1/29/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 36 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 36 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 36 Part 1

Chul Gi mengendarai mobilnya dengan cepat. Di Kantor Jaksa Kim tadi, ia menerima telepon dari Inspektur Park yang mengabarkan kalau Il Seung mengundurkan diri dari Kepolisian.


Chul Gi menemui Il Seung di rumahnya dan bertanya apa yang Il Seung rencanakan.Il Seung bilang ia akan mengumpulkan semua bukti yang terkait dengan Manajer Lee. Dia tidak ingin membuatnya semakin rumit dan juga tidak akan mengikuti prosedur hukum. Il Seung berencana untuk menyebarkannya melalui media. Il Seung juga bilang kalau dia sudah merekam pernyataan Ketua Jang.


Chul Gi: “Jong Sam, apa yang kau lakukan adalah hal yang sudah kupersiapkan sejak lama. Kau tidak perlu terlibat.”
Il Seung: “Paman, aku harus melakukannya. Aku harus menyelesaikannya sendiri, jadi aku bisa menemukan siapa diriku.”
Chul Gi: “Ayo, kita temui media.”

Il Seung akan memberikan informasi tentang buku catatan kesaksian Pak Cha, potongan kuku Nona Hong dari Restoran Odong, dan pernyataan Ketua Jang.


Chul Gi kemudian memberikan dokumen yang ia dapatkan dari Jaksa Kim dan meminta Il Seung untuk memasukkannya juga ke daftar. Chul Gi sudah membacanya dan memberitahu Il Seung kalau dokumen itu membuktikan kalau Manajer Lee membunuh putra Ketua Gook.


Il Seung menyadari sesuatu, “Tunggu dulu. Berarti anak yang dikubur dalam catatan Pak Cha itu...” Chul Gi mengangguk sebelum Il Seung menyelesaikan kalimatnya. “Dimana ini akan berakhir? Tidak. Dimana ini bermula, Lee Kwang Ho?” 


Beberapa reporter tampak sibuk dan menyebut-nyebut nama Manajer Lee.


Pengacara An mengatakan bahwa pihaknya sudah meyakinkan media, bahwa mereka menerima berita yang salah. Ia akan memblokir pemberitaan itu, tapi ia mengatakan Manajer Lee mungkin harus terlibat.


Man. Lee: “Hubungi semua editor. Siapkan makan malam.”
Peng. An: “Ya.”
Man. Lee: “Siapkan sesuatu yang lain untuk para reporter. Mereka akan sedih karena tidak mendapatkan apapun.”


Manajer Lee mengatakan bahwa mereka akan memberikan berita tentang Ketua Jang kepada reporter. Pengacara An mengatakan bahwa Il Seung telah memberikan rekaman kesaksian Ketua Jang. “Itulah kenapa berita tentangnya harus muncul lebih dulu,” kata Manajer Lee. Pengacara An mengerti, ia akan langsung mengerjakannya.


“Satu hal lagi. Segera bunuh Kim Jong Sam. Dia sudah hidup terlalu lama,” kata Manajer Lee. Sama sekali tidak ada rasa peduli terhadap anak kandungnya sendiri.


Pengacara An dan Kyung Jae menemui Pak Kwak dan Asisten Ki yang masih terikat di dalam kontainer. Pengacara An mengatakan mereka akan dilepaskan, jika salah satu dari mereka bersedia melakukan rekayasa kecelakaan mobil. Ketika itu berhasil, maka satunya lagi akan dibebaskan juga.


Pak Kwak: “Bagaimana jika kami menolak?”
Peng. An: “Kalian berdua selamanya akan terjebak disini.”
Pak Kwak: “Apa Ketua Gook tahu tentang ini.”
Peng. An: “Aku tidak tahu. Dia tidak punya waktu untuk mencari kalian. Dan lagi, ini adalah perintah Manajer Lee.


Pak Kwak bilang ia yang akan melakukannya. Asisten Ki melarangnya, karena Pak Kwak memiliki keluarga.  Pak Kwak menyuruhnya tenang. Pak Kwak lalu meminta Pengacara An berjanji untuk melepaskan Asisten Ki nantinya.


Kyung Jae melepaskan ikatan Pak Kwak. Asisten Ki memanggil namanya dengan sedih. “Tetaplah fokus. Aku akan menyelesaikan ini, dan kau akan segera keluar,” kata Pak Kwak. Asisten Ki meminta maaf.


“Siapa orangnya yang akan ditabrak mobil?” tanya Pak Kwak pada Pengacara An.


Il Seung menyalakan radio untuk mendengarkan berita tentang Manajer Lee. Chul Gi juga ada disana membawakannya makanan. Il Seung heran karena beritanya belum juga muncul. Chul Gi menurunkan nampan makanannya.


Chul Gi: “Jong Sam, ada sesuatu yang melintas di pikiranku selama beberapa hari terakhir. Aku rasa aku terlalu serakah dulu. Kau hanya seorang anak-anak. Aku hanya memikirkan diriku sendiri ketika aku ingin menangkap Lee Kwang Ho.”
Il Seung: “Jangan bicara seperti itu. Sejak ibuku meninggal, kau satu-satunya orang yang menganggapku sebagai manusia. Aku tinggal di jalanan seolah itulah rumahku. Kemudian aku mendapat kamarku sendiri. Aku ingat hari-hari itu. Aku dan Ddak Ji sangat senang bisa memiliki kamar. ”


Il Seung juga mengatakan bahwa berkat Chul Gi-lah sekarang ia tidak menjadi perampok, bahkan ia lulus tes Kepolisian dulu berkatnya. Il Seung juga berkata kalau ia senang saat mengejar penjahat bersama Chul Gi, “Ayo kita makan remayeon-nya,” ajak Il Seung.


Tiba-tiba radio memperdengarkan berita tentang Ketua Jang yang terlibat pembunuhan Ketua Jin 10 tahun lalu. Il Seung menaikkan volume radionya. Tapi ia kecewa, karena berita itu hanya berisi tentang Ketua Jang, dan keterlibatan  Manajer Lee sama sekali tidak dibahas.


Chul Gi menduga mereka berusaha menyibukkan publik dengan berita Ketua Jang. Chul Gi tidak heran, karena Manajer Lee punya uang, koneksi, dan kekuasaan yang beaar. Tapi ia yakin, mereka tidak akan bisa menutupi semuanya.


Il Seung kemudian menerima telepon dari nomor yang dirahasiakan. Il Seung dan Chul Gi saling berpandangan.


Pak Kwak mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Ekspresinya pun sangat serius.


Ibu membaca tentang pelaku pembunuhan atas suaminya. Ibu merasa sudah cukup mengetahui berita itu. Jin Young berandai-andai dulu bisa menangkap Ketua Jang dengan lebih cepat.


Ibu bilang penjahatnya ditangkap, itu sudah cukup. Ibu yakin ayah Jin Young akan bahagia dan bangga terhadap putrinya. Ibu lalu akan membuat makgeolli yang akan dimakan dalam gelas wine ayah Jin Young.


“Aku setuju,” kata Jin Young. Mereka lalu minum bersama. Dan saling tahu satu sama lain, bahwa di dalam hatinya masih tersimpan kesedihan.


Pak Kwak menghentikan mobilnya. Ia mengingat saat nama yang disebutkan Pengacara An untuk ditabrak mobil adalah Kim Jong Sam. Ia menjalankan mobilnya lagi


Manajer Lee sendiri sedang minum teh dengan tenang. Ia tersenyum sendiri.


Chul Gi datang mengantarkan Il Seung ke tempat ia membuat janji temu dengan Pak Kwak d telepon tanpa nama tadi. Chul Gi khawatir itu adalah sebuah perangkap. 


Tapi, di sisi lain, Il Seung yakin kalau Pak Kwak tidak akan mengkhianati Ketua Gook. Il Seung berencana akan merekam kesaksiannya juga terkait penculikan Ddak Ji.


Chul Gi akhirnya membiarkan Il Seung pergi sendirian. Ia berpesan agar Il Seung langsung pergi, jika merasa ada hal yang mencurigakan. Chul Gi sendiri akan menunggunya di mobil.


Il Seung turun dari mobil, dan akan menyeberang jalan.


Chul Gi melihat mobil dengan kecepatan tinggi datang dari arah yang berlawanan. Ia segera kelua dari mobil.


“Jong Sam!” teriak Chul Gi sambil berlari lalu mendorong Il Seung.


Chul Gi tertabrak.


“Paman...” panggil Il Seung ketika melihat Chul Gi terbaring di jalan.


Il Seung menghampiri Chul Gi dan berusaha menyadarkannya. Terlihat darah banyak keluar dari kepala Chul Gi. “Paman... Paman..,” panggilnya.


Chul Gi akhirnya membuka matanya. “Jong...Jong Sam..”


Chul Gi ingin meraih Il Seung dengan tangannya, namun tiba-tiba tangannya terjatuh lemas. “Paman.. Paman! Bangun..!”


“911...911!” teriak Il Seung. Namun tidak ada seorang pun disana.


Kecuali Pak Kwak, si pelaku tabrakan. 


Il Seung menangis dan masih terus berusaha menyadarkan Chul Gi. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon