1/22/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 PART 2

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 Part 1
Sekertaris Ma membawa siluman gurita itu menemui Ma Wang. Alice mengatakan dirinya adalah putra kedua Raja Naga Laut Timur, Naga Giok.
“Naga Giok, kembali sana ke laut. Aku akan menjelaskan situasinya dengan baik pada ayahmu.”
“Aku tidak bisa kembali sekarang. Ada yang harus kutemukan. Saat sudah kutemukan, aku akan mengembalikan tubuh ini.”
“Kau tidak bisa berkeliaran sembarangan dengan tubuh itu.”
“Kenapa? Ada masalah dengan tubuh ini? Bagi manusia? Bukankah ini tubuh yang sangat bagus?”


Naga Giok kemudian memerikasa tubuh Alice dan mencium ketiaknya. Ma Wang sangat terganggu melihat tingkah Naga Giok.
“Astaga.”
“Dia tidak bau badan. Dia sangat sehat.”
“Hentikan. Tubuh itu milik artis agensi kami yang sangat berharga. Dia populer. Jika kau melakukannya di depan orang lain, semuanya tamat.”
“Apa aku salah pilih badan? Argh... Aku tidak bisa berpindah ke tubuh orang lain sementara waktu.”
Sekertaris Ma memberitahu Ma Wang kalau Alice Yang memiliki jadwal syuting iklan penting pagi ini. Ma Wang lalu meminta pada Sekertaris Ma agar Jeo Pal Gye untuk mendampingi Naga Giok dan mengatur semua jadwal.
“Aku akan pergi mencari Sam Jang.”
“Anda akan baik-baik saja? Bagaimana jika Anda terkena efek samping lagi?”
“Aku bisa melaluinya.”


Lee Han Joo sedang membuatkan kopi untuk Seon Mi, dia bertanya pada Seon Mi untuk meyakinkan apakah benar Seon Mi tidak ada hubungan dengan Son Oh Gong.
“Tidak ada. Dia hanya melindungi aku.”
“Kalau begitu, apa Anda mau mencoba kencan buta? Hoobaeku yang datang ke kantor terakhir kali itu memohon kepadaku untuk dikenalkan dengan Presdir.”
“Kau tidak masalah bila mengenalkanku kepada Hoobae-mu?”
“Dia itu Kepala Redaksi Kisah Misteri. Dia sangat menyukai hal-hal mengerikan. Pekerjaannya cukup stabil. Seperti kopi ini, dia pria yang sangat lembut. Dia lebih baik dari Sekretaris Son yang tak bisa apa-apa itu. Omona...”


Lee Han Joo lalu menutup mulut menggunakan tangannya.
“Kenapa?”
“Beberapa hari belakangan ini, hal-hal buruk terjadi setiap kali aku bicara buruk tentang Sekretaris Son. Entah dari mana, barang-barang berjatuhan, bahkan kursi menghindariku secara ajaib.”
“Kau hampir terluka.”
Seon Mi lalu berbicara menghadap ke langit-langit.
“Kau mendengarkan kan? Jangan bermain-main lagi di sini.”
Kemudian Seon Mi berbicara lagi pada Lee Han Hoo agar jangan bicara buruk tentang Oh Gong meskipun dia tidak ada di sini karena hal itu berbahaya.
“Ya. Ah, Presdir. Soal kencan buta itu, kurasa lebih baik tidak melakukannya. Anda kan sibuk.” Han Joo berkata seperti itu karena takut ada hal buruk yang akan menimpanya.
“Jika dia pria selembut kopi, aku ingin bertemu dia meski hanya sekali.”


Di luar ruangan Soen Mi, Han Joo melihat Ma Wang datang untuk menemui Seon Mi.
“Hari ini, Anda datang sendiri.”
“Ya, ada hal penting yang harus dilakukan.”
“Hari ini, Presdirku ada jadwal acara penting juga?”
“Ya.”
“Tapi, dia tidak muncul di Televisi. Acara apa sebenarnya yang dia hadiri?”
“Kali ini adalah... sebuah acara penting yang berhubungan dengan keluarga kerajaan yang telah melakukan perjalanan jauh.”
“Acara VVIP?”
“Ya, bisa dibilang begitu. Kalau begitu, aku masuk.”


Ma Wang kemudian berbicara pada Seon Mi dengan mata yang masih terus berkedip. Dia mnegtakan tentang Putra Raja Naga yang datang untuk mencari duyung.
“Ya, mereka bilang dia menjual obat yang memunculkan kaki.... pada duyung yang jatuh cinta kepada seorang manusia.”
“Kenapa Anda terus seperti itu?” Seon Mi melihat mata  Ma Wang yang terus berkedip.
“Ah ini, hanya efek samping kecil. Sebentar. Aish. Maafkan aku.”


Ma Wang mengenakan kacamata kemudian kembali berbicara.
“Kita hanya perlu menemukan duyung itu dan mengirimnya kembali ke laut.”
“Jika dia duyung, maka dia siluman. Bagaimana bisa siluman mencintai manusia?”
“Itu bukannya mustahil terjadi. Kau juga menerima cinta dari seorang siluman.”
“Cinta palsu itu berasal dari Geumganggo.”
“Kau tidak bingung dan mendapatkan informasi dengan akurat. Itu memang palsu, ya. Karena Sam Jang adalah manusia, maka alaminya harus menerima cinta dari seorang manusia.”
“Manusia seperti itu tidak ada.”
“Bagaimana jika ada? Akan bagaimana jadinya? Jika ada seseorang yang mencintaimu, apa kau juga bisa mencintai orang itu?”
“Tentu saja. Jika ada seseorang yang mengatakan menyukaiku, tolong kenalkan padaku. Jadi aku bisa mencoba berkencan.”
“Kalau begitu, tolong temukan duyung ini. Lalu aku... akan menemukan seorang manusia untuk Sam Jang. Jika Sam Jang berkencan, hati seseorang akan tercabik-cabik.”


Sa Oh Jeong memberikan sebuah pisau pada Oh Gong, dan memberitahu kalau Naga Giok tidak datang untuk menyelamatkan duyung itu tapi membunuh manusia yang mengkhianati si duyung.
“Dia mengatakan untuk memberikan pisau ini pada duyung itu ketika menemukannya. Duyung yang tidak bisa mendapatkan cinta dari manusia tidak dapat kembali ke laut dengan selamat. Dia harus menusuk jantung manusia tersebut dengan pisau itu agar dia tidak lenyap (dari eksistensi dunia).”
“Jika Ma Wang yang terus bicara soal menjadi Dewa tahu, dia tidak akan membantu duyung tersebut.”
“Ya, itu sebabnya putra Raja Naga meminta tolong kepadaku. Jika kau menemukan duyung itu dan memberikan dia pisau ini, dia akan memberikanmu Shingriyu.”
(Air mata duyung yang dapat memungkinkan pengalaman virtual reality yang nyata)
“Ah, Shingiryu? Tapi aku tidak memiliki sesuatu yang ingin kucoba dengan itu.”
“Bagaimana dengan alkohol? Anda dapat minum seolah melakukannya sungguhan.”
“Oh Jeong-ah, sebaiknya aku segera menangkap duyung itu. Ke mana aku harus pergi?”
“Aku sudah menemukan air seperti apa yang dapat menarik minat duyung. Jika Anda memilih umpan yang tepat, Anda dapat menangkap duyung itu dengan mudah.”
“Umpan?”
“Ya. Untuk menangkap siluman, tidak ada umpan yang lebih baik dibanding Sam Jang.”
“Hei, kau... Bundel keberuntungkanku, Oh Jeong! Aw. Kau imut sekali. Benar. Umpannya adalah Sam Jang.”


Oh Gong muncul di hadapan Seon Mi dan mengatakan  dia datang untuk menemukan duyungnya bersama.
“Aku bisa melakukannya sendirian.”
“Sudah kukatakan kepadamu kan? Jika kau berada dalam bahaya sedikit saja, jantungku juga dalam bahaya.”
“Kau terlalu berlebihan. Mereka bilang duyung itu tinggal di sekolah ini. Adakah seseorang yang mencurigakan? Ada sesuatu yang ganjil di lingkungan sekitar? Aku baru sampai. Mereka bilang manusia yang dicintai si duyung ada di dalam sekolah ini. Jelas dia akan berada di sekitar pria itu.”
“Kalau begitu, lekas mulai berjalan keliling sekitar. Umpan harus berkeliaran agar ikan dapat menggingitnya.”


“Umpan?”
“Umpan? Siapa? Kau? Siapa yang menyebutmu umpan? Ma Wang? Dasar Kerbau keparat! Beraninya dia bicara sembarangan! Pikirnya siapa yang dia candai!? Benar-benar!”
Oh Gong berpura-pura kesal.


Seon Mi dan Oh Gong berada di dalam perpustakaan, mereka sedang mengamati seorang pria. Orang yang dicintai oleh duyung itu adalah pustakawan di sini.
“Dia pasti ada di sekitar pria itu. Kita akan berdiam di sini dan selama kau ada, dia akan datang.”
“Duyung itu bahkan meninggalkan laut yang merupakan tempat aslinya. Kenapa dia tidak dapat meraih cinta pria itu?”
“Dia kalah dari seorang manusia.” Oh Gong lalu melihat ke arah pustakawan itu yang sedang berbicara dengan seorang wnaita.


Seon Mi mengatakan jika duyung itu melihat wanita yang disukai pustakawan itu, dia pasti ingin mati akibat patah hati. Tapi Oh Gong tidak sependapat dengan Seon Mi.
“Kau salah. Dia mungkin ingin membunuhnya.”
“Mungkinkah dia bisa membunuhnya ketika mencintainya?”
“Dia semestinya tidak memulai cinta seperti ini sejak awal. Kau merasa kasihan pada si duyung? Lalu, aku?” Oh Gong bertanya dengan wajah memelas.
“Kau?”
“Aku juga berada dalam posisi yang sama. Aku semestinya tidak memulai cinta seperti ini sejak awal. Argh, kepalaku sakit. Sudah kuduga, energi dari buku-buku ini tidak cocok untukku. Jika sesuatu yang mencurigakan muncul, panggil aku.” Oh Gong lalu pergi dari perpustakaan.


Sekertaris Ma bertanya pada Ma Wang apa yang akan terjadi jika Sam Jang berakhir mencintai pria lain. Ma Wang mengatakan hati Oh Gong mungkin akan tercabik-cabik.
“Jonathan menerima undanganku, keadaan akan berjalan sesuai rencanaku.”
“Jika berjalan sesuai rencana Ma Wang, Jonathan akan dapat bertemu dengan cinta pertamanya, Jin Seon Mi.”
“Tepat sekali. Saat kedua orang itu reuni, aku akan memastikan Son Oh Gong menyaksikan dari sudut yang lain. Menyaksikan. Seperti dari balik dinding begini. Seperti ini.”


Ma Wang lalu berdiri di dalik dinding sambil berpura-pura menangis.
“Di drama sering muncul, bersembunyi di balik tiang atau dinding, tampak sangat menyedihkan. Seperti ini. Menangis. Hanya memikirkan menyaksikan hal seperti itu... sudah sangat menyenangkan.”


Ma Wang kembali ke mejanya sambil tertawa sengan puas.
“Tapi, akankah dia bisa mengenali Jin Seon Mi yang dilihatnya saat masih kecil?”
“Tentu saja tidak, maka aku akan memberitahunya dengan sengaja. Bahwa aku menemukan cinta pertamanya. Memang menjadi jelas, tapi jadi tidak romantis. Masalahnya, kalau kubiarkan saja mereka bertemu dan akhirnya tidak saling mengenali, maka rencanaku kemungkinan akan gagal.”
“Jika mereka berdua ditakdirkan satu sama lain, bukankah pertemuan atas kehendak takdir itu mungkin?” Sekertaris Ma tersenyum dengan misterius.
“Sekretaris Ma, kau terlalu banyak menonton drama. Bagaimana pertemuan seperti itu mungkin terjadi?”


Flashback. Jonathan sedang berbicara dengan Sekertaris Ma saat sedang menunggu Ma Wang.
“Ah, sebelumnya, aku ingin minta tolong. Beberapa waktu lalu di taman, aku mengambil sebuah foto. Aku melihat orang dalam foto itu di perusahaan ini. Aku akan memberikan foto itu kepadamu. Menurutmu, kau bisa menemukannya?”
“Tentu. Aku akan memberikan kartu namanya.”


“Ma Wang, di antara pertemuan atas kehendak takdir dengan pertemuan yang direncanakan, mana yang lebih Anda sukai?”
“Secara teknis, aku memilih pertemuan yang direncanakan. Karena lebih pasti.”
“Ya, saya mengerti.”


Jonathan datang ke kantor Seon Mi, Han Joo memberitahunya kalau Seon Mi sedang tidak ada di kantor dan juga tidak menjawab teleponnya.
“Kalau begitu, tolong berikan foto ini kepadanya.”
“Ya. Aku tidak bisa menjamin dia akan segera datang, jadi aku tidak bisa meminta Anda terus menunggu. Silakan tinggalkan nomor kontak Anda agar dihubungi nanti.”
“Tidak, tak apa. Sebentar, sebentar. Ah, ya. Halo.” Lee Han Joo kemudai keluar untuk berbicara di telepon.


Jonathan melihat-lihat meja Seon Mi dan menemukan foto masa kecil Seon Mi dengan neneknya. Dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Saat Han Joo masuk lagi ke ruangan, Jonathan tampak senang sekali.
“Hei! Han Joo! The girl in my pictures, the girl in my dreams... She just happens to be the head of your company! I mean, what? Never in my wildest dreams did I think I'd ever see her again. And here she is, right in front of me. It's destiny”
(Gadis dalam foto-fotoku, gadis dalam mimpi-mimpiku... Rupanya dia adalah Presdir perusahaanmu! Maksudku... APA!? Tidak pernah dalam mimpi terliarku sekalipun, aku berpikir dapat berjumpa lagi dengan dia. Dan, di sinilah dia. Tepat di hadapanku. Ini takdir.)
Han Joo hanya meringis mendengar Jonathan yang berbicara dalam bahasa Inggris karena dia tidak mengerti.
“What? Sorry. I don't understand. You speak English slow...”
(Apa? Maaf aku tidak mengereti. Kau bicara Inggris pelan. *maksudnya minta supaya Jonathan bicara bahasa Inggrisnya pelan-pelan.)
“No, no, no. Destiny!”
(Tidak, tidak, tidak. Takdir!”
“I English little...”
(Inggrisku agak... *dengan tata bahasa yang salah)
“Destiny! She's my destiny! Don't you get it? This is amazing! Oh my God! Wow! Can you believe this? Can you believe this? Okay, your English is very good.”
(Takdir! Dialah takdirku! Kau tidak mengerti? Ini luar biasa. Bisa kau percaya ini? Oke, bahasa Inggrismu sangat bagus.)
Jonathan sangat senang hingga dia memeluk Han Joo.


Alice dan Pal Gye sedang berada di lokasi shooting, dia mengaku kalau dirinya adalah seekor gurita.
“Aku putra kedua Raja Naga Laut Timur, Naga Giok. Kau Babi.”
“Aku ini pemberi perintah kedua di Lucifer Entertainment, Jeo Pal Gye-nim. Aku akan menyiapkan semuanya. Di sana, kau akan melihat orang-orang yang menggunakan papan nama bertuliskan staf, bersikaplah bersahabat tidak peduli apa pun yang terjadi.”
“Apakah mereka orang yang berpengaruh di sini?”
“Benar. Dan juga, jika kau mulai syuting, makan dan tersenyumlah dengan baik. Kau hanya perlu melakukan kedua hal itu. Makan dan tersenyumlah dengan baik. Aku akan melakukannya dengan baik.”


Naga Giok lalu mengikuti Pal Gye. Dia seringe bergerak membetulkan bajunya karena merasa tidak nyaman dengan pakaian Alice.
“Ini pertama kalinya aku di dalam tubuh seorang wanita. Tidak cocok di sini. Tidak nyaman sekali. Aih, dasar. Kurasa ada yang salah dengan pakaianku.”


Karena terlalu banyak bergerak, Naga Giok tidak sengaja merobek pakaian Alice. Pada saat yang sama Pal Gye membuat seluruh lampu mati lalu datang untuk menutup tubuh Alice.
“Barusan itu perbuatanmu?”
“Ini bahkan bukan tubuhmu. Kalau meminjam sesuatu, perlakukan dengan baik.”
“Babi, hubungan apa yang kau miliki dengan wanita ini?”
“Tidak ada hubungan yang spesial.”
“Tolong periksa pakaian Alice.”


Saat PK sudah pergi, Naga Giok berbicara pada dirinya sendiri.
“Ada apa dengan wanita ini?”
Lalu seorang wanita datang mendekatinya.
“Alice, ada apa?”
“Oh, kebetulan. Mungkinkah wanita ini menyukai pria itu?”
“Omo, kau mengakui perasaanmu pada PK?”
“Sialan! Ini tubuh wanita yang menyukai Babi itu! Aku hancur! Hancur! Babi! Ish, Babi itu!”
Advertisement


EmoticonEmoticon