1/26/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 29 PART 2

Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 29 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 29 Part 1

Ji A tersipu saat Min Kyu terus menatapnya saat ia sedang menyetir mobil. Setelah menerima email tentang penyelidikan kematian Ketua Park, mereka bersama-sama menuju ke suatu tempat.


Min Kyu terus menggoda Ji A yang sedang menyetir, hingga akhirnya mereka saling bergenggaman tangan. Mobil mereka kemudian berhenti di depan sebuah restoran. Min Kyu masuk ke dalam, sedangkan Ji A tetap menunggu di mobil.


Sebelum turun dari mobil, Min Kyu menyempatkan diri untuk mengecup pipi Ji A. (untuk charge energi kali ya, hehe..)


Di dalam restoran, Min Kyu menemui seorang wanita.

Wanita: “Halo, Tuan Kim.”
Min Kyu: “Madam X?”
Wanita: “Madam X memberitahuku untuk menemuimu disini. Martin adalah kriminal yang masuk dalam daftar hitam Interpol. Pembunuhan, penipuan, pembakaran dengan sengaja, dan kejahatan lainnya. Tapi dia tidak bisa ditangkap karena kurangnya bukti. Jika rekaman Jang Doo Sam memiliki hubungan dengan Martin, maka kami bisa menghubungi inetrpol dan memasukkan Doo Sam ke daftar perlindungan saksi.”


Min Kyu mendengarkan dengan seksama penjelasan wanita itu.


Dua pria pengintai menunggu di depan gerbang mansion Min Kyu, karena si keponakan (rambut panjang) ingin melihat Aji-3. Dia akan terus menunggu sampai berhasil menemui Aji-3.


Keesokan harinya, Jin Bae melaporkan pada Min Kyu bahwa Jang Doo Sam menghilang setelah Baek Gyoon menemuinya. Jin Bae bilang ia sudah mengirimkan pesan pada Doo Sam, tapi Jin Bae tidak yakin kalau dia akan datang.


“Acaranya jam 2 siang? Kita tidak punya banyak waktu,” kata Min Kyu sambil mengecek ponselnya.


Jin Bae melihat ke luar jendela, dan tidak sengaja melihat Ji A yang berada di daklam mobil Min Kyu.


Ji A jadi salah tingkah, saat sadar kakaknya sedang memperhatikannya.


Jin Bae: “Ngomong-ngomong, sejak kapan adikku menjadi supirmu?”
Min Kyu: “Oh, itu... Ma..afkan a..ku.”


Kemudian, Dong Sam dengan masih menggunakan masker datang menghampiri mereka. Min Kyu mempersilakan duduk, lalu Doo Sam membuka maskernya.


Doo Sam bertanya bagaimana Min Kyu akan melindunginya. Jin Bae menjawab kalau Doo Sam akan dilindungi sebagai saksi oleh Interpol. Jin Bae juga menyerahkan dokumen yang berisi dimana Doo Sam akan  tinggal dan apa yang harus dilakukan.


Min Kyu berusaha membujuknya, “Aku tahu apa yang kau lakukan untuk bertahan hidup. Kau tidak bisa mempercayai orang lain. Kau tidak yakin apakah seseorang akan menolongmu atau tidak. Kau tidak ingin hidups eperti itu, tapi kau tidak punya cara lain. Aku tahu benar seperti apa rasanya. Jang Doo Sam, terimalah uluran tanganku.” Doo Sam lalu menganggukkan kepalanya perlahan.


Jin Bae datang ke Kantor Polisi dan menemui seorang detektif smabil membawa flashdisc berisi rekaman milik Doo Sam. Jin Bae memohon agar detektif itu dapat memprosesnya sebelum jam 2 siang.


Seluruh anggota Tim Santamaria sedang cemas, karena sebentar lagi Aji-3 akan benar-benar lepas dari mereka. Baek Gyoon kemudian menerima telepon dari Min Kyu, “Bagaimana? Haaah? Kau berhasil?”


Min Kyu menelepon sambil berpegangan erat, karena Ji A menyetir mobilnya dengan sangat cepat. Min Kyu mengatakan pada Baek Gyoon bahwa ia harus sampai sebelum jam 2 siang, dan akan segera menghubungi BAek Gyoon, jika ia sudah berhasil menemukan Aji-3.


Sekretaris Yoon mengumumkan bahwa mereka akan memulai acara penjualan Daeyang Shipbulding. Dengan penuh kebahagiaan, Ketua Hwang dan Martin bersiap untuk menandatangani kesepakatannya.


Min Kyu tiba-tiba masuk, “Direktur Martin? Aku pikir kita tidak bisa meneruskan transaksi tentang Tim Santamaria hari ini. Dan juga, kami akan membatalkan semua kontrak kami dengan Grup Bold. Martin tampak bingung dan khawatir.


Ketua Hwang berusaha menenangkan Martin. Dia berkata bahwa semuanya sudah berakhir, jadi apalagi yang akan Min Kyu lakukan. Min Kyu kemudian menerima telepon dari Jin Bae, bahwa mereka sudah sampai.


“Kau benar, semuanya udah berakhir, untukmu,” kata Min Kyu. Kemudian Jin Bae masuk ke ruang rapat bersama beberapa detektif, dan menangkap Ketua Hwang atas tuduhan pembunuhan Ketua Park. Ji A juga masuk dari pintu di sisi lain.


Detektif juga meminta Martin untuk memberikan kesaksiannya, tapi bawahan Martin mengatakan bahwa mereka menolak untuk pergi kemanapun dan langsung membawa Martin pergi.


Sebelum pergi, Martin sempat bertatapan dengan Min Kyu.


Ketua Hwang: “Segala hal akan menjadi lebih buruk.”
Min Kyu: “Tidak. Ini saja.”


Ji A mengacungkan jempolnya dan tersenyum kepada Min Kyu.


Min Kyu juga melakukan hal yang sama.


Tapi dia menjadi gugup, saat sadar bahwa Jin Bae ada di sampingnya.


Doktor Casey membuka box Aji-3, namun kosong.


“What the heck?!” teriaknya marah.


Sekretaris Yoon masih shock atas kejadian yang baru saja terjadi terhadap Ketua Hwnang. Ia kemudian menerima telepon.


Anak buah Sekretaris Yoon bahwa Martin datang untuk mengambil Aji-3, tapi Aji-3 sudah tidak ada. “Kemana Aji-3 pergi?!” teriak Sekretaris Yoon.


Min Kyu terkejut. Ia buru-buru menghubungi Baek Gyoon.


“Halo? Aji-3...menghilang?!” tanya Baaek Gyoon. Semua anggota Tim Santamaria ikut terkejut.


“Ayo kita pulang,” ajak Aji-3 pada dirinya sendiri.


Dia tidak bisa menemukan arah pulang, karena sebelumnya Doktor Casey dan Martin sudah mengambil GPS-nya.


Di kamar hotelnya, Martin sangat marah. Menurutnya, karena Polisi sudah terlibat, maka mereka harus segera pergi dari Korea. “Hal yang kita bicarakan di depan Aji-3 kemarin malam...”
Flashback..


Martin berkata pada Doktor Casey, “Kau tidak tahu apa yang sudah kulakukan untuk mendapatkan Aji-3. Aku membunuh si tua bodoh, Park, dengan tanganku sendiri.”


Doktor Casey: “Kita akan menghapus semua data yang Aji-3 miliki.”
Martin: “Pastikan itu sudah benar-benar dihapus. Kau mengerti?! Jika ada yang salah, maka kau yang akan menanggung akibatnya.”


Semua orang membicarakan Aji-3. Mereka menduga Aji-3 pasti sangat kedinginan, karena hanya memakai pakaian yang tipis.


Aji-3 ingin mencoba menyentuh orang yang lewat di dekatnya, karena ia ingat cerita Min Kyu bahwa ia membayangkan orang-orang itu sebagai pohon dan ingin menyentuhnya. Tapi yang terjadi adalah orang-orang itu malah menghindari Aji-3.


Hoktal dan Ssanip mengecek rekaman CCTV dan mendapati kalau Aji-3 keluar sendirian. Hokta lalu menelepon Baek Gyoon.


Baek Gyoon: “Apa?! Aji-3 pergi keluar sendiri?”
Pai: “Dia pasti belum jauh. Min Kyu dan Ji A sedang mencari di sekitar sana.”


Min Kyu dan Ji A menatap sekeliling dari dalam mobil untuk menemukan Aji-3.


Begitu pula dengan anak buah Sekretaris Yoon.


Jin Bae ada di Divisi rekaman lalu lintas untuk melakukan pencarian terhadap Aji-3.


Aji-3 kemudian duduk di sebuah bangku taman. Seorang gelandangan yang sudah duduk disana terlebih dulu menyuruhnya pergi, karena bangkunya sempit. “Bangku ini dibuat untuk 3 orang. Ini tidak sempit,” kata Aji-3.


“Ini terlalu sempit untukku,” kata si gelandangan. Aji-3 lalu menggeser sedikit duduknya. “Apa kau tidak takut padaku?” Aji-3 berkata bahwa bagaimanapun penampilan, si gelandangan tetaplah manusia baginya.


“Manusia? Coba pegang tanganku,” kata di gelandangan sambil mengulurkan tangannya. Aji-3 mengatakan bahwa si gelandangan memiliki tangan yang indah. Tanpa ragu, ia menyentuh tangan si gelandangan. Tapi malah si gelandangan yang ketakutan dan menarik sendiri tangannya.


Gelandangan itu menatap Aji-3 dari atas sampai bawah dan bertanya apakah Aji-3 tidak kedinginan dan kenapa berpakaian seperti itu.


Aji-3: “Aku ingin pulang.”
Gelandangan: “Dimana rumahmu?”
Aji-3: “Tempat dimana teman dan keluargaku berada.”
Gelandangan: “Dimana itu?”
Aji-3: “Itu sebuah tempat dimana aku bisa men-charge diriku.”


Lalu si gelandangan menyuruh Aji-3 agar cepat pulang dan jangan keluyuran, agar tidak menjadi seperti dirinya. Aji-3 bertanya apa maksudnya. Gelandangan itu menjelaskan bahwa ia tidak punya orang untuk ditemui, tidak ada orang yang menunggunya, dan tidak ada orang yang tertarik padanya.


“Aku tertarik padamu. Orang seperti apa dirimu?” tanya Aji-3. Si gelandangan itu, kemudian mengeluarkan kartu bus dan menyuruh Aji-3 pulang dengan naik bus.


Di ruang interogasi, Ketua Hwang tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan dari detektif. Deketif kemudian memperdengarkan rekaman milik Doo Sam.


Doo Sam: “Ketua Hwang, apa kau dalang dibalik kecelakaan Ketua Park?”
Ketua Hwang: “Ingat ini. Kau tidak tahu apapun. Hanya itu caranya agar kau dan keluargamu tetap hidup.”


“Apa kau akan tetap diam?” tanya si detektif. Ketua Hwang bilang bahwa ia akan bicara saat pengacaranya datang.


Martin mengatakan pada Yoo Cheol bahwa ia akan pergi malam ini, dan meminta Yoo Cheol untuk mendapatkan Aji-3 kembali, dan jika tidak berhasil maka Yoo Cheol harus menghancurkannya.


“Dengar. Aku tahu kalau Ketua Hwang mendapatkan saham dengan cara ilegal. Akulah yang memberikannya uang untuk melakukan itu. Yang artinya, jika kau tidak melakukan apa yang kusuruh, maka ayahmu akan terluka,” ancam Martin. Yoo Cheol dan Sekretaris Yoon tidak bisa berkata apa-apa.


Yoo Cheol sangat sedih saat mendengar bahwa ayahnya dituduh membunuh Ketua Park. Sekretaris Yoon menyangkalnya dan mengatakan bahwa pelakunya adalah Martin. “Tapi tidak ada bukti. Ayahmu menutupinya sebagai ganti atas pemotongan harga yang diterimanya,” kata Sekretaris Yoon.


Sekretaris Yoon berkata bahwa mereka membutuhkan Direktur Ye memihak mereka, dan hanya itu caranya untuk menyingkirkan Min Kyu.


Min Kyu menduga kalau Martin dan Ketua Hwang pasti akan mengejar Aji-3, jadi mereka harus menemukannya lebih dulu. Ji A memiliki firasat bahwa Aji-3 akan pulang ke rumah, karena jika di Aji-3, dia pasti berpikir untuk pulang.


Aji-3 melihat sesuatu di etalase sebuah toko. Ia lalu masuk ke dalamnya.


Anak buah Sekretaris Yoon melihat Aji-3 masuk ke dalam toko itu.


Aji-3 masuk dan menggunakan internet untuk mencaritahu alamat rumah Min Kyu. Dia mendapatkan informasi bahwa untuk sampai kesana, ia harus menggunakan Bus 310.


Anak buah Sekretaris Yoon masuk ke dalam toko, namun Aji-3 sudah pergi. Sayangnya, ia melihat riwayat pencarian alamat rumah Min Kyu.


Saat Bus 310 datang ke halte, Aji-3 bersiap masuk ke dalamnya.


Saat Aji-3 sudah duduk di dalam bus, anak buah Sekretaris Yoon melaporkan bahwa dia sudah mendapatkan informasi kepada Aji-3 akan pergi.


“Jangan sampai kehilangan dia. Tidak masalah meski dia harus rusak,” kata Sekretaris Yoon.


Di salah satu halte bus, seorang wanita yang sedang kelelahan naik dan duduk di samping Aji-3. Dia tertidur di bahu Aji-3. Aji-3 menepuk-nepuk tangan wanita itu dan berkata bahwa wanita itu sudah bekerja keras.


Setelah wanita itu turun, seorang anak kecil yang kesulitan memasukkan sedotan ke minumannya duduk di samping Aji-3. Aji-3 membantunya menusukkan sedotannya dan mngelus rambut anak kecil itu. “Kau cantik,” puji Aji-3.


Seorang petugas memberitahu Jin Bae, bahwa Jai-3 baru saja menaiki sebuah bus. Jin Bae menghubungi Baek Gyoon.


Baek Gyoon mengerti dan menuju halte yang mungkin dilewati bus itu.


Aji-3 turun di sebuah halte. Ia melanjutkan perjalanan menuju rumah Min Kyu.


Pengintai keponakan kecewa, karena mereka sudah pulang padahal belum berhasil bertemu dengan Aji-3. Pengintai paman mengatakan bahwa mereka sudah menunggu cukup lama. Tanpa dikir, si keponakan malah melihat aji-3 sedang berjalan di trotoar. “I.. i.. itu.. Aji-3!”


Mereka menghampiri Aji-3 dan bertanya kemana ia akan pergi. “Ke rumah,” jawab Aji-3. Dua pria pengintai berkata bahwa mereka akan memberikannya tumpangan. Aji-3 lalu masuk ke dalam mobil


Sayangnya, mereka tidak bisa pergi karena anak buah Sekretaris Yoon menghalangi dan memaksa mereka untuk turun.


“Aji-3, kami akan melindungimu,” kata si keponakan. Aji-3 lalu menggenggam tangan mereka berdua. [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon