1/17/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 PART 3

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 Part 2
Sekertaris Ma melaporkan hantu kecil yang masuk ke dalam film kepada Ma Wang. Ma Wang menghawatirkan hantu itu akan keluar di depan banyak orang saat film ditayangkan. Dia berencana masuk ke film itu, dan meminta sekertaris Ma menjelaskan bagaimana wujud hantu itu.


Sekertaris Ma memberikan gambar yang sudah dibuatnya. Ma Wang 
“Apa? Ini tampak seperti gambar cakar anjing. Oh, benar. Ini benar cakar anjing. Aku butuh Sam Jang untuk memancing dan menangkapnya. Panggil Sam Jang.”


Oh Gong dan Seon Mi berada di bioskop untuk menonton film favorit Seon Mi. Karena masih ada waktu sebelum film dimulai, Oh Gong mengajaknya menonton film lain yang ada dibrosur yang dipegangnya.
“Ini sepertinya bagus. Pasti film ini memiliki alur yang hangat. Lihat saja bajunya sedikit. Aku suka film dengan cerita yang hangat.”
“Menurutmu mereka memakai sedikit baju karena alur ceritanya hangat?”
“Mungkin memakai sedikit baju karena alur cerita yang hangat. Aku lahir dari gunung berapi, jadi aku suka suasana hangat seperti ini.”
“Aku jadi makin hangat karenamu.” Seon Mi lalu melihat ponselnya, ada panggilan masuk dari Ma Wang

Oh Gong mengatakan bakar saja film itu, tapi Ma Wang mengatakan fil itu akan diputar besok. Jika dia membakarnya Ma Wang tidak akan menerima Medali Presiden.
“Tapi, jika aku menerima penghargaan setelah membakar film yang ku sumbangkan, bukankah itu sikap yang tidak baik?”
“Mereka akan membicarakannya karena menerima penghargaan lalu membakarnya. Atau mungkin menyebarkan gosip bahwa ini sudah terencana.” Sekertaris Ma sependapat dengan Ma Wang.


Seon Mi setuju untuk masuk ke film itu tapi dengan Ma Wang, tidak dengan Oh Gong. 
“Terakhir kali saat kami masuk ke foto, kau mengunci Oh Gong ku di sana. Kau mungkin melakukannya lagi, jadi Ma Wang harus ikut denganku.
“Benar. Oh Gong ku tidak akan masuk. Kau yang masuk. Keluar lah dalam waktu satu jam. Lalu kau bisa menonton filmnya. Aku akan tunggu.”
Ma Wang terheran-heran melihat kedekatan Oh Gong dan Seon Mi.


Ma Wang dan Seon Mi masuk ke dalam film tua itu. Ma Wang menunjukkan gambar yang dibuat oleh sekertaris Ma. Menurut Seon Mi, pada masa itu bunga kimono berwarna merah yang dipakai anak itu sepertinya cukup mahal. Mereka lalu menuju toko kimono.


Ma Wang dan Seon Mi sedang menunggu trem. Di sebarang jalan Ma Wang melihat Cha Eun. Saat trem datang, Ma Wang meminta Seon Mi pergi lebih dulu dan dia akan menyusul dan jika berada dalam bahaya panggil saja Son Oh Gong.


Tapi Cha Eun sudah tidak ada di tempatnya berdiri, Ma Wang hanya menemukan korek api yang terjatuh.
“Itu pasti dia. Sekarang tahun Moo In Nyeon, bulan pertama, hari ke enam. Moo In Nyeon... itu berarti tahun 1938. Dia meninggal di tahun 1939. Jadi satu tahun sebelum kematiannya.”


Pal Gye mengajak Bu Ja ke studio.
“Ma Wang bilang, sepertinya kau belajar menari ketika masih hidup. Ini studio latihan kami. Apa ini membuatmu ingat sesuatu?”
“Hanya ada perasaan rindu yang sangat kuat.”
“Coba ingat lebih baik. Aku akan memberimu batu energi lagi. Tunggu di sini.”


Saat Pal Gye pergi, Bu Ja memandang ke kaca dan melihat dirinya sedang menari sewaktu masih hidup.


Seorang gadis masuk ke studio
“Kau siapa? Apa kau anak baru? Kau tidak tahu aturan? Anak baru tidak di izinkan masuk ke sini. Aku sangat lelah, jadi tolong keluar. Dan sekalian buang ini. Astaga. Bau apa ini?”
“Maaf.”
“Kau pikir bisa sembarangan menyemprot parfum? Itu akan meninggalkan bau! Keluar! Kau membuatku kesal sampai ingin mati.”
“Jika terus berbicara kematian seperti itu, kau mungkin sungguh akan mati. Kau sepertinya ingin mati.”
“Keluar. Anak baru harus angkat kaki dari ruang latihan artis.”


Gadis itu lalu mendorong Bu Ja hingga terjatuh. Dia pun panik karena Bu Ja tidak menjawabnya.


Pal Gye masuk dan gadis itu mengatakan padanya.
“PK. Aku membunuh orang. Apa yang harus ku lakukan?”


Pal Gye belum sempat menjawab tapi gadis itu sudah melihat Bu Ja yang sudah berdiri di depannya. Pal Gye lalu memukul gadis itu hingga pingsan.
“Bu Ja, kau seharusnya tidak main-main dengan orang lain.”
“Dia sangat berperilaku buruk. Dia bahkan membuat orang mati jadi marah.”
100
Mereka membawa gadis yang bernama Alice itu ke tempat Peri Ha. Pal Gye merencanakan berpura-pura minum bersama Alice sehingga dia mabuk dan menjadi bingung. Pal Gye kemudian akan mencari tahu apa kah ada seorang penari yang hilang, karena mungkin saja Bu Ja saat hidup adalah seorang penari. Lalu Bu Ja bertanya kepada Pal Gye kenapa Bu Ja mati.
“Kau tidak mati begitu saja tapi di bunuh. Kematianmu mungkin sangat mengenaskan. Kami tidak tahu apa yang akan terungkap saat ingatanmu kembali. Apa kau siap?”
“Aku... ingin cari angin sebentar.” Bu Ja sepertinya merasa terpukul dan dia pergi keluar.


Di luar, Bu Ja melihat pria yang akan menguburnya waktu itu. Pria itu masuk ke sebuah mobil.


Oh Gong bertanya pada sekertaris Ma tentang hantu kecil itu, karena melihat foto seorang wanita tua di samping meja kuno.
“Kau bilang gadis itu berusia sekitar delapan tahun, bukan?”
“Iya. Dia gadis kecil Jepang.”
“Jika dia roh jahat, berarti dia meninggal sekitar usia delapan tahun. Lalu siapa wanita tua ini?”
“Ini orang yang sama. Jika gadis kecil itu tinggal di sini sampai tua... Lalu siapa yang masuk ke film?”


Di dalam film, Seon Mi masuk ke sebuah rumah. Seorang wanita datang dan mempersilahkannya masuk karena mengira Seon Mi adalah tamu yang ingin memberi ucapan selamat kepada pemilik rumah.
“Anda putri Tuan Nakamura, bukan?”
“Ah, iya.”
“Tuan Nakamura menerima medali kehormatan dari Kaisar seperti Tuan kami, bukan?”
“Ah, iya.”
“Sangat mengesankan bagi orang Joseon menerima penghargaan dari Kaisar.”
“Permisi, ada gadis yang berumur delapan tahun di rumah ini, bukan? Dia memakai kimono merah.”
“Maksudmu Nona Akiko? Dia sangat suka sembunyi akhir-akhir ini.”
Saat wanita itu mempersilahkan Seon Mi untuk masuk ke sebuah ruangan, Seon Mi mengatakan dia ingin pergi ke kamar kecil.


Cha Eun berlari dengan membawa pisau, dia akan menusuk seorang pria yang membunuh suami dan anaknya. Tapi pria itu mengetahuinya dan memukul serta menendang Cha Eun hingga terjatuh.


Ma Wang datang dan mengahajr mereka semua.
Advertisement


EmoticonEmoticon