1/17/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 29 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 29 BAGIAN 1


#29 – Aku Datang untuk Melapor


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 28 Part 2

“Aku datang untuk melapor,” kata Ketua Gook saat menemui Il Seung di kantor Tim Kejahatan Tersembunyi. “Pelaku dibalik kejadian di Restoran Odong 10 tahun lalu.”


Jin Young masuk ke ruang interogasi. Melihat Ketua Jang sudah selesai makan, ia memasangkan borgolnya lagi, lalu membawa bekas makannya pergi.


Ketua Jang: “Aku merasa tidak enak telah membuat putri Ketua Jin membersihkan mejaku. Kenapa kau menemuiku lagi? Sebelumnya kita ketahuan Inspektur Park jadi kukira perjanjian kita batal.”
Jin Young: “Ya, perjanjiannya batal. Karena kami sudah menemukan hasil otopsinya.”
Ketua Jang: “Kalian sangat beruntung. Pasti sangat sulit mendapatkannya.”
Jin Young: “Kami cuma hebat.”


Jin Young bilang bahwa setelah hasil otopsinya itu ditemukan, Manajer Lee pasti geram. Mereka kini bahkan bisa melakukan investigasi ulang pada kasus pembunuhan di Restoran Odong.


“Begitukah? Aku tidak peduli,” kata Ketua Jang lalu terbatuk. Jin Young mengejeknya yang pasti sedang merasa haus dan bertanya apakah Ketua Jang butuh air.


“Kau bukan hanya membersihkan mejaku, tapi juga memberikanku minum. Tentu saja, aku harus minum setelah makan. Tolong bawakan aku air di dalam botol, jangan dari dispenser. Tolong sebotol air..” pinta Ketua Jang.


Jin Young membeli air kemasan dari mesin penjual minuman. Ia lalu bertemu Sersan Kwon tanpa Sersan Kim. “Dia sedang bersama Inspektur Park untuk mengecek otopsi,” kata Sersan Kwon lalu pergi.


Jin Young lalu mengajak Sersan Kwon untuk bersama-sama mendengarkan pernyataan Ketua Jang. Sersan Kwon setuju, tapi dia meminta Jin Young pergi lebih dulu, karena ia akan membeli minum.


Ketua Jang: “Kau tidak meracuninya kan?”
Jin Young: “Kita lihat saja nanti.”


Il Seung bertanya kepada Ketua Gook seberapa banyak yang harus ia percaya atas omongan Ketua Gook. Ketua Gook bilang rugi jika Il Seung tidak mempercayainya. Il Seung bertanya apa alasan Ketua Gook tiba-tiba melakukan itu.


Belum sempat Ketua Gook menjawab, Sersan Kwon datang dengan terburu-buru dan meminta Il Seung segera ikut dengannya. Il Seung terpaksa meninggalkan Ketua Gook.


Mereka masuk ke ruang interogasi, dan Ketua Jang sudah tidak bernyawa. Mereka juga melihat botol air yang tumpah.


Jin Young tampak panik, “Aku membunuhnya.”


Sersan Kwon memanggil ambulans, kemudian dia membawa Ketua Jang dan ikut di dalam ambulans.


Tampak satu orang petugas ambulans yang mencurigakan.


Sersan Kwon: “Kita belum sampai? Harusnya kita sudah sampai sekarang.”
Petugas: “Seharusnya sudah.”


Sersan Kwon menyadari ada yang salah. Mereka kemudian saling berkelahi. Sayangnya, Sersan Kwon terpojok dan petugas palsu itu melemparkan Sersan Kwon ke jalan.


Inspektur Cho memeriksa tempat kejadian. DI luar, Jin Young dan Il Seung sudah menunggunya.


Ins. Cho: “Apa yang terjadi? Apa itu terjadi setelah dia minum?”
Il Seung: “Ya.”
Ins. Cho: “Kau harus menenangkan Jin Young. Ini tempat kejadian perkara, jadi kalian tidak boleh berada disini.”


Tangan Jin Young masih bergetar. Il Seung lalu membelikannya kopi dan berusaha menenangkannya. Kemudian ia bertanya bagaimana Jin Young bisa membawakan botol air itu. Jin Young menjawab, “Ya. Aku membelinya di mesin penjual minuman otomatis...”
Flashback..


Dalam perjalanan menuju ruang interogasi, Jin Young bertabrakan dengan seorang pria yang juga sama-sama membawa botol air mineral.


Il Seung menduga bahwa saat itu mungkin saja pria itu menukar botol minum itu.


“Tidak mungkin. Karena dia adalah pekerja paruh waktu di kafetaria Kepolisian,” kata Jin Young.


Setelah melempar Sersan Kwon ke jalanan, petugas ambulans yang mencurigakan itu menyuntikkan sesuatu ke tubuh Ketua Jang. Kemudian ia juga memompa jantung Ketua Jang.


Tidak lama kemudian, Ketua Jang sadar. Dia belum mati!


Petugas ambulans palsu itu membuka topi serta maskernya, dan benar dia adalah si pelayan cafe. “Kau baik-baik saja?” tanyanya pada Ketua Jang yang masih shock.


Jin Young pergi ke cafe dan tidak menemukan orang yang mereka cari.


Sersan Kim juga datang sambil membawa Sersan Kwon yang terluka. Inspektur Park menemui mereka dan bertanya apa yang terjadi.


Inspektur Park sudah mendengar kejadian yang menimpa Jin Young dan juga Sersan Kwon. Jin Young melihat orangnya, namun tidak begitu dengan Sersan Kwon. Kemudian, Il Seung datang sambil membawa flashdisc berisi rekaman CCTV.


Il Seung: “Aku rasa itu dia.”
Jin Young: “Bentuk tubuh dan caranya berjalan mirip seperti pelayan cafe. Tapi kita tidak bisa melihat wajahnya, jadi kita tidak bisa menangkapnya.”
Sersan Kwon: “Jika itu benar adalah pelayan cafe, maka itu mengejutkan. Dia sudah bekerja disana untuk waktu yang lama. Aku tidak percaya dia berada di pihak Lee Kwang Ho.”


Inspektu Park menyuruh Sersan Kwon memeriksakan diri ke rumah sakit. Sersan Kwon tetap menolak, wakaupun inspektur memaksanya.


Sersan Kwon: “Si brengsek itu, aku akan menangkapnya bagaimanapun caranya.”
Ins. Park: “Tentu saja. Dia sudah merendahkan kewenangan petugas pemerintah.”


Sersan Kim mengingatkan agar Inspektur Park menjaga Cha Kyung dan Kang. Inspektur bilang ia sudah meminta seseorang untuk melakukannya. “Siapa?” tanya Sersan Kim.


Yang menjaga Cha Kyung dan Kang ternyata adalah Chul Gi. Ia menjemput mereka dari rumah dan akan membawaya ke Kantor Polisi. Cha Kyung khawatir, tapi Chul Gi bilang bahwa mereka tidak ada apa-apa, dan nanti inspektur sendiri yang akan menceritakannya saat mereka sampai.


Inspektur Park merasa curiga, karena jika Ketua Jang memang sudah mati, maka mereka bisa membiarkan saja mayatnya di rumah sakit. Jin Young juga merasa heran. “Apa karena itu Ketua Gook kesini?” tanya Jin Young.


Mereka berpapasan dengan Inspektur Cho yang memberitahu kalau Ketua Jang mengkonsumsi sesuatu yang mirip dengan potasium sianida yang jika diminum akan langsung melumpuhkan otot, termasuk otot pernapasan. Inspektur Cho juga menemukan lubang sebesar jarum, dan itu berarti obat tersebut berasal dari luar.


Inspektur Cho juga menyampaikan bahwa dosis obat yang dimasukkan itu kecil sehingga tidak bisa membunuh Ketua Jang. “Dan jika diberi penawarnya, maka dia bisa tetap hidup,” kata Inspektur Cho.


Jin Young terkejut mengetahui kemungkinan Ketua Jang masih hidup, apalagi ditambah mobil ambulans yang membawanya menghilang. “Siapa di dunia yang bisa melakukan ini?” Inspektur Park bertanya-tanya.


Dan pelakunya adalah Ketua Gook dengan menggunakan Pak Kwak dan Asisten Ki. Mereka mengabarkan bahwa Keadaan Ketua Jang sudah membaik. Pak Kwak bertanya mengapa Ketua Gook mengubah rencananya, padahal Manajer Lee menyuruh mereka membunuhnya.


“Situasinya sudah berubah. Dimana Jang Pil Sung sekarang?” tanya Ketua Gook.


Ketua Jang masih merasa tubuhnya sakit. Ada botol air di depannya, tapi ia terlalu trauma untuk meminumnya. Ketua Gook datang dan menanyakan keadaannya. Ketua Jang bertanya apa yang sudah Ketua Gook lakukan. “Aku baru saja menyelematkanmu,” jawabnya.
Flashback..


Saat Pak Kwak memberitahunya tentang rencana pembunuhan Ketua Jang, Ketua Gook memerintahkan tim pelaksana pembunuhan untuk melakukan perubahan rencana.


Ketua Gook: “Kau hampir mati, tapi kau tidak berterima kasih.”
Ketua Jan: “Kau harusnya mengeluarkanku dari sana lewat jalur hukum, bukan dengan melarikan diri. Kau ingin aku bersembunyi sampai aku mati?”


Menurut Ketua Jang, jika Ketua Gook membebaskan dirinya untuk melawan Manajer Lee, itu berarti dia sudah mati walaupun masih hidup. “Dia akan dengan mudah membunuhku,” kata Ketua Jang. Ketua Gook lalu memintanya memilih. “Apa kau memintaku untuk mengkhianati Manajer Lee?” Ketua Gook mengiyakannya.


Ketua Gook membukakan botol air untuk Ketua Jang sambil berkata bahwa jika Ketua Jang tidak memihaknya, maka dia akan memberitahukan keberadaan Ketua Jang pada Polisi.


Ketua Jang: “Apa yang kau inginkan dariku?”
Ketua Gook: “Restoran Odong. Kau yang bertanggungjawab atas kasus itu. Jadi aku yakin kau punya dokumen lain selain hasil otopsi itu.”


Ketua Gook: Kau sudah memutuskan?”
Ketua Jang: “Tidak perlu memilih. Kau menyelamatkan nyawaku, ketika Manajer Lee berusaha membunuhku. Tapi apa Manajer Lee tahu kalau kau menyelamatkanku?” [crstl] 
Comments


EmoticonEmoticon