1/31/2018

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 15 PART 2

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Just Between Lovers Episode 15 Part 1
Direktur Jeong dipusingkan karena penemuan kerangka manusia lebih dari satu orang di lokasi proyek. Dia menyalahkan Yoo Jin yang melaporkan hal itu terlalu cepat, Yoo Jin beralasan cepat atau lambat rumor pasti akan cepat beredar. Direktur Jeong berencana meminta manager proyek agar menginstruksikan pegawai agar tidak bicara soal ini. Kemudian Direktur Jeong juga mengatakan pada Yoo Jin agar jangan lagi menemui Seo Joo Won.


Ma Ri masuk ke kantornya dan menemukan Gang Doo berbaring di sofa, dia memarahi Gang Doo yang tidak bisa dihubungi. Gang Doo tidak menjawab, dia malah bertanya pada Ma Ri.
“Noona, kau pernah bulang begini. Jangan merasa lega karena berpikir ini adalah titik terendahmu. Kalau ini bukan titik terendah, ada berapa level lagi di bawah?”


Ma Ri bertanya apakah dia ada masalah dengan Moon Soo, Gang Doo mengatakan Moon Soo merasa tersiksa jika bersama Gang Doo, haruskah Gang Doo melepaskannya?
“Kau yakin bisa melepaskannya?”
“Daripada dia tersiksa jika denganku, lebih baik aku menyesali keputusanku sendirian.”
Lalu Ma Ri mulai berteriak pada Gang Doo, dan Gang Doo juga berteriak padanya.
“Kau kurang cinta padanya! Karena masih melihat harga dirimu!”
“Tidak benar! Aku amat, sangat, sungguh, amat sangat, luar biasa suka padanya! Makanya ini membuatku gila!”


Gang Doo berulangkali menghungi Moon Soo tapi dia tidak menjawabnya. Dia lalu teringat ucapan Moon Soo saat Gang Doo berusaha menghindarinya.
“Aku menunggu agar bisa bertemu. Besok aku datang, lusa juga datang, ke depannya akan terus datang. Sampai aku tidak suka padamu lagi, aku akan datang terus.”
Ucapan Moon Soo membuat Gang Doo tidak menyerah dan terus mencoba menghubunginya.


Moon Soo yang akan masuk ke kamar terhenti karena ibu bertanya siapa nama laki-laki yang sering bersama Moon Soo. Moon Soo pun terkejut kenapa ibu bertanya seperti itu.
“Kenapa, apa? Dia lelaki yang jadi pacarmu. Meskipun dia tidak sesuai standarku, setidaknya aku harus tahu namanya.”


Moon Soo tidak mau menjawab, dia mengatakan kalau ibu tidak perlu tahu karena mereka sudah tidak lagi pacaran.
“Aku... aku tidak menyuruhmu untuk putus. Selama kau pacaran...”
“Ibu. Aku tidak akan pacaran lagi.”
“Kenapa? Dia memutuskanmu? Cowok tak level itu memutuskanmu?!”
“Seandainya saja begitu. Kalau dia memutuskan aku, rasanya aku lebih lega. Sepertinya aku... ditakdirkan untuk mengacaukan hidup orang lain.”
“Omong kosong macam apa itu? Kata siapa? Siapa?! Bajingan mana yang berkata begitu?!”
“Tidak ada yang mengatakannya. Aku yang merasa begitu. Aku.” Lalu Moon Soo segera masuk ke kamar.
“Ah, dia bicara apa sih?”


Di dalam kamar, Moon Soo melihat ada 12 panggilan tak terjawab dari Gang Doo. Gang Doo juga meninggalkan pesan, tapi Moon Soo tidak membalasnya.
“Tidak menjawab telpon sama saja curang.”


Direktur Jeong mengajak Joo Won makan bersama, dia kali ini berbicara dengan sopan pada Joo Won.
“Di lokasi, sedang sibuk? Aku hargai pekerjaanmu.”
Dia lalu mengatakan jika semuanya sesuai rencana, lakukan apa saja kemauan Joo Won dan jangan khawatir soal uang. Lain kali kalau Cheongyu menang proyek publik baru, juga akan diberikan pada Joo Won. Joo Won pikir Direktur Jeong berbaik hati padanya karena penemuan tulang di proyek.
“Kalau ini soal penemuan tulang, aku tidak bisa berbuat banyak...” 
“Kenapa tidak? Ada satu hal. Jangan membicarakan soal itu.”
“Temuan tulang dan lokasi konstruksi tidak saling berhubungan. Karena kami sudah menggalinya, konstruksi bisa terus dilanjutkan. Namun...” 


Joo Won belum selesai bicara saat Gang Doo masuk.
“Dalam insiden di mana berita terbongkar dan keluarga korban mengetahuinya. Pihak keluarga pasti ingin mengetahuinya.  Dan jika situasi di luar kendali dan konstruksi terhenti... kau takut sekali soal itu?”
Direktur Jeong menjadi marah karena Gang Doo tiba-tiba muncul mencampuri pembicaraan mereka. Dia bertanya ada urusan apa Gang Doo datang.
“Yang paling berhak ikut campur dalam hal ini adalah AKU!”
Joo Won bertanya baik-baik pada Gang Doo kenapa dia dia bisa datang. Gang Doo berpura-pura Direktur Jeong lah yang memanggilnya. Direktur Jeong pergi karena sangat marah.


Gang Doo duduk di tempat duduk Direktur Jeong, Joo Won memberitahunya kalau menggali tulang bukanlah tanggung jawab mereka, polisi yang akan mengatasinya. Karena hal ini berbeda dalam masalah pembangunan struktur yang aman. 
“Tapi menurutmu kenapa Direktur Jeong menyuruhku ke sini? Sepertinya aku tahu. CEO tidak mengerti?”
“Kami tidak berusaha menutupinya. Menurutku kita tak perlu memberitahu mereka secara khusus. Jika pekerjaan dihentikan, para pekerja tidak akan punya tujuan. Orang-orang yang bekerja keras... tidak seharusnya mereka menderita.” 
“Kalau satu dua kali kau berkompromi dengan kata manis begitu... Orang-orang yang menikmati segelas soju setelah bekerja bisa dalam bahaya. Aku harap CEO tidak melakukan itu. Kalau kau melakukannya... Ayahku tidak bisa apa-apa. Tapi aku akan menghentikanmu.”


Direktur Jeong datang lagi dengan lebih marah karena dia tahu Gang Doo berbohong.
“Yaa, aku tak pernah memanggilmu, cepat keluar. KELUAR!”
“Tidak kau suruh pergi juga aku akan pergi. Isi perutmu sampai penuh dan hiduplah selama mungkin.”


Joo Won juga mengikuti Gang Doo keluar. Direktur Jeong menggerutu, kalau mereka semua mempermainkannya.


Joo Won datang ke kantor Yoo Jin, dia bertanya kenapa mengirim Gang Doo. Yoo Jin hanya mengatakan “Seandainya kau goyah”, Joo Won tidak mengerti maksud ucapannya.
“Bukankah itu alasanmu menempatkan Lee Gang Doo ssi di lokasi?”
“Jangan sembarangan bicara.”
“Tidak, aku bicara begini karena menurutku itu yang kau lakukan. Ha Moon Soo dan Lee Gang Doo. Bukankah kau khawatir melihat mereka berdua?”
“Kau tahu apa?”


Yoo Jin mengatakan dia mengetahui kalau Area B yang sedang ditangani oleh Joo Won sama persis dengan cetak biru 13 tahun lalu, temasuk desain struktural dan finishing lantai. Dia merasa tidak ada masalah mengenai desain dan struktur gedung tidak dibangun hanya berdasarkan desain. Joo Won pikir Yoo Jin sedang menyalahkan ayahnya, tapi Yoo Jin tidak begitu.
“Tidak. Yang sedang kau lakukan... tetap lanjutkan. Agar kakak ku tidak meremehkanmu, jangan goyah.”
“Saat itu dia juga menyuruhnya ini itu.”
“Dia melakukannya, karena dia belajar dari kesalahannya dulu.”


Gang Doo menunggu Moon Soo di depan kantornya, Moon Soo berusaha menghindari Gang Doo tapi Gang Doo bersikeras bicara padanya.
“Baiklah. Aku mengerti, jadi dengarkan aku kali ini saja. Meskipun sulit buatmu menghadapi aku. Memorialnya... mari kita selesaikan yang sudah kita mulai. Kau juga berkata begitu. Hanya sampai taman memorial selesai. Kita bertemu hanya sampai saat itu. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Itu perkataanmu padaku.”
Moon Soo dengan singkat menyetujuinya.


Saat Moon Soo tidak berusaha menghindar, Gang Doo mengajaknya makan tapi dia menolak. Gang Doo beralasan makan adalah bagian dari pekerjaan, harus makan agar dapat tenaga.
“Sekarang jam berapa? Kenapa belum makan? Aku lapar. Temani aku makan.” Gang Doo tersenyum dan Moon Soo pun luluh.


Gang Doo makan dengan sangat cepat dan banyak, dia mengatakan agar sehat dia tidak boleh pemilih. Dia harus makan yang benar dan sehat agar Moon Soo tidak khawatir.
“Bernapas. Aku tahu kau makan sambil menahan napas.”
“Tidak tuh! Apa kau tahu aku memakan ini seperti orang dewasa?”


Moon Soo memberikan daging ke mangkuk Gang Doo.
“Makan ini juga. Cepat makan semua.”


Moon Soo menunggu di depan toilet, sepertinya terdengar suara Gang Doo sedang muntah.


Gang Doo terkejut melihat Moon Soo di depan toilet, Gang Doo mengatakan padanya agar menunggu saja di dalam. Moon Soo tahu Gang Doo baru saja memuntahkan makanannya.
“Lihat? Kau tak bisa mencernanya.”
“Tidak tuh! Karena enak aku makan terlalu cepat!”
 “Makan ini. Jangan berusaha keras karena aku.” Moon Soo memberikan permen karet lalu pergi.
“Kenapa kau selalu bilang karenamu? Tunggu!”


Gang Doo menghentikan Moon Soo, dia beralasan harus pergi karena ada rapat.
“Dengar aku dulu. Aku tidak melakukan ini karena kau. Jangan merasa bersalah padaku. Aku harus berterimakasih padamu. Kau sudah... berkali-kali menyelamatkan aku.”


Gang Doo mengenang saat Moon Soo menyelamatkannya setelah dipukuli sampai babak belur. Dan saat Moon Soo menemani Gang Doo setelah nenek meninggal.


Gang Doo mengatakan Moon Soo sudah menyelamatkannya, tapi Moon Soo beriseras dia sudah meninggalkan Gang Do di bawah reruntuhan gedung.
“Kau yang membuat gedung itu runtuh? Begitu? Kalau tidak, jangan berkata begitu lagi. Hyung itu juga... Ya, aku takut. Aku takut, tapi aku tahan karena takut sendirian.  Jadi jangan merasa bersalah. Jangan salahkan dirimu sendiri. Semangatlah seperti biasa. Seperti Ha Moon Soo.” Gang Doo menghibur Moon Soo yang mulai menangis.


Gang Doo menemui Ketua Tim untuk meminta nomor kontak Moksun Environment. 
“Buat apa? Limbahnya pasti sudah masuk pabrik pengolahan.”
“Itu bukan limbah.”


Gang Doo berada di tempat pembuangan puing, dia mengangkat puing dan akhirnya menemukan sesuatu.


Moon Soo sedang menulis kalimat ungkapan perasaan keluarga korban untuk ditulis ditulis di monumen peringatan. Moon Soo melihat ada satu kertas yang belum dia tulis ungkapan apapun di situ, kertas itu bertuliskan nama Lee Cheol Woo.


Moon Soo lalu mengambil buku pemberian Gang Doo yang tadinya milik ayahnya, dia membuka buku itu dan membacanya.
Comments


EmoticonEmoticon