1/20/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 28 PART 1

Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 28 BAGIAN 1


#28 – Hanya Produk yang Dimiliki Manusia


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 27 Part 2

Hoktal ingin merangkul Sun Hye. Tapi Sun Hye malah bergerak untuk mengambilkannya minuman kaleng. Hoktal jadi berpura-pura sedang berolahraga.


Ssanip terbangun dari tidurnya, dan bertanya pada Pai apakah ia melewatkan sesuatu. “Aku bermimpi. Itu mimpi yang sangat mengesalkan,” kata Ssanip. Pai mendekatkan bantalnya pada Ssanip dan menyuruhnya tidur lagi.


Dan dengan mudahnya, Ssanip kembali tertidur.


Hoktal: “Apa ini hari pertama...”
Sun Hye: “Hari pertama kita berkencan. (Hoktal tersipu) Kau manis sekali.”
Hoktal: “Kau lebih manis.”


Min Kyu menghentikan mobilnya di sebuah rest area. Ia tersenyum menatap Ji A yang sedang tertidur.


Min Kyu menggenggam tangan Ji A. Dan kali ini tidak ada sarung tangan yang menghalangi mereka. Min Kyu lalu turun.


Min Kyu menerima pesanan kopinya. Tangannya bersentuhan dengan tangan pelayan.


Saat berjalan keluar, jam tangan medisnya berbunyi. Ia mengeceknya dan ada tanda bahaya. Ruam alerginya muncul lagi. (Aaaaaah... aku kecewa)


Min Kyu melihat ke arah Ji A yang sedang tertidur.


Kondisinya langsung membaik dan ruam alerginya pun hilang seketika. (Ngga jadi kecewa haha)


Saat Min Kyu masuk ke dalam mobil, Ji A terbangun. Min Kyu kemudian memberikan segelas kopi untuk Ji A dan mengendarai mobilnya lagi.


Min Kyu: “Apa kita harus berkeliling sekali lagi?”
Ji A: “Ini sudah lima kali. Kau harus pulang sekarang.”
Min Kyu: “Kapan kau akan datang?”
Ji A: “Aku akan meneleponmu setelah makan siang.”


Min Kyu kecewa. Ia lalu bertanya apakah Ji A mau bekerja di tempatnya lagi. Ji A tertawa dan menyuruh Min Kyu pulang.


Mereka terus saja mengucapkan sampai jumpa dan saling menyuruh masuk dan pergi duluan. Dan akhirnya Min Kyu berhasil menyuruh Ji A masuk lebih dulu.


Ji A masuk ke kamarnya dengan perasaan lega. Dan kali ini ia berbaring di kasurnya dengan ekspresi bahagia, tidak seperti sebelumnya.


Dong Hyun: “Bibi Ji A..”
Hong Joo: “Kemana kau tadi malam?”
Ji A: “Gunung Hwangmae.”
Hong Joo: “Gunung Hwangmae? Kenapa kau kesana?”
Do Kyung: “Bibi, bukan disana sangat dingin?”
Ji A: “Tidak dingin sama sekali. Rasanya sangat hangat.”


Hong Joo menyuruh Dong Hyun untuk memukul bibinya, tapi Ji A malah memeluknya. “Kau lucu sekali,” kata Ji A gemas.


Dalam perjalanan pulang, Min Kyu senyum-senyum sendiri saking bahagianya.


Yoo Cheol menyambut kedatangan Martin Gold dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Tapi Martin tidak menyambut tangan Yoo Cheol.


Yoo Cheol: “Ketua Hwang sedang menunggumu.”
Martin: “Mana Aji-3 ku?”


(Sepertinya ini ada tokoh baru ni.)


Ketua Hwang menjanjikan bahwa besok mereka akan mengirimkn Aji-3 pada Martin. (Kok Martin malah pakai piyama mandi ya? Jadi semua orang nunggu dia mandi dulu gitu? Haha..)


Martin berkata, “Kau beruntung. Kau melanggar janjimu padaku. Da putramu membuatku menunggu. Orang lain tidak melakukan kedua hal itu padaku. Karena aku tidak pernah memaafkan dan tidak pernah lupa. Kau tahu bagaimana aku, Hwang Do Won.”


Yoo Cheol melihat tangan ayahnya bergetar.


Ketua Hwang: “Tuan.. Tuan Martin...”
Martin: “Bawakan aku Aji-3. Kami akan melakukan tes terlebih dulu. Bukankah begitu, Doctor Casey?”


Orang yang dipanggil Doktor Casey itu menganggukkan kepalanta dan terlihat mencibir.


“Tuan Jang,” panggil Baek Gyoon pada seorang pria bermasker. Jang Doo Sam menoleh. “Lama tidka berjumpa,” sapa Baek Gyoon. Jin Bae juga ada disana.


Jang Doo Sam membuka maskernya, “Doktor Hong?”


Mereka bertiga bicara di dalam mobil. Baek Gyoon mengatakan bahwa dia juga menghormati Ketua Park sama seperti Doo Sam. Baek Gyoon juga mengingatkan betapa Ketua Park menyukai robot, sampai membuat tim rahasia di perusahannya.


Baek Gyoon: “Besok, saat perjanjian antara KM Finance dan Martin Bold terjadi. Maka impian Ketua Park akan lenyap selamanya. Tolong bantu kami.”
Doo Sam: “Kematian Ketua Park bukanlah kecelakaan.”
Flashback..


Saat Doo Sam menjalani perawatan, karena kejadian yang dibuat seolah kecelakaan itu, Ketua Hwang dan Sekretaris Yoon datang menengoknya. Ketua Hwang memberikan amplop uang di bawah tangan Doo Sam.


Ketua Hwang: “Ambil uang ini dan pergilah ke luar negeri. Kau adalah supir Ketua Park selama 5 tahun.”
Doo Sam: “Ya.”
Ketua Hwang: “Kau tidak melihat apapun, aku, Martin, atau Santamaria. Ketua Park mati karena di kecelakaan tabrak lari dan kau sendiri hampir mati. Hanya itu yang kau perlu tahu.”
Doo Sam: “Kecelakaan Ketua Jin, apakah kau yang mengaturnya?”


Ketua Hwang meletakkan jari di depan mulutnya, memberi kode Doo Sam untuk diam. “Ingat ini. Kau tidak tahu apapun. Hanya itu caranya agar keselamatan kau dan keluargamu terjamin,” ancam Ketua Hwang.


Jin Bae bertanya pada Doo Sam, apakah Ketua Hwang benar-benar mengatakan itu dan apakah Doo Sam memiliki rekamannya. Doo Sam bilang jika ia memberikan rekaman itu, maka ia bisa mati saat itu juga. Jadi, ia minta waktu untuk berpikir.


Sekretaris Yoon terkejut saat Yoo Cheol tahu tentang Jang Doo Sam juga pembunuhan yang dilakukan ayahnya terhadap Ketua Park. Tapi Sekretaris Yoon menyangkalnya. Dan ia hanya berkata bahwa saat perjanjiannya ditandatangani, maka Min Kyu akan dipecat.


“Bukan itu yang kutanyakan. Jika Min Kyu menemukan Jang Doo Sam, apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanya Yoo Cheol. Sekretaris Yoon belum menjawabnya.


Min Kyu mendapat telepon dari Jin Bae, tapi dia ragu untuk mengangkatnya.


Min Kyu mengingat saat dulu Jin Bae menundukkan kepalanya untuk meminta maaf padanya. Saat itu, Min Kyu juga mengkritik pekerjaan Jin Bae.


Ia melempar ponselnya. “Ah.. kenapa hidupmu seperti itu, Min Kyu?” katanya pada dirinya sendiri sambil memijat kepalanya yang mendadak pusing. Ia berdeham dan mengatur suaranya, lalu menghubungi balik Jin Bae.


Min Kyu: “Apa ini Tuan Jo Jin Bae?”
Jin Bae: “Ya, Tuan.”
Min Kyu: “Hahaha... Apa kau sudah makan?”


Jin Bae merasa aneh dengan sikap Min Kyu. Dia kemudian mengatakan bahwa dia sedang dalam perjalanan ke pengadilan, untuk mengirimkan dokumen tuntutan Min Kyu.


Min Kyu: “Tun...tuntutan?”
Jin Bae: “Ya, terhadap Tim Santamaria dan adikuu, Ji A.”
Min Kyu: “Oh ya ya, batalkan itu. Aku tidak akan menuntut mereka.”


Jin Bae mengatakan bahwa sebaiknya Min Kyu melanjutkan saja tuntutannya agar tidak menyesal. Tapi Min Kyu tetap berkeras untuk tidak jadi menuntut. Jin Bae bertanya siapa yang tidak akan dituntut apakah Tim Santamaria atau adiknya. Saat Min Kyu bilang ia tidak akan menuntut keduanya, Jin Bae mengerti dan akan menyimpan dokumennya, serta meminta Min Kyu menghubunginya jika ia berubah pikiran.


“Aku tidak akan berubah pikiran. Sobek saja semuanya. Datang ke tempatku sekarang. Ah, tidak. Bisakah kau tolong datang ke tempatku?” kata Min Kyu mengoreksi bahasanya menjadi lebih sopan. Jin Bae memang berencana kesana karena ada hal yang harus ia laporkan.


“Ah.. apa itu? Aku tidak pernah punya perasaan seperti itu sebelumnya,” gumam Min Kyu heran akan dirinya sendiri.


Jin Bae juga sama herannya, tapi ia mengabaikannya.


Dokter Oh mengatakan bahwa Min Kyu belum sembuh sepenuhnya. Menurutnya, ruam alergi itu akan muncul atau tidak tergantung bagaimana yang Min Kyu rasakan. Dokter Oh meminta Min Kyu menganggap penyakitnya sebagai teman selamanya. Dokter Oh juga mengingatkan bahwa obat Min Kyu mungkin tidak akan berguna lagi, jadia ia harus menunggu sampai obat baru dikembangkan.


Dokter Oh: “Jika kau berdamai dengan Jo Ji A, bagaimana dengan Tim Santamaria?”
Min Kyu: “Aku rasa itu hal yang berbeda.”
Dokter Oh: “Kau yang menghabiskan waktu bersama mereka, yang kau rasakan pasti adalah hal yang benar. Tapi aku lihat orang-orang itu sungguh khawatir padamu.”


Jin Bae datang, dan sikap Min Kyu berubah menjadi sangat kaku. (Haha..) Min Kyu bahkan menggunakan bahasa yang sangat sopan, ketika menyuruh Jin Bae duduk. Tapi Jin Bae bilang dia akan berdiri saja.


Min Kyu bilang ia akan baik-baik saja, asal tidak saling bersentuhan. Jin Bae tadinya menolak lagi, tapi akhirnya dia duduk di pinggir kursi.


Min Kyu tergugup mengatakan bahwa maksudnya adalah duduk saja di kursi. Akhirnya, Jin Bae duduk. Min Kyu bahkan membukakan jusnya untuk Jin Bae. Jin Bae langsung meminumnya sampai habis.


Min Kyu berkata bahwa Jin Bae tidak melakukan kesalahan apapun, jadi dia tidak akan menerima surat pengunduran diri Jin Bae. Jin Bae diam saja. “Ya kau berbuat salah, tapi aku mengerti kenapa kau melakukannya. Jadi jangan bertindak seolah kau merasa bersalah ketika berada di sekitarku. Itu membuatku tidak nyaman. Aku percaya pada Tuan Jo,” kata Min Kyu.


Jin Bae: “Jangan percaya padaku. Sebagai pengacara, harsnya aku tidak pernah mengatakan kebohongan walaupun untuk hal kecil.”
Min Kyu: “Tetap saja. Kau akan mempercayaimu dan siap menerima konsekuensinya.”
Jin Bae: “Tapi adikku...”
Min Kyu: “Aku menyukai adikmu. Aku sangat menyukainya. Apa hal itu akan mengganggu hubungan kita?”
Jin Bae: “Untuk sekarang tidak.”


Jin Bae kemudian memulai laporannya bahwa Martin datang ke Korea hari ini, dan Tim Santamaria akan kehilangan semua penelitiannya tentang Aji-3. Jin Bae juga mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan Jang Doo Sam, tapi dia menolak untuk bekerja sama.


Sekretaris Yoon dan Doktor Casey sedang dalam perjalanan untuk menjemput Jai-3. Sekretaris Yoon menelepon Baek Gyoon dan mengatakan bahwa mereka akan segera tiba.


Baek Gyoon bilang ia masih men-charge Aji-3 dan baru akan memulai mengemasnya, ketika mereka datang nanti. Tim Santamaria sangat sedih harus kehilangan Aji-3.


Hoktal: “Aji-3, sapi apa yang tidak bisa makan?”
Aji-3: “Aku tidak tahu, hahaha.”
Ssanip: “Aji-3, kau akan pergi ke tempat yang menyenangkan.”
Pai: “Kau akan bertemu dengan tuan yang baru dan akan bahagia disana. Jangan khawatir.”


Aji-3 lalu menganalisis wajah mereka, dan semua menunjukkan kesedihan. “Hari ini, kalian berbohong untuk membuatku merasa senang,” kata Aji-3. Hoktal mulai menangis, dan yang lain pun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi.


Setelah Jin Bae pergi, Min Kyu memikirkan perkataan Jin Bae bahwa Tim Santamaria akan kehilangan Aji-3 sepenuhnya. Ia mengambil lagi surat pernyataan tertulis mereka dan membacanya.


Surat dari Ssanip: “Brother, Ji A sungguh tidak tahu apa-apa. Semuanya salah kami, ah tidak. Semuanya salahku. Ji A ingin mundur, tapi aku terus meyakinkannya. Ini salahku. Maafkan aku.” 


Kemudian terdengar suara Pelayan Sung yang memanggilnya, karena ada sesuatu yang terjadi di lab.


Pelayan Sung terlihat sangat khawatir. [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon