1/25/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 33 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 33 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 33 Part 1

Pak Kwak datang ke Kantor Ketua Gook dan merasa heran karena Jaksa Kim juga ada disana. Ketua Gook langsung menanyakan sisa buku catatan Pak Cha pada Pak Kwak. 


Pak Kwak berkata bahwa penjaga berhasil menangkapnya dan membawanya ke hadapan Manajer Lee. Ia tidak bermaksud menyerahkan buku catatan itu, tapi ia terpaksa melakukannya. Pak Kwak berkata dia sudah membacanya, tapi tidak menemukan hal yang sangat penting.


Ketua Gook tidak heran, karena saat itu mendekati pemilihan umum, jadi tugas Pak Cha lebih banyak untuk mengantarkan uang. Ia lalu memperbolehkan Pak Kwak pergi.


Jaksa Kim mengambil kesimpulan bahwa dari buku catatan Pak Cha itu, mereka harus bisa menemukan kasus yang akan menjatuhkan Manajer Lee.


Il Seung bertanya pada Ketua Gook, kasus mana dulu yang akan mereka kerjakan. Ketua Gook membuka salah satu halaman buku catatan Pak Cha yang bertuliskan ‘Aku mengubur anak kecil berumur 3 tahun’. “Kematian anak kecil?” tanya Il Seung. 


Jaksa Kim berpikir kasus itu tidak ada hubungannya dengan Manajer Lee, karena hanya ada keterangan dia mengubur anak kecil pada tanggal tersebut.


Ketua Gook: “Dia yang memberikan perintah. Lee Kwang Ho juga yang membunuh anak itu.”
Jaksa Kim: “Apa?”
Il Seung: “Siapa anak kecil itu?”
Ketua Gook: “Anak yang diadopsi oleh Lee Kwang Ho. Lee Young Min yang asli.”
Jaksa Kim: “Lalu, bagaimana dengan Lee Young mIn yang aku masukkan ke rumah sakit jiwa?”


“Dia palsu.” Ketua Gook mengatakan bahwa Manajer Lee tidka mungkin mengatakan bahwa dia membunuh anak yang diadopsinya, jadi dia diam-diam membawa anak kecil lain untuk dirawat.


Jaksa Kim mengatakan bahwa ada masa berlaku kasus, jadi kasus itu tidak bisa membuat Manajer Lee ditangkap. Ketua Gook bersikeras. Ia mengatakan bahwa jika kasus itu terbukti benar, maka masyarakat akan menginginkan agar dilakukan pengecekan terhadap kasus-kasus yang lain. Dia juga mengatakan bahwa dia memanipulasi media, mereka dapat membuat Manajer Lee gelisah dan menekan para pimpinan di Kantor Kejaksaan.


Jaksa Kim mengangguk-anggukkan kepalanya. Ketua Gook melanjutkan bahwa kasus anak itu akan menjadi cara yang sangat efektif, dan mereka hanya perlu mencari tahu dimana Pak Cha menguburkannya.


Il Seung: “Bagaimana kita mengkonfirmasi kalau anak itu adalah anak yang diadopsi oleh Lee Kwang Ho?”
Ketua Gook: “Aku tahu siapa orang tua anak itu.”
Jaksa Kim: “Aku rasa, kau sudah menemukan mereka. Siapa?”
Ketua Gook: “Aku akan mengatakannya, setelah kita menemukan mayatnya.”


“Seorang jaksa, Polisi, dan mantan Direktur NIS. Apa yang mereka lakukan bersama-sama?” tanya Asisten Ki yang ternyata masih ada disana bersama Pak Kwak dan menguping pembicaraan mereka. Pak Kwak tidak tahu, tapi dia merasa harus membantu Ketua Gook.


Ast. Ki: “Apa kau sepenuhnya berada di pihak Ketua Gook?”
Pak Kwak: “Aku tidak bisa begitu saja langsung memihak Manajer Lee. Dan kelihatannya jaksa dan Polisi itu bekerja bersamanya. Pada saat seperti ini, kita harus mengikuti pegawai pemerintah.”
Ast. Ki: “Bagaimana jika kita terbunuh?”
Pak Kwak: “Oleh karena itu, kita harus melakukannya dengan baik agar tidak terbunuh.”


Pak Kwak mengatakan bahwa contohnya adalah dengan menemukan bukti dari kasus di Restoran Odong. Pak Kwak juga bercerita bahwa sebelum memberikannya pada Manajer Lee, dia sudah membaca buku catatan itu dan menemukan fakta bahwa yang membunuh Nona Hong adalah Manajer Lee. Ia mengatakan pada Asisten Ki bahwa saat itu Pak Cha memotong kuku Nona Hong dan dia yakin bukti itu berada pada Ketua Jang. “Kita tahu nomor ponsel ganda Jang Pil Sung.”


Ponsel Pak Kwak tiba-tiba berdering. Pak Kwak menyuruh Asisten Ki agar tidak bersuara.


Pengacara An melapor pada Manajer Lee bahwa Ketua Gook keluar bersama Jaksa Kim. Manajer Lee bertanya-tanya apakah Ketua Gook meyerahkan diri dan mengakui semuanya. Pengacara An sendiri belum yakin, dan hanya mendapatkan informasi itu dari Pak Kwak bahwa mereka sama sekali tidak mendekati Kantor Erim Food.


Pengacara An menerima telepon. Setelah menutup teleponnya, ia mengatakan bahwa Ketua Gook sudah kembali ke Kantor Kejaksaan. Mereka lalu mengutarakan banyak dugaan.


Man. Lee bertanya, “Apa kau yakin dia tidak datang ke Kantor Erim Food?” Pengacara An diam saja. Manajer Lee menoleh ke belakang dan berteriak,” An Tae Jung! Apa yang sedang kau lakukan sekarang?! Kau bahkan tidak bisa mengatakan apakah Pak Kwak dapat dipercaya atau tidak. Bagaimana bisa ini disebut laporan?!”


Pengacara An menundukkan kepalanya dan meminta maaf. Manajer Lee kemudian menyuruhnya agar mengawasi Pak Kwak agar tidak mengkhianatinya.


Il Seung berkata bahwa akan terasa hebat jika segalanya berjalan sesuai rencana. Chul Gi bertanya apa yang akan Il Seung lakukan jika ternyata dia tidak beruntung. Il Seung kemudian mengatakan bahwa sebenarnya ia berpikir bahwa percuma saja mereka berusaha keras mencari bukti, karena mereka semua akan langsung dilepaskan.


Chul Gi: “Jadi kau akan menyerah? Tidakkah seharusnya kau menyelidiki kasus ibumu?”
Il Seung: “Batas waktu kasusnya sudah berakhir. Apa gunanya jika kasus sudah tidak valid?”
Chul Gi: “Tapi kau harus tetap mencari tahu, kenapa Manajer Lee membunuhnya?”


Il Seung: “Aku... hanya ingin membunuh Lee Kwang Ho. Aku sangat ingin membunuhnya. Aku tidak bermaksud mengatakannya.”
Chul Gi: “Tidak apa-apa, katakan saja. ‘Aku ingin membunuh Lee Kwang Ho. Aku ingin dia mati.’ Katakan saja. Tapi bukan begitu seharusnya akhirnya”


Chul Gi kemudian mengatakan bahwa besok Il Seung harus bekerja bersama timnya, karena hanya itulah caranya agar dia bisa menangkap Manajer Lee. “Aku akan menyelidiki kasus ibumu secara terpisah,” kata Chul Gi.


Chul Gi lalu berkata bahwa dia akan menginap, dan langsung membuka jaketnya dan berbaring.


Setelah memastikan Il Seung sudah tidur, Chul Gi bangun dan merapikan selimut Il Seung. Ia kemudian pergi keluar.


Il Seung membuka matanya.


Keesokan paginya, Il Seung datang ke rumah Jin Young dan bertemu dengan ibu yang menatapnya dengan tidak suka. Il Seung datang kesana karena Jin Young tidak juga mengangkat teleponnya. Ibu menyuruh Il Seung berangkat sendiri saja.


Jin Young kemudian keluar dari kamar mandi sepertinya masih dengan hanya memakai celana pendek. Saat melihat Il Seung, ia langsung masuk ke dalam kamarnya karena merasa malu.


Kemudian dia mengeluarkan kepalanya dari balik pintu, “Ibu kau harusnya mengatakan padaku jika ada orang yang datang.” Ibu bilang ia akan memberitahu Jin Young, tapi tidak sempat. Jin Young masuk dan membanting pintunya.


Il Seung: “Kalau begitu, aku permisi dulu.”
Ibu: “Kau sudah makan?”
Il Seung: “Apa?”
Ibu: “Apa kau sudah makan?”
Il Seung: “Belum. Ah.. tidak, aku baik-baik saja, Nyonya.”


Jin Young yang sudah memakai celana panjang menyuruh Il Seung masuk karena ia harus mengatakan sesuatu, sedangkan ibu akan memanaskan sup. Ibu bilang ia harus memperlakukan rekan kerja Jin Young dengan baik.


Ibu meminta Jin Young membuka pintu kamarnya, tapi Jin Young malah membanting pintunya. Ibu merasa gemas. (hehe..)


Di dalam kamar, Jin Young memperlihatkan catatan kecelakaan ibu Il Seung. Ia bilang catatan itu sudah berusia 20 tahun, jadi kondisinya sudah tidak bagus. Jin Young menunjukkan keterangan bahwa pelakunya ada Cha Gwang Tae.


Jin Young: “Dia tertangkap di lokasi kejadi, yang berarti kau benar. Tapi yang terpenting adalah, dia tertangkap di lokasi kejadian, padahal dia bisa saja melarikan diri.”
Il Seung: “Jika ini kasus tabrak lari, maka Polisi akan menyelidikinya. Tapi aku rasa dia tidak mau jika ibuku diselidiki.”
Jin Young: “Bingo. Itulah yang aku pikirkan. Dan alasannya adalah...”
Il Seung: “Alasannya akan sama dengan alasan kenapa Lee Kwang Ho membunuh ibuku.”


Jin Young mengatakan bahwa dia sama sekali tidak bisa menemukan catatan tentang Il Seung kecil. Il Seung menduga itu karena Pak Cha tidak pernah menyebutkannya dalam kesaksian. Pak Cha membiarkan Il Seung kecil hidup, padahal dia disuruh untuk membunuhnya juga.


Il Seung berkata saat itu ia langsung melarikan diri karena mendengar seorang wanita berkata bahwa dia akan mengirimkannya ke panti asuhan.


Jin Young: “Apa mungkin namanya Kim Kkot Bi?”
Il Seung: “Aku tidak tahu. Kenapa?”
Jin Young: “Karena dokumen ini mengatakan bahwa seseorang datang dan membuat kesepakatan. Namanya adalah Kim Kkot Bi. Dia mengaku sebagai teman ibumu. Jadi sekarang kita harus menyelidiki ibumu dan juga Kim Kkot Bi.”


Il Seung menggelengkan kepalanya dan akan membiarkan Chul Gi yang menanganinya, karena mereka belum memberitahu Inspektur Park secara detail. “Tidakkah kau pikir kita harus memberitahunya?” tanya Jin Young. Il Seung setuju, tapi meminta Jin Young menunggu sampai ada kejelasan.


Ibu mengetuk pintu dan langsung masuk. Ia bertanya apa yang sedang mereka lakukan. “Ayo sarapan,” kata ibu sambil menarik Il Seung keluar.


Saat rapat di kantor, Inspektur Park mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menangkap Ketua Jang.


Inspektur Park lalu mencekik Jin Young untuk mempraktekkan saat Manajer Lee mencekik Nona Hong.


Jin Young yang benar-benar dicekik, berusaha melawan. Tangannya berusaha menahan Inspektur Park. “Benar. Jika dia melakukan ini, besar kemungkinan DNA Lee Kwang Ho tertinggal di kuku Nona Hong.”


Il Seung juga mempraktekkan cara mencekik.


Begitu juga dengan Sersan Kwon.


Sersan kim juga tidak mau kalah.


Inspektur baru melepaskan cekikannya, setelah Jin Young berteriak. Inspektur menanyakan keadaan Jin Young lalu meminta maaf.


Jin Young menduga bahwa Ketua Jang-lah yang menyimpan potongan kuku itu.


Ins. Park: “Benar. Itulah kenapa kita harus menangkap Jang Pil Sung lebih dulu.”
Sersan Kim: “Lalu kenapa dia tidak menyebutkannya saat Petugas Oh ingin membuat perjanjian dengannya?”
 Il Seung: “Aku rasa itu karena buku catatan Pak Cha sudah cukup untuk dibuat perjanjian.”
Ins. Park: “Mengingat karakter Jang Pil Sung, dia pasti baru akan menggunakannya saat dia sudah tidak punya pilihan.”


Sersan Kwon berkata bahwa mereka sudah mendapatkan rekaman CCTV terdekat saat Ketua Jang melarikan diri dari rumah Manajer Lee. Sersan Kim meminta bantuan yang lain untuk mengecek CCTV. Sersan Kim sampai memakai obat tetes mata, karena terus menonton rekaman CCTV.


Inspektur Park menolaknya, karena ia ingin agar Jin Young dan Il Seung menyelidiki Nona Hong. “Kita harus menemukan informasi tentangnya untuk menemukan motif mengapa Lee Kwang Ho membunuhnya,” kata Inspektur Park.


“Apa kita akan berhenti menyelidiki Pak Cha?” tanya Sersan Kim. [crstl]

1 komentar

  1. Lanjut ka, tiap kali buka web pasti yg pertama kali dibuka update sinopsis ni. Suka banget ma sinopsisnya

    BalasHapus


EmoticonEmoticon