1/22/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 PART 4

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 Part 3
Soh Oh Gong pulang ke rumah dengan disambut oleh Oh Jeong dan Bu Ja. Mereka mengucapkan selamat karena Oh Gong berhasil mendapatkan Shingiryu.


Bu Ja membuatkan sebuah papan agar Oh Gong bisa memilih minuman apa yang akan dinikmatinya.
“Son Oh Gong-nim mungkin kesulitan memutuskan, jadi aku membuatkan tabel panah.”
“Wow, Zombie.”
“Sekarang, tembak!”
Oh Gong melempar panah dan berhenti di tulisan whiskey, dia menjadi sangat senang. Karena itu minuman yang diminum oleh Seon Mi.
“Oh, whiskey! Oh, aku sangat menyukainya. Aku sangat ingin meminumnya.”
“Sudah diputuskan Whiskey.” Bu Ja memastikan tulisan yang ada di papan.
“Kalau begitu, aku akan membuat makanan pendamping terbaik untuk Whiskey.” Oh Jeong juga tidak kalah bersemangat.


Seon Mi akan mengambil minum, tapi dia melihat nenek sedang duduk. Seon Mi sangat senang lalu menghampirinya. Seon Mi kecil memeluk nenek sambil menangis. 
“Aku merindukanmu, Nenek.”
“Kau merindukan Nenek? Nenek juga merindukanku. Sayangku yang cantik.”
Mereka berdua berpelukan sambil menangis.


Oh Gong sedang menikmati makan malamnya, tapi dia hanya minum air putih.
“Aku ingin minum alkohol.” Oh Gong berbicara sambil menatap gelas air di tangannya.


Seon Mi tidur sambil menangis dan memanggil neneknya. Di meja kecil di hadapannya ada botol yang berisi Shingiryu, kemudian botol itu bercahaya dan menjadi kosong.


Seon Mi melihat foto-foto yang ditingalkan Jonathan di mejanya. Ada sebuah gambar yang dibuat oleh Jonathan, pada gambar itu Jonathan menulis “Apa kau mengingatku?”. Itu adalah gambar dua orang anak laki-laki dan perempuan sedang berjongkok di balik payung.


Melihat gambar itu, Seon Mi teringat saat sedang sedang bersembunyi dengan seorang anak laki-laki di balim payung kuningnya.


Seon Mi akhirnya mengetahui kalau pria yang memotretnya adalah anak laki-laki yang dulu menyukainya waktu masih kecil.
“Dia tanya kepadaku apakah Presdir punya kekasih, aku menjawabnya dalam bahasa Inggris. No. No. No.”


Pal Gye mengatakan pada Bu Ja kalau dia mengupload video saat Bu Ja sedang menari, tapi Bu Ja kesulitan melihat video itu.
“Jadi, itu akan segera viral. Ada banyak yang melihat... dan juga berkomentar. Kenapa? Kau tidak bisa melihat dengan baik?”
“Ya, kurasa tubuhku mulai membusuk sedikit demi sedikit.”
“Oppa akan membacakannya untukmu. Di antara semua ini, akan bagus kalau ada yang mengenalmu.”
“Ya. Jika kebetulan, ibu, ayah, adikku... Jika aku memiliki keluarga, aku ingin bertemu dengan mereka.”


Seorang wanita terbaring di ranjang rumah sakit, di sampingnya ada foto Bu Ja dan poster pencarian orang hilang.
(Mencari seseorang. Nama : Jung Sae Ra. Usia : 20 tahun. Terakhir terlihat : Gyeonggido, Bundang)


Pria yang bertugas mengubur Bu Ja sedang berbicara di telepon sambil mengamati ibu Jung Se Ra dari luar kamar.
“Satu-satunya keluarga gadis yang hilang itu adalah ibunya. Ibunya roboh saat mencari putrinya yang hilang dan saat ini dirawat di rumah sakit. Jika ibunya mati, tidak akan ada yang mencarinya lagi.”
“Aku mengerti. Kerja bagus.” 
Yang berbicara dengan pria yang mengubur Jung Se Ra sepertinya adalah Kang Dae Sung, Profesor dari Jurusan Sejarahdi Universitas Korea, yang disebut-sebut sebagai Pengejar Tahta Kepresidenan. Pada waktu malam tahun baru dia adalah orang dari keluarga bangsawan yang dipilih untuk membunyikan lonceng.


Bu Ja mengatakan pada PK kalau dia ingin bertemu dengan keluarganya.
“Sebelum aku membusuk total, aku sungguh ingin bertemu dengan orang yang merindukanku.”


Dua pria yang menguburkan Jung Se Ra melihat video Bu Ja yang sedang menari.
“H-Hyungnim. Gadis ini, bukankah persis dengan mayat itu?”
“Kau benar. Dia masih hidup?”


Ma Wang sedang menunggu kedatangan Jonathan, dia memberitahu Oh Gong tentang Jonathan.
“Tamu yang kuundang hari ini adalah orang yang sangat sopan. Meskipun dia tumbuh dewasa di Amerika, saat dia masih kecil, dia sering mengunjungi keluarga ibunya di Korea.”
“Aku tidak ingin tahu. Tidak ingin tahu. Sudah kubilang aku tidak ingin tahu. Kenapa kau terus saja mengoceh tentang orang itu dari tadi?”
“Dengar baik-baik. Dalam hitungan menit saja, kau akan berakhir... menanyaiku tentang orang itu.”
“Memang siapa dia?”
“Orang yang sangat spesial untuk Sam Jang. Aku menyiapkan ini untukmu.”


Oh Gong sebenarnya terkejut, tapi dia berpura-pura tidak berpengaruh.
“Cinta pertama?”
“Benar. Gadis kecil yang membawa payung, Sam Jang. Kau juga mengingatnya kan? Dia bilang sejak itu terus mencintainya.”
“Itu sudah lama sekali. Jika mereka bertemu kembali, pikirmu mereka akan saling mengenali?”
“Mereka sudah bertemu dan saling mengenali satu sama lain. Saling tersipu satu sama lain, bagaikan takdir. Hari ini, mereka akan reuni dengan baik di sini. Jadi, untuk drama hari ini, naskahnya dibuat oleh Woo Hwi, diproduksi oleh Woo Hwi, bintang utamanya adalah Jin Seon Mi, Jonathan, dan kau. Bagaimana? Kau berpura-pura baik-baik saja tapi sebenarnya sudah mulai cemas?”
Ma Wang tertawa melihat Oh Gong yang berusaha menyembunyikan ketidaksukaannya.


Sekertaris Ma membukakan pintu untuk seon Mi. Tidak lama setelah Seon Mi masuk, Jonathan datang dan langsung berjalan ke arah  Seon Mi.


Oh Gong berdiri akan menyambut Soen Mi, tapi Jonathan lebih dulu memanggil Seon Mi.
“Seon Mi! Kau... mengingatku?”
“Ya.”


Oh Gong hanya bisa memandang saat Jonathan menggenggam tangan Seon Mi.


Melihat Oh Gong yang tidak bisa berbuat apa-apa, Ma Wang tampak sangat senang.


Setelah menggenggam tangan Seon Mi, Jonathan lalu memeluk Seon Mi. Jonathan mengatakan dia sangat bahagia, Seon Mi juga bilang kalau dianjuga bahagia.
“Aku juga bahagia.”
“Long time no see, yeah?”
“Kau selama ini baik-baik saja?”
“Yes. Yes.”


Ma Wang masih tertawa saat dia berbicara dengan Oh Gong.
“Bagaimana? Membuatmu gila kan? Senangnya aku! Kau jadi gila.”
“Drama gila ini ditulis oleh Ma Wang. Apa yang kulakukan mulai sekarang, semua salah Ma Wang.”


Oh Gong lalu berjalan ke arah Seon Mi, melihat hal itu membuat Ma Wang khawatir.
“Apa? Jangan bilang... dia berencana membunuhnya (Jin Seon Mi)? Aigoo.”


Oh Gong menarik tangan Seon Mi lalu memeluknya.
“Kau sudah sampai?”
“Ya.”
“Senang melihatmu. Aku merindukanmu.”
Lalu Oh Gong mencium bibir Seon Mi.


Semua orang terkejut melihat apa yang Oh Gong lakukan.
“A-apa... apa-apaan dia? Menjijikkan!!!” Ma Wang tidak menyangka Oh Gong benar-benar melakukannya.
Advertisement

2 comments

Mana foto kissunya jin seo mi - oh gong...awwww

Terima kasih sinopsisnya. Ditunggu postinga. Selanjutnya.. Semangat!


EmoticonEmoticon