1/26/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 31 PART 1

Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 31 BAGIAN 1


#31 – Awal yang Baru


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 30 Part 2

Baek Gyoon berbicara empat mata dengan Min Kyu dan mengatakan bahwa yang membunuh Ketua Park bukanlah Ketua Hwang, melainkan Martin Bold. Pengakuan Martin direkam oleh Aji-3. Baek Gyoon memberikan flashdisc rekaman itu pada Min Kyu.


Baek Gyoon tahu kalau rapat komisaris akan digelar esok hari dan berinisiatif agar mereka semua hadir. Namun, Min Kyu menolak karena itu tidak akan menyelesaikan apapun. Baek Gyoon bertanya apakah Min Kyu memiliki ide lain.


“Aku akan memastikan mereka tidak menggunakan penyakitku untuk melawanku lagi mulai sekarang,” kata Min Kyu.


Yoo Cheol memarkir mobilnya di depan gerbang mansion Min Kyu. Ia tampak ragu. Pelayan Sung yang kebetulan lewat, mengetuk jendela mobilnya dan bertanya apakah Yoo Cheol ingin masuk.


Pelayan Sung menyajikan teh dan roti untuk Yoo Cheol. Ia bercerita bahwa dulu ia sering memberikan roti pada Min Kyu dan Yoo Cheol kecil dan mereka sangat menyukainya. Yoo Cheol tersenyum sedih dan bertanya apakah Pelayan Sung juga tahu tentang penyakit Min Kyu.


Pel. Sung: “Tentu saja aku tahu. Dia menderita karena penyakit itu selaama 15 tahun.”
Yoo Cheol: “15 tahun?”
Pel. Sung: “Ya. Itu dimulai setelah kedua orangtuanya meninggal. Ia mungkin terluka karena orang banyak di belakangnya.”
Flashback..


Yoo Cheol mengingat saat 15 tahun lalu ia meminta Min Kyu kecil untuk menandatangani sebuah dokumen. Saat itu, Yoo Cheol menyentuh tangan Min Kyu, tapi Min Kyu malah mundur ketakutan.


Malam hari di rumahnya, Yoo Cheol mencari dokumen yang sebelumnya ayahnya minta untuk ditandatangani Min Kyu. Ia membacanya dan menemukan bahwa itu adalah surat klaim atas perusahaan.


Yoo Cheol terkejut saat menyadari bahwa dirinya juga berperan atas penderitaan Min Kyu. Yoo Cheol menghela napasnya. Pelayan Sung juga melakukan hal yang sama dan mengatakan bahwa sejak itu Min Kyu mengunci dirinya selama 15 tahun di rumah itu.


“Dia tidak bisa melakukan kontak fisik dengan orang lain, dia memasak makanannya sendiri, dan dia hanya bisa menjalani rasa sakit itu. Terlebih lagii, tidak ada seorang pun yang datang untuk mengunjunginya. Kenapa kau tidak mengunjunginya?” kata Pelayan Sung sedih.


Yoo Cheol juga sama sedihnya dan meminta maaf. Pelayan Sung berkata jika Yoo Cheol menyesal, maka ia harus mengatakannya pada Min Kyu.


Ri El menemui Yoo Cheol di bar. Yoo Cheol bercerita bahwa ia menduga bahwa penyakit Min Kyu mungkin disebabkan karena dirinya. Sebelumnya, Yoo Cheol selalu menganggap dirinya sebagai korban, karena min Kyu terus memperlakukannya dengan kasar padahal mereka dulu berteman. Ri El bilang saat itu Yoo Cheol masih kecil, dan Min Kyu pasti memahaminya sekarang.


Ri El: “Ini belum terlalu terlambat. Kalian masih bisa berteman?”
Yoo Cheol: “Kau sungguh berpikir begitu?”
Ri El: “Ya.”


Min Kyu sedang termenung di kursi pijatnya. Lalu lampu hatinya menyala dan ia tersenyum.


Ji A yang berada di kamarnya sendiri menduga pasti Min Kyu tidak bisa tidur karena akan menghadapi rapat komisaris esok hari. Ia lalu mengangkat ponselnya yang berdering, “Ya, ada apa? Apa? Kau ada dimana?” Ji A lalu pergi keluar.


Ia kemudian masuk ke dalam mobil Min Kyu. Min Kyu bilang ia baru saja sampai.


Ji A menanyakan keadaan Min Kyu, lalu Min Kyu memegang kepalanya, “Mode teman.”


Ji A mulai berkata kasar dan bertanya ada apa dengan wajah Min Kyu yang murung. Ji A berkata bahwa ia akan memukul semua orang yang membuat Min Kyu seperti itu. Min Kyu tertawa dan berkata, “Astaga, kau manis sekali. Kau tidak boleh melakukan hal ini di depan orang lain.” Ji  A bilang hanya Min Kyu yang menyebutnya begitu.


Min Kyu: “Kau adalah wanita paling manis dan paling cantik yang pernah kutemui.”
Ji A: “Kau tidak mengenal banyak wanita.”
Min Kyu: “Haruskah aku mengenal beberapa wanita lain?”
JI A: “Aku akan membunuhmu.”


“Jika aku sangat manis, kau bisa mempromosikan aku dan mulai memanggilku Pretyy lagi,” goda Ji A. Min Kyu bilang ia tidak bisa melakukan itu, karena sekarang sudah ada rengking lagi di atasnya, dan itu adalah rengking istimewa yang baru saja Min Kyu buat untuk Ji A yang penuh dengan rahasia.


Ji A berkata bahwa ia sudah tidak punya  rahasia lagi, tapi Min Kyu tidak percaya. Mereka berdebat sambil tertawa bersama.


Ji A mengenggam tangan Min Kyu dan bertanya apakah Min Kyu sudah merasa lebih baik. Min Kyu menganggukkan kepalanya dan berkata, “Terima kasih padamu, karena aku akan siap memenangkan pertarungan besok.”


Ji A: “Apa kau yakin tidak membutuhkanku disana? Apa kau ingin aku berada di belakang panggung?”
Min Kyu: “Tidak. Aku akan pergi sendiri. Dimanapun aku berada, aku tahu kalau kau selalu berada di sisiku.”

Min Kyu lalu mengecup bibir Ji A. Ji A berkata bahwa dia mendoakan yang terbaik untuk Min Kyu. “Aku akan melakukan yang terbaik, agar aku bisa menang,” kata Min Kyu.


Sekretaris Yoon membuka rapat komisaris mengenai persiapan masa depan KM Finance.


“Tunggu dulu,” Yoo Cheol menyela. “Biarkan aku mengatakan sesuatu sebelum kau meyebutkan agenda rapatnya. Direktur Kim saat ini sedang mengadakan konferensi pers dan mungkin akan memberikan efek yang besar pada rapat hari ini. Jadi menurutku, kita harus mengecek dulu apa yang akan ia umumkan.”


Beberapa peserta rapat yang lain tidak setuju. Menurut mereka, rapat itu harus segera dilanjutkan. Tapi ada juga yang setuju agar mereka melihat dulu apa yang Min Kyu akan lakukan. 


Dengan didampingi Jin Bae, Min Kyu naik ke atas panggung dan puluhan reporter terus mengambil gambarnya.


Ji A juga hadir disana dan melambaikan tangannya.


Min Kyu tersenyum.


Tapi, perlahan Ji A menghilang. Itu ternyata hanya keyakinan Min Kyu saja, bahwa Ji A akan selau berada di sisinya.


“Aku Direktur Km Finance, Kim Min Kyu. Dan aku... mengidap alergi terhadap manusia.”


Para reporter terkejut, dan kembali memotretnya. Termasuk reporter yang sebelumnya menerima email tentang penyakit Min Kyu.


“Sesaat setelah aku bersentuhan dengan manusia, maka aku akan kesulitan bernapas dan mulai mengeluarkan ruam di seluruh tubuhku. Dan karen itulah, aku selalu pergi sambil memakai sarung tangan dan membawa tongkat.”


“Aku yakin kalian semua bingung bagaimana orang sepertiku bertahan sebagai Direktur di perusahaan besar. Setiap kali aku datang ke kantor, para pegawai menjaga jarak dariku, jadi aku tidak mendapat masalah saat menghadiri rapat. Dan untuk urusan lain, terima kasih kepada Tuan Jo selalu berada di sampingku.”


Min Kyu kemudian mengatakan bahwa ia sudah mulai sembuh dan itu adalah karena sebuah robot tiba-tiba datang dalam hidupnya dan mereka berteman.


“Robot itu terkadang menjadi manusia dan terkadang menjadi robot. Emosiku di-input ke dalam robot itu dan orang itu. Itulah bagaimana keajaiban terjadi. Kejadian itu sepenuhnya mengubah cara pandangku terhadap segala hal.”


Para reporter mulai mengetik berita mereka.


Para peserta rapat juga menonton konferensi pers Min Kyu dengan serius. Mereka terlihat tertarik atas ide baru Min Kyu untuk mengembangan perusahaan dalam hal industri futuristik yang berkaitan dengan kepekaan emosi manusia. Direktur Ye tampak khawatir. Sedangkan Yoo Cheol dan Ri El tampak lega.


Para reporter mulai bertanya bagaimana Min Kyu akan melakukan hal yang jauh berbeda dari alur perusahan yang biasanya. Min Kyu berkata bahwa ia mengembangkan robot dengan bantuan Doktor Hong Baek Gyoon.


“Apa Doktor Hong ada di Seoul?”
“Bisakah kami mewawancarainya?”
“Apakah alergimu sudah terobati?”
“Lihat kemari.”
“Dimana robot itu?”
“Bisa kau katakan hal yang lain lagi?”


Jin Bae dan Min Kyu saling tersenyum lega.


Pai: “Doktor, sepertinya kau akan menghadapi gangguan.”
Ssanip: “Kita akan membawa revolusi industri.”
Hoktal: “Aw..aw.. aw.. aku tiba-tiba merasakan beban berat di bahuku.”


Pai lalu mengajak Baek Gyoon untuk bicara secara pribadi.


Salah satu peserta rapat berkarta bahwa nilai saham mereka melonjak. Semua mengecek data di ponsel dan laptopnya masing-masing. Mereka takjub karena nilai saham meningkat sangat tinggi.


Sekretaris Yoon panik. Ia meminta perhatian dari seluruh peserta rapat agar memulai voting untuk pemecatan Min Kyu, karena mereka tidak punya banyak waktu.


Yoo Cheol kembali mengangkat tangannya dan berkata bahwa setelah menyaksikan konferensi pers itu bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa tanpa Min Kyu.


Direktur Ye terkejut atas respon Yoo Cheol, tapi putrinya menunjukkan reaksi yang berbeda. Ri El tersenyum dan sepertinya merasa bangga atas keputusan Yoo Cheol, yang saat itu dalam posisi mewakili Ketua Hwang, menolak pemecatan Min Kyu.


“Aku juga mendukung Direktur Kim Min Kyu. Aku menentang pemecatan ini,” kata Ri El. Semua peserta rapat sangat bingung, termasuk Direktur Ye, karena mereka semua yang berada disana awalnya sudah setuju untuk pemecatan Min Kyu. [crstl]


Advertisement


EmoticonEmoticon