1/08/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 PART 1

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 Part 4
Son Oh Gong datang di hadapan Seon Mi untuk mengusir para roh jahat yang datang karena mencium aroma darah Sam Jang. Seon Mi takjub melihat kedatangan Son Oh Gong, rupanya dia benar-benar datang jika dipanggil.


Son Oh Gong melihat tetesandarah di tanah yang mengundang para roh jahat. Dia membuat darah itu melayang dan membuatnya menjadi sekelompok kupu-kupu berwarna merah lalu menerbangkannya dan para roh jahat mengikuti kupu-kupu itu.


Oh Gong memperingatkan Seon Mi kalau darahnya bisa mengundang bahaya, tapi Seon Mi mengatakan dia harus berada dalam bahaya agar Oh Gong menyelamatkannya.
“Jika kau memanggilku, panggil dengan lengkap, Dewa Agung, Son Oh Gong. Ini membuatku gila. Aku sungguh tidak tahan.”
“Kau masih melihatku sebagai makanan yang bisa di makan?”


Ma Wang sangat marah mengetahui Oh Gong telah kembali. Sampai sekertaris Ma memperingatkannya kalau di gedung ini masih ada orang jadi jangan membahayakan mereka. Soo Bo Ri datang untuk memberitahu kalau Sam Jang telah memasang Geumganggo di tangan Son Oh Gong. Mendengar kabar itu, Ma Wang bisa mengendalikan dirinya lagi.


Oh Gong mengatakansetelah Geumganggo dipasang akan menjadi bencana. Yaitu dia jatuh cinta pada Seon Mi.
“Karena ini, aku sangat jatuh cinta padamu. Bagaimana menurutmu? Sesuatu yang mengerikan telah terjadi, bukan?”
Seon Mi hanya bisa melongo mendengarnya.


Soo Bo Ri memberitahu Ma Wang tentang Geumganggo yang dulu diikat di kepala untuk memberikan rasa sakit luar biasa agar bisa dikendalikan. Tapi Ma Wang mengatakan Geumganggo yang dibelinya ini adalah model terbaru. So Bo Ri mengatakan Geumganggo yang ini berbeda, ini untuk diikat di hati jadi pengaruhnya adalah cinta.
“Cinta. Kurungan yang indah, perintah yang membahagiakan. Ini pemaksaan cinta yang tidak bisa kau lepaskan darinya.”
“Lalu Geumganggo yang di pakai Song Oh Gong sebagai pelindung Sam Jang... adalah budak cinta.”


Oh Gong mengatakan pada Seon Mi, dirinya harusnya membalas dendam pada Pal Gye tapi sangat merindukan Seon Mi.
“Aku tidak peduli yang terjadi padamu. Ini bukan salahku.”
“Bagaimana bisa ini bukan salahmu? Kau yang memberi ini! Kau memberikan ini kepadaku dan menjalankannya dengan menciumku, bukan?”
“Aku tidak tahu itu akan terjadi.”


Oh Gong memajukan wajahnya dan meminta Seon Mi untuk menciumnya sekali lagi, agar Oh Gong tahu Seon Mi menciumnya dengan senagaja atau tidak.


Seon Mi mendorong Oh Gong hingga dia duduk lagi.
“Aku menolak. Jangan mencoba menipuku.”
“Baik. Aku menipumu. Tidak bisa kau melakukannya? Aku akan bersikap baik.”
“Kau orang mesum?”
“Aku sudah jujur, karena kau bilang jangan menipumu. Kenapa memukulku? Jika kau ingin menyerangku, lakukan!”
“Dasar... ini sangat memalukan.” Lalu Seon Mi pergi.


Oh Gong menyusul Seon Mi, dan masih memintanya mencium lagi.
“Hei, kau pasti berpikir aku menipumu, tapi sebenarnya, aku juga ingin menjahit mulutku. Tapi, aku bisa apa? Aku sudah jatuh cinta. Ini mengerikan. Meski pun kau melotot, aku masih menganggap kau cantik. Apa yang akan kau lakukan? Kau bisa menanganinya? Bisa kau menahan cinta ini? Jika tidak, ambil gelang ini.”
“Mengapa aku harus melepaskannya?”
“Jadi kau akan menghadapinya? Kalau begitu, cium aku.” Oh Gong memajukan wajahnya ke arah Seon Mi.


Seon Mi kembali berjalan tapi tiba-tiba Oh Gong merasakan sakit di dadanya.
“Kenapa? Kau terluka?”
“Aku terluka oleh seseorang yang ku cinta, jadi tentu saja ini menyakitkan. Aku juga sebenarnya terluka parah. Kau khawatir?”
“Apa maksudmu khawatir?”
“Kau khawatir. Katakan kau khawatir. Kurasa itu akan membuat sakit ini berhenti.”


Oh Gong merasa kedinginan lalu dia mengambil syal Seon Mi.
“Aku lahir dari batu vulkanik. Bayangkan dinginnya padahal aku dulu tinggal di gunung berapi?”


“Bagaimana kau bisa mengambil milik manusia yang tak pernah di rawat ketika sakit? Oh, dingin. Dingin sekali.”
Mendengar Seon Mi kedinginan lalu dia melaspkan syal yang dipakaianya lalu mengembalikan pada Seon Mi.
“Sepertinya... Aku menjadi sangat aneh. Mengembalikan ini meskipun aku kedinginan. Apa ini masuk akal bagimu? Hah? Apa menurutmu ini masuk akal? Hatiku sangat sakit ketika di kurung. Dan aku segera sadar begitu melihatmu setelah kembali. Aku kesakitan karena sangat ingin melihatmu. Kau pasti tidak tahu tanpa melihat hatiku, bukan? Jika ini bukan cinta, lalu apa? Ini beban bagi kita berdua. Jadi, lepaskan ini.”
“Jika aku melepasnya, kau tidak akan datang bahkan saat ku panggil. Aku tidak mau.”
“Mau bagaimana lagi? Aku akan berlari seperti anjing setiap kali kau panggil. Pulanglah. Ini situasi yang menyebalkan. Aku monyet, bukan anjing. Apa yang telah terjadi? Rasa malu ini membuatku semakin kedinginan.”


Dua orang pria sedang menggali lubang untuk menguburkan jasad seorang gadis.


Seekor kupu-kupu merah yang terbentuk karena darah Sam Jang terbang menghampiri jasad itu lalu masuk ke dalam tubuhnya.


Jasad gadis itu lalu membuka matanya lalu bangun dan kemudian pergi.


Kedua pria yang sedang menggali langsung berinisiatif untuk pergi saat mengetahui jasad gadis itu menghilang. Saat mereka mengendarai mobil, gadis itu muncul di belakang mereka. Dua pria itu sangat ketakutan, mereka berusaha kabur tapi mobilnya terguling.


PK sedang berjalan bersama seorang gadis. Saat mereka akan memasuki mobil, gads itu melihat sebuah mobil yang terpakir dengan melintang.


Gadis itu kemudian memfoto mobil itu.
“Hal semacam ini harus di posting ke online dan permalukan mereka. Aku harus mendapatkan nomor plat nya.”


PK sangat terkejut setelah menyadari itu adalah mobil Oh Gong.
“Berapa nomor plat nya? 5050. 50? Itu mobil Oh Gong.”


Oh Gong ternyata menunggu di dalam mobil. Dia langung menyalakan mobilnya dan mengejar PK yang menjelma menjadi seekor babi.


Oh Gong berhasil menangkap PK yang kemudian memohon ampunannya.
“Pal Gye ini sudah mengkhianatimu, Son Oh Gong Hyungnim. Maaf.”
“Pal Gye, aku tidak mempercayaimu, jadi aku tidak merasa di khianati. Aku merasa di rugikan. Orang yang membakar foto iblis itu... Astaga, itu Ma Wang! Bukan begitu, Sa Oh Jeong? Orang yang memberikan Geumganggo kepada Sam Jang juga Ma Wang.”
“Tentu saja. Karena ini bukan sesuatu yang bisa di lakukan manusia. Anda akan melawan Ma Wang?”
“Aku berutang budi padanya, bahkan sampai sekarang.”
“Syukurlah kalau kalian tidak bertarung.”
“Tetap saja, aku tidak bisa membiarkan dia tidur dengan nyenyak malam ini. Aku harus mengirim beberapa kotoran menjijikkan.”


Ma Wang sedang sibuk menerima banyak telepon yang menanyakan kebenaran apakah dia sudah berhasil menangkap Sam Jang. Mereka menginginkan Sam Jang walaupun hanya segigit saja.


Siluman merak bernama Gong Jak datang menemui Ma Wang, dia juga sedang berusaha membujuk Ma Wang untuk bisa menikmati Sam Jang walau hanya segigit saja. Sebenarnya Gong Jak sedang melakukan shooting di Dubai, tapi sengaja datang karena kabar mengenai Sam Jang sudah menyebar.


Ma Wang memintanya agar kembali saja ke Dubai.
“Gong Jak, aku tidak berniat membagikan Sam Jang ke atas piring. Silahkan kembali.”
“Jadi maksudmu, kau ingin memakannya sendiri? Baik. Makanlah semuanya. Beri aku segigit saja.”
“Sudah kubilang tidak. Pergilah. Syuting di Dubai sana.”
“Ma Wang, kita sangat dekat. Buluku menjadi kusam karena kekuatanku melemah.”
“Ah, dasar. Baiklah. Ini adalah favorit ku. Makan ini dan pergi.”
Ma Wang memberikan sesuatu dari sakunya ke telapak tangan Gong Jak lalu segera pergi. Gong Jak membuka genggaman tangannya dan hanya menemukan sebutir anggur hijau.


Gong Jak mengejar Ma Wang sampai mereka berlarian, tapi Ma Wang berhasil lolos.


Ma Wang pulang ke rumahnya dan seperti biasa, dia menemukan mantel bulu Oh Gong yang digantung di tanduk patung kerbau miliknya.
“Ma Wang, kau sudah pulang.”
“Aku sudah selesai mandi, jadi kau bisa gunakan kamar mandi sekarang. Aku sangat suka rumah kita. Kamar mandinya sangat besar, dan juga tempat parkirnya. Luar biasa.”
“Ini bukan rumah kita. Ini rumahku.”
“Mengapa kau begitu tegang? Kau pasti sangat lelah. Banyak orang yang mendatangimu, kan?”
“Itu karenamu. Apa alasanmu menyebarkan berita seperti itu?”
“Aku menemukan Sam Jang, tapi pengganggu aneh terus mendekatinya. Jadi demi melindungi mangsaku, aku mengalihkan semua perhatian mereka.”
“Jadi kau mengirimkan lalat yang mengerumuni makananmu padaku?”
“Seperti yang kuduga, semua orang berkerumun padamu, kan? Pasti menjengkelkan.”
“Tapi apa dia sungguh masih menjadi mangsamu? Dari yang ku dengar, kau mengenakan kerah anjing dan menjadi anjing yang melayani tuannya.”


“Itu karenamu. Aku penasaran alasanmu sebenarnya membelikan dia gelang ini.” Oh Gong mengangkat tangannya dan menunjukkan gelang yang dipakainya.
“Karena kau menemukan Sam Jang. Aku membeli ini untuknya sehingga kau tidak bisa memakannya. Oh wow, lihatlah. Ini sangat mempesona. Bagaimana rasanya memakai Geumganggo?” Ma Wang memegang tangan Oh Gong dan menatapnya dengan tajam.
“Ini mengerikan. Aku mencoba membujuknya untuk melepaskan ini tapi dia keras kepala . Jika nanti dia masih tidak mau, aku harus meminta bantuanmu.”


“Apa?”
“Tolong bunuh dan singkirkan dia. Aku meminta bantuanmu pada saat yang penting ini.”
“Dan tolong cuci mantel ini. Itu barang yang sangat kusuka. Ah, ini juga.”
Oh Gong lalu melemparkan handuk bekas pakainya ke tangan Ma Wang lalu meninggalkan Ma Wang begitu saja.
Advertisement


EmoticonEmoticon