1/18/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 25 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 25 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 25 Part 1

Jin Bae mengatakan pada Tim Santamaria bahwa Min Kyu meminta mereka untuk segera pergi dari sana. Mereka semua kecewa, tapi menyadari kalau itu adalah yang terbaik. BAek Gyoon mengajak mereka untuk mengemas barang-barangnya.


Baek Gyoon: “Kita akan membawa mesin-mesinnya, setelah kita mendapatkan tempat.”
Hoktal: “Bagaimana dengan Aji-3?”
Baek Gyoon: “Kita akan membawanya. Untuk kemudian memberikannya pada Ketua Hwang.”
Hoktal: “Dimana kita akan menginap malam ini?”


Ji A menghalangi mobil Dokter Oh. Dokter Oh lalu turun dari mobil dan menghampirinya. Ji A bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang. “Dia sembuh karena aku, dan sakit lagi karenaku. Aku akan melakukan semua yang kau katakan, apapun yang kau inginkan. Apa yang harus kulakukan? Apa yang bisa kulakukan untuk membuatnya lebih baik?” tanya Ji A.


Dokter Oh merasa jawabannya hanya Ji A yang tahu. Karena sebelumnya, Ji A-lah yang membuat keajaiban, dan jika Ji A menemukan jawabannya, Dokter Oh yakin itu adalah jawaban yang tepat.


Min Kyu mengambil kalung warisan ibunya yang sudah dikembalikan oleh Ji A. Ia menggenggam kalungnya dengan kesedihan yang mendalam.


Ji A tidak mau makan dan bilang kalau dirinya tidak lapar. Hong Joo sampai harus menariknya dari kamar ke meja makan. Dia duduk dan tampak berpikir. Tiba-tiba dia berdiri dan mencari-cari sesuatu di lemari dapur.


“Ajari aku memasak,” kata Ji A dengan sudah memakai sarung tangan, masker, dan penutup kepala. Hong Joo dan Dong Hyun hanya bisa menatapnya dengan mulut menganga. Haha...


Ji A belajar memasak dari Hong Joo dengan sungguh-sungguh. Hong Joo memintanya memotong wortel dengan ukuran yang sama. Jari Ji A teriris pisau. Hong Joo kemudian meminta Dong Hyun untuk mengambilkan kotak P3K.


Tim Santamaria dan Aji-3 datang ke cafe Sun Hye. Sun Hye bertanya apakah mereka punya tempat tinggal. Hoktal dan Ssanip langsung menggelengkan kepalanya, sedangkan Baek Gyoon dan Pai hanya menunduk.


Pai: “Kami sedang mencari studio atau gudang dengan ruangan kantor. Kami tidak bisa pergi keluar negeri, karena sedang menghadapi tuntutan.”
Sun Hye: ”Kalian dituntut? Oleh siapa? Kim Min Kyu?”
Ssanip: “Kami pantas menerimanya.”


“Semakin dalam cintanya, maka akan semakin dalam lukanya. Aku rasa Min Kyu menyukai kalian lebih daripada yang kukira,” kata Sun Hye.


Ketua Hwang menunjukkan video Min Kyu yang sedang terkena serangan alergi kepada Direktur Ye. “Apa kau ingin orang seperti ini menjadi menantumu?” tanya Ketua Hwang. DirekturYe terkejut dan masih terdiam. “Serahkan masa depan KM Finance kepada Yoo Cheol dan Ri El, dan kau dan aku bisa mendukung mereka. Bukankah itu rencana yang indah?” lanjut Ketua Hwang lagi. Dia juga akan memberikan saham yang dia beli menggunakan akun pinjaman kepada Ri El, setelah mereka menikah.


Direktur Ye bertanya apa yang akan Ketua Hwang lakukan pada Min Kyu. Ketua Hwang berkata bahwa karena dia sudah bergabung bersama Direktur Ye, maka mereka dapat menyingkirkan Min Kyu kapan saja mereka mau. Dan sampai itu terjadi, maka penyakit Min Kyu harus mereka rahasiakan.


Min Kyu terbangun karena mendengar suara-suara. “Pelayan Sung?” panggil Min Kyu dengan suara masih terdengar lemah.


Ia lalu berjalan keluar kamar dan melihat Ji A yang sedang menata makanan di meja makan.


Ji A tidak berkata apa-apa, tapi ia melihat Min Kyu sudah mulai memakai sarung tangan dan tongkat pelindungnya lagi.


Ji A berkata, “Aku membawakan makanan. Kau tidak bisa memakan masakan orang lain. Aku memasaknya dengan menggunakan sarung tangan dan masker. Aku yakin tidak ada sehelai rambut pun yang masuk.” Min Kyu tidak merespon. “Ini benar-benar bersih,” kata Ji A lagi.


Min Kyu tetap tidak menjawab. Ia mengambil tempat sampah dan meletakkannya di atas meja makan. Ia lalu membuang semua makanan yang Ji A bawa. Ji A sedih melihatnya. Tanpa berkata apa-apa, Min Kyu pergi meninggalkan Ji A.


Min Kyu hampir terjatuh, karena tubuhnya masih lemas. Ji A terkejut, tapi ia tahu kalau ia tidak boleh mendekat. Min Kyu berusaha untuk berdiri dan kembali ke kamarnya.


Ji A pergi dari mansion Min Kyu. “Baiklah. Dia berusaha untuk melaluinya. Aku harus menjalaninya juga,” kata Ji A pada dirinya sendiri.


Baek Gyoon menghentikan mobilnya di depan sebuah kampus. Pai mengingatkan bahwa mereka harusnya mencari tempat tinggal. Baek Gyoon ternyata sudah menghubungi profesor yang menginginkan Pai agar bekerja bersamanya.


Baek Gyoon menyuruh Pai menemui profesor itu, tapi Pai tetap pada keputusannya bahwa dia tidak mau mengambil pekerjaan itu. “Pai, aku tahu ini berat, tapi cobalah untuk menerimanya. Karirku sudah berakhir. Begitu juga dengan Tim Santamaria. Kau lebih baik menjadi seorang profesor. Aku akan merekomendasikan Hoktal dan Ssanip di posisi lainnya,” kata Baek Gyoon.


Pai bilang mereka mempercayai Baek Gyoon, dan memiliki banyak ide untuk diwujudkan. Mereka memulainya dari nol sampai sejauh ini. “Kita bisa mencobanya lagi,” kata Pai. Baek Gyoon menolak dan tetap menyuruh Pai pergi.


Pai kesal. Ia turun dari mobil dan masuk ke kampus.


Tidak lama, Pai kembali lagi. Baek Gyoon heran melihatnya. Mereka saling bertatapan dan Pai tersenyum tipis.


Baek Gyoon: “Apa.. apa kita berangkat?”
Pai: “Ya, ayo.”


Min Kyu kembali ke meja makan dan melihat makanan yang sebelumnya ia buang.


Ia mengingat Ji A memakai sarung tangan saat menyajikan makanan tersebut.


Min Kyu berusaha mengabaikannya dan pergi ke kamarnya lagi.


Ji A memasak lagi. Kali ini, Hong Jo tidak membantunya.


Esok paginya, Min Kyu melihat makanan sudah tersaji di meja makannya. 


Min Kyu: “Apa kau sudah kehilangan akal? Kenapa kau terus saja kembali padahal aku mengabaikanmu? Ah benar. Tuntutan hukum. Apa kau pikir ini akan membuatku membatalkan tuntutannya?!”
Ji A: “Bukan itu.”
Min Kyu: “Lalu kenapa kau kesini? Kau bukan robot, lalu kenapa kau datang kesini?! Kau tidak mengerti apa yang sudah kau lakukan padaku ya? Haruskan aku menunjukkannya padamu?”


Ji A langsung menghindar saat Min Kyu ingin menyentuh tangannya. “Kenapa? Apa kau takut tertular?” Ji A menjawab bukan itu maksudnya. “Kau tidak takut saat kau menjadi robot.” Ji A kembali berkata bahwa Min Kyu salah.


Min Kyu marah dan melemparkan semua makanan yang ada di meja. “Inilah jawabanku. Pergilah,” kata Min Kyu lalu pergi meninggalkan dapur.


Min Kyu kembali ke kamarnya. Ia berbaring dan berusaha mengatur napasnya.


“Maafkan aku,” teriak Ji A dari luar kamar. “Aku sama sekali tidak takut padamu. Apapun yang kau katakan atau lakukan padaku, aku akan tetap kembali. Besok, besok lusa.. Aku akan kembali untuk menemuimu setiap hari.” [crstl]

Advertisement

3 comments

Makasih ya sinopsis nya..semangat😊😊

Semangat mbak Cristal buat sinopsisnya....ditunggu kelanjutannya

Semangat mbkk
Hampir final


EmoticonEmoticon