sung baru akan memberitahu jika aku sudah menyingkirkan buktinya.”


Il Seung meminta Jin Young untuk tidak khawatir, karena mereka tidak akan membuat kesepakatan sungguhan dengan Ketua Jang. “Kita tidak bisa menyerah atas kasus kematian ayahmu, hanya untuk menyelesaikan kasus pembunuhan di Restoran Odong,” kata Il Seung sambil tersenyum. Il Seung akan memikirkan cara lain.


“Kita bisa menggunakan kasus narkoba Young Min untuk menekan Lee Kwang Ho,” kata Jin Young dan Il Seung setuju. Il Seung menduga bahwa wanita yang ada di foto bersama Young Min pasti sudah mati.


Il Seung: “Kita harus cepat menyelesaikan kasus ini.”
Jin Young: “Jangan khawatir, sudah ada yang mengurusnya.”
Il Seung: “Siapa?”


Pak Kwak menghampiri Sersan Kwon dan Kim yang sedang mengintainya dari dalam mobil. Dia bilang mereka membuntuti mereka dengan terlalu jelas. Sersan Kim berkata bahwa mereka melakukan itu dengan sengaja untuk memperingati Pak Kwak agar tidak berbuat ceroboh.


Pak Kwak: “Apa maksudmu?”
Sersan Kim: “Kau menelepon Ketua Gook dari gunung di Siheung.”
Sersan Kwon: “Kami pikir, wanita yang bersama Young Min malam itu ada di dekat sana. Jadi sekelompok Polisi sudah berada disana.”
Pak Kwak: “Astaga, aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan.”


Mereka lalu menyuruh Pak Kwak pergi. Tapi dari jendela yang lain mereka dikejutkan dengan Asisten Ki yang tiba-tiba menunjukkan wajahnya disana. Asisten KI lalu membuat uap di kaca jendela lalu menulis kata ‘pergi’ dengan jarinya.


Pak Kwak khawatir, karena dugaan Sersan Kwon benar. Asisten Ki bertanya apa yang harus mereka lakukan, karena mereka sudah tidak bisa menyuruh orang untuk memindahkan mayatnya.


Ketua Gook: “Manajer Lee, Young Min...”
Peng. An: “Dia sudah tahu. Ini insiden yang sangat besar, tidak mungkin dia tidak tahu.”
Ketua Gook: “Lalu apa yang harus kita lakukan?”
Man. Lee: “Apa menurutmu? Dia harus dihukum atas kesalahannya.”
Ketua Gook: “Bagaimana jika akhirnya akan menyebabkanmu dalam masalah?”


Manajer Lee berkata bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa. “Dia anakku satu-satunya. Walaupun dia bukan anak kandungku, bagaimana dia tidak tumbuh dengan layak? Aku lebih kecewa padamu daripada dengannya,” kata Manajer Lee.


Manajer Lee kecewa karena Ketua Gook berbohong padanya dan menyembunyikan kasus narkoba Young Min yang terjadi sebelumnya. Ketua Gook bilang ia melakukan itu demi kebaikan Manajer Lee tapi dia tidak peduli.


Pengacara An mengatakan bahwa Young Min akan bertanggung jawab atas perbuatannya dna meminta Ketua Gook agar mengikuti rencana mereka. Itu berarti Ketua Gook tidak boleh membuat rencana sendiri untuk menyelamatkan Young Min.


Ketua Gook kesal.


Polisi membawa Young Min ke Rumah Sakit.


Il Seung sudah selesai membaca Kasus Pembunuhan di Restoran Odong dan merasa lelaj
Flashback..


Saat bekerja paruh waktu di Restoran Odong 10 tahun lalu, Chul Gi meminta Jong Sam untuk memotret orang yang masuk ke ruangan khusus di Restoran itu.


Chul Gi lalu datang dan bertanya mengapa Il Seung berbaring di lantai padahal itu bisa membuat punggungnya sakit. Ia juga bertanya kenapa Il Seung mengajaknya bertemu.


Il Seung: “Aku punya pertanyaan. Apa dulu kau menyuruhku memata-matai Restoran Odong untuk menangkap Lee Kwang Ho?”
Chul Gi: “Ya.”
Il Seung: “Apa yang sebenarnya sedang kau cari disana?”
Chul Gi: “Aku mendengar rumor yang mengatakan bahwa disana adalah tempat persembunyian Lee Kwang Ho. Disanalah dia memberikan suap, membuat kesepakatan, dan melakukan percakapan rahasia.”


Chul Gi menjelaskan bahwa foto orang-orang yang diambil saat itu berada di pihak Lee Kwang Ho. Il Seung mengatakan bahwa saat itu dia tidak pernah memotret Lee Kwang Ho. “Itulah yang membuat kita gagal menangkapnya. Tidak pernah ada yang melihat Lee Kwang Ho masuk atau meninggalkan Restoran Odong,” kata Chul Gi.


Il Seung: “Apa ada pintu rahasia atau semacamnya?
Chul Gi: “Kemungkinan ada pintu darurat yang terhubung langsung dengan ruang khusus.”
Il Seung: “Apa Lee Kwang Ho benar membunuh Jaksa Joo dan Nona Hong? Maksudku, awalnya Ketua Jin dan Lee Kwang Ho akan bertemu disana. Apa dia menggunakan pintu rahasia setelah membunuh mereka?”


Chul Gi juga memikirkan hal yang sama, tapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Ditambah tidak ada bukti jika Lee Kwang Ho ada disana.


Il Seung kemudian memberitahu informasi yang didapatkan dari Ketua Jang bahwa Nona Hong dan Jaksa Joo bukan mati karena ditusuk. Dan hasil otopsi itu kemungkinan memang ada karena Ketua Jang menyimpannya sebagai jaminan. Il Seung akan mencari siapa ahli patologi yang dulu menangani kasusnya. Ia juga meminta Chul Gi agar mencari tahu siapa yang mungkin melakukan pembunuhan untuk Lee Kwang Ho. Chul Gi tersenyum dan mengatakan dia memang sedang melakukannya. 


“Jangan katakan apapun pada siapapun. Aku merasa anak buah Lee Kwang Ho masih ada yang di Kantor Polisi,” pesan Chul Gi.


Setelah bertemu Chul Gi, Cha Kyung kembali menemui suaminya. Cha Kyung mengajaknya pulang bersama karena Kang sudah menunggu mereka di rumah.


Cha Kyung berterima kasih pada suaminya, karena sekarang ia sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya. Inspektur Park tersipu dan mengajaknya istrinya pulang.


Keesokan harinya, Il Seung sudah menunggu di depan mobil Jin Young. Kemudian ibu juga keluar dan tampak tidak senang.


Ibu menghampiri mereka dan mengingatkan agar Il Seung jangan pergi bersama Jin Young. Jin Young lalu menjelaskan bahwa Il Seung membayar 60 dollar per bulan untuk biaya menumpang di mobilnya.


Ibu: “Benarkah?”
Il Seung: “Ya.”
Jin Young: “Ibu mau pergi?”
Ibu: “Mengunjungi ayah.”


Jin Young melarang ibu pergi sendirian dan nanti mereka akan pergi bersama saat dia libur. Ibu tetap akan pergi dan berkata bahwa dia akan naik kereta bawah tanah. Ibu bercerita kalau dia bertemu ayah di stasiun kereta bawah tanah, karena sat itu jalan raya sedang tertutup karena salju yang sangat lebat. “Saat itu akan terburu-buru karena harus syuting iklan, dan ayahmu terburu-buru karena ada rapat,” kata ibu sambil tersenyum bahagia.


Jin Young: “Ibu sudah bercerita jutaan kali dan mengatakan kalau pertemuan kalian adalah takdir.”
Ibu: “Ya. Tapi kalian berdua bukanlah takdir. Jangan gunakan menumpang di mobil sebagai alasan untuk mendekatinya. Aku sudah pernah bilang.”
Il Seung: “Ya. Aku tidak akan pernah melakukannya.”


Ibu pergi. Jin Young kesal pada Il Seung, “Kenapa kau tidak bilang ‘tidak’ saja? Kenapa malah menambahkan ‘tidak akan pernah’?” Dengan polosnya, Il Seung berkata bahwa ia memang tidak akan pernah melakukannya. Jin Young makin kesal dan mengajaknya berangkat.


Sersan Kwon memberikan presentasi bahwa saat ini Young Min ada di rumah sakit dan sedang dalam tahap pemulihan. “Berdasarkan informasi dari Bbak Gu, si bandar narkoba, putra dari Kangsung Grup, Hyun Jin Gyeom dan dua wanita bernama Yu Ra dan Si Ah ada di lokasi kejadian.”


Sersan Kwon juga mengatakan bahwa Jin Gyeom sudah pergi ke Amerika, tapi belum mendapatkan informasi apapun tentang kedua wanita itu. Berdasarkan foto dari ponsel Bbak Gu, Sersan Kwon menduga kalau Yu Ra sudah mati.


Ins. Park: “Bagaimana dengan Pak Kwak?”
Sersan Kim: “Dia tidak melakukan apa-apa. Mungkin dia ketakutan.”
Jin Young: “Aku menemukan tentang narkobanya dan efek sampingnya adalah kekuatan super dan agresif, bahkan bisa menyebabkan kematian.”
Ins. Park: “Letnan Jin, kau sungguh baik-baik saja? Bagaimana dengan kabar dari Tim Forensik?”


Mereka menuju ruang forensik dan menerima kabar kalau mereka menemukan sidik jari Si Ah di lokasi kejadian. Si Ah bernama asli Yeo Eun Joo berusia 23 tahun.


Inspektur Park membaca data Si Ah dan meminta Sersan Kwon dan Kim untuk mencarinya dan membawanya ke Kantor Polisi.


Inpektur Cho juga mengatakan kalau hasil pemeriksaan narkoba Young Min positif dan keadaannya sudah membaik. Inspektur Park meminta Il Seung untuk menjemput Young Min untuk dimintai kesaksian. “Dia sudah pergi untuk memberikan kesaksiannya,” kata Inspektur Cho.


“Apa? Kemana?” tanya Inspektur Park bingung [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon