1/27/2018

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 14 PART 1

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 14 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Just Between Lovers Episode 13 Part 4
Gang Doo mengatakan pada Moon Soo “Jadi, kita harus bekerja lebih keras dan lebih bahagia dibandingkan orang lain.” Lalu menciumnya.


Gang Doo dan Moon Soo sedang makan bersama Wan Jin dan asistennya. Mereka semua makan kaki ayam kecuali Gang Doo, tampakanya dia tidak menyukai kaki ayam dan hanya memakan wortel rebus. Wan Jin yang memperhatikan Gang Doo lalu bertanya tahu dari mana kalau Moon Soo suka pada lelaki yang makan wortel. Karena ttiap kali melihat lelaki yang makan wortel atau kacang, Moon Soo akan menatap mereka tanpa malu. Moon Soo berkilah kalau makan wortel bagus untuk tubuh. 
“Dia tidak pemilih makanan. Bukankah artinya sifatnya bagus? Kau juga suka kacang, bukan?” Moon Soo membelanya dan diiyakan oleh Gang Doo.
“Lihat? Dia tak bisa makan kaki ayam dan minum soju. Tapi kau bilang dia tidak pemilih? Kau lihat? Cinta... cinta membuat orang menjadi bias.” Ucapan Wan Jin membuat Moon Soo tersipu.


Ibu bangun saat bibi sedang menyiapkan makanan. Bibi mengatakan kalau ayah Moon Soo lah yang memasak, dia adalah orang yang pandai memasak. Bibi juga mengatakan kalau Moon Soo menginap di rumah Wan Jin dan langsung pergi bekerja. Bibi makan dengan terburu-buru karena harus segera menggantikan ayah Moon Soo yang sedang menjaga loket sauna.


Joo Won berbaring di samping Yoo Jin. Dia teringat saat semalam Yoo Jin meminta untuk dipeluk, tapi mereka berakhir di kamar Yoo Jin


Saat Joo Won sedang berpakaian, Yoo Jin berbicara tanpa menatapnya.
“Joo Won.”
“Tidurlah. Aku akan pergi.”
“Terima kasih. Hati-hati di jalan.”


Joo Won berpapasan di depan kantor, kemudian So Mi juga datang.
“Halo. CEO! Kalian berdua... memakai baju yang sama dengan kemarin. Pasti karena menginap di luar.”
Joo Won tidak menanggapai So Mi dan mengajak mereka masuk. Moon Soo mengatakan kalau dia tidur di rumah temannya tapi So Mi tidak peduli.
“Eonni mau tidur di rumah teman atau rumah Gang Doo oppa, aku tak perduli. Kira-kira CEO tidur di mana? Kau lihat kemejanya masih kusut? Dia tidak pernah begitu. Dengan Direktur Jeong? Tidak kan?”


Joo Won berganti baju sambil mengingat ucapan Yoo Jin saat dia akan pergi “Terima kasih. Hati-hati di jalan.”


Moon Soo sedang menulis beberapa pesan yang mewakili keluarga korban untuk ditulis di monumen peringatan. Dia mengulang beberapa kali tapi masih belum menemukan kalimat yang tepat.


So Mi memperhatikannya dan bertanya kenapa Moon Soo menghela napas terus.
“Kemarin kau membuat kesalahan? Tidak pakai pakaian dalam serasi?”
“Bukan seperti itu. Sudah kubilang aku tidur di rumah temanku.”
“Lihat Eonni. Sekuat apapun kau berusaha melupakan, tidak ada gunanya. Semakin ingin dilupakan, justru semakin diingat.”
“Aku bukan ingin melupakan. Aku takut aku akan lupa. Aku mau ke lokasi.” Moon Soo pun segera keluar dari ruangannya.


Moon Soo berdiri di depan rumah Choi Sung Jae. Seorang wanita datang dan langsung masuk ke dalam rumah. Dia adalah wanita yang dilihat Moon Soo di halte bus “Depan Mall S”. Wanita itu mengira Moon Soo adalah orang yang sedang menawarkan produk atau semacamnya, dia menolaknya dan mengatakan tidak ingin membeli.
“Bukan itu... Ini rumah Sung Jae Oppa... Choi Sung Jae...”
“Sung Jae sekarang tidak di sini. Sung Jae sedang tidak di rumah.” 


Yoo Jin masih berbaring di kamarnya, dia tampak tidak sehat. Dia bangun karena ada yang menekan bel.


Direktur Jeong datang, dia mengomel karena ponsel Yoo Jin tidak bisa dihubungi dan juga melihat Yoo Jin yang belum bersiap karena akan ada rapat direksi. Yoo Jin sudah mengetahui hal itu, dia lalu meminta kakaknya untuk keluar.
“Keluar, apa? Cepat bersiap. Kita harus melakukan melakukan tugas selaku perwakilan di rapat dewan direksi.”


Seorang petugas layanan kamar datang membawa makan, Yoo Jin tidak memesannya dan petugas itu mengatakan yang memesannya adalah pria yang pergi pagi tadi.


Setelah petugas itu pergi, Direktur Jeong bertanya pada Yoo Jin.
“Yaa, yaa, yaa ... kau semalaman dengan siapa? Apa dengan pria semalam, secepat itu?”
“Kau gila?”
“Lalu siapa lagi? Jangan-jangan... Seo Joo Won... tidak, bukan?”
Yoo Jin lalu menyeret kakaknya keluar.


Seo Joo Won sedang rapat bersama timnya, tapi Moon Soo datang terlambat. Saat Moon Soo baru saja datang, CEO Seo bertanya padanya apakah desain konstruksi sudah selesai. Moon Soo dengan menyesal mengatakan dia belum menyelesaikannya.
“Dengan berubahnya lahan parkir, jadwalnya semakin ketat. Kita harus segera.  Tugas kita juga memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.”


Moon Soo datang ke lokasi, dia melihat Gang Doo dan akan mengejutkannya dari belakang tapi ternyata Gang Doo duluan yang berhasil mengagetkan Moon Soo.


“Kau kira aku tidak melihat?”
“Kapan sampai?”
“Barusan. Harusnya menelpon.”
“Baru mau kutelpon, tapi kau keluar. Ayo pergi.”


Moon Soo memakai sepatu baru yang dibelikan Moon Soo, Gang Doo juga memakaikannya syal untuk menghangatkan Moon Soo.


Moon Soo lalu bercerita kalau dia datang ke rumah keluarga korban.
“Aku pergi sendiri... tapi langsung kembali. Dia... bicara seolah orang itu masih hidup. Jadi aku tak bisa berkata apa-apa. Aneh, kan?”
“Tidak. Aku bisa mengerti. Aku juga terkadang... mengira orang yang sudah wafat masih hidup. Suaranya... bisa kudengar.”
Comments


EmoticonEmoticon