1/11/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 28 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 28 BAGIAN 1


#28 – Aku Punya Bukti


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 27 Part 2

Inspektu Park marah besar pada Jin Young. Ia bertanya apa yang Jin Young ingin dapatkan sampai rela menukarnya dengan bukti yang sangat penting. Ia tidak peduli seberapa informasi yang akan mereka dapatkan, yang jelas seorang detektif tidak boleh melakukan itu.


Ins. Park: “Ini kasus ayahmu. Kenapa kau memihaknya?”
Jin Young: “Aku tidak memihaknya.”
Ins. Park: “Lalu apa yang kau coba lakukan?”
Jin Young: “Aku ingin balas dendam. Jika aku mendapatkan apa yang kumau, maka itu akan menjadi keuntungan.”
Ins. Park: “Dan?”


Jin Young: “Dan jika Lee Kwang Ho mengetahui kalau Jang Pil Sung mengkhianatinya..”
Ins. Park: “Lalu apa?.... Lalu apa?!”
Jin Young: “Lalu Lee Kwang Ho akan membunuhnya!”


Seorang Polisi datang untuk menyerahkan dokumen pada Inspektur Park. Ia kemudian langsung pergi dan Il Seung datang. Il Seung membawa Jin Young keluar.


Il Seung: “Jin Young..”
Jin Young: “Aku serius. Aku ingin Jang Pil Sung mati. Kau juga mau Lee Kwang Ho mati bukan?”


Jin Young akhirnya mengakui bahwa dia bersedia melakukan kesepakatan itu hanya karena dia ingin agar Ketua Jang mati. Jin Young juga menginginkan hasil otopsinya, karena ia merasa berhutang pada Il Seung. “Aku tidak melakukan apapun, bahkan ketika aku tahu kau bukanlah pembunuhnya,” kata Jin Young.


Il Seung bilang kasusnya tidak ada hubungan sama sekali dengan Jin Young. Tapi Jin Young bilang ia juga merasa bersalah karena sebelumnya dia berpikir kalau Il Seung-lah yang membunuh ayahnya. 


Il Seung: “Tidak akan ada yang mempercayaimu, jika kau tidak punya bukti.”
Jin Young: “Aku punya bukti. Rekaman CCTV dari lantai 18 Gedung Grup Jinsung. Rekaman saat aku dan kau ada disana pada jam yang sama. Tapi aku menghapusnya, karena aku tidak mau kau dibebaskan.”


Il Seung tersentak. Ia bertambah sedih ketika Jin Young melanjutkan penjelasannya. “Aku tidak pernah menyesali perbuatanku, bahkan ketika aku sudah menjadi Polisi. Tapi perlahan aku berpikir bahwa kau mungkin bukan pembunuhnya,” lanjut Jin Young.


“Kau sangat kejam, Jin Young. Hidup Ddak Ji juga dipertaruhkan,” kata Il Seung. Ia kemudian pergi meninggalkan Jin Young.


Il Seung pergi  ke tempat persemayaman abu Ddak Ji.
Flashback..


Il Seung mengingat saat di penjara dulu Ddak Ji mengaku sebagai adiknya yang lucu dan menyenangkan.


Tapi di saat yang sama, Il Seung juga mengingat saat-saat terakhir Ddak Ji yang menyedihkan.


Sersan Kim sudahh sampai di Gunung Siheung dan menginstruksikan sekelompok Polisi untuk mulai mencari tubuh Yu Ra.


Anjing pelacak juga dilibatkan dalam pencarian.


Ast. Ki: “Apa yang harus kita lakukan?”
Pak Kwak: “Aku tidak tahu. Astaga, kenapa aku mematikan ponselku di titik itu?”
Ast. Ki: “Aku yang mematikan ponselnya. Harusnya aku mematikannya setelah kita pergi dari sini.”


Pak Kwak mengatakan bahwa ia tidak mau tertangkap. Tapi jika itu terjadi, maka Asisten Ki harus mengatakan bahwa dia tidak tahu apa-apa, agar Asisten Ki tetap aman. Pak Kwak lalu mengajaknya pergi.


Pengacara An keluar untuk mengangkat teleponnya, lalu Ketua Gook masuk dan mengatakan bahwa Polisi mungkin akan menemukan mayat wanita itu. Manajer Lee mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukan apa-apa jika memang mayat itu ditemukan.


Pengacara An kembali dan mengatakan bahwa dia sudah menghubungi rumah sakit dan akan membuat Young Min seolah mengidap skizofrenia dan tetap akan berada di rumah sakit selama Manajer Lee masih hidup.


Ketua Gook sangat mengkhawatirkan Young Min. Ia takut Young Min akan mulai menyakiti dirinya sendiri. Tapi Manajer Lee bilang biarkan saja Young Min melakukan itu.


Peng. An: “Orang akan berpikir kalau kau adalah ibu kandung Young Min.”
Ketua Gook: “Omong kosong.”
Peng. An: “Tidak masuk akal bahwa kau bekerja sangat keras untuk menolongnya.”


Ketua Gook: “Kau percaya rumor itu?”
Peng. An: “Tidak.”
Ketua Gook: “Bagus.”


Pengacara An lalu mengatakan bahwa beberapa tahun lalu ia melakukann tes DNA dengan menggunakan rambut Ketua Gook dan rambut Young Min. “Aku kecewa pada hasilnya. Aku kira kau benar-benar ibu kandungnya,” kata Pengacara An. “Tapi ternyata bukan. Kau bukan ibu kanudngnya kan?”


Ketua Gook sangat terkejut. “Tentu bukan.”


Pengacara An meminta maaf karena telah melakukan hal itu, karena mengetahui kelemahan orang lain memang menjadi tugas mereka. “Kau seharusnya jangan terlalu baik pada Young Min,” lanjutnya.


Ketua Gook bingung kenapa hasil tes DNA itu menunjukkan dia bukan ibu kandung Young Min.


Jin Young dan Il Seung mengakui perbuatannya kepada Inspektur Park. Mereka mengatakan bahwa hasil otopsi atas kasus pembunuhan di Restoran Odong 10 tahun lalu disembunyikan oleh Ketua Jang. Inspektur Park bertanya mengapa mereka membutuhkannya.


Jin Young: “Lee Kwang Ho kemungkinan adalah pembunuhnya.”
Ins. Park: “Tapi pelakunya sudah ditangkap. Apa dia dijebak?”
Jin Young: “Ya. Tersangka mengaku karena paksaan. Kami menemukan saksi bahwa tersangka tidak ada disana pada saat pembunuhan terjadi.”


Il Seung lalu mengatakan bahwa ia belum bisa menemukan apa yang bisa dibuka dengan kunci yang sebelumnya ditemukan di tempat penyimpanan pribadi Ketua Jang.


Flashback..
Inspektur Park lalu mengingat saat dia minum teh di ruang kerja Ketua Jang.


“Tunggu dulu,” katanya lalu menyuruh mereka mengikutinya.


Mereka masuk ke ruang kerja Ketua Jang. Inspektur Park mengetukkan tangannya ke meja tamu. Dan suara yang dipantulkan adalah seperti ada ruang kosong di dalamynya. Mereka lalu mengangkat bagian atas meja tersebut.


Di dalamnya terlihat ada sebuah brankas. “Kau bawa kuncinya?” tanya Inspektur Park.


Jin Young mengeluarkan kuncinya, lalu inspektur yang membuka brankasnya. “Daebak,” ujarnya. Inspektur lalu mengambil sebuah amplop coklat dan membukanya.


Dokumen itu adalah hasil otopsi atas kematian Jaksa Joo dan penyebab kematiannya adalah pendarahan terus menerus.


Inspektur Park lalu menerima telepon dari Sersan Kim. Ia menanyakan apakah Sersan Kim berhasil menemukan tubuh Yu Ra. Inspektur juga menanyakan keberadaan Young Min.


Ketua Gook mengurungkan niatnya untuk membelai kepala Young Min. Sekarang ia ragu apakah Young Min anak kandungnya atau bukan. Young Min lalu sadar.


Ketua Gook menyuruhnya segera pergi karena Polisi sudah menemukan mayat Yu Ra dan mereka akan segera datang.


Young Min: “Itu berarti aku yang membunuhnya bukan? Apa yang ayahku katakan? Dia tidak akan melindungiku. Dia tidak pernah melakukannya. Tidak bisakah kau melindungiku?”
Ketua Gook: “Kau harus menghindari penangkapan. Lalu kita akan memikirkan jalan keluarnya.”
Young Min: “Kenapa aku harus melarikan diri?”


Pengacara An ternyata sudah memberitahu Young Min bahwa mereka akan memakai skenario bahwa Young Min menderita gangguan jiwa sehingga akan dibebaskan dari tuntutan.


Ketua Gook berteriak bahwa jika itu terjadi maka Young Min akan dikurung sepanjang hidupnya. Young Min tersenyum, “Kau sangat mengkhawatirkanku. Kau bertingkah seolah kau ibu kandungku.”


Ketua Gook: “Jangan bicara seperti itu. Orang yang mendengarnya bisa salah paham.”
Young Min: “Salah paham bagaimana? Kau memang bukan ibuku.”
Ketua Gook: “Apa?”


Young Min menjelaskan, “Kau tidak buta warna. Aku menanyakannya padamu ketika aku di sekolah menengah. Aku menyembunyikannya selama ini karena aku tidak mau ayahku berkata ‘dia bukan hanya bodoh, tapi juga buta warna’. Aku buta warna merah-hijau. Itu berarti ibuku juga memiliki hal yang sama.”


Ketua Gook tersentak. Young Min melanjutkan bahwa dulu dia menanyakan apakah Ketua Gook buta warna atau tidak karena dia berharap Ketua Gook adalah ibu kandungnya.


“Kau bilang kau tidak buta warna. Jadi aku marah,” kata Young Min lagi.


Ketua Gook masih terkejut. Dia juga membiarkan saja ketika Sersan Kwon dan Kim masuk untuk menangkap Young Min.


Ketua Gook masih belum mengerti. Ia kemudian menatap foto bayi Young Min. [crstl]


2 komentar


EmoticonEmoticon