1/04/2018

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 8 PART 3

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Just Between Lovers Episode 8 Part 2
Moon Soo sedang memperhatikan So Mi yang sedang memakai make up. Dia kemudian bertanya pada So Mi apakah dia boleh sekali saja memakai lipstiknya. So Mi lalu mendandani Moon Soo.
“Eonni, katamu mau ke lokasi. Kira-kira kenapa ya, kau meminta itu dariku... Eonni, sebentar. Gelap... Gunakan perona pipi dulu.”


Seo Joo Won berada di ruangannya dan berbicara dengan Yoo Jin.
“Kukira ada apa menelponku. Ternyata untuk melihat ini?”
“Kau terkenal pandai membaca cetak biru. Apa aku masih tampak keras kepala?”
“Oppa sekarang ada di lokasi. Kita kesana saja bersama.”
“Aku bisa mengerti dengan melihat ini. Tapi Direktur Jeong berbeda. Pergilah duluan ke lokasi, tunjukan apa masalahnya dan yakinkan dia.”
“Kakak ku... tidak seburuk itu sampai kau harus menghela napas. Dia berharap usaha ini berhasil melebihi siapapun.”


Moon Soo mengetuk pintu, dia masuk untuk mengambil berkas di meja.
“Maaf. Kau memakai riasan?” Seo Joo Won memperhatikan wajah Moon Soo.
“Ya. Aneh ya?” 
“Tidak. Cantik.”
“Aku mau ke lokasi.” Moon Soo lalu [ergi.


Yoo Jin mengatakan pada Seo Joo Won agar tidak menyukai Moon Soo.
“Ha Moon Soo ssi... jangan menyukainya. Kau membelikannya makanan enak, dan mendengar penderitaannya... Pada akhirnya kehilangan dia karena direbut lelaki lain. Aku tidak mau pria yang kusukai diperlakukan begitu.”
“Apa?”
“Ha Moon Soo, Lee Gang Doo. Keduanya punya perasaan yang sama. Kau tidak tahu?”

Direktur Jeung berada di kantor proyek bersama manager pinjaman dari bank Mok San, Lee Min Young. Sepertinya dia menolak menyetujui pengajuan pinjaman karena ada beberapa lahan yang masih dengan nama pemilik aslinya.
“Pegawai kami adalah orang ahli. Tidak perlu berkata ceroboh hanya karena kau sedang mengevaluasi dokumen”
“Bukankah dengan semua orang ahli, gedung itu ambruk dengan mengejutkan?”
“Ini sudah diputuskan oleh pihak atasan. Kau hanya perlu menandatangani dokumen. Makanya dipanggil ke sini.”


Direktur Jeung lalu menelepon atasan Lee Min Young.


Moon Soo dan Gang Doo sedang memeriksa sebuah tempat di proyek. Lalu Gnag Doo mengamati wajah Moon Soo.
“Kau makin imut?”
“Apaan sih? Kau bawa cetak biru untuk saluran?”
“Ada di kantor.”
Moon Soo berjalan mendahului Gang Doo, tapi dia menuju arah yang salah.
“Bukan di situ.”
Gang Doo mengingatkannya sambil tersenyum.


Lee Min Young berbicara dengan atasannya di telepon.
“Asisten Manajer, tetap saja ini...”
“Ini proyek pasti. Kita memberi pinjaman dan menagih bunga. Itu tugas kita. Tidak perlu macam-macam.”


Gang Doo dan Moon Soo maruk ke kantor dan bertemu dengan Lee Min Young. Dia masih mengenali Moon Soo.
“Kita pernah bertemu...”
“Kau kesana-kemari mengunjungi keluarga korban dan meminta tanda tangan untuk memorial. Ternyata kita bertemu di sini?”
“Ya?”
“Ini yang di bilang, orang sejenis selalu berkumpul bersama?”


“Apa katamu? Siapa dia?” Gang Doo maju mendekat ke hadapan Lee Min Young.
“Kau tahu siapa ayah orang ini?”
Gang Doo ingat mereka pernah bertemu sebelumnya.


“Karena ayahnya sampah? Makanya anaknya bekerja jadi anjing di sini?”
“Permisi. Ayah Gang Doo adalah korban yang meninggal dalam kecelakaan.” 
“Korban?”
“Siapa kau?”
“Ayahmu adalah pembunuh. Korban apa? Korban?? Kau kuat. Sepertinya hidupmu bagus karena menggunakan uang tiang baja yang di jual oleh ayahmu.”
Gang Doo lalu mencengkeram baju pria itu, dan mereka pun berkelahi.


Moon Soo berteriak lalu menghentikan Gang Doo.
“Hentikan!!”


Kemudian Seo Joo Won dan Yoo Jin masuk, lalu Lee Min Young keluar. Disusul oleh Moon Soo.


Di luar, Moon Soo berbicara dengan Lee Min Young.
“Itu sebabnya runtuh.”


Saat Gang Doo keluar, Lee Min Young lalupergi. Moon Soo juga akan pergi tapi Gang Doo memegang tangannya.
“Jangan pergi. Akan kujelaskan...”
“Tidak. Jangan sekarang. Lain kali saja.”
“Lain kali kapan??”


Di dalam, Yoo Jin berbicara dengan Seo Joo Won.
“Kenapa kau tenang sekali? Apa kau tahu mengenai ayah Lee Gang Doo? Menarik. "Berada di satu perahu" begitu maksudmu? Kalau begitu harusnya kau hentikan mereka, agar Lee Gang Doo tidak sendirian. Dasar pengecut.”
“Hanya karena Cheongyu masih sukses... Hanya karena kami yang saling bertarung, rasanya ini bukan masalahmu? Jangan sembarangan bicara. Kalian tidak di hukum. Perbuatan salah kalian tidak menghilang.” Lalu dia keluar.


Di luar, Seo Joo Won mendatangi Gang Doo.
“Ayo bersihkan dirimu.”


Seo Joo Won dan Gang Doo berada di sauna.
“Kalau mau memecatku, pecat saja. Aku tak perduli”
“Kenapa? Karena ayahmu? Aku sudah tahu soal itu. Apa aku seceroboh itu memintamu bekerja bersama tanpa tahu apapun? Jangan pikirkan perkataan orang itu. Jika gedung itu runtuh karena beberapa baja yang dijual ayahmu di sisi samping, aku yakin gedung itu cepat atau lambat akan runtuh.”
“Tetap saja... perbuatan ayahku tidak baik. Aku pergi. Di sini terasa menyesakkan.”


Direktur sedang berbicara di telepon, dia berada di Marie and Club. 
“Lee Cheol Woo? Siapa itu? Lee Gang Doo? Yaa, brengsek! Kau bahkan tidak tahu kalau dia manajer lokasi? Lupakan. Cepat pecat dia. Alasan? Karena aku tidak menyukainya! Pecat dia. Besok.”
Lalu Ma Ri masuk dan duduk.
“Siapa yang kau pecat?”
“Tidak perlu tahu. Banyak sekali hal gila.”


Direktur Jeung lalu berbaring di pangkuan Ma Ri.
“Apa hari ini berat?”
“Beberapa orang gila membuatku kesal sekali. Aku dikelilingi musuh.”
“Pada dasanya semakin tinggi kita, akan semakin kesepian.”
“Benar. Kau juga kesepian, ya? Kau... tahu banyak. Makanya aku suka padamu.” 
“Kau bilang karena aku mirip cinta pertamamu.”
“Mirip. Sungguh.”


Moon Soo sedang membuat kopi di pantry, tapi dia tampak sedang melaun lalu Seo Joo Won menghampirinya.
“Moon Soo ssi?”
“Ya? Mau minum kopi?”
“Tidurmu nyenyak?”
“Ya”
“Sudah bicara dengan Lee Gang Doo? Lee Gang Doo ssi... Lupakan. Kembali bekerja. Kalau malam ini tidak ada rencana, kita makan bersama.”


Sang Man masuk ke kamar Gang Doo saat dia masih tidur. Dia bertanya apakah Gang Doo sakit.
“Hyung, kau sakit? Sakit parah?”
“Ya. Sakit. Nanti kau ketularan. Pergilah.”
“Mau aku telpon Moon Soo ssi dan beritahu kalau hyung sakit?”
Mendengar pertanyaan Sang Man doa langsung bangun.
“Jangan telpon dia. Pokoknya jangan!”
“Hyung. Kau bersalah pada Moon Soo ssi? Kalian bertengkar? Kalau begitu, cepat minta maaf. Supaya dia tidak marah lagi.”


Gang Doo lalu kembali berbaring dan menutup kepalanya dengan selimut.
“Kalau aku minta maaf, lalu? Apa marahnya reda?!”
“Makanya itu. Minta maaf padanya sampai Ia terima. Berapa kali sudah kubilang? Hyung, apa sekrup di kepalamu hilang? Bagaimana kau menjalani hidupmu seperti ini? Aku khawatir sekali.”


Gang Doo menelepon Moon Soo tapi dia tidak menjawabnya, lalu mengirim pesan untuk Moon Soo.
“Aku, akan pergi makan ke tempat mi untuk makan malam. Aku tidak memintamu datang.  Tapi aku akan menunggumu.”


Moon Soo sedang makan malam bersama Seo Joo Won.
“Katanya ingin berkata sesuatu?”
“Tidak. Aku hanya ingin makan bersama Moon Soo ssi. Ibumu sepertinya baik. Waktu muda dia pasti cantik sekali. Moon Soo ssi, mirip dengannya? Sejak kecil aku sering iri dengan orang yang punya permandian umum. Apa Moon Soo ssi pergi dengan temanmu... Moon Soo. Moon Soo?” 
“Ya?”
Saat Seo Joo Woon berbicara Moon Soo hanya melamun dan memandangi jam tangannya.


Gang Doo sedang makan di restoran ayah Moon Soo, tapi berulang kali dia menoleh ke luar.


“Hmm... CEO... maaf, aku harus pergi.”
“Sudah?”
“Aku harus ke suatu tempat. Sepertinya aku harus ke sana.”
“Jam begini? Ke mana?”
“Ke tempat ayah.”
“Ayahmu... akan kuantarkan.”
“Tidak usah. Aku sendiri saja.”
“Jam begini sulit mencari kendaraan umum. Kalau mau naik taksi, lebih baik naik mobilku.”


Di restoran ayah Moon Soo, Gang Doo sedang memandangi foto Moon Soo dan adiknya.
“Putri sulungmu mirip ayahnya.”
“Dia lebih baik dari ayahnya. Dia sudah banyak menderita. Sekarang sudah waktunya dia hidup bahagia. Pergilang setelah selesai makan. Jangan tertarik pada putriku.”


Di dalam mobi, Seo Joo Won mengobrol dengan Moon Soo.
“Moon Soo ssi, kau mirip ibumu atau ayahmu?”
“Ayahku. Katanya aku pinang dibelah dua dengan ayahku. Di situ. Kau bisa berhenti di depan.”


Gang Doo melihat Moon Soo turun dari mobil Seo Joo Won, dia langsung pergi saat melihat mereka sedang berbicara.


“Terima kasih. Hati-hati di jalan.”
Seo Joo Won mengikuti Moon Soo turun dari mobil.
“Moon Soo ssi. Kau ingat perkataanku malam ini?”
“Ya?” Moon Soo tampak kebingungan.
“Aku tahu kau tidak mengingatnya. Makanya, aku merasa tersinggung. Moon Soo ssi, saat di depanku kau memikirkan orang lain, aku tidak suka. Aku tersinggung.”


Gang Doo bersembunyi dan mendengar pembicaraan mereka dari balik dinding.
Comments


EmoticonEmoticon