1/30/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 PART 3

Advertisement

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 Part 2
Sekertaris Ma menawarkan diri untuk menangkap dan menyiksanya Seon Mi tapi Ma Wang melarangnya. Ma Wang mengatakan agar berhati-hati karena Seon Mi adalah manusia yang dicintai Son Oh Gong.

“Jika dia sangat mencintainya, apa mungkin pemilik Geumganggo berubah?”
“Kalau saja aku tahu metode aktivasinya, aku akan mencobanya. Tapi dia tidak memberitahuku.”
“Dia sangat dekat dengan Peri Ha. Aku akan mencoba mencari tahu.”


Seon Mi datang ke kantornya dengan perasaan sepi, di dalam hatinya dia masih memikirkan Oh Gong. Tapi dia juga terpengaruh ucapan Ma Wang yang akan mengaktifkan Geumganggo dengan pemilik yang baru.
“Terserah. Brengsek tanpa pendirian.”


Saat masuk ke ruangannya, Seon Mi melihat Oh Gong sedang menunggunya. Seon Mi bertanya apakah Oh Gong datang karena Seon Mi memanggilnya. Oh Gong datang bukan karena dipanggil, karena dia tidak bisa mendengar panggilan Seon Mi.
“Aku datang karena akan pergi jauh, tapi ternyata lupa sesuatu. Ucapan perpisahan. Aku merasa jika pergi begitu saja, aku akan menyesal dan mungkin akan menggangguku. Karena kita menghabiskan waktu bersama, setidaknya aku berharap kau baik-baik saja.”
“Kau akan pergi jauh?”
“Ya. Mengapa? Kau tidak mau membiarkanku pergi dan terus bergantung padaku? Apa kau ingin selalu menempel padaku?”


Seon Mi mengatakan kalau dia tidak akan bergantung pada Oh Gong dan akan membiarkannya pergi. Jawaban Seon Mi membuat Oh Gong kesal, jadi dia mengucapkan kata-kata untuk membalasnya.
“Seperti yang ku duga. Jin Seon Mi kecil.... menyuruhku untuk tidak pergi dan tetap di dekatnya... tapi ku lihat Jin Seon Mi tua tidak melakukan itu. Kau tumbuh dengan baik.”
“Jika kau ingin mengucapkan perpisahan seperti itu, katakan pada penjual buku. Bahwa Jin Seon Mi tidak ada di sini lagi.”
“Begitu. Aku lupa. Orang di depanku adalah Jin Seon Mi biasa kan?”
“Son Oh Gong, di posisi ku... akan ada pemilik baru Geumganggo? Kau akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan padaku? Apa begitu?”
“Kau bertanya apa aku mencintainya? Kenapa, kau tidak suka? Apa kau mencoba terus menempel padaku?”


Seon Mi menjadi kesal karena cemburu. Lalu dia mengusir Oh Gong.
“Lupakan. Sekarang waktu yang sibuk bagi pekerja kantor biasa seperti kami, jadi aku capek. Aku ingin istirahat, jadi pergilah.”
“Pasti kau lelah. Mengapa berkeliling dengan sesuatu yang menempel di sisimu?” Oh Gong melihat ada roh yang mengikuti Seon Mi. Tapi karena sekarang dia adalah manusia biasa Seon Mi tidak menyadarinya dan hanya memandang wajah Oh Gong.
“Apa? Jadi karena sudah manusia biasa, kau tidak melihat roh jahat lagi? Pantas saja. Jika ada sesuatu yang menempel padamu, kau akan terus capek. Mengapa? Kau melihatku? Untuk meminta bantuan? Apa kau sedang menempel padaku sekarang?”
“Lupakan. Tutup mata dan biarkan hal-hal yang tak dapat di lihat orang biasa. Aku juga ingin mengabaikannya. Pergilah.”
“Baik. Hiduplah dengan baik.”


Saat akan keluar Oh Gong melihat bonek Son Yuk Gong lalu membawanya pergi.


Di luar ruangan Seon Mi, Oh Gong berhenti dan mengatakan pada dirinya sendiri kalau sekarang adalah waktunya untuk mundur.


Kemudian Han Joo datang bersama Jonathan, Han Joo pikir Oh Gong datang untuk mengucapkan salam perpisahan. Jonathan lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
“Kau tahu, kita belum berkenalan dengan baik. Jonathan Lee.”
Oh Gong tidak membalasnya, dia hanya menggoyangkan boneka Son Yuk Gong ditangannya, untuk menunjukkan kalau tangannya sedang tidak bisa bersalaman karena sedang memegang boneka.


Han Joo yang berpura-pura simpati lalu meminta Oh Gong untuk minggir karena mereka akan segera makan pizza.
“Kita belum dekat... tapi tetap saja aku sedih. Hati-hati. Bisa minggir?” lalu Han Joo melewati Oh Gong begitu saja.


Oh Gong mulai merasa cemburu dengan Jonathan. Dia meletakkan Son Yuk Gong di jendela untuk mematai-matai Seon Mi.


Seon Mi duduk bersama Jonathan dan Han Joo, dia tampak murung dan tidak ikut makan. Karena ada roh di ruangan itu, Han Joo merasa kedinginan dia pikir pemanasnya rusak.


Jonathan berniat mengajak Seon Mi ke pertunjukan musikal, tapi sebelum Seon Mi menjawab, gelas yang ada di meja tumpah dengan senidirinya.


Seon Mi hanya diam dan melihat ke sekelilingnya. Lalu Han Joo memintanya untuk pergi saja bersama Jonathan kemudia menuman Han Joo juga tumpah.


Oh Gong menepuk pundak roh itu dan berbicara padanya. 
“Kerja bagus. Sekarang, pergilah.”


Seon Mi tiba-tiba keluar dari ruangannya untuk mencari Oh Gong. Oh Gong pun muncul di belakang Seon Mi.
“Mencariku? Ada yang ingin kau katakan? Katakan.”
“Ucapan perpisahan. Aku merasa tidak mengucapkannya dengan benar. Terima kasih atas semuanya selama ini. Pergilah ke tempat yang hangat dan hidup dengan baik. Selamat tinggal.”


Oh Gong menjadi marah mendengar ucapan Seon Mi, mungkin dia berharap Seon Mi memintanya untuk tidak pergi.
“Hei, Jin Seon Mi. Setelah semua hal yang aku lakukan, kau hanya bilang "terima kasih"?! Setelah rasa sakit yang kau masukkan ke hatiku, kau bilang "hidup dengan baik"?! Dan sekarang kau bilang "selamat tinggal" tanpa berpaling sekali pun!”
“Kau telah menderita karena Geumganggo.”
“Meski aku berhenti memupuk cinta padamu, kau sungguh akan begini?!”
“Itu palsu, kan? Kau juga harus bahagia karena kontrak denganku sudah tidak ada.”
“Lihat siapa yang bicara. Kau pasti bahagia seperti burung karena bisa hidup normal, bukan Sam Jang.”
“Benar. Karena menjadi istimewa, aku harus menjalani kehidupan yang berat. Ini membuatku tenang, dan aku bahagia.”
“Selamat sudah menjadi orang biasa yang tak perlu memanggil orang hebat sepertiku. Hidup lah dengan bahagia sembari makan Teokbokki bersama orang yang membosankan sepertimu.”


Oh Gong pun pergi, Seon Mi ingin mencegahnya tapi dia tidak bisa berkata apa apa, dia hanya bisa menangis.


Pal Gye datang ke toko umum, cucu pemilik toko itu hanya memberikan obat untuk pengawet yang akan memperlambat proses pembusukan mayat. Pal Gye meminta obat untuk menyelamatkan mayat yang telah membusuk. Tapi obat seperti itu tidak ada.
“Begitu zombie membusuk, tidak banyak cara. Kecuali kau memberinya makan manusia hidup.”


Saat dia mendongak, Pal Gye sudah hilang dari hadapannya.
“Babi itu sangat cepat.”


Pal Gye memberikan obat itu untuk Bu Ja. Bu Ja sudah sangat lemah, berbau, dan ada beberapa luka di wajahnya.
“Mereka bilang jika terus membusuk, aku akan menjadi roh jahat. Bakar... saja aku.”
“Aku menemukan cara, kau akan baik-baik saja.”
“Aku sangat berbau.”
“Tidak apa. Ah, ini rahasia... Hidungku di pukul oleh monyet, aku tidak bisa mencium baunya dengan baik.”
Pal Gye berusaha menghibur Bu Ja, padahal dia juga mencium bau busuk dari tubuh Bu Ja.


Pal Gye mengendarai mobilnya, dia terngiang ucapan cucu pemilik toko. 
“Begitu mayat membusuk, bahkan dengan konsumsi pengawet, dia tidak akan bertahan beberapa hari. Jika dia makan manusia hidup, itu mungkin akan berhasil.”
Pal Gye menyalahkan Seon Mi atas kejadian yang dialami Bu Ja.
“Ini semua salah Sam Jang. Aku harus membuat Sam Jang bertanggung jawab.”


Jonathan mengajak Seon Mi ke sebuah cafe sebelum menyaksikan pertunjukan musikal. Karena cuaca yang sedang bagus, Jonathan menawarkan untuk jalan-jalan saja daripada menonton pertunjukan musikal.


Seon Mi belum menjawab, dia menoleh ke luar jendela dan melihat anak kecil yang ditolongnya sedang menandangnya dari luar.


Jonathan bertanya apakah Seon Mi mengenal anak itu, tapi Seon Mi diam saja.
“Jika ada sesuatu yang ingin di lakukan, kau bisa pergi.”
“Tidak, tidak ada yang harus aku lakukan sekarang.”
Jonathan memperhatikan Seon Mi yang tidak lagi membaya payung kuningnya, Seon Mi mengatakan dia tidak membutuhkannya lagi.
“Saat masih kecil, kau selalu membawa payung. Bahkan saat tidak hujan.”


Jonathan sedang mengenang saat Seon Mi sedang melindungi dirinya dari roh jahat dengan bersembunyi di balik payung .


“Payungku, bukan untuk hujan.”
“Aku juga terlindungi karena payung itu. Aku tidak bisa melihatnya dengan mata sendiri. Tapi kau terus diam karena itu menakutkan. Aku tahu kau membantuku. Kau pahlawanku. Kau sangat hebat.”
“Apa begitu?”


Seon Mi dan Jonathan lalu bersamaan melihat ke arah luar jendela.
“Untuk beberapa alasan, aku merasa anak itu juga hujan yang tidak bisa di lihat... olehku.” Ucap Jonathan sambil tersenyum dengan tulus.


Seon Mi mengajak anak itu duduk bersamanya, dia tahu kalau Seon Mi bisa melihat adiknya yang sudah meninggal. Tapi Seon Mi mengatakan kalau sekarang dia tidak bisa lagi melakukannya.
“Noona, kau bisa melihat adikku kan? Aku harus memberitahu sesuatu padanya. Noona, tolong bantu aku.”


Karena roh gadis kecil itu belum mengatakan apapun, maka Jenderal Es juga belum bisa tidur juga. Dia berjaga-jaga jika anak itu merasa tidak nyaman, jadi dia terus mengawasinya.
“Aku harus mengurus toko es krim. Dewa Agung, mainlah dengan dia sebentar, dan coba buat dia bicara.”


Oh Gong menjawab permintaan Jenderal Es dengan menyanyikan sebuah lagu yang membuat gadis kecil itu tersenyum.
“Aku tidak mau, mengapa harus aku, berapa banyak yang akan kau beri? Walau kau memberiku 500 won, aku tidak akan bermain denganmu.”
“Ah, lihat dirimu. Anda sudah mendapat tanggapannya. Anda memang berada di level yang sama dengan anak itu. Aku harus menjaga toko es krim, jadi awasi anak itu.” jenderal Es langsung pergi, tidak menanggapi perkataan Oh Gong kalau dia harus segera berkemas.


Oh Gong lalu melihat roh itu lagi. “Hei, apa menurutmu karena kau hantu, aku akan simpati? Aku hanya akan mengawasimu. Jangan minta apapun.” Roh itupun mengangguk dan tersenyum.


Ma Wang memberikan kontrak untuk ditandatangani oleh wanita pemilik toko buku, karena sekarang dia sudah memberi tahu cara mengaktifkan Geumganggo. Dan meminta wanita itu untuk mencobanya.


Sebelum wanita itu menandatangani kontrak, dia memintanya untuk membersihkan perbuatan jahatnya dengan cara melepaskan semua anak dari buku. Dan bersumpah tidak akan melakukannya lagi.
“Son Oh Gong, yang membuat dosa lebih banyak darimu... telah bertobat sementara waktu denganku dan rajin mencari poin lalu memulai hidupnya kembali. Kau juga bisa melakukannya, percayalah padaku.”
“Aku tidak ada keinginan untuk melepaskan anak-anak.”
“Apa??”
“Anak-anak itu sangat menderita. Memasukkan anak-anak ke dalam dongeng bahagia, apa salahnya?”
“Jika kau memasukkan jiwa ke dalam buku, mereka tidak bisa dilahirkan kembali.”
“Mengapa kau ingin mereka hidup di neraka ini lagi? Anak-anak di sini bahagia.”


Ma Wang sedang berbicara dengan Sekertaris Ma, dia menyebut wanita pemilik toko buku itu adalah roh jahat yang gila karena tidak akan melepaskan roh anak-anak dan juga dia tidak akan bertobat. Menurut Sekertaris Ma wanita itu mengurus anak-anak dengan caranya sendiri. Dan hal itu menggelikan untuk Ma Wang.
“Jangan membuatku tertawa. Logika iblis gila itu masuk akal hanya karena dunia ini sangat mengerikan.”
“Ah, solusi terbaik adalah... kembalikan Sam Jang yang asli entah bagaimana caranya.”
“Bagaimana kita bisa melakukan itu?”
“Tepat sekali. Jika kekuatan Jin Seon Mi sebagai Sam Jang dipulihkan maka Bu Ja bisa hidup kembali.”


Ma Wang terkejut setelah menyadari sesuatu terjadi pada Bu Ja.
“Bu Ja? Apa yang terjadi padanya?”
“Ah, aku tidak melaporkannya pada Anda. Sejak Sam Jang kehilangan kemampuan, mayat itu menimbulkan masalah. Jangan khawatir. Aku menyuruh Jeo Pal Gye menjaganya.”
“Pal Gye? Lalu dia berada dalam bahaya...” Ma Wang lebih terkejut lagi saat mengetahui kalau Pal Gye yang menangani Bu Ja.


Seon Mi datang ke kantornya dan melihat PK sedang menandatangani beberapa foto untuk Han Joo.


Seon Mi lalu bertanya pada PK apa yang membuatnya datang ke kantor.
“Aku di sini untuk menjemputmu. Bu Ja bilang dia merindukanmu.”
“Ah, kau datang bersama Bu Ja? Dimana dia?”


PK membawa Seon Mi ke sebuah tempat parkir. Soen Mi bertanya di mana Bu Ja. PK mengatakan Bu Ja ada di dalam mobil van di belakang Seon Mi.
“Aku akan membeli beberapa minuman dari mesin otomatis jadi masuk dulu.”
Seon Mi pun mengikuti ucapan PK, dia berjalan menuju mobil van hitam.


Di dalam mobil van hitam itu Bu Ja sudah berubah menjadi zombie yang mengerikan.


PK mendapat firasat kalau Ma Wang sudah berada di dekat mereka. Dia lalu mendorong Seon Mi untuk segera masuk ke dalam mobil van.


Saat PK mendengar suara decit ban mobil mendekat, dia mematikan semua lampu.


Ma Wang turun dari mobil dan menghidupkan lagi lampunya dengan satu hentakan tongkatnya.


“Apa yang kau lakukan?”
“Jangan ikut campur. Dia bukan lagi Sam Jang! Tidak ada alasan bagimu untuk melindunginya lagi! Minggir! Bu Ja harus memakan manusia agar hidup!”
“Babi bodoh. Itu hanya akan mengubahnya menjadi roh jahat! Minggir! Pengacau sialan!”
Ma Wang sangat marah dan sudah siap menyerang Pal Gye dengan tongkatnya. Tapi dia berhenti karena mendengar suara jeritan dari dalam mobil van hitam yang bergoyang-goyang itu.
Advertisement


EmoticonEmoticon