1/31/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 38 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 38 BAGIAN 1


#38 – Dimana Jin Young?


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 37 Part 2

Sersan Kwon memberikan surat pernyataan yang sudah distempel jari oleh Pak Kwak kepada Inspektur Park. Jin Young juga memberikan laporan penyelidikan di tempat kejadian. Inspektur Park memastikan bahwa mereka akan menuntut Manajer Lee atas percobaan pembunuhan. Sersan Kwon menggerutu, karena mereka tidak akan bisa mendapatkan surat perintah penangkapan.


Ins. Park: “Kalau begitu, kita tangkap saja dia tanpa surat perintah.”
Sersan Kim: “Benarkah kita bisa melakukan itu? Dia mantan presiden.”
Ins. Park: “Apalagi yang bisa kita lakukan jika mereka tidak memberi kita suratnya? Dia jelas-jelas berbuat kejahatan.”


Jaksa Kim menerima kabar dari Inspektur Park tentang surat pernyataan Pak Kwak. Ia ingin agar inspektur menyerahkan kasus itu padanya. Jaksa Kim juga akan mengajukan surat penangkapan untuk Manajer Lee.


Il Seung bertanya apakah kali ini Jaksa Kim akan berhasil menangkapnya. Jaksa Kim berkata bahwa orang-orang berpikir bahwa yang melindungi orang yang kaya dan berkuasa, padahal yang sebenarnya melakukan itu adalah para hakim. Il Seung mengulangi pertanyaannya. “Semua itu tergantung Ketua Gook,” jawab Jaksa Kim.


Ketua Gook memastikan dirinya akan hadir di konferensi pers. Jaksa Kim tidak percaya akhirnya mereka bisa melakukan itu. Ketua Gook adalah orang yang bekerja pada Manajer Lee selama 20 tahun, sehingga akan memberikan efek yang besar, ditambah lagi orang-orang akan membicarakan kejahatan lainnya walaupun batas waktu penyelidikan sudah berlalu dan kurangnya bukti.


Jaksa Kim bilang banyak yang harus reporter tulis dan Ketua Gook akan segera menjadi selebritis. Tapi Ketua Gook bilang Jaksa Kim-lah yang akan menjadi selebritis, karena dia sendiri akan segera diborgol setelah melakukan konferensi pers. Jaksa Kim bilang ia tidak akan memborgol dengan kencang dan orang lain tidak akan bisa melihatnya.


Jaksa Kim: “Konferensi pers dimulai jam 10 pagi. Kau harus sudah berada disini jam 9.”
Ketua Gook: “Kau harus memastikan Lee Kwang Ho tidak tahu tentang ini.”
Jaksa Kim: “Tentu saja. Aku mengerti.”


Setelah dari Kantor Jaksa Kim, Il Seung melihat seorang wanita yang sedang membeli kalung. Ia mengingat saat Jin Young meminta bantuannya untuk mencari kalungnya yang hilang.


Jin Young menemukan selembar uang 10.000 won di kaca mobilnya. Ia mencoba mencari orang yang ada disana.


Tapi, tiba-tiba Kyung Jae membekapnya dari belakang dengan obat bius. Jin Young berusaha melawan.


Inspektur Park datang ke ruang rawat Chul Gi dan melihat Cha Kyung sedang berjaga di samping ranjangnya. Inspektur memutuskan untuk menutup kembali pintunya.


Il Seung datang dan bertanya apa yang sedang inspektur lakukan. Inspektur bilang ia baru saja akan masuk. Cha Kyung lalu keluar karena mendengar suaminya. Cha Kyung bilang ia harus pulang karena Kang tidak bisa tidur. Il Seung berkata bahwa ia akan menjaga Chul Gi malam ini, jadi mereka berdua bisa pulang.


“Paman, aku akan menangkap Lee Kwang Ho. Aku harap paman bangun untuk menyaksikannya,” kata Il Seung pada Chul Gi yang masih belum sadarkan diri. Setelah mengatakan itu, Il Seung pergi lagi.


Keesokan paginya di rumah, Il Seung memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. Ia menatap kamar yang selama ini ditempatinya dan mengucapkan terima kasih karena sudah bisa tinggal disana. Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Il Seung membuka pintunya.


Ibu masuk ke dalam dan terkejut karena Il Seung ada di rumah. Ibu datang untuk mencari Jin Young, karena dia tidak juga mengangkat ponselnya. Biasanya walaupun Jin Young menginap di kantor, esok paginya ia selalu memberikan kabar pada ibu, namun sekarang belum juga ada kabar. Ibu sangat panik.


Ibu: “Apa kau tidak pulang bersamanya kemarin?”
Il Seung: “Tidak, aku pulang sendirian. Tapi, sudah berapa lama dia tidak bisa dihubungi?”
Ibu: “Tunggu dulu. AKu tidak ingat kapan ia terakhir menghubungiku semalam. Apa kau yakin kau tidka pulang bersamanya?”
Il Seung: “Tidak. Aku akan segera mencari tahu.”


Ibu kesal karena mereka memiliki terlalu banyak pekerjaan. Ia khawatir jika Jin Young kelelahan, karena tidak peduli seberapa lelahnya, Jin Young selalu bangun pagi untuk berangkat bekerja. Ia memohon pada Il Seung agar segera mencari tahu, lalu pergi.


Ponsel Il Seung berdering, “Hei, Jin Jin Young. Dimana kau?”


“Kau pikir dimana dia? Jangan terlalu khawatir. Kami menjaganya dengan baik,” kata Pengacara An sambil tersenyum licik.


Pengacara An keadaan itu hanya akan bertahan satu jam lagi. Terlihat Jin Young dengan tangan terborgol di dalam mobil dan Kyung Jae mengawasinya. Pengacara An meminta Il Seung segera menghubunginya jika sudah mendapat bukti yang dimiliki Ketua Gook.


“Jika konferensi pers jadi dilangsungkan, aku yakin kau tahu kalau kau tidak akan bisa bertemu dengan Letnan Jin lagi. Siapkan semuanya dalam waktu satu jam. Oke?” kata Pengacara An.


Ketua Gook sudah berada di kantor Jaksa Kim yang sedang memberkan pengarahan kasus mana dulu yang harus mereka ungkap dalam konferensi pers. Il Seung kemudian datang. Jaksa Kim sudah menduag Il Seung akan datang.  Jaksa Kim mengecek ponselnya yang terus bergetar. Ia berpesan pada Ketua Gook untuk tenang dan ia akan kembali lagi untuk menjemput Ketua Gook.


Il Seung menganggukkan kepalanya, ketika Jaksa Kim memintanya untuk menjaga Ketua Gook. Jaksa Kim lalu pergi dari ruangannya.


Ketua Gook terkejut, ketika Il Seung tiba-tiba mengambil dokumenbukti kejahatan Manajer Lee. Il Seung bilang ia yang akan bertanggung jawab, lalu membada dokumen itu pergi.


Ketua Gook kebingungan dan memikirkan apa yang harus dia lakukan.


Il Seung: “Dimana Jin Jin Young? An Tae Jung, bagaimana kau menculik sorang Polisi hanya karena Lee Kwang Ho yang menyuruhmu? Bagaimana bisa kau menyebut dirimu jaksa dan pengacara?”
Peng. An: “Oh, tenang.. Aku hanya setia pada diriku sendiri. Aku menculiknya karena itu menguntungkanku.”
Il Seung: “Tutup mulutmu.”


Il Seung lalu menunjukkan tas yang dibawanya kepada Pengacara An dan menanyakan keberadaan Jin Young. Pengacara An lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, tapi ponsel Il Seung yang juga berdering. Pengacara An bilang Il Seung harus menyerahkan dokumennya terlebih dulu.


Il Seung berjalan mendekati Pengacara An sambil menyodorkan tasnya. Pengacara An mengambil tasnya, dan berkata pada orang yang diteleponnya, “Beritahu dia lokasinya, setelah aku pergi.”


Jaksa Kim putus asa, karena dikhianati lagi. Ia menjatuhkan sebuah berkas dan melepaskan kacamatanya. “Gook Su Ran, Kim Jong Sam. Ini salahku karena mempercayai kalian.”


Il Seung masuk ke sebuah bangunan yang gelap dan meneriakkan nama Jin Young. Il Seung terus masuk ke dalam dan berhasil menemukan Jin Young yang sedang terbaring dengan wajah ditutup dan tubuh diikat dengan lakban.


Il Seung melepaskan Jin Young dan berusaha menenangkannya. Jin Young masih merasa sesak dan terbatuk.


Asisten Ki bertanya kemana dia harus mengantar Ketua Gook. “Kemana saja,” jawabnya. Asisten Ki mengerti. Asisten Ki bertanya lagi kenapa Ketua Gook membatalkan konferensi persnya. “Karena aku rasa aku tidak perlu terlibat. Ada orang lain yang akan menghancurkan Lee Kwang Ho lebih baik dariku.”


Ast. Ki: “Aku mengerti. Lalu apa yang akan terjadi pada Pak Kwak?”
Ketua Gook: “Aku akan mengurusnya. Tunggu saja.”
Ast. Ki: “Baiklah.”


Ketua Gook lalu berpesan pada Asisten Ki, jika Il Seung datang ke kantornya, maka dia harus memberikan apapun yang Il Seung inginkan. Asisten Ki mengerti, lalu bersiap menjalankan mobilnya.


Setelah merasa lebih baik, Jin Young memberi kabar pada ibunya bahwa dia akan segera pulang setelah pulang kerja. Jin Young lalu menanyakan bagaimana konferensi persnya. Il Seung bilang itu semua sudah dibatalkan.


Jin Young: “Apa aku yang menggagalkannya? Aku masih seorang Polisi. Mereka tidak bisa melakukan apapun padaku.”
Il Seung: “Hey, bagaimana kau bisa mengatakan itu setelah apa yang terjadi? Kau tahu benar kalau Lee Kwang Ho akan membunuh.”
Jin Young: “Astaga. Aku membenciku diriku sendiri. Aku merusak sebuah kesempatan penting.”


Il Seung bilang ia sudah memikirkan cara lain untuk menangkapnya. “Aku punya rencana, jadi kau jangan khawatir,” kata Il Seung.  Jin Young bertanya apakah Il Seung sungguh-sungguh. “Ya, jangan salahkan dirimu. Aku senang kau baik-baik saja.”


Jin Young meminta Il Seung agar tidak memberitahu apa yang baru saja terjadi pada Inspektur Park, karena dia pasti sedang sangat sibuk. Il Seung setuju. Setelah berterima kasih, Jin Young masuk ke dalam Kantor Polisi.


Il Seung mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah tas bingkisan.


Il Seung kemudian mengejar Jin Young dan memberikan tas bingkisan yang dibawanya. Jin Young bertanya apa itu. Il Seung bilang ia tidak bisa menemukan yang sama. Jin Young lalu membukanya.


Il Seung memberinya sebuah kalung.


“Ini tidak sebagus kalung pemberian ayahmu, tapi aku tetap merasa bersalah. Terimalah,” kata Il Seung.


Jin Young terharu dan bilang Il Seung tidak perlu melakukan itu. “Terima kasih.” Jin Young lalu ingin memakai kalung itu, namun ia kesulitan.


Il Seung membantu Jin Young memasang kalungnya. Lalu, ia pergi. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon