1/13/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 24 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 24 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 24 Part 1

Saat sadar bahwa folder tak dikenal bukanlah milik salah satu dari mereka, Hoktal dan Ssanip saling berpandangan. Mereka berdiri menatap Aji-3 dari belakang, sedetik kemudian mereka berlari ke arahnya.


Hoktal: “Ssanip, apa kau ingat ketika Aji-3 membuat folder backup-ya sendiri tahun lalu?”
Ssanip: “Ya. Itu merusak folder deep-learning dan membuat kita semua gila.
Sun Hye: “Robot ini, membuat folder backup-nya sendiri?”
Hoktal: “Tunggu dulu.”


Ssanip, lalu memanggil Aji-3 dan bertanya apakah Aji-3 membuat folder Monami. Aji-3 membenarkannya.


Hoktal: “Hey! Kau tidak bisa mengeluarkan folder yang sudah kami buang.”
Aji-3: “Itu bukan dari tempat sampah. Aku menyimpannya sebelum di-reset.”
Flashback..


Di saat perpisahaannya dengan Min Kyu, Ji A mengatakan bahwa iaakan mengingat semua hal yang Min Kyu lakukan untuknya, selamanya.


Saat itulah folder Monami tercipta.


Hoktal: “Apa itu? Bukankah kita menghapus semuanya?”
Ssanip: “Jadi, file yang di-hack adalah video deep-learning milik brother?”
Sun Hye: “Brother? Kim Min Kyu?”
Aji-3: “Aku memenuhi janjiku pada temanku.”


Pria pengintai sudah menerima pembayarannya dan bersiap untuk liburan ke Pengunungan Alpen. Tapi pria 2 tampak sedang cemberut. Saat ditanya, pria 2 mengatakan bahwa bukan itu maslahnya sekarang. Dia memikirkan Aji-3 yang ingin tahu seperti apa dirinya.


Pria 1 mengangkat jarinya seperti yang ia lakukan pada Aji-3, lalu mengatakan bahwa sebelumnya tidka pernah ada yang mengatakan itu padanya, termasuk pamannya sendiri, si pria 2.


Aji-3 dan yang lain sudah selesai makan. Min Kyu tampak murung. Apalagi ketika mendengar Baek Gyoon berkata mereka harus segera pulang sebelum matahari terbenam. Ji A memanggil namanya.


Min Kyu: “Kita semua sudah makan. Bukankah seharusnya kita juga mencuci piringnya?”
Ji A: “Tidak apa-apa. Aku yang akan melakukannya. Aku kuat.”
Min Kyu: “Lalu, maukah kau melakukannya bersamaku?”


Baek Gyoon berkata ia yang akan melakukannya. Pai juga akan membantu. Tapi Baek Gyoon meminta Ji A membawa Pai keluar, karena Pai pengganggu. Min Kyu bingung.


Akhirnya, Baek Gyoon dan Min Kyu yang mencuci piring. Min Kyu mengomel bahwa harusnya Baek Gyoon membiarkan dia melakukannya bersama Ji A. Menurut Baek Gyoon, itu akan membuat JI A sangat tidak nyaman, karena Min Kyu pasti akan terus menatapnya selama mencuci piring.


“Saat aku melihatnya, hatiku...Hatiku berdetak cepat seperti saat aku melihat Aji-3,” kata Min Kyu. Ia merasa dirinya bersemangat dan bahagia, serta selalu ingin melihatnya. Dia bingung apa yang harus dia lakukan.


Baek Gyoon hanya terdiam. Min Kyu lalu berkata lagi, “Aku merasakan perasaan yang aneh, bahwa ini tidak akan berakhir disini. Aku pikir akan ada hal yang terjadi lagi. Bukankah itu aneh?”


Ji  A mengajak Pai ke pinggir laut. Ji A bercerita bahwa saat terkunci bersama Min Kyu di dalam gudang, ia sangat takut kalau akan ketahuan, tapi di saat yang bersamaan dia juga bahagia.


Ji A berkata, “Tapi perlahan, aku mulai menjadi rakus. Aku berpikir dia mungkin akan memaafkanku dan mempercayaiku jika aku mengatakanyang sebenarnya, karena dia sangat menyukaiku. Tapi itu tidak bisa terjadi, bukan?”


Sama seperti Baek Gyoon, Pai juga hanya terdiam mendengar perkataan Ji A. Mereka lalu menengok ke belakang dan melihat Baek Gyoon dan Min Kyu sudah bersiap pulang ke Seoul.


Ji A mengatakan bahwa dia menikmati masakan yang dibuat Min Kyu. “Kalau begitu, ayo kita berteman,” ajak Min Kyu. Ji A mengingatkan bahwa Min Kyu sudah berjanji tidak akan menemuinya lagi.


Min Kyu: “Tapi kenapa aku merasa  kalau kita akan bertemu lagi?”
Ji A: “Itu tidak akan terjadi. Tidak akan pernah.”


Ji A masuk ke dalam kedai dan dengan berat hati, Min Kyu masuk ke dalam mobil. Baek Gyoon menyetirdan mereka pun berangkat untuk kembali ke Seoul.


Dalam perjalanan, semua orang tidak ada yang saling bicara.


Ji A termenung sendirian di kedai. Ia mengeluarkan kalung pemberian dari Min Kyu.


Min Kyu merasa sangat sedih mengingat ketika Ji A mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Lalu mobil mereka berhenti.


Baek Gyoon dan Pai mampir di mini market untuk membeli obat sakit perut untuk Pai. Baek Gyoon lalu menerima telepon.


Hoktal: “Apa yang harus kita lakukan? Kami tidak pernah mengira Aji-3 akan melakukan hal semacam itu.”
Baek Gyoon: “Kami dalam perjalanan pulang ke Seoul. Jadi kalian cek seberapa banyak video yang telah di-hack?”


Pai bertanya apa yang sudah terjadi. BAek Gyoon lalu memberitahunya kalau Aji-3 sudah mem-backup file deep-learning milik Min Kyu. Jadi mereka harus cepat kembali ke lab.


Mereka membuka pintu belakang mobil dan menemukan kalau Min Kyu sudah tidak berada disana. “Kemana dia pergi?!” tanya Baek Gyoon panik.


Sekretaris Yoon membawakan flashdiscnya untuk Ketua Hwang. Ketua Hwang bilang kalau Min Kyu sudah menunjukkan padanya, dan ia mengatakan kalau Yoo Cheol sudah mulai pintar. Tapi Sekretaris Yoon mengatakan bahwa dia sudah melihatnya dan menemukan ada file tambahan yang keluar.


Sek. Yoon: “Ini hal yang sangat menarik.”
Ketua Hwang: “Apa?”
Sek. Yoon: “Direktur Kim punya penyakit. Itu bisa membuatnya diberhentikan dari jabatannya.”


Dengan menggunakan taksi, Min Kyu kembali ke kedai. Tapi ia tidak menemukan Ji A disana dan kedainya pun sudah tutup. Seorang wanita melintas dan memberitahu kalau Ji A sudah pergi sambil membawa barang-barangnya.


Min Kyu: “Apa? Dia.. Dia pergi? Kapan? Kemana dia pergi?”
Wanita: “Dia baru saja pergi. Dia lewat arah sini. Sepertinya sekitar lima menit yang lalu.”


Sementara Min Kyu berlari menyusul Ji A. Baek Gyoon juga menyusul Min Kyu ke restoran. Ia yakin Min Kyu kembali kesana.


Min Kyu terus berlari mencari Ji A.


Min Kyu lalu melihat Ji A sedang duduk di pantai. Ia berjalan menghampiri Ji A.


Ji A sedang menangis.


Min Kyu sudah semakin dekat dengan Ji A.


“Akhirnya aku menemukannya,” gumam Min Kyu sambil tersenyum lega. Dia berdiri tak jauh belakang Ji A tanpa memanggilnya.


Ji A lalu berdiri dan berbalik. Ia sangat terkejut, sampai melangkah mundur.


Ji A secara reflek melihat ke arah kalungnya, lalu menutupnya dengan tangannya.


Senyum Min Kyu pun menghilang. “Itu...itu... Itu kalung yang aku berikan pada Aji-3.”
Flashback..


Semua kenangan bersama Aji-3 yang bertingkah seperti manusia, terlintas di pikiran Min Kyu.


Min Kyu merasa kecewa. Ji A mendekatinya dan berkata bahwa dia bisa menjelaskan apa yang terjadi. Tapi Min Kyu melarangnya mendekat.


“Kau sudah berbohong kepadaku selama ini?” tanya Min Kyu dengan mata berkaca-kaca. “Sepertinya aku mau muntah.” Dia dia mulai menangis.


Tangisannya bertambah buruk menjadi rasa sakit, karena reaksi alergi di tubuhnya kembali muncul! [crstl]


Advertisement

3 comments

Aaaa...kok alerginya kembali...jia semoga dapat mngembalikan kpercayaan minkyu

G kuat bgt nontonnyaaa..sedihhh pisaann 😢

Pengen nangis 😫😫😫


EmoticonEmoticon