1/24/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 PART 3

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 Part 2
Sekertaris Ma melapor pada Ma Wang kalau pengikut Sam Jang di media sosial mencapai 130.000 pengikut, dan dia telah mencari orang-orang yang meninggalkan komentar jahat di akunnya.
“Dockhi yang menempel pada seseorang pasti akan keluar di antara mereka. Bagaimana dengan Son Oh Gong?”
“Ternyata keduanya masih bertengkar. Kau berhasil mengadu domba mereka. Selamat Ma Wang.”
“Son Oh Gong sudah membuang semua sausnya.”
“Jika Sam Jang tahu maka mereka tidak akan bertengkar lagi. Haruskah aku membuat wadah saus palsu agar mereka terus berselisih?”
“Itu ide yang sangat curang dan bagus. Lakukanlah untuk saat ini.”
“Baiklah. Aku akan memastikan agar dia ketakutan saat Geumganggo-nya dilepaskan.”
“Tapi, Sekretaris Ma, apa Sam Jang benar-benar takut? Apa dia takut dimakan saat ini? Dia benar-benar...”


Ma Wang teringat saat Seon Mi menangis di hadapannya.
“Jika aku harus melepas Geumganggo-nya sekarang. Aku akan... Aku akan...”


Menurut Ma Wang, Seon Mi menangis bukan karena dia takut. Lalu Sekertaris Ma bertanya apa ada hal yang paling menakutkan selain dimakan, dia mengatakan hati manusia lebih rumit dan sulit dimengerti.
“Jika itu masuk akal, maka Sam Jang akan kehilangan kemarahannya. Aku harus mengetahuinya terlebih dahulu supaya aku bisa memastikan agar Son Oh Gong tidak bisa menghilangkan kemarahannya.


Seon Mi berada di sebuah supermarket.


Han Joo memberitahunya tentang orang yang menulis komentar paling jahat.
“Dia sering mengirim foto dari dalam M-Mart di pagi hari. Cobalah pergi ke sana.”


Seon Mi sedang mengikuti seorang pria yang dicurigainya. Tapi dia merasa ada orang di belakangnya yang memotretnya.


Dia lalu berbalik dengan payungnya yang sudah bersiap lalu menuju ke arah seorang wanita yang sedang berbelanja dengan anaknya.


Tiba-tiba Seon Mi menghadap ke belakang dan terkejut melihat Jonathan di belakngnya.


“Aku menelepon ke kantormu dan Han Joo bilang kau berada di sini.”
“Han Joo? Maksudmu Lee Han Joo?”
“Han Joo. Temanku? Tunggu sebentar.” Jonathan lalu berjalan menuju ke arah wanita yang membawa anaknya.


“Permisi, kau tadi memotret temanku, kan?”
“Kau yang mengomentari akunku, kan? Kau yang meninggalkan komentar di akunku, bukan?”
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan Jonathan dan Seon Mi.


Jonathan sedang berbelanja saat Seon Mi berbicara dengan wanita yang berkomentar di sosial medianya.


“Aku melakukannya karena anakku.  Melihat foto-fotomu membuatku marah. Aku juga pernah mengutuk atau menghina anak orang lain tanpa berpikir sebelumnya. Lama kelamaan komentarku semakin kasar dan lebih kasar. Maafkan aku.” Wanita itu tampak menyesal.
“Itu karena ada roh jahat yang menempel pada tubuhmu. Tolong jangan terpengaruh. Bukan karena kau memiliki putri yang sangat cantik.”


Setelah Seon Mi menyelesaikan urusannya, dia lalu berbicara dengan Jonathan.
“Memalukan. Kapanpun aku memikirkan saat kau masih kecil, itu terasa seperti dalam dongeng. Tapi hari ini, meskipun aku melihatmu sudah dewasa. Aku masih merasa seperti melihat karakter utama dalam sebuah dongeng.”
“Kenapa? Apa karena aku selalu membawa payung ini, dan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal seperti roh jahat?”
“Bagiku itu tidak aneh. Hal itu cocok denganmu. Kau tidak jalan-jalan dengan perimu? Apa dia sedang sibuk?”
“Tidak. Periku sangat jahat. Mungkin dia juga akan memakanku.”
“Menjijikan. Itu bukan peri tapi itu iblis.”
“Kau benar. Dia itu iblis. B*jingan itu.”


Jonathan lalu menggam tangan Seon Mi dan memberinya sebuah cokelat.
“Hei. Jika kau akan melawan iblis, kau akan membutuhkan energi. Tetaplah kuat.”


Jonathan dan Seon Mi sedang berjalan menuju tempat parkir.
“Terima Kasih telah membantuku memilih makanan untuk makan malam besok.”
Seon Mi melihat Oh Gong tapi dia mengajak Jonathan untuk segera pergi.
“Ayo pergi.”


Saat mereka akan pergi, troli yang dibawa Jonathan tidak mau bergerak. Seon Mi lalu meminta Oh Gong untuk menghentikan perbuatannya itu. Oh Gong menjentikkan jarinya dan kemudian troli yang dibawa Jonathan berjalan dengan sangat cepat dan tidak bisa dihentikan.


Oh Gong mendekat ke sisi Seon Mi yang sekarang berdiri sendirian.
“Aku membuang sausnya.”
“Baik.”
“Aku sudah membuangnya dan tidak akan membuatnya kembali.”
“Kenapa kau membuangnya? Buat lagi!”
“Tidak mau. Aku tidak akan membuatnya lagi.”
“Terserah.”
“Jangan pergi. Ikutlah denganku.”
“Tidak mau. Kenapa aku harus? Berapa banyak yang akan kau berikan padaku? Bahkan jika kau memberiku 500 won, aku tidak akan pergi denganmu.”


Seon Mi akan pergi, tapi Oh Gong memegang lengannya.
“Hei.”
“Kenapa? Apa? Makan aku! Karena kau datang ke Supermarket, kau bisa membeli bumbunya dan membuatnya lagi.”
“Baik. Aku akan membuatnya lagi. Aku akan membuatnya lagi, menaburkan sausnya disekujur tubuh pria itu lalu memakannya. Ah, kuyakin dia pasti lezat.”
“Coba saja!”
“Kau pikir aku tidak bisa melakukannya? Kau harus tahu betul seberapa buruknya aku.”
“Aku akan mengawasimu.”


Ma Wang sedang membersihkan patung kerbaunya saar Oh Gong pulang dengan membawa kantong belanjaan.
“Kau sudah pulang, Ma Wang.”
“Aku pulang lebih awal untuk mencuci banteng yang kau tertawakan. Sebaiknya kau berdoa agar semuanya bisa terlepas. Apa itu?”
Oh Gong meletakkan kantong belanjaannya di lantai dengan lesu.
“Produk pembersih. Aku membeli semua jenis tapi aku tidak tahu mana yang paling sesuai.”
“Ini semua produk pembersih?”
“Ada pembersih dan bahkan ada semir. Menurut karyawan di Supermarket, jika kau memebrishkannya dengan lap kering. Patungnya akan tahan air.”
“Bahkan ini tidak akan membuat darah tercecer. Membuatnya tahan air? Omong kosong.”


Ma Wang mengikuti Oh Gong yang masuk lalu berbaring di kursi.
“Apa kau pergi ke Supermarket untuk membeli produk pembersih untuk bantengku?”
“Aku membelinya saat aku mengikuti Sam Jang.”
“Sam Jang? Ah, untuk menangkap Dokchwi? Apa dia sudah menemuinya?”
“Dia tidak bertemu dengan Dokchwi tapi dia bertemu dengan pria itu.”
“Jonathan?”
“Mereka berdua pergi berbelanja di Supermarket.”
“Kau melihatnya? Astaga, kenapa kau mengikuti mereka sepanjang hari dan melihat sesuatu yang tidak menyenangkan?”
“Sam Jang benar-benar keterlaluan. Dia membicarakanku dengan buruk bersama pria itu.”
“Lalu?
“Tentu saja aku membuatnya ketakutan! Kubilang aku akan memakannya. Apa aku tidak boleh mengatakan hal seperti itu? Aku bilang aku membuang semua sausnya, tapi kenapa dia masih marah padaku?”
“Son Oh Gong, apa kau pernah khawatir dengan apa yang akan terjadi ketika Geumganggo itu lenyap?”
“Kenapa aku harus khawatir? Semuanya akan baik-baik saja.”
“Semuanya akan baik-baik saja untukmu? Ada sesuatu yang tidak pantas untuknya, bukan?”
“Mungkinkah dia khawatir jika aku benar-benar akan memakannya ketika Geumganggo-nya lenyap? Dia tidak menyukaiku sedikit pun.”


Seon Mi juga tampak sedih dan tidak bersemangat. Dia sedang menghitung kacang sambil bergumam “Dia menyukaiku sedikit. Dia tidak menyukaiku. Jika Geumganggo lenyap... Menyukaiku... Tidak menyukaiku... Menyukaiku... Tidak menyukaiku...”


Seorang pria sedang melihat ponselnya pada jam kerja, lalu seniornya menegurnya.
“Hei, hei, hei! Apa kau akan memainkan ponselmu setiap saat?”
Pria itu tidak memperdulikan teguran seniornya.
“Astaga. Menyedihkan. Semua yang dia dapatkan bermerek. Dan dia berteman dengan selebriti? Astaga. Astaga pria yang tidak beruntung bisa menikah dan bahkan memiliki dua anak. Dan dia hidup bahagia? Ugh, aku tidak tahan melihatnya.”
Roh jahat berbisik padanya “Hancurkan dia. Hancurkan semuanya. Hancurkan mereka!”


Han Joo sedang berbelanja dan dia membaca komentar pada fotonya di sosial media.
“Ayah pemalas yang pernah kulihat. Ayah pemalas? Kenapa mereka memanggilku Ayah pemalas?”


Han Joo sedang menangis di sudut kantornya dalam kegelapan.


Oh Gong datang lalu menyalakan lampu. Han Joo memeluk Oh Gong sambil menangis.
“Sekretaris Son.”
“Apa? Kenapa kau menangis? Apa? Apa? Apa yang sedang kau lakukan?”
“Sekretaris Son!”
“Ah... Jangan laporkan hal semacam ini!” Oh Gong mengomel pada Son Yuk Gong.


Han Joo yang masih tapi sudah leboh tenang berbicara pada Oh Gong.
“Tiba-tiba aku mendapat banyak komentar di akunku. Mereka bilang aku sangat miskin... tapi mengapa aku memiliki dua anak... Han Byeol-ku... Mereka bilang aku mencoba mendapatkan keuntungan dengan mengubah Han Byeol menjadi selebriti... Aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti itu sebelumnya. Karena Han Byeol-ku sangat lucu. Aku hanya ingin mengunggah nyanyiannya.”
“Aku mengerti. Roh jahat itu mempengaruhi dirimu.”
“Mereka semua terus membicarakanku seperti itu jadi aku benar-benar merasa seperti sampah.”
“Kendalikan dirimu! Apa kau sampah?”
“Bukan.”
“Jangan terpengaruh dengan komentar jahat seperti itu? Aku akan pergi merobek mulut mereka untukmu!”
Advertisement


EmoticonEmoticon