1/28/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 35 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 35 BAGIAN 1


#35 – Apakah Itu Benar?


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 34 Part 2

“Apa maksudmu? Aku anak siapa? Omong kosong macam apa ini?!” teriak Il Seung marah. “Ini gila. Lalu Il Seung pergi sambil membawa kembali potongan kuku Nona Hong.


Chul Gi menatap kepergian Il Seung dengan khawatir. Ia lalu menyusul Il Seung. Sedangkan Manajer Lee hanya diam saja, dia sama sekali tidak peduli.


Manajer Lee berusaha menahan amarahnya dengan meremas sofanya.


“Jong Sam! Jong Sam!” panggil Chul Gi. Tapi Il Seung tidak peduli dan terus berjalan dengan langkah yang cepat. Chul Gi lalu membiarkan Il Seung pergi. Perasaan Il Seung sangat kacau.

Inspektur Cho memberitahu Inspektur Park kalau Chul Gi menemuinya yang sedang sibuk bekerja. Saat Inspektur Cho kembali dari menuangkan minum, Chul Gi sudah hilang, begitu pula dengan barang buktinya.


Il Seung kembali ke kantor dan langsung mengembalikan barang buktinya. Kedua inspektur itu bertanya bagaimana barang bukti itu bisa berada di tangan Il Seung. Il Seung tidak mempedulikan pertanyaan mereka, dan langsung duduk di kursi kerjanya.


Chul Gi datang dan meminta maaf. Inspektur Cho menegurnya karena Chul Gi sudah melanggar aturan yang ada dan menanyakan kondisi barang buktinya. Chul Gi mengatakan barang buktinya baik-baik saja dan kembali meminta maaf.


Inspektur Cho bilang ia sedang sibuk jadi ia akan pergi. Ia meminta Inspektur Park melaporkan perkembangan kasus itu secara detail padanya.


Inspektur Park bertanya pada Chul Gi dan Il Seung apa yang sebenarnya mereka lakukan. Tapi tidak ada yang menjawab. Kemudian Jin Young datang.


Jin Young marah besar karena Chul Gi mengambil barang bukti yang susah payah mereka dapatkan. Dia menanyakan alasannya kenapa Chul Gi melakukan itu dan menarik kerahnya. Inspektur Park berusaha menenangkan Jin Young.


“Ini karena aku. Semuanya karenaku. Jadi hentikan,” kata Il Seung tiba-tiba dengan nada sedih. Semuanya terdiam.


Chul Gi meminta maaf pada Inspektur Park dan berkata bahwa dia menemui Manajer Lee yang sebelumnya menghubunginya.
Flashback..


Man. Lee: “Bawa Jong Sam padaku. Jika kalian berdua terus menggali informasi tentangku dan ibu Jong Sam, dia akan mengetahuinya. Kenapa aku tidak mengatakan langsung padanya?”
Chul Gi: “Kau.. Apa yang kau bicarakan ini?”
Man. Lee: “Aku ayah Kim Jong Sam.”


Chul Gi sangat terkejut. Manajer Lee berkata bahwa ia tidak akan memberitahu Il Seung agar ia tidak terluka dan sebagai gantinya ia ingin Chul Gi mengambilkan barang bukti kasus Restoran Odong untuknya. “Jika kau tidak mau, aku akan menemui Jong Sam. Dialah yang akan menderita jika mengetahui yang sebenarnya,” ancam Manajer Lee.


Chul Gi berpikir bahwa Il Seung tidak boleh tahu tentang hal itu, karena ia akan merasa benar-benar hancur jika mengetahui ayahnya membunuhnya ibunya dan berusaha membunuhnya juga.


Ins. Park: “Apa Jong Sam benar-benar putranya?”
Chul GI: “Itu pasti benar.”
Ins. Park: “Jadi kau menemui Lee Kwang Ho dengan barang bukti itu?”
Chul Gi: “Aku kesana untuk menghentikannya. Tapi Jong Sam sudah berada disana.”


Inspektur Park yakin Il Seung kesana untuk mengambil DNA Manajer Lee. Chul Gi berkata bahwa ia akan meminta bantuan Inspektur Cho untuk mengecek kecocokan DNA Manajer Lee dan Il Seung dari bukti potongan kuku Nona Hong.


Pengacara An mengusulkan bahwa mereka akan mengajukan klaim keberatan karena barang bukti itu sudah tersimpan selama 10 tahun dan kemungkinan terkontaminasi oleh Ketua Jang. Pengacara An bertanya secara tidak langsung apakah Manajer Lee yang membunuh Nona Hong. Manajer Lee tetap berkata bahwa ia tidak melakukannya, lalu menyuruh Pengacara An pergi.


Manajer Lee memejamkan matanya dan mengingat kembali kejadian 10 tahun lalu.


Nona Hong berkata bahwa ia berpikir kalau seorang pembunuh seperti Manajer Lee tidak layak untuk menjadi seorang presiden. 


Nona Hong berkata,“Tidak ada bukti, tapi kau membunuh Choi Yeon Mi. Aku dan Yeon Mi berasal dari panti asuhan yang sama. Kami berteman. Dulu Yeon Mi bercerita padaku tentangmu. Aku merekamnya.”


Nona Hong merekam pembicaraannya dengan Yeon Mi saat Yeon Mi sedang mengandung Jong Sam. Nona Hong ingin menggunakan rekaman itu agar Manajer Lee mengakui bayi yang dikandung Yeon Mi sebagai anaknya, tapi Yeon Mi melarangnya.


Manajer Lee bertanya dimana anaknya itu, tapi Nona Hong tidak mau memberitahunya. Nona Hong bilang hanya dia yang tahu tentang anak itu. Manajer Lee mengecek jam tangannya. Ia berdiri, lalu mencekik Nona Hong tanpa ampun.


Bersama Jaksa Kim, Ketua Gook mengecek daftar donasi yang ia rutin ia lakukan. Ia membaca beberapa nama Park Eun Sung dan sadar bahwa dia selalu mengirim bantuan dana ke tempat peribadatan bernama Eunsung setiap bulan.


Ketua Gook bilang akan pergi untuk mencari tahu kebenarannya melalui anak buahnya. Jaksa im menuduhnya akan melarikan diri. Ketua Gook bilang Jaksa Kim tidak punya surat penahanan untuknya, jadi ia bebas pergi.


Jaksa Kim tidak bisa berbuat apa-apa. “Dia sangat kasar,” gerutu Jaksa Kim. Ia lalu menghubungi Inspektur Park tentang kepergian Ketua Gook. 


Sersan Kim dan Kwon sudah kembali, namun mereka tidak bisa menemukan Pak Kwak dan Asisten Ki. Mereka menanyakan keberadaan Jang Pil Sung dan Jin Young bilang ia sudah berada di tahanan, Mereka kemudian memuji Il Seung yang berhasil menemukan barang buktinya.


Il Seung lalu pamit pergi lebih dulu. Jin Young tampak khawatir.


Di depan, Chul Gi sudah menunggu Il Seung dan mengajaknya pulang bersama. Il Seung tidak berkata dan berjalan lebih dulu.


Sesampainya di rumah, Chul Gi menyalakan lampunya. Tapi Il Seung meminta lampunya dimatikan karena cahayanya membuat kepalanya sakit. Chul Gi menuruti keinginan Il Seung dengan mematikan lagi lampunya.


Chul Gi berkata pada Il Seung bahwa dia juga baru tentang masalah itu, tepat sebelum Il Seung mendengarnya. “Saat aku tahu, aku tidak ingin kau mengetahuinya. Aku ingin menguburnya untuk selamanya. Jadi aku kesana untuk menyerahkan barang buktinya. Tapi kau sudah ada disana,” kata Chul Gi.


“Jadi, itu semua benar,” kata Il Seung datar. “Apa Nona Hong tahu siapa aku? Dia mungkin sudah mendengarnya dari ibuku, karena mereka berteman dekat. Kau bisa pergi. Aku ingin tidur.” Chul Gi ingin menyalakan dulu penghangatnya. “Paman, pergi saja. Aku lelah.”


Il Seung menatap foto Manajer Lee yang ada di buku catatannya. Dia merobek dan melemparkan foto itu. Dia berushaa menahan kemarahannya.


Il Seung membuka laci mejanya dan mengambil gelang buatan ibunya. Ia menangis dan menggenggam erat gelangnya.


Chul Gi ternyata berjaga sampai pagi hari di depan rumah Il Seung, lalu ia pergi.


Jin Young mengetuk rumah Il Seung namun tidak ada yang membukanya. Jin Young menghubungi ponsel Il Seung, namun tidak berhasil. “Apa yang terjadi?” gumam Jin Young khawatir.


Il Seung ternyata pergi menemui Manajer Lee di rumahnya. Manajer Lee menyuruh anak buahnya pergi.


Il Seung berkata, “Aku kesini untuk memperingatkanmu. Aku tidak peduli siapa diriku atau siapa dirimu. Choi Yeon Mi, Hong Mik Ok, Jin Jung Gil, Oh Il Seung, dan Geum Byul. Kau adalah pembunuh mereka. Aku akan menangkapmu. Jika aku tidak bisa menggunakan hukum, maka aku akan menggunakan media.”


“Jika itu tidak berhasil, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Jadi aku harap mulai sekarang kau akan hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran, tanpa tahu kapan kau akan mati,” lanjut Il Seung.


Manajer Lee diam saja. Il Seung berkata bahwa ia berharap Manajer Lee akan merasa ketakutan tanpa tahu seperti apa rasa sakitnya nanti. “Apa kau punya kekuatan untuk melakukan itu?” tanya Manajer Lee.


Il Seung menjawab, “Aku yakin aku punya kekuatan lebih banyak dibanding pria tua sepertimu.” Il Seung lalu pergi tanpa pamit. Manajer Lee menatap kepergian Il Seung. [crstl]


1 komentar


EmoticonEmoticon