1/27/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 34 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 34 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 34 Part 1

“Bagaimana pertemuanmu dengan Jang Pil Sung?” tanya Ketua Gook. Jaksa Kim tertawa dan memuji Ketua Gook yang sangat cepat tahu. Ketua Gook berkata bahwa ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi ia sudah menyuruh Pak Kwak untuk menangkap Ketua Jang.


Jaksa Kim tampak kesal. Ketua Gook menyuruhnya tenang dan mengatakan kalau buktinya muncul, maka ia akan memberikannya.”Haha.. Padaku? Kau sungguh-sungguh?” tanya Jaksa Kim tak percaya. Jaksa Kim meminta Ketua Gook agar tidak jual mahal, ia tahu bagaimanapun juga Ketua Gook akan memberikan bukti itu padanya nanti.


Jaksa Kim kemudian berkata bahwa ruangannya terasa panas, karena ada perasaan dendam Ketua Gook kepada Manajer Lee disana.


Ketua Gook mengingatkan bahwa jika Jaksa Kim lengah, maka Manajer Lee bisa saja mempekerjakan orang untuk mencuri bukti tersebut. “Kau benar. Manajer Lee bukan tipe orang yang hanya akan diam saja. Haruskah kita meminta bantuan?” tanya Jaksa Kim.


Jin Young dan Il Seung kembali ke kantor untuk melapor pada Inspektur Park. Inspektur bertanya berapa lama lagi mereka akan menyembunyikan sesuatu darinya. Il Seung kemudian dengan jujur mengatakan bahwa dia menemukan nama ibunya di catatan Pak Cha.


Ins. Park: “Maksudmu, ibumu mengenal Lee Kwang Ho dan Pak Cha?”
Il Seung: “Ya.”
Ins. Park: “Apapun alasannya, kau harus melaporkannya padaku. Kalau kau melakukannya lagi, akau akan mengeluarkanmu dari tim. Kau mengerti? Ini peringatan terakhirku. ”


Il Seung menunjukkan foto Nona Hong yang sedang bersama ibunya. Dan Jin Young menjelaskan bahwa mereka berdua berteman. Inspektur Park sangat terkejut dan memperhatikan foto itu dengan seksama.


Inspektur Park lalu menerima telepon, “Ya? Hallo? Ya.. Bantuan? Baiklah.” Inspektur kemudian meminta Il Seung menghubungi Sersan Kim dan Kwon, karena tim mereka sedang dibutuhkan. “Ya, baiklah. Dimana Jang Pil Sung?”


Asisten Ki merasakan firasat buruk dan mengusulkan untuk menghubungi bawahan mereka. Pak Kwak menolak, karena saat ini mereka tidak tahu siapa saja yang berpihak pada mereka. Ketua Jang menggedor-gedor dari dalam bagasi.


Asisten Ki lalu membuka bagasi untuk menyuruh Ketua Jang diam, tapi Ketua Jang malah berusaha keluar. Asisten Ki menutup lagi bagasinya.


Pak Kwak sudah selesai menghubungi Ketua Gook, tapi Asisten Ki belum juga kembali ke dalam mobil. Ia lalu keluar untuk mengecek. Dan Kyung Jae langsung menyerangnya. Mereka berdua berkelahi. Kyung Jae berhasil mengalahkan Pak Kwak.


Kyung Jae memasukkan Pak Kwak dan Asisten Ki ke yang sedang pingsan ke dalam mobilnya dan mengikat mereka.


Kyung Jae menyadari kedatangan Polisi. Ia lalu segera mengendarai mobilnya dan pergi darisana.


Tim Kejahahatan Tersembunyi sampai di lokasi, namun tidak menemukan siapapun. Mereka mendengar suara ribut dari dalam bagasi dan membukanya. “Ketua Jang!” teriak Sersan Kim. “Kau baik-baik saja?”


Jin Young yakin Ketua Jang baik-baik saja. Jadi dia mendorong masuk Ketua Jang dan menutu bagasinya lagi. Sersan Kim dan Kwon akan mencari Pak Kwak dan Asisten Ki. Sedangkan Jin Young dan Il Seung akan membawa mobil yang berisi Ketua Jang. 


Il Seung menerima telepon dari Chul Gi dan mereka akan membuat janji untuk bertemu.


Cha Kyung menemui Chul Gi yang sedang berdiri di depan Kantor Polisi dan memberitahu kalau Il Seung baru saja masuk bersama Ketua Jang. Chul Gi lalu menyuruh Cha Kyung masuk.


Cha Kyung: “Apakah kau mau menemui Kang sewaktu-waktu? Su Chil juga berpikir begitu.”
Chul Gi: “Aku tidak yakin. Nanti. Kita bisa melakukan itu nanti.”


Di ruang interogasi, Inspektur Park meminta agar Ketua Jang memberikan barang bukti yang ia miliki, tapi Ketua Jang pura-pura tidak tahu. Ketua Jang menyebut dirinya sebagai korban penculikan. Inspektur menertawakannya, ia meminta Ketua Jang tidak membuang waktu dan langsung menyerahkan barang buktinya.


“Hubungi Kim Yoon Su. Aku hanya akan bicara padanya,” kata Ketua Jang. Inspektur Park jadi kesal.


Jin Young menebak Ketua Jang ingin membuat kesepakatan. Il Seung juga berpikiran yang sama. Jin Young berusaha mengira-ngira dimana Ketua Jang akan menyembunyikan barang buktinya.


“Orang itu tidak akan mengatakannya sendiri,” kata Il Seung. Ia kemudian melihat Inspektur Park meninggalkan ruang intreogasi. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam.


Il Seung masuk dan mengunci pintunya. Ia juga mematikan alat perekam di ruang interogasi. Jin Young jadi khawatir dan menyusulnya. Ketua Jang berkata kalau Il Seung sepertinya akan memukulnya.


Il Seung menjawab, “Mungkin saja. Dimana kau menyimpan bukti Nona Hong?”


Sementara itu di luar, Jin Young berusaha membuka pintunya. Inspektur sudah kembali, “Apa? Ada apa ini? Siapa di dalam? Ambilkan kuncinya.” Jin Young lalu berlari untuk mengambil kuncinya dan inspektur terus mengetuk pintunya.


Ketua Jang bilang bagaimana bisa ia memberikan sesuatu yang tidak ia miliki. “Kau pikir aku akan membawa-bawa barang yang sangat penting?”


Il Seung: “Ya. Kau tidak mungkin meninggalkan barang yang terllau penting itu diluar jangkauanmu.”
Ketua Jang: “Kalau kau sangat menginginkannya, berikan aku gantinya. Apa kau tidak mengenalku? Tidak ada yang gratis.”


Il Seung memegang pergelangan tangan Ketua Jang. Ia sepertinya merasakan sesuatu. Ketua Jang berusaha melepaskan tangannya.


Il Seung menyuruhnya agar tidak bergerak dan mengambil sesuatu dari dalam lengan jas Ketua Jang. Ketua Jang berusaha melawan, namun tidak berhasil. Sebuah plastik kecil berhasil Il Seung dapatkan dan terlempar ke atas meja


Mereka berdua memperebutkannya. Alhasil, potongan-potongan kuku yang ada di dalam plastik itu berantakan. Mereka masih berusaha mendapatkannya.


Jin Young masuk dan langsung menangani Ketua Jang.


Il Seung panik karena tangannya menyentuh langsung potongan kuku tersebut. Inspektur Park juga terkejut.


Inspektur Cho mengambil air liur Il Seung untuk dicek DNA, karena Il Seung tidak sengaja menyentuh barang bukti dengan tangan kosong.


Inspektur Park mengkhawatirkan barang buktinya. Tapi Inspektur Cho memintanya tidak perlu khawatir, karena barang bukti itu tersimpan baik selama 10 tahun dan mejanya pun bersih. Masalahnya adalah Il Seung menyentuh barang bukti itu tersentuh oleh Il Seung, jadi ia akan memeriksanya dan memisahkan DNA Il Seung dari barang bukti itu.


Inspektur Park bilang mereka tidak memiliki sample DNA tersangkanya, yaitu Manajer Lee. Inspektur Cho sudah tahu mereka tidak akan memilikinya, kecuali mereka mencurinya. Inspektur Cho lalu menyarankan agar Inspektur Park membuat surat perintah untuk mendapatkan sample DNA Manajer Lee.


Il Seung sepertinya punya rencana sendiri.


Inspektur Park menegur Il Seung yang kembali berbuat gegabah dan bisa merugikan dirinya sendiri. Il Seung meminta maaf. Inspektur Park akan mengajukan surat penangkapan, tapi ia tahu tidak akan memperolehnya. Jin Young berharap mereka memiliki sisir atau sikat giginya.


Il Seung menemui Chul Gi dan memberitahu kalau ia sudah mendapatkan potongan kuku Nona Hong. Chul Gi bilang ia sudah mengetahuinya termasuk kesalahan yang Il Seung lakukan.


Chul Gi kemudian menyerahkan sebuah poster pemilihan dan menemukan hubungan natara Manajer Lee dan ibu Il Seung dari poster tersebut.


Di poster tersebut ada foto ketika Manajer Lee dan ibu Il Seung sama-sama menjadi relawan di Panti Asuhan Harapan.


Il Seung: “Seperti inikah mereka bertemu? Kenapa dia membunuh ibuku?”
Chul Gi; “Aku tidak tahu. Aku belum memecahkannya. Dia tidak pernah kembali kesana setelah menjadi Anggota Kongres. Ini tahun 1986. 11 tahun. Butuh 11 tahun baginya untuk kemudian membunuh Choi Yeon Mi.”


Il Seung melipat posternya dan berkata bahwa ia harus pergi ke suatu tempat. Chul Gi bertanya kemana Il Seung akan pergi. “Aku akan memberitahumu, setelah aku kembali. Terima kasih,” kata Il Seung.


Setelah Il Seung keluar dari mobilnya, Chul Gi mengangkat ponselnya. “Ya?... Apa?...Apa?... Apa kau bilang?...”


Chul Gi lalu masuk ke ruang data.


Sedangkan Il Seung berada di ruang kantornya sedang memikirkan sesuatu.


Keluar dari ruang data, Chul Gi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


DI sebuah ruangan gelap, Il Seung tampak mengambil sesuatu dan memasukkannya ke dalam plastik. Ketika mendengar suara langkah kaki, Il Seung bersembunyi.


Ternyata Il Seung berada di kantor Manajer Lee. Manajer Lee menyalakan lampu dan berkata, “Masuklah..” Kemudian Chul Gi masuk.


Il Seung terkejut mendengar suara Chul Gi.


Chul Gi: “Permainan apa yang kau mainkan?! Apa yang coba kau lakukan kali ini?!”
Man. Lee: “Reaksimu seperti yang kuduga. Apa kau membawanya?”


Chul Gi mengeluarkan plastik berisi potongan kuku Nona Hong. “Ya? Kau senang sekarang?”


Il Seung mencoba mengira apa yang sedang terjadi.


Chul Gi meletakkan plastik bukti itu di atas sofa. “Aku sudah memberikanmu segalanya, jadi akhiri ini semua. Akhiri semuanya sekarang juga.”


Manajer Lee berkata bahwa ia memang melakukan itu semua untuk mengakhiri semuanya.


Chul Gi berkata dengan marah, “Bagaimana kau menyebut dirimu manusia? Sejak kapan.. kau tahu kalau... Kim Jong Sam adalah putramu?!”


“Paman...” kata Il Seung dari bawah meja. Chul Gi dan Manajer Lee terkejut.


“Apa maksudmu? Aku anak siapa? Omong kosong macam apa ini?!” teriak Il Seung. [crstl]


1 komentar


EmoticonEmoticon