1/11/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 21 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 21 BAGIAN 1


#21 – Pertemuan di Kereta


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 20 Part 2

Min Kyu dan Ri El pergi ke Toko Perhiasan untuk memilih cincin. Ternyata tidak hanya Min Kyu sibuk dengan pikirannya sendiri, tetapi juga Ri El. Sepertinya dia sudah mulai ragu atas perasaannya sendiri. Hatinya mulai memikirkan Yoo Cheol.


Min Kyu: “Aku rasa harus ada yang kita bicarakan. Haruskah aku yang mulai?”
Ri El: “Aku suka teh apel di cafe ini. Aku lebih suka hydrangea daripada mawar. Aku lebih suka musim dingin dibanding musim panas. Aku tadinya berpikir, aku sangat mengenali diriku, tapi aku salah.”


Ri El mengatakan bahwa dia menyadari bahwa dia tidak sematrealistis yang dia kira sebelumnya. “Aku tidak bisa bersamamu, Min Kyu,” ujarnya.


Sambil tersenyum, Min Kyu berkata bahwa Ri El sangat menawan. Ri El juga tertawa kecil. Ri EL mengatakan bahwa dia akan mengatakannya pada ayahnya pada saat yang tepat dan dia yakin ayahnya akan selalu mendukung Min Kyu seperti biasanya.


“Dia tahu kau sangat baik dalam pekerjaanmu. Masalahnya adalah aku. Ini pertama kalinya aku melawan ayahku, jadi ini tidak akan mudah, tapi dia tidak akan mengusirku,” kata Ri El. Min Kyu menyarankan Ri El agar menggunakan dirinya sebagai alasan, tapi Ri El menolak.


RI El juga mengakui bahwa kartu ucapan selamat ulang tahun yang dikirimkan pada Min Kyu setiap tahun bukan berasal dari dirinya. Dia meminta maaf, karena ayahnya berbuat terlalu jauh. Ri El heran kenapa Min Kyu tidak marah.


Ri El: “Kau sudah tahu?”
Min Kyu: “Baik itu darimu atau bukan, momen-momen saat aku membukanya membuatku sangat bahagia. Untuk kebahagiaan itu, terima kasih. ”


Ri El kemudian mengatakan bahwa Min Kyu sudah berubah. Sebelumnya, saat dia duduk di depan Min Kyu, dia merasa bingung apa yang harus mereka bicarakan. Sekarang dia bahkan ingin mengajak Min Kyu minum bersama. “Jika kau ingin minum, kau bisa menghubungiku kapan saja,” kata Min Kyu.


Ri El menyesal tidak bisa mendapatkan kalung peninggalan ibu Min Kyu, tapi ia yakin kalung itu akan menemukan pemilik yang cocok. Min Kyu tidak menjawab, karena sebelumnya ia sudah memberikan kalung itu kepada Ji A.


Setelah melihat berita tentang hujan meteor, Ji A membawa kopernya menuju kereta. Ia menerima telepon dari Hong Joo dan berjanji akan menghubunginya saat dia sudah sampai di Pulau Geoje.


Baru saja Ji A menutup telepon dari Sun Hye. Ia heran kenapa semua orang meneleponnya, padahal ia tidak akan pergi ke luar negeri. Ia lalu menjanjikan hal yang sama pada Sun Hye.


Di depan Sun Hye sudah ada Hoktal dan Ssanip yang gugup. Hoktal menyodok perut Ssanip agar Ssanip saja yang bicara. “Kami.. kami kesini untuk minum kop.”
Sun Hye: “Get out.”
Ssanip: “Yes, sir.”


Mereka langsung berbalik arah. Hoktal lalu menemukan ide dengan menanyakan tentang keadaan Ji A dan apakah dia sudah makan. “Hh.. berapa banyak kopinya?” tanya Sun Hye.


Hoktal mengangkat jarinya. Kemudian Ssanip yang bicara, “Tujuh. Kami akan kedatangan tamu di lab.” Mereka tersenyum, lalu duduk sambil menunggu Sun Hye menyiapkan kopinya.


Sun Hye: “Apa Min Kyu baik-baik saja?”
Hoktal+SSanip: “Apa dia bisa baik-baik saja?”
Hoktal: “Dia pergi tanpa kabar.”
Ssanip: “Mereka tidak bertemu atau semacamnya bukan?”


Sun Hye memberitahu kalau Ji A akan menghabiskan waktu sementara di Pulau Geoje, lalu dia akan pergi ke Australia. “Mereka tidak akan pernah bertemu sampai langit terbelah dua,” kata Sun Hye.


Hoktal: “Bagaimana jika mereka tetap bertemu?”
Sun Hye: “Itu berarti mereka ditakdirkan untuk membuat langit terpisah.”


Min Kyu sudah menemukan kursinya di kereta dan meletakkan tasnya. Ia mengecek ponselnya, lalu pergi. Mungkin ke toilet.


Kereta berangkat. Dan saat Min Kyu kembali, ia melihat manusia yang sangat serupa dengan robot kesayangannya, Aji-3.


Min Kyu terkejut melihatnya.


Ji A kemudian juga melihat ke arah Min Kyu dan sama terkejutnya.


Dia gugup dan mengambil minumnya lagi. Ia pura-pura tidak mengenal Min Kyu. Ia pura-pura membaca buku, lalu melihat tiket Min Kyu dengan tujuang Dongdaegu.


Min Kyu diam saja dan masih menatap Ji A. Dia masih tetap diam saja saat pengeras suara mengumumkan bahwa mereka akan tiba di Dongdaegu dan pintu akan terbuka.


Saat kereta berhenti, Min Kyu belum juga turun.


Dua orang penumpang datang dan mengatakan bahwa Min Kyu duduk di kursi mereka. Min Kyu sadar, lalu mengambil tasnya dan pergi. Ia berjalan sambil terus melihat ke arah Ji A yang sedang membaca buku berjudul Australia.


Ji A masih berpura-pura membaca buku sambil berusaha menahan kesedihannya. Saat Min Kyu sudah melewati pintu penghubung, Ji A bergumam, “Sangat melegakan.”


Baek Gyoon menerima telepon dari seseorang.


Ternyata Min Kyu masih ada di dalam kereta dan dialah yang menghubungi Baek Gyoon. Dan saat ini, kereta sudah mulai berjalan lagi. “Wajah Aji-3, bagaimana kau membuatnya?” tanya Min Kyu.


Baek Gyoon menghentikan langkahnya dan memutuskan untuk mulai bicara jujur. “Aku punya modelnya. Dengan wajah, kepribadian, kebiasaan, dan lainnya. Aku memperkejakan seseorang yang cocok sebagai pekerja paruh waktu. Aku tidak bisa menghubungi orang itu sekarang. Kenapa? Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?”


Min Kyu bilang ia hanya penasaran dan bertanya mungkin mereka bisa bertemu suatu saat. Baek Gyoon mengatakan itu mungkin saja, tapi Baek Gyoon menyarankan agar Min Kyu mengabaikannya saja saat itu terjadi, karena itu akan membuat Min Kyu seperti pria yang aneh. “Baiklah, aku akan melakukan itu,” kata Min Kyu lalu menutup teleponnya.


Baek Gyoon tampak berpikir, lalu dia mencoba menelepon Ji A, namun tidak bisa karena nomornya tidak terdaftar. “Aku benar-benar tidak bisa menghubunginya,” gumam Baek Gyoon.


Baek Gyoon menemui Yoo Cheol di sebuah cafe! Yoo Cheol menyapa dan menanyakan kabarnya.


Min Kyu menghubungi Jin Bae dan mengatakan bahwa dia tidak bisa datang ke Daegu.


Jin Bae; “Apa yang terjadi? Apa keadaannya serius?”
Min Kyu: “Ya.. Pikiranku tidak terlalu baik.”
Jin Bae: “Direktur Kim.. Direktur Kim, apa kau baik-baik saja?”
Min Kyu: “Ya, tolong urus acaranya.”


JI A masuk ke dalam toilet dan mulai menangis. Ia menangis tersedu-sedu.


Yoo Cheol menyodorkan foto Ji A pada Baek Gyoon dna bertanya, “Siapa wanita itu?”
Flashback..


Ternyata kedua pria pengintai berhasil menemui Yoo Cheol dan menunjukkan foto Ji A padanya. Pria 1 mengatakan bahwa itu adalah Aji-3.


Yoo Cheol: “Maksudmu dia robot?”
Pria 1: “Ya. Rambutnya berebda, karena dia mengganti wignya. Aku melihatnya berangkat bekerja dari rumah Jo Jin Bae.”
Yoo Cheo: “Kau melihatnya makan es krim?”
Pria 2: “Ya, dia pasti robot berteknologi sangat tinggi.”
Pria 1: “Apa informasi ini cukup untuk menerima pembayaran kami?”


Yoo Cheol: Apa itu Aji-3? Atau dia sebenarnya manusia?’
Baek Gyoon: “Kami menggunakannya sebagai model untuk Aji-3. Kami menggunakan manusia asli sebagai model untuk membuat Aji-3 tampak sangat nyata.”
Yoo Cheol: “Maksudmu dia adalah model Aji-3?”


Baek Gyoon: “Apa ada masalah dengan itu?”
Yoo Cheol: “Tidak. Tapi siapa yang bertemu dengan Direktur Kim? Aji-3 atau wanita ini?”
Baek Gyoon: “Aku tidak mengerti apa maksudmu. Jika tidak ada yang ingin kau katakan lagi, aku pergi.”


Baek Gyoon berdiri. Yoo Cheol tersenyum dan berkata kalau ia yakin tak lama lagi Baek Gyoon ingin mengatakan sesuatu kepadanya. “Hubungi aku kapan saja,” ujar Yoo Cheol.


Baek Gyoon keluar dari restoran dan kemudian langkahnya terhenti, karena melihat orang yang berada tidak terlalu jauh darinya. [crstl]


Advertisement

5 comments

Kk part 2 y jgn lma2 y

Ditunggu kelanjutannya

iya dtunggu.. trimz

Mba updettan part2 n ep 22'y mna...dr sore udah aq scroll brXx...yg fighting bkin sinop'y 😊

knpa min kyu tdk mengenal a Ji sebagai orng yg slalu mmblikannya barang (direktur jo) *aneh


EmoticonEmoticon