1/24/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 33 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 33 BAGIAN 1


#33 – Dia Membunuh Ibuku


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 32 Part 2

“Orang yang Pak Cha bunuh adalah ibuku,” kata Il Seung sedih. Jin Young juga terkejut. Manajer Lee lalu masuk ke dalam rumahnya, tanpa mengatakan apa-apa.


Il Seung menemui Pak Cha di ruang interogasi dan bertanya, “Choi Yeon Mi, apa kau mengenalnya?” Karena Pak Cha diam saja, Il Seung menunjukkan tulisan tangan Pak Cha sendiri. “20 tahun lalu, di malam saat hujan turun, kenapa kau membunuhnya?”


Pak Cha membaca tulisannya dan terkejut sambil menutup mulutnya. “Hah? Aku tidak mengatakannya padamu.” Il Seung berkata bahwa dia sudah tahu semuanya dan bertanya apakah Manajer Lee yang menyuruhnya.


Il Seung: “Apa alasannya? Kenapa dia memerintahkanmu untuk membunuhnya?”
Pak Cha: “Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak tahu. Aku tidak pernah menanyakan alasannya, dan dia juga tidak pernah memberitahuku.”
Il Seung: “Lalu kenapa kau tidak membunuh anaknya? Menurut catatan ini, kau diperintahkan untuk membunuh keduanya.”


“Itu karena... Menurutku, anak laki-laki itu tidak melakukan kesalahan,” kata Pak Cha. Il Seung lalu menanyakan apa kesalahan Choi Yeon Mi, ibunya. Il Seung marah dan terus bertanya kenapa Pak Cha membunuhnya.

Pak Cha naik ke atas meja sambil mengusap-usap tangannya dan memohon maaf pada Il Seung. “Tuan, maafkan aku. Maaf,” kata Pak Cha, lalu berdoa agar dosanya diampuni.


Il Seung: “Hey, Tuan Cha Gwang Tae.”
Pak Cha: “Dimana Gook Su Ran? Suruh dia datang. Aku akan mengatakan semua padanya.”
Il Seung: “Gook Su Ran?”
Pak Cha: “Ya. Dia menyelamatkan hidupku. Aku tidak akan mengatakan apapun, kecuali pada Gook Su Ran! Tolong ampuni aku, aku berdosa...”


Di rumahnya, Manajer Lee sedang menatap fotonya bersama istriya saat mengadopsi bayi Young Min.


Ia juga mengingat saat tidak sengaja menyebabkan kematian Young Min kecil.


Dan saat ia sangat marah pada Young Min pengganti karena tidak mau menuruti perintahnya dan melemparkan gelas ke arahnya,


Manajer Lee menyobek foto itu.


Inspektur Park, Sersan Kim dan Kwon minum bersama di suatu restoran. Tapi mereka tidak jadi meminumnya. Sersan Kim kemudian berkata bahwa dia sudah bekerja bersama Sersan Kwon selama lebih dari 10 tahun, namun ia tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas apa yang terjadi hari ini. Terlihat mata Sersan Kwon memar. Inspektur berkata bahwa hal semacam itu biasa terjadi.


Sersan Kwon: “Inspektur, sunbaenim, maafkan aku. Kita kehilangan Jang Pil Sung dan Pak Kwak. Ditambah lagi, aku kena pukul. Aku sangat malu pada diriku sendiri.”
Ins. Park: “Aku merasa menyesal untuk kalian semua, maafkan aku.”
Sersan Kwon: “Tidak. Akulah yang harusnya menyesal.”


Inspektur Park heran Sersan Kwon sampai menangis begitu. Sersan Kim meminta inspektur membiarkan Sersan Kwon menangis, karena dia hanya bisa minum segelas soju.


Sersan Kim lalu mengatakan bahwa tadi ia merasa sangat marah. Ia tidak peduli seberapa banyak uang yang Manajer Lee miliki dan tidak peduli mau digunakan untuk apa. Tapi dia sangat marah karena uang pajak negara digunakan oleh Manajer Lee untuk membiayai para bodyguardnya. Sersan Kim bilang bahwa orang-orang yan melindungi Manajer Lee adalah Polisi sama seperti mereka.


Inspektur Park menyuruh Sersan Kim tenang, karena mereka sedang berada di tempat umum. Inspektur bilang seperti itulah hukum bekerja di negaranya.


Jin Young bertanya pada Il Seung, apa yang sudah Pak Cha katakan. “Aku yakin Lee Kwang Ho yang menyruuhnya, tapi aku tidak tahu apa alasannya,” jawab Il Seung. Il Seung merasa ada yang janggal. Ia mengatakan bahwa ibunya tidak meninggal karena tabrak lari. JinYoung lalu berkata akan mencari catatan kecelakaannya.


Jin Young: “Apa ada hal lain yang kau ingat tentang ibumu? Sesuatu yang tampak aneh?”
Il Seung: “Ketika aku mengingat kembali masa kecilku, semuanya terasa aneh. Tapiaku tidak pernah berpikir ini ada hubungannya dengan Lee Kwang Ho.”
Jin Young: “Apa yang aneh?”
Il Seung: “Kami tidak punya tempat tinggal.”
Flashback..


Jong Sam kecil dan ibunya terbiasa menginap di toilet.


Mereka juga terbiasa beraktifitas di dalam bilik toilet.


Il Seung meminta agar Jin Young tidak menatapnya dengan tatapan kasihan, karena saat itu ia sama sekali tidak merasa menderita. Il Seung bilang ibunya selalu berada di sisinya. Ia bercerita bahwa mereka saling bicara dan bersenang-senang sepanjang malam di toilet umum. Ibunya juga mengajarkannya membaca.


Jin Young bertanya apakah Il Seung pernah meminta bantuan Polisi. Il Seung bilang ia tidak perlu melakukan itu, karena mereka sering ditangkap. Orang-orang yang mengetahui kalau mereka tidur di toilet umum selalu melaporkan mereka.


Il Seung bilang mereka sering diperiksa di Kantor Polisi, bahkan orang dari lembaga kesejahteraan juga datang untuk membawa mereka. Tapi setelah beberapa hari tinggal disana, mereka melarikan diri.


Jin Young: “Apa kau pikir dia melarikan diri karena Lee Kwang Ho?”
Il Seung: “Sekarang aku pikir begitu.”
Jin Young: “Aku penasaran apa alasannya dan bagaimana ibumu bisa mengenal Lee Kwang Ho?”


Il Seung juga tidak tahu. Jadi, ia harus membuat Pak Cha kembali mengingat kejadian itu.


Jaksa Kim merasa sangat lelah, karena Ketua Gook tetap saja diam.


Jaksa Kim mengecek jamnya dan berkata bahwa waktu 48 jam akan segera berakhir. Jaksa Kim mengatakan bahwa bukti yang ia miliki sangat kuat, jadi surat perintah penangkapan untuk Ketua Gook akan segera keluar. “Apa kau siap untuk tidur di sel mulai malam ini?” tanya Jaksa Kim.


Il Seung datang dan memberikan buku catatan Pak Cha. Jaksa Kim mengambilnya, karena mengira catatan itu untuknya. Tapi Il Seung bilang ia membawakan catatan itu untuk Ketua Gook.


Jaksa Kim bilang Il Seung meletakkan buku catatan itu di mejanya, berarti buku itu untuknya. Jaksa Kim mulai membaca catatan itu. “Wah, ini menakjubkan. Mana yang sebagian lagi? Dimana Pak Cha? Jika kita mendapatkan kesaksiannya atas hal ini...”.


Il Seung: “Itulah kenapa aku kesini. Lepaskan dia untuk satu hari. Pak Cha bilang dia akan mengatakan segalanya jika dia bertemu Ketua Gook.”
Jaksa Kim : “Melepaskannya untuk mendapatkan kesaksian dari pasien alzheimer?”
Il Seung: “Sejauh ini, dia selalu mengatakan kebenaran. Sisa buku catatan itu ada pada Pak Kwak.”


Jaksa Kim merasa khawatir jika mereka tidak mendapatkan apa-apa walaupun sudah melepaskan Ketua Gook. “Aku akan memberikan apa yang kau mau,” kata Ketua Gook.


Jaksa Kim: “Contohnya?”
Ketua Gook: “Konferensi pers. Dengan bukti bahwa Manajer Lee dan NIS punya kisah hubungan yang panjang.”
Jaksa Kim: “Kalau begitu, kau juga akan dipenjara. Itulah kenapa kau tidak juga bicara. Kenapa kau menyerah sekarang? Aku tidak dapat mempercayaimu.”


Il Seung meyakinkan Jaksa Kim bahwa dia akan membawa Ketua Gook kembali. Tapi Jaksa Kim bilang, ia yang akan mengantarnya sendiri. Ia juga meminta Ketua Gook agar menghubungi Pak Kwak terlebih dahulu.


Sayangnya, Pak Kwak berhasil ditemukan oleh penjaga dan membawanya kembali kepada Manajer Lee. Pak Kwak beralasan bahwa dia sedang melarikan diri dari kejaran Polisi dan bersyukur para penjaga menemukannya.


Manajer Lee menyuruh penjaganya pergi. Pak Kwak mendekat dan memberikan sisa buku catatan Pak Cha pada Manajer Lee. Kemudian Manajer Lee juga menyuruhnya pergi.


Manajer Lee mengambil catatan itu dan meremasnya. Dia terlihat menahan kemarahannya. “Pak Cha, orang itu...”


Manajer Lee lalu mengambil ponselnya, “Ini aku, Pengacara An. Ada sesuatu yang harus kau periksa.” [crstl]

1 komentar


EmoticonEmoticon