1/19/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 26 PART 1

Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 26 BAGIAN 1


#26 - Ji A yang Paling Tahu Tentangnya


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 25 Part 2

Pai dan Baek Gyoon mendatangi sebuah gudang yang rencana akan mereka gunakan sebagai lab baru mereka. Pemilik berjanji akan memindahkan semua barangnya, begitu mereka menandatangani kontraknya.


Bahkan saat makan, Pai dan Baek Gyoon membahas harga makanannya dengan menyebutkan variabel X dan Y. Baek Gyoon mengangkat gelasnya dan Pai memasukkan sebuah sedotan ke dalamnya.


Pai: “Ada apa?”
Baek Gyoon: “Tidak, tidak apa-apa.”


Pai meminta Baek Gyoon menjawab dengan jujur. “Kemarin kau takut aku akan benar-benar pergi bukan?” Baek Gyoon mengelak dengan gugup. Tapi kemudian dia menjawab ‘iya’ dengan malu-malu.


“Aku takut. Jantungku mendadak berhenti,” kata Baek Gyoon. Pai tersenyum lebar. “Kenapa kau tersenyum seperti itu,” tanya Baek Gyoon. Pai kesal karena Baek Gyoon menyebut senyumny sangat aneh.


Baek Gyoon penasaran mengenai kabar Min Kyu. Tapi Pai bilang serahkan saja itu urusan itu pada Ji A. “Orang yang paling tahu tentang dia adalah Ji A,” kata Pai.


Malam harinya, Min Kyu gelisah memikirkan kembali kata-kata Ji A bahwa dirinya akan terus kembali. Ia berusaha mengabaikan pikirannya dan menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.


Dengan memakai alat pelindung diri, Min Kyu datang ke lab. Tidak ada orang disana. Yang tersisa hanya barang-barangnya saja. “Ini dingin,” gumam Min Kyu. Ia lalu pergi dari lab. DI jalan, Min Kyu bertemu Pelayan Sung yang sedang menyalakan kayu bakar. 


Min Kyu: “Rasanya hangat.”
Pelayan Sung: “Kau akan merasa lebih hangat lagi, jika kau mendekat.”
Min Kyu: “Ini sudah cukup hangat.”
Pelayan Sung: “Apa besok dia akan kembali lagi?”
Min Kyu: “Jangan biarkan dia masuk.”


Pelayan Sung tersenyum. Min Kyu lalu bertanya apakah Pelayan Sung melakukan kebohongan padanya dan jika itu benar, maka ia meminta Pelayan Sung mengakuinya sekarang juga. “Hey, bagaimana manusia bisa hidup tanpa berbohong? Hanya malaikat yang bisa. Kau belum membelikan mesin x-ray yang kau janjikan padaku. Kau tahu cerita tentang landak?”


Pelayan Sung bercerita bahwa jika para landak merasa kedinginan, maka mereka akan meringkuk bersama, lalu saling menusuk, jadi mereka berpisah. Tapi karena sangat dingin, mereka memutuskan untuk kembali meringkuk bersama-sama.


Min Kyu sepertinya paham apa maksud dari cerita Pelayan Sung itu.


Ji A memasukkan banyak tas ke dalam keranjang scooternya. Ia lalu mengendarai motornya. Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang terjatuh di tengah jalan. Motor Ji A kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.


Min Kyu mengambil air minum di dapur. Pandangannya tertuju pada meja makan. Ia tampak menunggu kedatangan Ji A.


Min Kyu membuka buku, tapi tidak membacanya. Pikirannya ada di tempat lain. Dia melihat ke arah pintu, tapi belum juga ada yang datang.


Ia menutup bukunya, lalu berjalan dan menengok ke luar jendela. Tidak ada siapapun di luar. Ia mengingat perkataan Ji A yang akan terus kembali untuk menemuinya. “Dia berbohong lagi,” gumam Min Kyu kecewa.


Min Kyu membaca surat pernyataan tertulis yang dibuat oleh Tim Santamaria yang disampaikan melalui Jin Bae. “Jo Ji A. Jo Ji A? Aji?” Min Kyu tertawa sinis. Tapi ekspresinya berubah menjadi keterkejutan dan melihat ke arah ruang duduk. Ada lampu hati disana.


Ji A baru datang ke mansion Min Kyu pada malam hari. Itu pun dengan menaiki taksi dan tangan yang diperban. Ia juga menahan rasa sakit di bahunya. Dengan jalan terpincang, ia memasuki gerbang mansion.


Ji A menyajikan makanan yang dibawanya di meja makan. Min Kyu ada disana memperhatikannya sambil membawa gelas minumnya. “Kau tidak boleh minum dalam keadaan perut kosong,” kata Ji A. Tapi Min Kyu malah meminumnya lagi.


Ji A: “Cobalah. Ini camilan yang enak dimakan sambil minum.”
Min Kyu: “Apa aku ini temanmu? Siapa bilang kau bisa berbicara seperti itu padaku?”


Saat Ji A akan pulang, Min Kyu memastikan apakah lampu hati itu buatan Ji A. Min Kyu menduga bahwa Ji A datang mendekatinya untuk membuka kembali kompetisinya. Ia menyadari bahwa Ji A membuatnya menyaksikan aksi demonstrasi di depan kantornya dan juga mendapatkan petisi atas kompetisinya.


“Banyak yang harus kukatakan padamu. Apa kau akan mendengarkanku?” tanya Ji A. Min Kyu langsung menolaknya, dan beranggapan bahwa itu tidak ada gunanya. Min Kyu bahkan heran kenapa Ji A bisa terus datang ke rumahnya setelah apa yang Ji A lakukan padanya.


Min Kyu: “Kau ini apa? Apa kau manusia? Ah.. kau tidak terlalu manusiawi, jadi kau membuat robot yang sangat hebat.”
Ji A: “Maafkan aku.”
Min Kyu: “Kau tahu apa yang kulakukan sebelum aku membaca suratmu? Aku menunggumu. Seperti orang bodoh. Seperti orang gila. Tanpa harga diri. Aku benci diriku sendiri karena menunggumu. Kau mengelabuiku lagi. Aku benci diriku yang mengkhawatirkanmu, karena kau tidak juga muncul.”


Min Kyu mengatakan bahwa harusnya Ji A menghilang saja saat menjadi robot atau jika ingin berbohong  maka jangan sampai ketahuan. “Kau harusnya jangan pernah ketahuan!”


Ji A: “Maafkan aku.”
Min Kyu: “Maaf? Memangnya apa yang kau lakukan? Karena kau berpura-pura menjadi robot dan membodohiku? Itukah yang kau mintakan maaf? Kau tahu apa yang kurasakan. Kau juga merasakannya.”


Ji A hanya bisa menangis. Min Kyu mengatakan bahwa Ji A pasti merasa dirinya sangat bodoh, karena terus berharap bahwa Aji-3 saat itu bisa menjadi manusia dan juga apa yang dia lakukan di hari pelaksanaan reset. “Apa itu menyenangkan?”


Ji A: “Maafkan aku.”
Min Kyu: “Kau mengabaikanku di kereta. Kau juga berpura-pura tidak mengenalku di restoran. Dan juga di gudang, ketika aku menceritakan semuanya malam itu. Tega sekali kau melakukan ini padaku!”


“Jika aku tidak mencarimu, kau pasti akan terus bersembunyi. Tapi kenapa kau kembali? Apa kau tidak punya rasa malu? Pernahkah kau memikirkan perasaanku walau hanya sekejap?” Min Kyu mencurahkan semua isi hatinya. “Kenapa kau menangis? Untuk membuktikan kalau kau manusia? Pergilah. Apa kau tidak mengerti? Ohya, kau bukan lagi robot. Aku akan mengatakannya kepada seorang manusia, jadi dengarkan baik-baik. Setiap detik yang aku habiskan bersamamu membuatku takut sekarang. Aku ingin menghapus semuanya.”


Ji A amat sangat sedih sekali mendengarnya. Min Kyu kembali berteriak, “Jadi pergilah! Pergi dari hidupku selamanya!” Min Kyu lalu melemparkan gelas yang dipegangnya ke salah satu pajangan kaca yang ada disana.


Pecahan kacanya mengenai tangan Ji A.


Min Kyu terduduk lemas.


Dengan tertatih, Ji A pergi meninggalkan Min Kyu. Ia bahkan tidak merasakan luka di tangannya yang terus mengeluarkan darah.


Selepas kepergian Ji A, Min Kyu masih terisak. Kesedihannya sangat dalam.


Min Kyu lalu melihat tetesan darah Ji A di lantai. [crstl]


Advertisement


EmoticonEmoticon