1/27/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 32 PART 1

Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 32 BAGIAN 1


#32 – Episode Terakhir


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 31 Part 2

Ji A bilang kalau kakaknya tidak suka menarik omongannya kembali. Jadi Ji A menyarankan agar Min Kyu datang ke rumahnya dan mengembalikan surat pengunduran diri Jin Bae di depan istrinya, sehingga Jin Bae tidak mungkin menolak.


Min Kyu setuju. Tapi kemudian dia merajuk dan bertanya apakah jika ia kesana maka Ji A akan menunjukkan kamar Ji A padanya.


Ji A: “Tidak, tidak. Aku tidak bisa menunjukkan kamarku. Disana terlalu kotor.”
Min Kyu: “Kau sudah melihat kamarku. Kenapa aku tidak bisa melihat kamarmu.”


Hoktal dan Sun Hye menonton film romantis di bioskop. Sun Hye dan Hoktal akan ikut berciuman seperti di film, tapi Ssanip melempari mereka popcorn dari kursi belakang. “Akan kubunuh kalian, kalau sampai berciuman,” gerutu Ssanip.


Sun Hye kemudian memberi kode agar Hoktal menggenggam tangannya. Dan mereka dengan lancar melakukannya, karena Ssanip tidak melihatnya.


Pai: “Kenapa kau membawaku kesini?”
Baek Gyoon: “Aah.. seseorang memberitahuku bahwa tempat ini sangat populer.”
Pai: “Apa?”
Baek Gyoon: “Ayo bersenang-senang. Kita harus bersenang-senang untuk mendapatkan ide baru.”


Pai mengajak mereka berkompetisi dan pemenangnya harus mentraktir nonton film, karena terlalu kejam jika membiarkan yang kalah mentraktir yang menang. “Aku akan pastikan aku menang, jadi aku akan membayar tiket filmnya,” kata Pai.


Tembakan Baek Gyoon selalu meleset, sedangkan Pai berhasil mengenai papan sasaran dengan sempurna.


Mereka memenangkan banyak boneka.


Mereka bertanding dance.


Ssanip memandang sahabatnya yang sedang kasmaran dengan sedih. Ia merasa sudah cukup melihat itu semua. “Semua orang berkencan, kecuali aku. Ini menyedihkan. Bahkan tempat saus saja berpasangan,” gerutu Ssanip.


“Eddie?” gumam seorang wanita pirang yang datang ke bar bersama teman-temannya. Ia sepertinya mengenali Ssanip. Mereka lalu menghampiri Ssanip.


Ssanip: “Jane? Kapan kau sampai di Korea? Ah maksudku, bagaimana kau bisa ada di Korea?”
Jane: “Aku kesini untuk perjalanan bisnis, untuk sekitar beberapa bulan.”
Ssanip: “Perjalanan bisnis?”


Hoktal dan Sun Hye menatap Ssanip dengan heran.


Ssanip kemudian mengucapkan rasa syukurnya dalam bahasa Korea. Jane tertawa karena tidak mengerti dan bertanya apa maksudnya. Ssanip bilang bukan apa-apa. Jane lalu mengajak Ssanip untuk bergabung bersama mereka.


“Absolutely. Let’s go. Let’s go, Jane,” kata Ssanip bahagia. Ia meninggalkan Hoktal dan Sun Hye lalu pergi ke meja yang lain.


Ssanip tampaknya bersenang-senang.


Sun Hye sampai harus mengarahkan wajah Hoktal padanya, karena Hoktal terus-terusan melihat ke arah Jane dan teman-temannya.


Hari sudah malam, Pai dan Sun Hye masih melihat banyak orang berlalu lalang. Pai berkata bahwa melihat orang-orang berjalan juga menyenangkan. Baek Gyoon berkata bahwa mereka terlalu banyak berada di lab.


Baek Gyoon: “Kita menciptakan robot yang bisa berkomunikasi dengan manusia, tapi kita tidak menghabiskan banyak waktu di dunia luar.”
Pai: “Kita semua terlalu sibuk dengan penelitian ini.”
Baek Gyoon: “Ayo kita lebih sering melakukan ini.”
Pai: “Baiklah.”
Baek Gyoon: “Menurutmu apa yang ada di sudut itu?”


Pai: “Ayo,  pergi. Dan cari tahu.”
Baek Gyoon: “Baiklah, ayo.”


Ketua Hwang merasa Min Kyu sudah merayu putranya yang naif.


Min Kyu berkata kalau Yoo Cheol akan segera kembali menjadi CEO. “Baik Yoo Cheol dan Ri El akan menjadi kehidupan mereka sendiri. Kami akan menjalankan KM Finance dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya,” kata Min Kyu. Dia juga berkata tidak akan bermusuhan dengan Yoo Cheol, seperti yang ayahnya dan Ketua Hwang lakukan dulu.


Doktor Oh berkata bahwa akhirnya semua berakhir. Dia bertanya apakah Min Kyu merasa lega.


Min Kyu merasa dia tidak terlalu puas atau terllau bahagia, seperti yang dia kira sebelumnya. “Aku hanya merasa bahwa apa yang terjadi di masa lalu, sudah tidka lagi menyakitiku,” kata Min Kyu.


Doktor Oh tetap memintanya berhati-hati, karena siapa tahu penyakitnya bisa kumat lagi.


Min Kyu menjawab dengan lebih yakin, bahwa sekarang ia merasa bisa berteman dengan penyakitnya itu. Dokter Oh Setuju, karena jika Min Kyu sudah mengurangi rasa sakit dan sedihnya, maka waktu akan berlalu.


Min Kyu: “Dokter Oh, aku harus menutup teleponnya. Aku mendapat panggila penting.”
Dokter Oh: “Apa itu Jo Ji A? Kau menyakitiku sekarang.”
Min Kyu: “Ah dokter.. Aku akan menghubungimu kembali. Sampai jumpa.”


Ji A memberitahu Min Kyu kalau kakak dan kakak iparnya berada di rumah.


Min Kyu gugup, “Oh, benarkah? Baiklah kalau  begitu. Aku memakai jaket saat ini. Aku bahkan tidak memakai dasi.” Min Kyu lega saat Ji A tidak mempermasalahkannya.”Hey, seperti apa keponakanmu?”


Hong Joo masih kesal pada Jin Bae.


Dong Hyun merasa kasihan pada ayahnya. Ia bertanya kenapa ayahnya melakukan itu semua. Jin Bae meminta maaf padanya. Dong Hyun berkata bahwa ia akan selalu mendukung ayahnya, apapun yang orang lain katakan. Kemudian terdengar bel rumah berbunyi.


Melihat Min Kyu yang datang, Jin Bae langsung berjalan mundur karena sangat terkejut dan pintu hampir tertutup lagi. Min Kyu menahan pintu dengan kakinya, lalu masuk tanpa menunggu dipersilakan dan menyapa Jin Bae dengan bahasa formal.


Jin Bae bertanya kenapa Min Kyu datang kesana. “Oh, Ji A?” Tapi Min Kyu berkata kalau dia datang untuk menemui Jin Bae. Dong Hyun lalu keluar.


Dong Hyun: “Oh, ini Kim Min Kyu.”
Min Kyu: “Halo, Jo Dong Hyun.”


Jin Bae bertanya bagaimana Min Kyu bisa mengenal putrinya, tapi Dong Hyun bilang itu rahasia dan Min Kyu setuju untuk merahasiakannya.


Jin Bae mondar-mandir di kamarnya. Ia bingung harus melakukan apa. Ia lalu menguping pembicaraan yang terjadi di balik pintu.


Hong Joo mengajak Min Kyu makan bersama. Min Kyu dan Ji A saling tersenyum.


Min Kyu melihat-lihat foto Ji A kecil di dinding. Ia memuji Ji A manis, dan masih terlihat sama sampai sekarang.


Min Kyu juga melihat foto ayah Ji A dan berharap dapat bertemu dengannya.


Dong Hyun: ”Apakah alergi paman sudah pergi?”
Min Kyu: “Ya, dia sudah pergi.”
Dong Hyun: “Orang yang sangat paman sukai adalah bibiku, bukan?”
Min Kyu: “Ya, benar. Tapi itu rahasia kita. Ssstt...”


Hong Joo sangat menyukai hadiah tas yang Min Kyu berikan kepadanya.


Dong Hyun juga mendapatkan sebuah tas kecil yang sangat lucu.


Ji  A juga merasa tasnya sangat cantik.


Min Kyu mengedipkan sebelah matanya dan merasa rencananya mulai berjalan lancar.


Karena Jin Bae dan Min Kyu terlihat gugup dan malu-malu, Hong Joo merasa kalau mereka seperti sedang kencan butan dan Ji A setuju.


Hong Joo akhirnya yang bertanya kenapa Min Kyu datang kesana.


Min Kyu berdeham, “Hm... Aku... Aku rasa aku tidak bisa hidup tanpa Tuan Jo.” Jin Bae tidak mengerti. “Tuan Jo, aku menyukaimu. Sangat menyukaimu.”


Mereka semua termasuk Dong Hyun sangat terkejut mendengar alasan Min Kyu itu. Min Kyu melanjutkan lagi kata-katanya, “Bagiku, kau adalah rekan kerja dan juga guru. Aku ingin dekat denganmu selamanya.


Dong Hyun: “Ayah, kau sangat keren.”
Min Kyu: “Ya, dia sangat menakjubkan. Jadi aku tidak bisa menerima pengunduran dirimu.”


Min Kyu mengembalikan surat pengunduran diri Jin Bae dan menyuruh Jin Bae menyobeknya sendiri. Jin Bae berkata kalau ia punya syarat.


Min Kyu: “Baiklah, silakan.”
Jin Bae: “Selama kau berkencan dengan adikku, mari kita pisahkan hubugan kerja dengan kehidupan pribadi kita.”
Min Kyu: “Aku setuju.”
Jin Bae: “Di kantor, kau adalah atasanku. Tapi di luar jam kerja, bisakah aku memperlakukanmu seperti pacar adikku?”


Min Kyu langsung menyetujuinya. Tapi Min Kyu tetap saja terkejut saat Jin Bae mengatakan, “Baiklah, Min Kyu.” (hahaha..)


Suasana menjadi kaku. Tapi kemudian Min Kyu tersenyum dan berkata, “Baiklah, Hyungnim..” Mereka semua tertawa, kecuali Jin Bae. Kemudian mereka mulai makan bersama. [crstl]
Advertisement

3 comments

dilanjt ya mbk ceritanya seru..dtnggu kelanjtnnya....

Wah... Mulai sedih mau berpisah sama Kim min kyu ...

Waooo ssanip melesat...dan mendarat di luar(bule)😆


EmoticonEmoticon