1/17/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 30 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 30 BAGIAN 1


#30 – Maafkan Aku


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 29 Part 2

Jin Young pulang sendirian. Dalam perjalanan, ia mengingat pengakuannya pada Il Seung bahwa dia telah menghancurkan rekaman dari CCTV lantai 18 Gedung Grup Jinsung, padahal rekaman itu dapat menyelamatkan Il Seung dari tuduhan membunuh.


Ia sangat menyesali perbuatannya, apalagi Il Seung bilang bahwa saat itu hidup Ddak Ji juga dipertaruhkan.


Jin Young kemudian mengunjungi Eun Bi, di restoran tempatnya bekerja. Eun Bi bertanya apakah Jin Young ingin dibawakan minuman. “Maafkan aku, Eun Bi,” kata Jin Young. “Aku juga minta maaf pada kakakmu. Aku tahu kalau dia tidak bersalah, tapi aku pura-pura tidak tahu. Aku masih muda saat itu, jadi aku tidak berpikir dengan baik. Itulah mengapa aku gagal mengungkapkan pada dunia, kalau kakakmu tidak bersalah.”


Menurut Eun Bi, walaupun Jin Young melakukan itu, Ddak Ji tetap saja akan dipenjara. “Yang percaya kakakku tidak bersalah ada aku, kakakku sendiri, Petugas Oh, dan kau. Saat ini sudah empat orang.”


Jin Young: “Aku sungguh minta maaf. Aku minta maaf padamu dan kakakmu. Aku sungguh tidak tahu bagaimana cara meminta maaf pada kalian.”
Eun Bi: “Tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang. Kau hanya perlu menyesali tentang kakakku. Aku sangat marah karena tidak ada satupun orang di dunia ini merasa bersalah atas kakakku. Aku tahu kau bukan orang yang membuatnya menderita. Tapi jika kau sungguh minta maaf, jangan lupakan kakakku dan teruslah merasa bersalah.”


Setelah pesanan pizza Jin Young datang, Eun Bi pamit pergi.


Ibu sangat senang saat melihat Jin Young pulang sambil membawa pizza, karena sedah lama dia tidak bisa membelinya karena tidak punya uang. Jin Young bertanya untuk memastikan apakah ibunya jadipergi ke makam ayahnya. “Ya. Lain kali ayo kita pergi bersama,” kata ibu. Kemudian Jin Young menerima telepon dari Il Seung yang meminta Jin Young datang ke kemarnya.


Ibu tidak suka Jin Young terus menemuinya. Ia khawatir kalau Il Seung akan menyukai Jin Young. “Akulah yang tidak pantas menyukainya,” kata Jin Young serius. “Mulai sekarang, ibu harus memperlakukannya dengan hormat. Aku mohon.”


Ibu tentu saja tidak mau. Ia sepertinya semakin tidak menyukai Il Seung.


Il Seung sedang melepaskan foto para penjahat dari dindingnya dan menempelkannya di buku catatannya. Kemudian Jin Young mengetuk pintunya dan masuk ke dalam.


Il Seung bilang ia akan menceritakan tentang Ketua Gook. Jin Young membaca buku catatan Il Seung dan mengambil kesimpulan bahwa Manajer Lee-lah yang membunuh semua orang. Il Seung menyayangkan karena mereka tidak punya bukti untuk menangkapnya.


Jin Young memiliki ide agar mereka menyelidiki tempat Nona Hong dan menduga kalau Pak Cha-lah yang membereskan tempat kejadian 10 tahun lalu. Il Seung juga berpikiran sama.


Jin Young: “Gook Su Ran pasti tahu dimana Pak Cha. Ayo kita kesana besok.”
Il Seung: “Tidak, besok kau ke tempat Nona Hong saja. Aku yang akan menemui Gook Su Ran.”
Jin Young: “Kenapa?”
Il Seung: “Kau dan Inspektur Park akan dihukum besok. Kalian kehilangan saksi. Inspektur Park memintaku untuk memberitahumu.”


Jin Young dan Inspektur Park sudah berada di ruang dapat dan siap menerima hukuman mereka.


Di kantor, Sersan Kwon menduga mereka akan menerima pemotongan gaji. Kemudian Inspektur Park dan Jin Young kembali. Inspektur Park bilang mereka belum diberi hukuman. Jin Young berkata bahwa para atasan meminta mereka mencari Ketua Jang secara diam-diam.


Sersan Kim tidak heran mendengar keputusan itu, karena kasusnya sangat sensitif. Dan jika masyarakat mengetahuinya, maka bisa terjadi keributan besar. Inspektur Park menyuruh mereka kembali bekerja, lalu bertanya, “Dimana Petugas Oh?”


Il Seung sedang berada di Kantor Ketua Gook, tapi Asisten Ki dan bawahannya menghalanginya masuk karena Ketua Gook tidak mau menemui Il Seung. Il Seung tidak percaya dan meminta Asisten Ki menanyakannya lagi, tapi Asisten Ki tetap menyuruhnya pergi.


Asisten Ki mengusir Il Seung dengan menggunakan tali pengikat yang merupakan senjata andalannya. Bahkan setiap bawahannya membawa tali pengikat dengan warna yang berbeda. 


Il Seung menyuruh Asisten Ki jangan membuatnya marah, “Aku sangat membencimu.” Asisten Ki dan bawahannya mundur ketakutan. Il Seung menyuruh Asisten Ki menyampaikan pesan pada Ketua Gook bahwa ia menunggu telepon darinya.


Asisten Ki kemudian berbisik bahwa Ketua Gook sedang sangat sibuk karena masalah putra Manajer Lee, Young Min. Ia bilang sesuatu yang besar akan segera terjadi. Il Seung menyuruh Asisten Ki mundur karena ia tidak suka terlalu berdekatan dengannya. “Kalian pikir kalian power rangers?” tanya Il Seung karena mereka semua membawa tali pengikat aneka warna.


Di area parkir, dengan keahlian mencurinya, Il Seung berhasil membuka pintu mobil Ketua Gook.


Dengan didampingi Pengacara An, Manajer Lee memulai konferensi persnya. Ia mengakui perbuatan anaknya dan merasa menyesal karena tidak bisa mendidik anaknya dengan baik. Ia juga mengatakan bahwa alasan Young Min melakukan itu semua adalah karena jiwanya yang tidak stabil.


Ketua Gook menonton beritanya, lalu mematikan televisinya.


Ketua Gook mengingat pertemuan terakhirnya dengan Young Min yang mengatakan bahwa dengan membantunya, Ketua Gook terasa seperti ibu kandungnya. Bahkan saat masih sekolah dulu, Young Min juga pernah menduga hal yang sama.


Ast. Ki: “Ketua Gook, Kim Jong Sam...”
Ketua Gook: “Kita bicara nanti. Dimana Pak Kwak?”


Pak Kwak ternyata sedang bersama Manajer Lee yang mengancamnya agar terus mengawasi Ketua Gook sebagai imbalan karena Manajer Lee telah melepaskan Pak Kwak atas kasus Young Min. Pak Kwak terlihat bingung, namun ia berkata bahwa mengerti dan akan melaksanakan perintah Manajer Lee.


Jaksa Kim memberikan stempel pada dokumen kasus Young Min. Ia memuji bahwa ayah Young Min sangat pintar karena tiba-tiba putranya menderita skizofrenia.


Pengara An meminta Jaksa Kim agar menjalankan tugasnya saja. “Ya, aku sudah memberikan stempal pada semua dokumennya dengan baik,” kata Jaksa Kim sambil menutup dokumennya. “Kalian bisa pergi.” Kemudian Ketua Gook masuk ke ruangan itu.


Ketua Gook bilang ia ingin mengantar Young Min pergi. Young Min sangat terkejut melihat Ketua Gook menemuinya. Sedangkan Pengacara An tampak was-was.


Jaksa Kim menyuruh mereka pergi, karena dia sedang ingin sendirian. “Jalanilah perawatanmu dan kita akan segera bertemu lagi,” kata Jaksa Kim.


Pengacara An meminta Ketua Gook pergi, karena Manajer Lee akan marah padanya jika mengetahui kejadian itu. Ketua Gook menyuruhnya agar pergi saja dan melaporkannya. “”Aku tidak akan kemana-mana. Aku akan pergi ke rumah sakit seperti yang ayahku suruh,” kata Young Min. Pengacara An kemudian memberikan waktu tiga menit kepada mereka.


Young Min: “Kau lama tidak mengunjungiku, kukira kau sudah menyerah padaku.”
Ketua Gook: “Apa maksudmu? Aku sudah lama mengenalmu.”
Young Min: “Apa ada jalan keluar untukku? Aku akan terkurung di rumah sakit selamanya.”
Ketua Gook: “Kau hanya disana sampai masyarakat mereda. Aku akan mencarikan solusinya.”


“Tidak perlu. Balas dendamlah untukku. Kepada ayahku. Tidak, kepada Manajer Lee Kwang Ho,” pinta Young Min. “Aku tidak bilang kalau aku bersalah. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku sebagai putranya. Tapi pada saat-saat tertentu, dia akan bilang pada media bahwa aku bukanlah anak kandungnya. Dia mengopsiku untuk kampenya. Dan sekarang dia membuangku?”


Ketua Gook: “Bagaimana cara aku membalaskan dendammu? Dia masih tetap ayahmu. Dia seorang prefeksionis, sulit untuk menemukan kelemahannya.”
Young Min: “Aku akan memberikan kelemahannya padamu. Tadinya aku berencana untuk memberikannya pada Jaksa Kim, tapi aku rasa lebih baik jika memberikannya padamu. Jika dia mengkhianatimu, kau bisa menggunakannya.”
Ketua Gook: “Apa itu?”


“Ada gambar di belakang frame fotoku. Itu bisa menyakitimu juga. Jadi gunakan dengan hati-hati ketika kau membalaskan dendamku,” kata Young Min. [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon