1/23/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 32 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 32 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 32 Part 1

Il Seung sudah sampai di rumah dan Chul Gi datang kemudian. Chul Gi tahu mengenai kondisi Il Seung dari Inspektur Park. Dia bahkan sampai mengecek suhu tubuh Il Seung dengan menyentuh keningnya, tapi Il Seung bilang ia baik-baik saja.


Il Seung mengatakan bahwa masalahnya sekarang adalah ia kehilangan buku catatan Pak Cha. Chul Gi mengatakan bahwa mereka akan sulit untuk mendapatkannya kembali. Ia juga menduga kalau Ketua Jang akan menyimpannya dan tidak memberikannya pada Manajer Lee.


Terdengar suara pengantar pizza di depan pintu. Il Seung mengecek ponselnya dan ada pesan dari Jin Young bahwa dia sudah membayar pizzanya. Mereka lalu memakannya bersama.


Il Seung bilang mereka tidak boleh hanya sekedar makan, tapi juga harus membuat rencana apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk mendapatkan catatan itu kembali. Chul Gi menyuruhnya menunggu saja, karena ia yakin Ketua Jang pasti akan menelepon.


Il Seung: “Siapa aku?”
Chul Gi: “Bisa kau atau Letnan Jin. Dia tidak bisa melakukannya sendiri. Dia tidak akan mau terus hidup sebagai buronan.”
Il Seung: “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui? Dia akan menukar rekaman suara itu dengan buku catatannya.”


Il Seung kemudian mendapat telepon dengan nomor yang dirahasiakan. “Ya? Jang Pil Sung?” kata Il Seung.


Il Seung dan Ketua Jang bertemu dengan saling menjaga jarak. Il Seung mengiraKetua Jang akan membunuhnya, jadi ia bertanya kenapa malah mengajak bertemu.


Ketua Jang mengatakan bahwa dia menginginkan rekaman suara Ketua Jin saat di atap gedung Grup Jinsung, dan sebagai gantinya ia akan memberikan buku catatan Pak Cha. “Aku sudah membaca semuanya. Dan sangat tepat untuk membidik sejarah Lee Kwang Ho,” kata Ketua Jang.


Il Seung meragukan kekuatan buku catatan itu. Ditambah Pak Cha mengidap alzheimer sehingga tidak bisa dimintai kesaksiannya.


Ketua Jang: “Kenapa kau pikir itu hanya catatan biasa? Jika kau mendalaminya, kau bisa saja menemukan tulang korban. Bagaimana? Kau tertarik sekarang? Jadi, curilah rekaman suara Ketua Jin itu.”
Il Seung: “Waktu dan tempat?”
Ketua Jang: “Tepat tiga jam lagi. Disini.”


Il Seung pergi ke Kantor Polisi dan menceritakan pertemuannya dengan Ketua Jang pada Jin Young. Jin Young bertanya apa yang Il Seung pikirkan.


Il Seung: “Yang kau pikirkan itu lebih penting. Kita akan beresiko kehilangan Jang Pil Sung.”
Jin Young: “Dimana rekaman suara yang ditinggalkan ayahku?”
Il Seung: “Ada di laciku. Jang Pil Sung melarikan diri sebelum aku membawanya ke Kejaksaan.”


Jin Young menghela napasnya dan meyakinkan dirinya bahwa rencana mereka akan berhasil. Il Seung meminta Jin Young tidak melakukan itu, jika dia memang tidak mau.


Sersan Kim masuk ke ruang interogasi dan meminta Sersan Kwon untuk melepaskan Pak Kwak dan Asisten Ki. Sersan Kwon sangat terkejut. Sersan Kim bilang ketua menolak penangkapan mereka.


Asisten Ki tersenyum penuh kemenangan. Pak Kwak langsung menyodorkan tangannya. Dengan berat hati, Sersan Kwon membuka kunci borgol mereka.


Pak Kwak berkata bahwa ia akan membuat keluhan kepada kantorny. Sersan Kim bilang ia tidak peduli, karena hari itu mereka sangat sibuk dan lelah.


Sersan Kwon bertanya apa yang sedang terjadi. Sersan Kim menjawab, “Oh Il Seung akan membuat kesepakatan dengan Jang Pil Sung. Dia akan memberikan rekaman suara milik Ketua Jin dan mendapatkan catatan Pak Cha sebagai gantinya.”


Sersan Kim mengecek jam tangannya dan berkata bahwa mereka akn bertemu di area parkir Manjong dalam dua jam. “Kita akan pergi bersama Petugas Oh untuk bertemu Jang Pil Sung, jadi bersiaplah,” kata Sersan Kim lagi.


Di luar, Pak Kwak dan Asisten Ki menguping pembicaraan mereka. (haha..) Menurut Asisten Ki jika Ketua Jang tertangkap maka akan tidak menguntungkan bagi Ketua Gook.


“Pertukaran apa?” tanya Manajer Lee pada Pak Kwak. “Apa isi catatan Pak Cha?” Pak Kwak juga belum tahu apa isinya. Manajer Lee mengepalkan tangannya marah. “Pak Cha, si brengsek itu.”


Pak Kwak lalu meminta izin untuk mengurus masalah itu. Manajer Lee setuju dan memerintahkan Pak Kwak untuk menangkap Ketua Jang juga. “Baik, Tuan,” kata Pak Kwak.


Il Seung menunjukkan alat perekamnya. Jarak diantara mereka lebih dekat dibandingkan pertemuan sebelumnya. Ketua Jang lalu menebak Il Seung pasti sangat ingin menangkap Lee Kwang Ho. Ketua Jang lalu mengambil rekaman itu dan akan menyerahkan buku catatannya.


Tiba-tiba Kyung Jae datang dan meletakkan pisau di leher Ketua Jang. Sebuah mobil kemudian datang mereka masuk ke dalamnya. Il Seung mencoba melawan, tapi Kyung Jae terus menodongkan pisau padanya.


Mobil tim datang kemudian.


Pak Kwak membawa Ketua Jang dan catatan Pak Cha kepada Manajer Lee.


Ketua Jang: “Ini salah paham. Aku...”
Man. Lee: “Tutup mulutmu. Aku tanya sekali lagi. Apa hany ini?”
Ketua Jang: “Ya. Aku jamin.”


Di saku Ketua Jang terdapat alat penyadap.


Mobil tim ada di luar rumah Manajer Lee. Mereka mendengarkan pembicaraan Ketua Jang. 


Ketua Jang: “Manajer Lee, ini tidak seperti yang kau kira.”
Man. Lee: “Jangan berani bercanda denganku.”
Flashback..


Tiga jam sebelumnya...
Il Seung memberikan catatan kesaksian Pak Cha atas pembunuhan di Restoran Odong kepada Inspektur Park. Sersan Kim pesimis untuk mendapatkan kembali catatan Pak Cha yang ada di tangan Ketua Jang.


Tapi Chul Gi malah yakin, bahwa mereka dapat menangkap Ketua Jang dan Manajer Lee sekaligus. Inspektur bertanya bagaimana caranya. Chul Gi memberi kode pada Il Seung agar memberitahukan rencana mereka.


“Kita akan membiarkan pihak Lee Kwang Ho tahu bahwa Jang Pil Sung akan membuat kesepakatan dengan kita. Kita akan membocorkan tempat dan waktunya juga,” jelas Il Seung.


Di ruang interogasi, Sersan Kim sengaja mengatakan waktu dan jamnya. Padahal ia tahu Pak Kwak dan Asisten Ki menguping pembicaraan mereka.


Chul Gi sudah memperkirakan bahwa mereka pasti akan mengirimkan orang untuk merebut buku catatan Pak Cha dan Ketua Jang.


Il Seung: “Ketika Lee Kwang Ho menculik Jang Pil Sung, dia akan menghancurkan buku catatan itu dan membunuh Jang Pil Sung.”
Chul Gi: “Kita akan masuk setelah merekamnya. Kita akan menangkap mereka sekaligus.”


Jin Young bertanya bagaimana mereka akan merekamnya, karena Ketua Jang tidak akan dengan sukarela mengambil alat perekamnya. Il Seung berkata bahwa mereka akan menggunakan alat perekam milik Ketua Jin dan menyadapnya.
-flashback end-


Saat mendengar Ketua Jang akan digeledah, Inspektur Park meraasa rencana mereka tidak akan berhasil. “Paling tidak kita bisa mendapatkan Jang Pil Sung. Ayo!” perintah inspektur. Mereka bergegas keluar dari mobil.


Pak Kwak menggeledah Ketua Jang dan menemukan alat perekam. Manajer Lee bertanya apa itu. “Itu? Itu adalah...”


Tiba-tiba anak buah Manajer Lee menghalangi tim Inspektur Park yang memaksa masuk. Manajer Lee meminta anak buahnya mundur dan menunggu di luar dan membiarkan pintu gerbang tetap dibuka.


Inspektur Park berterima atas kerjasama Manajer Lee. Ia lalu menunjukkan surat perintah penangkapan untuk Ketua Jang. “Bawa dia,” kata inspektur.


Jin Young lalu maju mengambil alat perekamnya. Setelah itu Il Seung akan mengambil buku catatannya. Tapi tiba-tiba Pak Cha datang dan menghalangi mereka dengan stik golf. “Siapa kau?! Keluar! Anggota kongres, aku disini. Jangan khawatir. Aku akan melindungimu!” kata Pak Cha.


Kesempatan itu dimanfaatkan Ketua Jang untuk melarikan diir. Inspektur Park dan Sersan Kim mengejarnya.


Jin Young dan Sersan Kwon menangkap Pak Cha.


Il Seung akan mengambil buku catatan Pak Cha, tapi Pak Kwak mendahuluinya dan melarikan diri. Il Seung mengejarnya.


Il Seung berhasil menjatuhkan Pak Kwak. Mereka berebut buku catatan itu, sampai sobek menjadi dua bagian. Pak Kwak kembali berlari, dan Sersan Kwon mengejarnya.


Il Seung membuka bagian buku catatan yang ia dapatkan. “Dia menyuruhku untuk membunuh.”


Jin Young: “Ada apa? Apa ada yang salah?”
Il Seung: “Orang yang Pak Cha bunuh... adalah ibuku.”


Pak Cha tersenyum licik, tapi sepertinya dia tidak terlalu mengerti.


Isi catatan Pak Cha: “Anggota Kongres Lee Kwang Ho menyuruhku untuk membunuh seorang ibu dan putranya yang tidak memiliki tempat tinggal. Nama wanita itu adalah Choi Yeon Mi.”


Il Seung sangat sedih. Ia mengingat peristiwa yang menyebabkan kematian ibunya.
Flashback..


Sebuah mobil itu menabrak ibunya, Jong Sam kecil berlari menuju ibunya yang sudah terjatuh tidak berdaya. “Ibu..ibu..ibu,” panggil Jong Sam.


Mobil itu masih berada disana dan Pak Cha ada di dalamnya.


Il Seung menatap Manajer Lee yang sedang berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan penuh tanya.


Manajer Lee berhenti sejenak, dan tanpa berkata apa-apa dia masuk ke rumahnya.


Il Seung menangis. [crstl]


1 komentar

  1. Gregetan banget ama lee kwang ho...g sabar nunggu ending lee kwang ho yg kbongkar smua aib nya

    BalasHapus


EmoticonEmoticon