1/21/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 32 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 32 PART 1


#32 – Kembali ke Tim


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 31 Part 2

Si Perawat yang sering berdoa bersama Pak Cha terlihat sedang berdoa untuk Il Seung, tapi sambil tangannya mengelus tangan Il Seung. (Haha..) Il Seung mengucapkan terima kasih, kemudian mereka saling berpamitan.


Il Seung menggali di tanah dekat tempat Pak Cha dan si perawat bisa berdoa bersama. Terlihat sesuatu dibawah batu besar.


Il Seung membersihkannya dan menemukan sebuah buku catatan kecil di dalamnya.


Il Seung mulai membaca catatan itu. ‘Aku menaruh alkohol di dalam gelas. Aku menunggunya. Aku sedih, terluka, lalu marah.’ Tiba-tiba seseorang mengambil catatan itu. (benar-benar tiba-tiba sampai aku sendiri kaget banget haha..)


Ketua Jang: “Kau bagus juga.”
Il Seung: “Berikan padaku.”
Ketua Jang: “Memberikan ini padamu? Apa kau gila?”


Kali ini Il Seung bisa mengunci Ketua Jang dengan mudah. Il Seung mengatakan sepertinya Ketua Jang sudah lupa gerakan dasar semacam itu, karena terlalu fokus memikirkan politik. Buku catatan itu terjatuh.


Il Seung mengambil catatan itu, sayangnya Il Seung kurang waspada. Tiba-tiba datang seorang lagi dan memukul tengkuknya dari belakang yang menyebabkan Il Seung pingsan seketika. Orang itu adalah si pelayan cafe, Lee Kyung Jae.


Ketua Jang merasa lega dan meregangkan bahunya yang masih terasa sakit. Ia mengambil catatannya dan memerintahkan Kyung Jae agar membawa Il Seung dan membuatnya menderita. Sedangkan Ketua Jang sendiri akan pergi ke tempat lain.


Kyung Jae membawa Il Seung dengan menyeret tubuhnya.


Ins. Park: “Hey, Letnan Jin. Dimana Oh... Dimana pria itu?”
Jin Young: “Aku tidak tahu.”
Ins. Park: “Aku tidak akan menangkapnya, jadi katakan padaku.”
Jin Young: “Aku tidak bohong. Aku tidak bisa menghubunginya.”
Ins. Park: “Beritahu aku jika ada kabar tentangnya.”


Sersan Kim mengabarkan pada Inspektur Park bahwa dia belum berhasil menemukan Pak Cha. Sersan Kwon dan Kim masih terus mencari Pak Cha.


Inspektur Park tidak heran jika Pak Cha sulit ditemukan, karena ia sudah tinggal selama 10 tahun di penjara dan tidak pernah tahu dunia luar. Inspektur menduga Pak Cha sedang bersembunyi di suatu tempat. Inspektur lalu mengajak Jin Young pergi untuk melacak keberadaan Pak Cha juga.


Il Seung berada dalam keadaan tangan dan kaki terikat, mulutnya juga diikat dengan kain. Ketika sadar, ia berusaha melepaskan diri.


Pengacara An melapor pada Manajer Lee bahwa dia sudah bicara pada para petinggi di Kejaksaan dan mereka mengerti keinginan Manajer Lee. Manajer Lee mengatakan bahwa tentu saja mereka mengerti, karena mereka mendapatkan posisi ituberkat bantuannya. Termasuk untuk kasus Ketua Gook, jika sampai menyeret namanya.


Man. Lee: “Kenapa aku belum mendengar kabar dari Jang Pil Sung?”
Peng. An: “Aku pikir ada sesuatu yang salah.”
Man. Lee: “Rencananya yang salah atau terjadi sesuatu padanya?”
Peng. An: “Aku rasa kedunya.”


Pengacara An lalu memberitahu kalau Pak Cha hilang dan Tim Kejahatan Tersembunyi sedang mencarinya. Pengacara An menduga kalau Pak Cha masih hidup dan Ketua Jang keluar dari batas.


Manajer Lee mengatakan ada 2 kemungkinan. Yang pertama adalah Ketua Jang menyembunyikan Pak Cha karena takut kehilangannya atau Ketua Jang menemukan sesuatu dan sedang berpikir bagaimana menggunakannya.


Ketua Jang membaca catatan itu dengan tersenyum. “Aku mendapat jackpot. Bagaimana aku menggunakannya?” kata Ketua Jang


Jin Young dan Inspektur Park datang ke rumah sakit jiwa dan bertemu dengan perawat yang sebelumnya juga bertemu dengan Il Seung. Mereka kesana untuk menemukan Pak Cha, tapi perawat bilang Pak Cha tidak datang kesana.


Ins. Park: “Dia memang tidak mungkin bisa kembali kesini sendiri? Tapi apa yang dilakukan Oh Il Seung. Maksudku pria itu. Apa yang dia temukan disini. Perawat itu bilang dia masih mencari sesuatu.”
Jin Young: “Aku tidak tahu.”


Perawat lalu kembali lagi sambil membawa tas berisi sepatu Pak Cha. “Bukankah kau membutuhkannya? Aku memberikannya pada Poliis tinggi dan tampan yang datang sebelumnya, tapi ia meninggalkannya,” kata si perawat.


Inspektur bertanya kenapa Il Seung tidak membawa sepatu itu, padahal bisa dijadikan barang bukti. Jin Young menduga itu karena Il Seung berpikir tidak akan bisa masuk ke Kantor Polisi lagi.


Orang yang mereka bicarakan masih berusaha melepaskan diri dari ikatan yang dipasang Kyung Jae. Ia kehabisan tenaga dan akhirnya pingsan.


Inspektur Park meminta Jin Young menghubungi Il Seung karena ia merasa aneh, karena seharusnya bisa saja Il Seung memberikan bukti itu pada Jin Young. Apalagi Il Seung juga tidak menjawab telepon dari Jin Young. “Orang yang terakhir yang bertemu dengannya adalah perawat tadi bukan?” tanya inspektur.


Dengan berlari, perawat membawa mereka menuju ke tempatnya berdoa bersama Il Seung. Dia khawatir karena Il Seung tidak ada disana, dan ada beberapa barang yang berantakan.


Jin Young menemukan bagian buku yang digunting sedemikian hingga untuk menyembunyikan catatan itu. “Aku rasa dia menemukan sesuatu,” kata Jin Young. Inspektur Park lalu melihat bekas rumput yang tertidur, yang menunjukkan bahwa seseorang diseret diatasnya.


Inspektur mengedarkan pandangannya ke seluruh area tersebut. “Hey hey, itu dia,” teriak inspektur sambil menunjuk ke suatu arah.


Inspektur meminta perawat untuk menghubungi 911dan Jin Young diminta melepaskan ikatan il Seung dengan korek api milik inspektur. Il Seung terlihat sangat pucat. Inspektur memanggil nama Il Seung dan memukul-mukul wajahnya agar ia sadar.


Il Seung: “Ah, sakit.”
Ins. Park: “Sakit? Aku rasa dia baik-baik saja. Dia merasakan sakitnya.”


Il Seung menggigil. Inspektur Park memberikan jaketnya pada Il Seung dan berusaha menghangatkan tubuhnya. “Astaga,” keluhnya. Saat Il Seung sudah dibawa ke mobil, inspektur berkata pada Jin Young bahwa ia akan bicara dulu sebentar dengan Il Seung.


Inspektur Park tampak sangat khawatir. Ia memaksa Il Seung meminum minuman hangat yang ia beli. Ia lalu bertanya apa yang Il Seung temukan disana. “Catatan milik Pak Cha. Dia mencatat semua yang Lee Kwang Ho perintahkan padanya,” jawab Il Seung. Inspektur menduga Ketua Jang yang merebutnya dan Il Seung menganggukkan kepalanya.


Ins. Park: “Kau bisa mati karena hiportemia, jika ada disana sebentar lagi saja.”
Il Seung: “Terima kasih sudah menyelamatkanku.”
Ins. Park: “Aku tidak mengatakan itu agar kau berterima kasih. Apa kau sangat ingin menangkpa Lee Kwang Ho?”
Il Seung: “Ya.”


Alasan Il Seung sangat ingin menangkap Lee Kwang Ho adalah karena ia takut kalau orang lain mungkin akan terluka juga. “Maafkan aku, Inspektur Park,” kata Il Seung. Inspektur lalu bertanya apakah Il Seung tahu kenapa Polisi selalu bergerak berpasangan. Il Seung menggeleng. Insoektur Park mengatakan agar mereka bisa saling menyelamatkan.


Ins. Park: “Aku ingin kau berpasangan dengan Jin Young mulai besok. Aku ingin kau datang untuk bekerja besok. Kita lihat bagaimana hasilnya.”
Il Seung: “Jika kau tidak ingin aku kembali, kau tidak perlu...”
Ins. Park: “Aku ingin kau kembali. Sungguh. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku tidak masalah denganmu dan keadaan ini. Aku tidak tahu.”
Il Seung: “Maafkan aku.”


Inspektur Park kemudian mengatakan bahwa dia bisa saja mengubah pikirannya besok, jadiia meminta agar Il Seung jangan terlalu percaya padanya. Dia kemudian menyuruh Il Seung pulang dan beristirahat, “Datanglah besok.”


“Supir Jin, masuklah ke mobil, dan menyetir,” kata Inspektur dari balik pintu mobil. Jin Young sangat senang melihat hubungan keduanya membaik.


Inspektur Park kembali ke Kantor Polisi. Ia meminta Jin Young agar mengantarkan Il Seung pulang. Jin Young terlihat khawatir. Il Seung buru-buru mengatakan kalau dia baik-baik saja. 


Jin Young: “Jantungku hampir lepas tadi.”
Il Seung: “Tapi tidak terjadi bukan?” Lihat. Kau baik-baik saja.”
Jin Young: “Astaga! Kau mengatakan itu karena bangga atas apa yang sudah kau lakukan?”
Il Seung: “Bukan itu maksudku. Tapi aku baik-baik saja, jadi jangan terlalu marah.”


Jin Young memperingatkannya agar tidak pergi sendirian lagi. Il Seung lalu menyuruh Jin Young masuk saja ke Kantor Polisi untuk melanjutkan pencarian Pak Cha.


Di ruang interogasi, Sersan Kim dan Kwon tengah berhadapan dengan Pak Kwak dan Asisten Ki. Pak Kwak bertanya apakah mereka sudah mendapat izin dari atasan pak Kwak di NIS untuk menangkapnya. “Lagipula, apa kesalahan kami?’ tanya Pak Kwak lagi.


“Wah, kau kurang ajar sekali. Kau sudah melakukan banyak hal di depan mata kami. Baru saja kau menghalangi kami menangkap Jang Pil Sung,” kata Sersan Kwon kesal. Pak Kwak beralasan bahwa mereka sedang terburu-buru untuk menemukan Pak Cha.


Ast. Ki: “Kita mencari Pak Cha bersama-sama hari ini.”
Sersan Kim: “Aku tidak peduli! Kita lihat saja apakah Ketua NIS saat ini mengizinkan kalian untuk diinterogasi atau tidak.”
Ast. Ki: “Bagaimana jika tidak?”
Sersan Kwon: “Aku akan mengatakan, ‘Aw ini kesalahanku’. Aku akan minta maaf dan melepaskan kalian.”


Asisten Ki lalu meminta agar borgolnya dilepas, dan ia berjanji tidak akan melarikan diri. Sersan Kwon lalu akan mengambil kunci borgol di sakunya. Pak Kwak juga ikut menyodorkan tangannya.


“Kalian pikir aku akan membebaskan kalian? Begitu? Kami tidak bodoh!” ejek Sersan Kwon. Asisten Ki dan Pak Kwak menarik kembali tangan mereka. [crstl]

1 komentar


EmoticonEmoticon