1/13/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 24 PART 1

Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 24 BAGIAN 1


#24 - Sandwich


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 23 Part 2

Seorang pria dikejutkan dengan keberadaan Ji A dan Min Kyu yang sedang tertidur di dalam gudang.


Layar monitor Tim Santamaria menunjukkan peringatan bahwa Folder Minami telah di-hack.


Seorang hacker memberikan flashdisc kepada anak buah Yoo Cheol. Si hacker mengatakan bahwa dia berhasil mendapatkan filenya, tapi ada file video yang rusak saat proses transfer data. “Tapi kami berhasil menyimpan video pendek yang berdurasi beberapa menit,” kata si hacker. “Ah, tapi password mereka lucu, yaitu ‘sandwich’”


Anak buah Yoo Cheol itu melapor bahwa mereka gagal mendapatkan file teknis Aji-3, tapi ada fila video yang mereka dapatkan.


Setelah itu terlihat pria yang mengenakan hoodie hitam memberikan sebuah flashdisc kepada Sekretaris Yoon.

Yoo Cheol menerima flasdiscnya dan membuka filenya. Terdengar suara di video: “Astaga! Apa? Mode teman? Kau pikir kau bisa jadi temanku?”

Yoo Cheol menertawakan Min Kyu yang telah dibodohi.


Ri El: “Ayah, kau tahu aku mencintaimu bukan?”
Dir. Ye: “Tentu saja. Dan aku mencintai diriku juga.”
Ri El: “Jadi, ayah akan melepaskanku kan? Aku.. ingin hidup sesuai yang aku mau dan mengikuti keinginanku. Aku menyukai seseorang dan aku tidak mau bertunangan atau menikah dengan Kim Min Kyu.”


Direktur Ye berkata bahwa kopi disana enak. Ia lalu mengatakan bahwa pasangan Ri El adalah Kim Min Kyu.


“Jangan sampai aku kehilangan rasa hormatku pada ayah. Aku mohon,” kata Ri El lalu meninggalkan ayahnya.


Baek Gyoon dan Pai sudah sampai di depan Kedai Nenek Hong Joo.


Nenek: “Maafkan aku. Kami sudah dipesan untuk makan siang, jadi aku tidak bisa menerima tamu lagi.”
Baek Gyoon: “Kami datang bukan untuk makan. Apa Jo Ji A ada disini?”


Ji A lalu keluar dari dapur dan mengatakan kalau Min Kyu sedang mandi. Dia juga tidak ketahuan, dan Min Kyu sudah berjanji tidak akan mengganggunya lagi.


Baek Gyoon: “Kau baik-baik saja?”
Ji A: “Bawa dia pergi, sebelum pelanggan datang.”


Min Kyu melihat pemandangan laut dari kamarnya, lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


Hoktal: “Halo?”
Min Kyu: “Aku di Pulau Geoje. Kau ingin sesuatu?”
Hoktal: “Tidak perlu. Kembalilah ke Seoul bersama Doktor Hong.”


Min Kyu: “Apa kau sangat merindukanku?”
Ssanip: “Tentu saja, brother. Cepatlah kembali.”
Min Kyu: “Aku dengar roti yuzu terkenal disini. Aku akan membawakannya untuk kalian. Dana ku dengar cuaca akan sangat dingin, kalian semua bisa tidur di rumahku. Aku membeli beberapa tempat tidur.”


Setelah Min Kyu menutup teleponnya, Hoktal dan Ssanip merasa sangat lega. “Brother...” isak Ssanip. Hoktal hanya berharap Min Kyu kembali dengan selamat.


Sun Hye mencibir sikap mereka yang berlebihan.


“Aku harusnya tidak membuat janji seperti itu,” gumam Min Kyu.


Di dapur, nenek berkata bahwa keadaan Ji A sudah lebih baik dibanding ketika pertama datang kemarin. “Apa kau sudah menyelesaikan kesalahpahamannya?” tanya nenek. Ji A mengangguk, lalu bertanya pekerjaan apa yang harus ia lakukan. Karena Ji A kedinginan sepanjang malam, nenek menyuruh Ji A agar beristirahat saja. Tapi Ji A bersikeras untuk bekerja. Ponsel nenek lalu berdering.


“Kenapa? Hari ini?! Bagaimana bisa? Baiklah, aku segera kesana.” Nenek bilang bahwa ada orang yang kecelakaan dan harus pergi ke rumah sakit. Nenek menelepon pelanggan dan membatalkan pesanan mereka.


Nenek mengambil jaketnya dan meminta Ji A untuk menutup kedainya jika teman-teman Ji A sudah pulang.


Pai: “Kau terlihat kurus.”
Ji A: “Tidak ada selain patah hati, yang bisa membuatmu kehilangan berat badan.”


Min Kyu merapikan barang-barangnya ke dalam tas. Baek Gyoon sempat melihat suntikan dan obat Min Kyu.


Baek Gyoon: “Apa kau baik-baik saja?”
Min Kyu: “Ya.”
Baek Gyoon: “Ayo kembali ke Seoul. Kita harus bicara tentang pekerjaan.”
Min Kyu: “Kalau begitu, ayo kita kembali ke Seoul.”


Baek Gyoon: “Kami minta maaf, Hong Joo. Dia tidak akan melakukan hal seperti itu lagi.”
Ji A: “Aku percaya. Kau sudah berjanji.”
Min Kyu: “Aku harus pergi.”


Min Kyu mengulurkan tangannya. Ji A terdiam, lalu dia menjabat tangan Min Kyu. “Selamat tinggal.”


Ji A terlihat sedih.


Baek Gyoon, Pai, dan Min Kyu sudah bersiap naik ke mobil. Lalu mereka melihat sekelompk orang masuk ke dalam kedai.


Mereka masuk ke kedai dan mengatakan bahwa mereka tidak menerima telepon pembatalan. Lagipula kedai tidak bisa membatalkan di hari-H. Mereka tidak menerima permintaan maaf Ji A dan menyuruhnya segera menyiapkan makanan karena mereka sangat kelaparan.


Ji A: “Aku sungguh minta maaf. Saat ini tidak ada koki...”
Min Kyu: “Aneka sashimi, seafood rebus, dan seafood pajeon ada di menu. Silakan duduk dan menunggu dengan tenang. Jika tidak, kalian tidak akan mendapatkan makanan, oke?”


Ji A kebingungan dengan kedatangan pelanggan, dan kebingungannya bertambah ketika Min Kyu kembali lagi. Para pelanggan berteriak bahwa mereka akan makan apa saja yang disediakan, karena mereka sudah kelaparan. Mereka minta diambilkan soju saja dulu.


Ji A: “Apa yang kau lakukan? Pergi. Kau sudah berjanji.”
Min Kyu: “Kau bisa memotong sashimi?”
Ji A: “Tidak.”
Min Kyu: “Bagaimana dengan pajeon?”
Ji A: “Ti..tidak..”
Min Kyu: “Aku bisa. Aku akan pergi setelah ini.”


Pai datang dan hampir saja memanggil Ji A, ia buru-buru meralatnya dengan memanggilnya Hong Joo. Ia bertanya apa yang bisa ia dan Baek Gyoon bantu. Min Kyu yang menjawab bahwa Ji A akan membantunya memasak, sedangkan Pai dan Baek Gyoon yang akan melayani pelanggan.


Dengan cemas, Ji A melihat ke arah piring, tempat Ji A menyembunyikan kalung sebelumnya. Min Kyu pun mengikuti arah pandangan Ji A.


Jin Bae menemui Yoo Cheol di suatu cafe. Jin Bae bertanya kenapa Yoo Cheol memanggilnya.


Yoo Cheol: “Kenapa? Apa karena aku bukan CEO lagi?”
Jin Bae: “Tidak. Silakan lanjutkan.”
Yoo Cheol: “Kau punya seorang adik perempuan. Aku rasa aku pernah melihatnya sebelumnya.
Jin Bae: “Apa maksudmu?”
Yoo Cheol: “Aku rasa ada orang yang terlihat sama persis dengan Aji-3, yaitu adikmu.”


Jin Bae terpaku, kemudian dia mengatakan bahwa sepertinya ada kesalahpahaman. Jin Bae mengatakan bahwa adiknya tidak tahu apa-apa, dan Baek Gyoon hanya membuat robotnya tampak seperti adiknya. Tapi Yoo Cheol belum mempercayainya.


Min Kyu sudah mulai memasak, dan sesekali ia dan Ji A bertatapan. Min Kyu tersenyum, lalu melanjutkan lagi pekerjaannya.


Dengan hati-hati, Ji A berusaha mengambil kalung yang disembunyikannya di antara piring-piring. Tapi ia dikejutkan dengan Min Kyu yang tiba-tiba meminta diambilkan piring kecil.


Baek Gyoon mulai menyajikan makanan kepada para pelanggan.


Melihat Pai yang membawa nampan berisi air dengan tangan bergetar karena berat, Baek Gyoon lalu membantunya. Saat Pai membawakan piring makan pun Baek Gyoon kembali membantunya.


Min Kyu memotong sashim-nya dengan hati-hati.


Saat menyerahkan piringnya pada Ji A, tangan mereka tidak sengaja bersentuhan. Min Kyu sepertinya merasakan suatu getaran. Ji  A buru-buru membawa piringnya pergi. Saat Ji A pergi, Min Kyu mengambil piring sendiri.


Ternyata Ji A sudah berhasil mengambil kalungnya. Ia merasa lega.


Para pelanggan memuji rasa sashimi-nya yang sangat lezat. Setelah kenyang, mereka semua pulang dengan bahagia, tidak seperti saat datang tadi.


Di dapur, Min Kyu tertawa sendirian.


Min Kyu lalu menyajikan makanan untuk mereka sendiri. Baek Gyoon bahkan menguap karena kurang tidur ditambah dia baru saja melayani pelanggan.


Min Kyu mengambil piring Ji A dan mengisinya dengan makanan. Ia bertanya, “Hong Joo, apa nama keluargamu Kim atau Ji? Aku pikir Pai memanggilmu Ji Hong Joo.” Pai lalu mengatakan bahwa dia yang salah, karena namanya yang benar adalah Kim Hong Joo. “Ah Kim Hong Joo, nikmati makananmu. Ini pertama dan terakhir kalinya kau mencoba masakanku,” lanjut Min Kyu.


Min Kyu: “Apa kau menyukainya?”
Ji A: “Ini sangat lezat.”
Min Kyu: “Coba ini juga. Ini seafood pajeon yang dibuat dengan resep ibuku.”


Ji A mengatakan rasanya seperti seni. Min Kyu senang dan memberi Ji A jenis masakan yang lainnya. Dan Ji  A bilang rasanya sama enaknya. Baek Gyoon dan Pai tersenyum dan merasa lega karena Ji A dapat makan dengan baik.


Setelah bertemu dengan Yoo Cheol, Jin Bae menjadi gelisah. Ia berpikir untuk mengatakan pada Min Kyu tentang apa yang terjadi sebenarnya, bahwa Aji-3 memakai wajah adiknya dan adiknya itu pernah berkencan dengan Baek Gyoon. Ia lalu menghubungi Min Kyu.


Jin Bae: “Ini tentang Aji-3.”
Min Kyu: “Aku sedang makan. Aku akan menghubungimu lagi nanti.”
Jin Bae: “Baiklah.”


Ji A makan dengan lahap dan Min Kyu menatapnya. Ia berkata bahwa jika saja Aji-3 mencoba masakannya, maka dia mungkin akan merasakan apa yang Ji A rasakan sekarang. Baek Gyoon dan Pai bingung harus berkata apa. Ji A sampai tersedak mednegar ucapan Min Kyu.


Baek Gyoon: “Hentikan, dia bisa muntah.”
Min Kyu: “Baiklah.”
Ji A: “Tidak apa-apa, toh ini terakhir kalinya.”


Min Kyu merasa sedih mendengar Ji A bicara seperti itu.


Sementara itu, Martin dari Grup Bold sedang kebingungan karena yang dipecat adalah Yoo Cheol, bukannya Min Kyu. Dia mengeluhkan hal itu kepada Ketua Hwang.


Ketua Hwang: “Ada hal tak terduga.”
Martin: “Aku sudah menunggu cukup lama. Aku kehabisan kesabaran. Aku akan mengirimkan orang sendiri kesana.”
Ketua Hwang: “Masih ada waktu, sampai tanggal yang aku janjikan. Tolong biarkan kami menanganinya sampai saat itu.”


Ketua Hwang lalu mematikan ponselnya, ketika Yoo Cheol masuk ke ruangannya dan bertanya apakah itu Martin. Ketua Hwang mengatakan bahwa Martin sudah tahu kalau Yoo Cheol sudah berhenti bekerja.


Yoo Cheol: “Katakan padanya, aku akan kembali sebagai direktur. Dan kau bisa mengadakan rapat komisaris lagi.”
Ketua Hwang: “Untuk apa?”
Yoo Cheol: “Doktor Hong Baek Gyoon dan Tim Santamaria telah menipu Kim Min Kyu.”


Ketua Hwang: “Apa?”
Yoo Cheol: “Aku bukan satu-satunya yang harus mengundurkan diri. Harusnya Kim Min Kyu yang melakukan itu.”


Sun Hye masih berada di lab bersama Hoktal dan Ssanip. Sun Hye membaca nama folder yang ada di layar monitor.


Sun Hye: “Apa ini? Mon ami? Itu Bahasa Prancis untuk ‘temanku’”
Ssanip: “Hoktal, aku sudah bilang agar kau mengecek dan menghapusnya.”
Hoktal: “Itu bukan milikku.”
Ssanip: “Lalu milik siapa? Itu bukan milik Doktor Hong.”
Hoktal: “Apa? Lalu milik siapa itu?”


Hoktal dan Ssanip saling berpandangan! [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon