1/18/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 6 PART 1

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 Part 4
Oh Gong sangat senang melihat reaksi Ma Wa yang tersiksa setelah meminum darah Sam Jang.


Tapi keadaan itu tidak lama, setalh Ma Wang melepas cincin kristalnya dia bisa mengendalikan dirinya lagi.
“Aku seseorang yang belajar bertapa selama 1000 tahun dan suatu hari akan menjadi Dewa. Volume darah sesedikit ini tidak cukup untuk menjatuhkanku.”
Oh Gong pun kecewa, rencana yang sudah dipersiapkannya gagal. Tapi Oh Gong tidak kehabisan akal, dia mengeluarkan sebuah jam pasir dan akan melihat berapa lama Ma Wang akan bertahan berada di dekat Sam Jang. Lalu dia menghilang.


Seon Mi sudah masuk ke ruangan tempat Ma Wang berada. Dia mengatakan datang karena diundang untuk menghadiri perayaan untuk Ma Wang yang telah menerima penghargaan.
Ma Wang memilih untuk berdiri membelakangi Seon Mi. Tapi Seon Mi terus berbicara kepadanya, dia bertanya aroma apa yang ada pada lilin-lilin itu. Dengan susah payah Ma Wang menjawabnya, itu adlaah aroma bunga lotus.
“Jadi begini aroma Bunga Lotus. Aku diberitahukan kalau karena aku Sam Jang, darahku beraroma seperti Bunga Lotus. Beginikah aromanya?”


Melihat Ma Wang bertingkah aneh, Seon Mi berusaha mendekatinya dan bertanya apa ada yang bisa dia lakukan. Ma Wang memnintanya agar tidak mendekat, tapi Seon Mi yang berada di dekatnya membuat dia semakin sulit mengendalikan diri. Ma Wang mengeluarkan taring dan cakar.


Karena sudah tidak tahan Ma Wang pun berteriak tepat di saat jam pasir itu selesai. Dia meneriakkan nama Oh Gong hingga membuat semua lampu pecah.


Tiba-tiba Seon Mi dan Oh Gong sudah berada di tempat lain. Seon Mi bertanya kenapa Oh Gong menarikknya, dia mengatakan Ma Wang sedikit sakit.
“Rasa sakitnya adalah kesenanganku. Saat Ma Wang kesakitan, aku duduk dan tertawa.”
“Kau sedang melakukan kejahilan sekarang? Di cuaca dingin begini?”
“Kau kedinginan?”
“Tentu saja dingin. Ya, udaranya dingin. Padahal kita masih berada dalam ruangan. Jika kau memakai mantel itu dan masih kedinginan, bagaimana lagi denganku?”
“Aku tidak ingin tahu. Jika aku mengetahui kau luar biasa kedinginan, akan membuatku melepas mantel ini dan memberikannya padamu karena aku mencintaimu. Aku tidak ingin melepasnya.”


Seon Mi mengeluarkan jurusnya. Dia cemberut lalu menatap Oh Gong meminta belas kasihannya.
“Jangan menatapku begitu.”
“Son Oh Gong, aku kedinginan. Ah, dingin sekali.


Oh Gong berusaha tidak menghiraukan Seon Mi, tapi Geumganggo membuat jantungnya sakit. Lalu dia memutuskan untuk mengajak Seon Mi pergi ke Sureumdong.
“Sureumdong? Apakah itu semacam sauna?”


Oh Gong tidak menjawab, dia mengajak Seon Mi masuk ke dalam lift dan mencari jalan yang dibuat oleh Oh Jeong untuk berteleportasi. Dia melihat tulisan di dinding lift “Sureumdong”, dia menjentikkan jarinya lalu menghilang bersama Seon Mi.


Mereka berdua berada di sebuah tempat yang dipenuhi pepohonan.


Lalu Oh Gong megajak Seon Mi masuk ke sebuah rumah.
“Wow, ini namanya Sureumdong? Bukan sauna, tapi bar.”
“Bukan bar, ini rumahku. Duduklah.”


Oh Gong akan mengambilkan minuman untuk Seon Mi. Seon Mi memilih minumannya sendiri, dia menunjuk minuman favorit Oh Gong yang akan pertama kali diminumnya saat larangan minum sudah dicabut. Dengan berat hati dia menuangkan untuk Seon Mi.
“Bukankah kau bilang tidak bisa minum? Mengoleksi semua ini di sini akan mubazir, jadi aku akan meminum semuanya untukmu.”
“Aku akan meminumnya! Segera saat larangan minumku dicabut, aku minum semuanya.”
“Ah, larangan minum itu. Katamu kau dihukum kan? Dewa Agung, kejahatan apa yang sudah kau lakukan sehingga dijatuhi hukuman?”
“Itu urusan Kahyangan. Manusia biasa tidak perlu tahu.”
“Tampaknya kejahatan serius. Kau juga berkata begitu sebelumnya kan?Bahwa kau pria yang sangat jahat, sebab itulah kau dikurung. Apa ya nama tempat itu dulu?”
“Gunung Lima Elemen.”
“Benar. Gunung Lima Elemen. Berapa lama kau terkurung di sana?”
“Entahlah. Aku berhenti menghitung setelah 500 tahun.”
“Kau sendirian di sana selama lebih dari 500 tahun?”
“Gara-gara aku masih baik-baik saja setelah disegel dan dipanggang di Tungku Delapan Trigram selama 49 hari, mereka lalu mengurungku di Gunung Lima Elemen.”
“Pasti sangat berat. Sendirian selama itu, pasti sangat kesepian. Hukuman itu sangat kejam. Nanti, saat larangan minum dirimu sudah dicabut, aku akan membelikanmu alkohol yang lebih baik dari ini.”
“Masihkah ada alasan bagiku menemuimu saat larangan minumnya dicabut? Manusia Jin Seon Mi, aku ragu kau punya hak untuk memaksakan simpatimu kepadaku saat ini. Coba pikirkan. Kau yang mengurungku sekarang ini. Sam Jang, sekarang ini, kau adalah Gunung Lima Jari lain buatku.”
“Kau pasti ingin membebaskan dirimu seperti saat di Gunung Lima Elemen dulu.”


“Ya, aku akan senang kalau kau menghilang.”
“Baiklah. Sekarang, aku akan menghilang dari sini.”
“Bagaimana caraku keluar dari sini? Kau bisa keluar dari jalan kau masuk.”
Seon Mi merasa sedih mendengar ucapan Oh Gong, lalu dia memutuskan untuk pergi.


Saat dia akan pergi, Oh Gong memakaikannya mantel. Walaupun Seon Mi menolak, Oh Gong tetap memakaikannya. Oh Gong mengatakan, melihat Seon Mi kedinginan itu lebih menyakitkan dibandingkan dipanggang di Tungku Delapan Trigram selama 49 hari.


Oh Gong juga memberikan botol minuman kesukaannya untuk Seon Mi.
“Kau bawa ini juga. Katamu rasanya lezat.”
“Tidak. Jika kau baik padaku, perasaanku menjadi berat.”
“Jangan merasa berat. Jika aku harus tersiksa, setidaknya kau pun harus merasa tidak nyaman. Perasaanku kepadamu membuatmu tetap aman, tapi aku tidak ingin membuatmu bahagia. Karena kau Gunung Lima Elemen yang lain.”
“Baiklah. Aku akan merasa tidak nyaman dan membawanya bersamaku, lalu meminumnya penuh ketidakbahagiaan.”
“Aku berterima kasih untuk itu.”


Oh Jeong memberitahu Pal Gye kalau Sam Jang menghilang, dia meninggalkan tas dan mantelnya. Oh Jeong pikir Oh Gong sedang minum bersama Ma Wang tapi mereka juga menghilang. Pal Gye mencurigai sesuatu telah terjadi, tapi Oh Jeong tidak menaggapinya, dia masih serius membersihkan gelas.
“Masalah besar muncul.”
“Benar kan? Kau juga berpikir sesuatu telah terjadi kan, Sa Oh Jeong?”
“Ini cangkir yang paling sering digunakan Hyungnim, tapi ada bercak nodanya. Noda ini asalnya dari mana? Kopi? Teh hitam?”
“Mana aku tahu coba? Ya sudah, buang saja.”
“Aku harus mencoba membersihkannya dengan baking soda.”
“Sejujurnya, dia punya cukup uang bahkan untuk membuka pabrik keramik dan kekayaannya pun masih sisa banyak, kenapa ribut soal sepele begitu?”


Pal Gye melihat cincin Ma Wang tergeletak di meja.
“Cincin Ma Wang kosong. Ke mana oh ke mana darah Sam Jang di dalamnya pergi? Tampaknya sesuatu yang menarik sedang terjadi.”


Keesokan harinya tenaga Ma Wang belum pulih setelah kejadian semalam, Sekertaris Ma menawarkan batu energi tapi Ma Wang menolaknya. Ma Wang berbicara dengan suara yang aneh, tidak berwibawa dan seperti anak kecil. Dia kesulitan bicara tapi masih mengatakan dirinya baik-baik saja.
“Aku baik-baik saja. Cepat ambilkan obat yang bisa... Untuk... Obat yang akan menghapuskan potensi darahnya.”
“Baik.”
“Aku baik-baik saja. Aku tidak terpengaruh. Sepenuhnya tidak... terpengaruh.”


Sekertaris Ma datang ke “Toko Umum”. Wanita pemilik toko sedang pergi untuk waktu lama. Cucu pemilik toko itu bersedia memberikan obat yang dicari oleh Sekertaris Ma, tapi dia harus membayarnya secara tunai dan tanpa resep jadi neneknya tidak akan tahu.


Di luar toko, Pal Gye menguping pembicaraan mereka.
“Ma Wang sedang sakit?”


Seorang wanita sedang menangis dan mencari gembok yang sudah dipasangnya. Di belakangnya ada roh jahat membawa gunting dan akan memotong rambutnya. Saat wanita itu melihatnya dia ketakutan, roh itu menggunting rambut panjangnya.


Oh Gong menceritakan kepada Jenderal Es kalau Ma Wang sudah meminum darah Sam Jang dan berusaha merasa sangat kesakitan saat mencoba untuk menahan rasa lapar akan darah Sam Jang.
“Dia menyombongkan pertapaan selama 1000 tahun, tapi bahkan menahan sebentar saja tidak bisa. Aku percaya akan kemampuannya, jadi menyiapkan jam pasir yang besar.”
Jenderal Es menawarkan akan membantu Oh Gong untuk mengulur waktu sebentar (dengan kesaktiannya) sehingga Oh Gong dapat manfaatkan Ma Wang untuk menyingkirkan Sam Jang.
“Itu kesempatan untuk membebaskan diri Anda dari kontrol Sam Jang.”
“Sam Jang bisa aku singkirkan?” Oh Gong menimbang tawaran Jenderal Es, tapi dia malah memesan es krim stroberi dan tidak mengatakan keputusannya.
Advertisement


EmoticonEmoticon