1/12/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 23 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 23 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 23 Part 1

Ji A akhirnya memperbolehkan Min Kyu bercerita tentang Aji-3, tapi dengan syarat Min Kyu harus berjanji tidak akan mengganggunya lagi mulai besok. JI A mengatakan bahwa dia merasa kurang nyaman berada di dekat Min Kyu.


“Aku berjanji. Bisa kau tanya padaku tentang Aji-3?” pinta Min Kyu. “Aku tidak tahu harus mulai cerita dari mana.”


Ji A: “Sejak kapan Aji-3 mulai kau anggap istimewa?”
Min Kyu: “Aku dapat menjawabnya dengan tepat. Aku merasakan itu sejak hari pertama dia datang ke rumahku. Kau akan tertawa sepanjang malam jika kau mendengarkan ceritaku.” Dengar. Aku tercengang sejak hari pertamanya.”


Min Kyu lalu menceritakan kejadian di hari pertama kedatangan Ji A di rumahnya dengan sangat antusias. Ia juga bercerita ketika Ji A memecahkan sebuah kotak berisi telur, padahal harusnya Ji A menjawab pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu. Min Kyu terus melanjutkan ceritanya dan Ji A mendengarkannya sambil tertawa.


“Apa yang akan terjadi jika aku mengatakan yang sebenarnya?” batin Ji A.


Ssanip sudah mulai mabuk dan berkata bahwa saat itu Min Kyu bisa saja mati. Tapi Sun Hye bilang di sisi lain ada kemungkinan juga bahwa Min Kyu tidak akan mati.


Sun Hye menjelaskan bahwa itu semua tentang kepercayaan yang keluar dari hati. “Kau pikir cinta Min Kyu untuk Ji A dan Tim Santamaria belum cukup untuk menerima pengakuan Ji A. Bagaimana kau akan membuktikan kalau penilaianmu benar?” kata Sun Hye.


Dokter Oh sedang melihat rekaman ketika ia bertemu dengan Jonny dan kekasihnya di Amerika dulu. Dokter Oh terlihat sangat gelisah.


Sun Hye: “Dokter akan mengoperasi jika kemungkinan keberhasilannya 99%. Padahal bisa saja di 1%nya terdapat keajaiban.”
Ssanip: “Kau punya pemikiran yang bagus Sun Hye, tapi...”
Hoktal: “Benar. Dokter bisa melakukan itu. Tapi apa kau bisa mengirimkan orangtuamu ke ruang operasi jika mereka hanya memiliki 1% untuk selamat. Brother Min Kyu adalah keluarga kami sekarang.”
Sun Hye: “Pria ini semakin menarik saja.”
Ssanip: “Siapa? Aku?”


Baek Gyoon terbangun karena dering ponselnya, lalu mengangkatnya.


Dokter Oh bertanya apa Baek Gyoon sudah sampai di lokasi. Baek Gyoon bilang mobilnya mogok. “Astaga. Beri aku kabar secepatnya jika kau sudah ada disana,” kata Dokter Oh. Dokter Oh juga memberitahu kalau terjadi ruam di tubuh Min Kyu maka Baek Gyoon harus membuka tasnya dan mengambil suntikan di dalamnya.


Baek Gyoon mencari Pai dan menemukannya baru saja selesai memperbaiki mobil. Ia berkata bahwa harusnya Pai membangunkannya. Baek Gyoon lalu mengambil tisu dan membersihkan tangan Pai yang kotor.


Baek Gyoon meminta maaf karena dulu dia tidak mendengarkan Pai dan memutuskan untuk membantu Min Kyu. Pai bilang Baek Gyoon sudah melakukannya dengan baik.


“Aku mengakhiri segalanya dengan me-reset Aji-3,” kata Min Kyu sebagai penutup ceritanya. Dia merasa dirinya bodoh karena melakukan itu.


Ji A bilang cerita itu belum selesai, karena Min Kyu harus menceritakan apa yang terjadi setelah Min Kyu me-reset Aji-3. Min Kyu bilang ceritanya tidak akan lucu. “Aku yang akan memutuskan itu lucu atau tidak,” kata Ji A.


“Awalnya sangat menyakitkan dan sulit. Tapi setelah beberapa waktu, aku menjadi sedikit lebih baik. Aku mulai bekerja seperti orang normal di perusahaan. Aku makan seperti orang lain di kafetaria. Dan aku pulang ke rumah seperti orang lain. Aku juga pergi ke bioskop dan toko buku sendirian,” kata Min Kyu.


Ji A merasakan kesedihan Min Kyu dan berkata bahwa kalau Aji-3 mengetahui keadaan Min Kyu sekarang, dia pasti memuji Min Kyu. “Tidak, yang akan dia lakukan adalah...”
Flashback..


Min Kyu menceritakan saat Ji A menyediakan bahunya dan menepuk-nepuk bahu Min Kyu untuk menenangkannya dan berkata ‘Kau sudah melakukannya dengan baik’. Min Kyu lalu melihat mata Ji A yang berkaca-kaca.


Min Kyu: “Sudah kubilang, ceritanya akan membosankan.”
Ji A: “Tidak. Tapi kenapa kau menyebut dirimu bodoh karena me-reset Aji-3?”
Min Kyu: “Itu rahasia.”
Ji A: “Bisa tolong katakan padaku?”
Min Kyu: “Aku akan mengatakan padamu, jika kau berjanji menjadi temanku. Karena teman tidak saling menyimpan rahasia.”


“Apa kau mau menjadi temanku?” tanya Min Kyu lagi. Ji A masih terdiam. “Kau sungguh manis,” lanjut Min Kyu lalu tertawa dan Ji A tetap diam. “Ah, maaf.” 


Sekarang giliran alat pemanasnya yang mati.


Ji A menyarankan Min Kyu agar mengatakan pada Aji-3 bahwa dirinya menyesal. Min Kyu kemudian mengatakan bahwa dia sudah mencoba meng-input lagi informasi dirinya pada Aji-3, tapi Aji-3 yang dulu tidak pernah kembali.


“Hatiku mengatakan bahwa perasaanku asli. Karena takut, maka aku mengabaikannya. Pada akhirnya, sebagai konsekuensinya, aku dihukum,” jelas Min Kyu. Ji A mulai terisak.


Baek Gyoon berkata bahwa Min Kyu harus terus percaya apa yang mereka katakan padanya.  “Kau mendapat tawaran untuk menjadi profesor. Maaf, aku tidak bermaksud membaca pesanmu,” kata Baek Gyoon.


Pai: “Aku tidak tertarik.”
Baek Gyoon: “Kenapa tidak? Kesempatan seperti itu jarang terjadi.”
Pai: “Aku bahagia dengan keadaanku sekarang.”
Baek Gyoon: “Aku harap kau akan mengambil tawaran itu. Itu akan baik untuk masa depanmu...”
Pai: “Jika sudah saatnya pergi, aku akan pergi diam-diam tanpa sepengetahuanmu. Tolong menyetir dengan baik.”
Baek Gyoon: “Kau keras kepala.”


Ji A berkata bahwa hari sudah mulai fajar. Min Kyu merasa dia terlalu banyak bicara tentang dirinya. Min Kyu meminta Ji An menceritakan tentang dirinya. Ia lalu meminta Ji A menceritakan keluarnya..


Ji A: “Aku punya kakak laki-laki, saudara ipar, dan keponakan. Mereka akan segera punya anak lagi.”
Min Kyu: “Apa kau hidup dari kakakmu? Ah, maaf. Terkadang aku tidak hati-hati dalam berbicara.”
Ji A: “Benar, itu bukan kebiasaan yang mudah untuk diperbaiki.”
Min Kyu: “Apa?”
Ji A: “Apa pertanyaanmu selanjutnya?”


Min Kyu bertanya siapa yang paling Ji A rindukan saat ini. “Tipe idealku dan guru kehidupan,” jawab Ji A. Min Kyu bertanya siapa itu. “Mendiang ayahku. Ketika aku kecil, ayahku membuka bengkel. Aku bermain disana sepulang sekolah. Ketika ada mobil rusak datang, ayah akan memperbaikinya dan membuat mereka bersinar.”


Ji A berkata bahwa ayahnya bisa memperbaiki segala jenis mobil seperti sihir. “Aku ingin menjadi seperti ayahku. Aku ingin bisa melakukan sesuatu hal dengan baik.” Tapi Ji A bilang kadang harapan tidak sesuai dengan bakat yang dimiliki, sehingga merasa dirinya tidak berguna.
Flashback..


Ji A mengingat saat Min Kyu memuji payung hasil penemuannya, bahkan ingin bertemu dengan orang yang membuatnya.


Ji A: “Seseorang meyakinkanku bahwa aku berguna. Dia membuatku merasa bahwa aku tidak boleh  menyerah.”
Min Kyu: “Aku tidak tahu siapa itu, tapi jika dia mendengar apa yang kau katakan, dia pasti merasa bangga.”
Ji A: “Kau pikir begitu?”
Min Kyu: “Fakta bahwa kau penting bagi seseorang itu menggembirakan.”


Min Kyu menyarankan bahwa jika lain kali Ji A bertemu dengan orang itu, maka Ji A harus memberitahunya.


“Kim Min Kyu, aku sudah bercerita tentang diriku dan aku juga sudah mendengarkanmu. Seperti janjimu, kau akan pulang ke Seoul tanpa penyesalan.Ketika waktu berlalu, segalanya akan menjadi kenangan. Aku harap kau akan bahagia, Kim Min Kyu. Aku mengatakannya dengan tulus,” kata Ji A.


Esok paginya, kunci gudang dibuka. Dan seorang pria masuk ke dalam gudang.


“Astaga! Kalian mengejutkanku,” kata pria itu. [crstl]


Advertisement

2 comments

Min kyu...ji a...smoga cinta kalian dapat bersatu

Emng bener cinta itu ga bisa di tebak, dengan siapa dan dengan siapa tanpa sadar sebenarnya semuanya udah di atur dari yang atas ,sekedar jalanin aja .. Hem jsdi baper wkwkwk


EmoticonEmoticon