1/30/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 Part 1
Seon Mi bertanya kenapa Ma Wang datang ke kantornya, Ma Wang beralasan Seon Mi sudah meneken kontrak dengan perusahaannya jadi tidak bisa mengakhirinya begitu saja. Ma Wang bertanya apakah Seon Mi sudah bertemu Son Oh Gong.
“Iya. Seperti yang kau bilang, aku bukan lagi Sam Jang. Walau aku memanggilnya, dia bilang tak akan datang.”


Ma Wang masih penasaran dengan nasib Oh Gong selanjutnya, karena dia masih memakan Geumganggo.
“Kurasa itu juga tidak berguna sekarang. Tidak ada kekuatan apapun. Aku bukan lagi Sam Jang atau pemilik Geumganggo. Jadi kurasa tidak perlu menahan kontrak denganmu.”
“Kau melanggar kontrak, jadi setidaknya aku harus mendapat sesuatu darimu.”
“Apa aku harus membayar denda karena melanggar kontrak?”
“Tentu saja. Atau... jalan hidupmu mungkin akan berubah. Aku harus memikirkan cara menyelesaikan kontrak dengan manusia sekarang.”
“Apa yang akan terjadi pada Son Oh Gong sekarang? Son Oh Gong masih memakai Geumganggo. Dia masih jatuh cinta dengan seseorang. Penjual buku itu... pemilik baru Geumganggo?
“Jika dia bilang tak mencintaimu lagi, maka... Dia akan mencintai.... penjual buku itu.”
Ma Wang bergegas pergi setelah berbicara.


Sekertaris Ma bertanya kenapa Ma Wang tidak mengatakan kalau Oh Gong tidak mencintai penjual buku itu. Ma Wang tidak mengatakannya karena dia membencinya (Seon Mi), karena menyulitkan segala sesuatu seperti ini.
“Jika Anda sangat membencinya, haruskah aku membunuhnya?”
“Lupakan. Seperti maunya, dia menjadi manusia biasa sekarang. Kuharap dia hidup dengan baik.”
“Lalu siapa pemilik Geumganggo sekarang?”
“Karena hanya Son Oh Gong yang tahu... kita harus mengawasinya dengan hati-hati.”


Ma Wang datang ke Sureumdong dengan membawa minuman, tapi dia melihat Oh Gong sedang berkemas.
“Ya. Aku mengeluarkannya untuk pertama kali tapi ternyata kecil. Aku akan memasukkan patungku, mobil 5050, dan bahkan kamar mandi, tapi terlalu kecil.”
“Kau mau kemana dengan semua itu? Apa jauh?”
“Ini sangat dingin. Aku ingin pergi ke tempat hangat.”


Ma Wang terkejut dengan keputusan Oh Gong, bagaimana dengan Sam Jang kalau dia pergi.
“Dia bukan lagi Sam Jang. Kau juga tahu. Dia tidak akan memanggilku lagi.”
“Aku tahu. Tapi kau masih memakai Geumganggo. Jin Seon Mi, yang menjadi manusia biasa, akan hidup dengan baik. Dia akan jatuh cinta dan menikah. Kau sungguh bisa melihat itu terjadi?”
“Tentu saja tidak. Karena aku mencintainya.”
“Benar? Kau masih mencintainya kan? Apa itu alasanmu berkemas dengan menyedihkan ini? Dewa Agung, kau tidak seharusnya seperti ini. Kembali lah ke Sam Jang. Karena Jin Seon Mi membutuhkanmu, dia tak bisa hidup tanpamu. Jika hidup tanpamu, dia akan mati.”


Lalu Oh Gong berbicara dengan mata berkaca-kaca.
“Benar. Jika mau, aku bisa membuatnya tinggal di sisiku. Setiap hari saat merindukannya, aku bisa melihatnya. Tapi Ma Wang, aku jadi sangat aneh. Aku ingin dia menjalani kehidupan biasa seperti kemauannya. Meski ini sakit. Apa ini masuk akal? Kapan pun aku berpikir ketika tidak bisa melihatnya... air mataku jatuh dan hatiku hancur berantakan. Tapi agar dia bahagia... aku berkemas seperti ini. Apa ini masuk akal?”
Saat mendengar Oh Gong bicara, mata Ma Wang pun berkaca-kaca.
“Kurasa ini lah hal yang mengganggu saat orang jatuh cinta. Son Oh Gong, kau sungguh jatuh cinta. Haruskah aku meminjamkan koperku? Kurasa muat sebuah bus. Bahkan rumah bisa muat di kopermu.”


Setelah itu mereka berbicara dengan santai lagi, bahkan Oh Gong berencana mengemas rumah juga tapi Ma Wang tidak mengijinkannya karena dia memiliki setengah dari rumah itu. Oh Gong juga mengajak Ma Wang untuk ikut bersamanya ke tempat yang lebih hangat, tapi Ma Wang menolaknya. Dan kemudian ntuk memperingati Ma Wang datang ke Sureumdong, Oh Gong memberi anggur sebagai hadiah.


Soo Bo Ri mengeluhkan Jenderal Es yang tidak tidur dan hanya duduk, karena itu maka malam terasa dingin. Jenderal Es mengatakan dia tidak bisa tidur karena memikirkan anak-anak dalam buku itu.
“Karena penjual menangkap Sam Jang ke dalam buku, kita tak bisa menghancurkan toko bukunya. Karena itu, kita juga tidak bisa menyelamatkan anak-anak yang malang. Aku hanya bisa membawa gadis yang lolos dari buku itu. Anak itu tidak akan memberitahu bagaimana cara lolos dari buku. Tetua Soo Bo Ri, lebih dari penjual buku yang menangkap anak-anak... manusia yang menyiksa anak-anak tampak seperti roh jahat yang mengerikan.”
“Kejahatan dalam diri manusia yang menciptakan roh jahat seperti penjual buku.”
“Omong-omong, apa yang terjadi pada Jin Seon Mi dan Son Oh Gong?”
“Jin Seon Mi tidak mau menjadi Sam Jang, Oh Gong tidak mau menjadi pengawal. Suruh saja semua orang untuk melupakannya. Biarkan mereka putus dan pergi dengan caranya sendiri.”


Seon Mi mengamati lonceng hitam di tangannya sambil mengingat ucapan cucu pemilik toko umum.
“Ini Lonceng Cinta. Ini memberitahu siapa takdirmu.”


Sedangkan Oh Gong termenung mengingat kata-kata Seon Mi.


Saat Seon Mi sangat kecewa saat mengetahui kalau Oh Gong lah yang menyebabkan dia menjadi Sam Jang.
“Jika kau tidak masuk ke hidupku, aku tak akan menjadi Sam Jang.”


Oh Gong meyakin kan dirinya untuk berkemas.
“Aku harus berkemas. Aku harus berkemas.”


Tapi dia teringat juga saat Seon Mi mengatakan padanya “Walau perasaanmu palsu, aku bersyukur dan senang kau mencintaiku. Aku jujur.”


Seon Mi melemparkan lonceng itu ke dalam kotaknyalalu meyakinkan dirinya sendiri.
“Baik. Mulai sekarang, aku hanya Jin Seon Mi biasa.”


Pal Gye sudah memberikan banyak bola energi untuk Bu Ja tapi tetap saja tidak berpengaruh.
“Jeol Pal Gye. Sepertinya aku terus membusuk. Karena membusuk, aku akan segera hilang.”
“Kau tidak akan hilang. Kau sekarang adikku. Kau tidak akan hilang begitu saja. Aku akan cari solusi lain.” Ucap Pal Gye sambil mengelus kepala Bu Ja.


Pal Gye datang mencari Ma Wang tapi Sekertaris Ma melarangnya masuk.
“Bu Ja sangat aneh. Dimana Ma Wang?”
“Walau Ma Wang ada di sini, itu tidak ada gunanya. Kekuatan Sam Jang telah di segel. Mayat yang hidup karena darah Sam Jang akan kembali menjadi mayat. Zombie itu, karena terus membusuk, dia akan menghilang. Seiring berjalan waktu, dia mungkin akan menjadi roh jahat. Sebelum itu, kita harus membakarnya.”


Pal Gye sangat marah mendengar ucapan Sekertaris Ma. Matanya menjadi merah dan dia berbicara sambil membentak.
“Serahkan beberapa energi sebelum aku membakar agensi ini, Jalang!”
“Menyerahlah, Babi! Jika kekuatan Sam Jang hilang, kita tak bisa berbuat apa-apa dengan zombie. Tinggalkan dia. Ma Wang akan membakarnya.”
“Bu Ja adalah adikku. Jika dia menghilang, aku ingin menjadi orang yang menyingkirkannya. Biarkan aku membawanya.”
“Sebelum jadi masalah, cepat dan singkirkan dia. Aku tidak akan melapor pada Ma Wang.”


Setelah Sekertaris Ma pergi begitu saja, Pal Gye masih tampak sangat marah.
“Kau baik-baik saja, Babi?”
“Ini semua... salah Sam Jang.”


Seon Mi dan Han Joo datang ke sebuah gedung kosong, siapa pun yang tinggal di gedung itu tak bisa tahan dari 3 bulan tanpa panik dan mimpi buruk.
“Aku ingin masuk ke dalam untuk mengkonfirmasi sesuatu.”
“Apa?”
“Seberapa normalnya aku. Ayo.”
“Bagaimana bisa pergi ke tempat seperti adalah normal? Haruskah aku berhenti? Aku tidak bisa menangani ini.” Han Joo ketakukan melihat keanehan Seon Mi, tapi ingin berhenti kerja tapi dia juga masih membutuhkan biaya untuk keluarganya.


Di dalam gedung itu, Seon Mi tidak bisa melihat tiga hantu yang berada di sana.
“Aku sungguh tidak melihat apapun.”
“CEO, tidak ada apa-apa, tapi serasa menyeramkan.”
“Benar. Karena tidak bisa melihat apapun, ini jadi menyeramkan. Sepertinya aku sudah menjadi normal. Aku tidak melihat apapun.”
“Tapi CEO, Anda sungguh akan membeli bangunan ini?
“Lee Han Joo, mulai sekarang, jangan berurusan dengan rumah hantu. Mari buat Hanbit Real Estate kita seperti agen perumahan yang normal sekarang. Kurasa kita bisa melakukannya sekarang.”


Oh Jeong memberikan daftar barang yang usdah dikemasnya, antara lain mobil 5050 dan patung Oh Gong. Dia juga mengemasi lemari es dengan kimchi makanan yang ingin dimakan Oh Gong. 
“Saat pindah, ingat lah untuk memakannya. Kulihat Ma Wang membiarkan Anda pergi begitu saja. Kupikir dia akan mengganggu Anda karena kontrak itu.”


Oh Gong mengatakan pada Oh Jeong kalau dia bilang pada Ma Wang, dia akan pergi untuk kebahagiaan Jin Seon Mi. Karena Ma Wang lemah dalam hal cintamaka dia percaya ucapan Oh Gong.
“Ma Wang seseorang yang bertahan sampai 1.000 tahun karena cinta. Jadi kurasa dia mengerti tentang cinta.”
“Itulah mengapa berbahaya jika memiliki pikiran yang sama sepertimu.”
“Hyungnim, berpikir bahwa Anda sungguh berbeda dari yang lain juga bahaya. Supaya tidak menyesal setelah pergi jauh... Anda harus memeriksa sekali lagi akan sesuatu yang mungkin Anda lupakan... sehingga tidak ada yang menganggu nanti.”
“Apa yang sudah aku lupakan?” Oh Gong tampak merenung dan memikirkan sesuatu.


Ma Wang memberitahu Seon Mi kalau Son Oh Gong sedang berkemas untuk pergi jauh ke negara yang hangat. Jika Oh Gong tinggal di sana selama 50-60 tahun dan kembali maka saat itu Seon Mi sudah mati dan mereka tidak akan bertemu lagi. 50-60 tahun bagi siluman seperti Oh Gong dan Ma Wang, itu seperti mengedipkan mata.
“Kontrak denganmu yang bisa memanggil Son Oh Gong sudah tidak ada gunanya. Jika kau mengatakan satu hal padaku, aku akan menghancurkannya untukmu.”

“Apa itu?”
“Tentang Geumganggo, bagaimana metode aktivasinya?”
“Metode aktivasi? Mengapa?”
“Menyerah seperti ini terlalu menyiakan Geumganggo. Kurasa mungkin masih efektif jika diaktifkan kembali.”
“Jika diaktifkan kembali, Son Oh Gong akan mencintai wanita itu?”
“Ya, benar. Kita harus mengaktifkannya agar ia bisa mencintai dengan cara yang sama. Tanpa ragu.”
“Bagaimana dia bisa mencintainya dengan cara yang sama? Bahkan senin sore, dia bilang akan mencintaiku meski dunia hancur.”

“Di senin sore, dia di bawah kekuasaanmu, tapi sekarang tidak. Aku membayar harga yang sangat tinggi untuk Geumganggo itu. Sudah berapa hari? Selasa, rabu, kamis, jumat... Tidak ada waktu lagi. Tapi penjual buku itu roh jahat. Selama aku bisa menggunakan Son Oh Gong untuk mengumpulkan poin... tidak masalah bagiku apa umpannya.”
“Itu penting bagiku. Jika kau penasaran, maka pergi dan tanyakan orang itu. Aku pergi.” Seon Mi segera pergi karena tersakiti perasaannya oleh ucapan Ma Wang.
Advertisement

1 comments:

Haduh... c4 dlanjut donk.... penasaran...


EmoticonEmoticon